Perfect Husband (El & Luna Series #1)

Perfect Husband (El & Luna Series #1)
Sepotong sandwich untuk Zea



Daniel pun sama, Saat ia pulang kedua anaknya tertidur lelap. Bahkan Dara juga ikut tertidur di sofa menunggu suaminya.


"Maaf ya gak angkat telepon kamu berkali-kali." Ucap Daniel pelan tidak ingin membangunkan istrinya. Ia malah mengangkat tubuh Dara pelan-pelan memindahkannya ke kamar.


"Ay.... Kamu baru pulang?" Tanya Dara yang akhirnya terbangun dalam gendongan Daniel. Daniel tersenyum, Wajahnya terlihat sangat lelah dengan penampilan yang acak-acakan.


"Kamu capek ya nungguin aku?" Tanya Daniel merebahkan tubuh Dara pelan keatas ranjang.


Dara membuka lebar tangannya dengan manja, Menyuruh Daniel ikut berbaring disampingnya sambil memeluknya. Daniel tersenyum dan dengan senang hati ia berbaring sambil memeluk Dara.


"Maaf ya seharian ini gak ada kabar dan gak angkat telepon kamu." Kata Daniel memeluk Dara.


"Kamu pasti capek banget ya? Biasanya sesibuk-sibuknya kamu, Penampilan kamu gak akan berantakan kek gini." Sahut Dara tertawa kecil membuat Daniel ikut tertawa.


"Ada masalah besar di kantor."


"Masalah besar?" Ucap Dara mengulang.


"Rancangan majalah luar negeri untuk bulan depan di curi orang lain. Dan parahnya lagi mereka sudah mulai mengiklankan sebagian isi majalah itu dan minggu depan mereka bakal terbitin majalah itu." Mendengar hal itu Dara langsung duduk.


"Kok bisa? Terus gimana? Yang nyuri siapa? Udah ketahuan?" Tanya Dara sekaligus tanpa henti membuat Daniel mengerutkan dahinya. Merasa gemas Daniel yang masih berbaring langsung duduk disamping istrinya dan mendaratkan sebuah ciuman manja di bibir Dara.


"Kalo tanya satu-satu dong sayang." Ucapnya menyentil hidung mancung Dara. Dara tersenyum kembali bersandar ditubuh Daniel.


"Untuk sementara pihak investor dari Prancis belum tau kabar ini. Masalah ini masih sangat rahasia, Bahkan dikantor pun baru beberapa orang yang tau." Sahut Daniel pelan menjelaskan pada istrinya tentang masalah yang dihadapi dalam perusahaan.


"Terus yang nyuri siapa?Dan kenapa mereka bisa tau tentang dokumen rahasia itu?" Tanya Dara kembali beruntun namun kali ini sebelum Daniel kembali menciumnya, Ia lah yang lebih dulu mencium Daniel.


"Kamu makin lama kok makin......-" Belum selesai Daniel bicara jari telunjuk Dara sudah berada dibibir Daniel.


"Stop! Terusin dulu ceritanya nanggung gak enak di dengernya." Kata Dara menghentikan Daniel yang baru saja ingin menciumnya.


"Kamu lama-lama makin mirip Devan ya." Celetuk Daniel menggelengkan kepalanya. Dara hanya tersenyum memamerkan gigi pada suaminya.


"Kamu tau perusahaan GC Company?"


"Tau, Mereka kan nerbitin majalah fashion dewasa juga sama kek perusahaan DM Group. Tapi lebih mengarah ke style luar negeri yang punya empat musim. Iya kan?" Jawab Dara. Jika masalah fashion, Style, Makeup yang masih berbau-bau tentang penampilan istri Daniel memang luar biasa, Tapi jika ditanya tentang bumbu masakan maka ia akan diam seribu bahasa. Berbanding terbalik dengan Luna, Sahabatnya yang lebih menyukai dunia dapur daripada fashion.


"Jadi mereka yang udah nyuri filenya?" Tanya Dara lagi makin penasaran.


"Mereka nyurinya setengah-setengah. Sampai-sampai ninggalin jejak yang enak banget buat di lacak. Setelah tau file dicuri aku sama Kenan langsung ngelacak alamat IP nya dan ternyata itu punya mereka. Aku dan El juga langsung ke kantor mereka, Tapi hasilnya nihil. Kita bedua malah disuruh pergi sama security."


"Kok bisa sih ay mereka nyuri file DM Group?" Tanya Dara lagi terus dan terus bertanya. Daniel tersenyum lalu berdiri dari tempat duduknya dan melepaskan kancing baju satu persatu.


"Entar kita sambung lagi ya, Aku mau mandi dulu." Kata Daniel mencubit pipi Dara. Dara langsung menarik tangan suaminya yang ingin pergi ke kamar mandi.


"Entar aja mandinya, Selesein dulu ceritanya." Kata Dara manja memasang wajah anak kucing membuat Daniel rasanya tidak tidak tahan jika tidak menciumnya.


"Udah malam beiby, Lagian kamu gak risih apa peluk-peluk aku. Badanku keringatan bau asem." Sahut Daniel namun Dara tetap tidak ingin melepaskan tangan Daniel.


"Kata siapa kamu bau asem? Kamu itu harum banget tau, Bau khas pria aku suka." Sahut Dara memeluk Daniel setengah menggoda suaminya membuat Daniel senyum tidak berhenti.


"Kamu kenapa sih manja banget malam ini, Aku jadi gak bisa fokus jadinya."


"Ish, Selesein dulu ceritanya baru mandi ay.....Entar aku....-" Dara langsung membisiki Daniel membuat wajah Daniel sumringah.


"Janji?" Kata Daniel tidak yakin.


"Iya janji." Jawab Dara meyakinkan Daniel agar kembali melanjutkan ceritanya. Mendengar hal itu Daniel langsung mengurungkan niatnya untuk mandi dan duduk kembali ke tempatnya tadi untuk melanjutkan cerita.


"Terus kenapa bisa file DM Group dicuri?"


"Keknya mereka selalu ngikutin data pemasaran milik DM Group karena data itu selalu dimuat di situs resmi majalah bisnis bulanan dan disana jelas tertulis kalo DM Group hampir selalu menduduki peringkat pertama dengan penjualan terbesar di dalam ataupun luar negeri. Keknya mereka pakai jasa hacker untuk mencuri file soalnya itu file rahasia dan sangat penting gak semua karyawan tau tentang file itu." Jelas Daniel secara mendetail.


"Jadi ini bisa dibilang karena persaingan bisnis."


"Begitulah dunia bisnis, Harus kuat mental karena kita gak tau mana lawan mana kawan."


"Kasian bang El, Dia pasti pusing banget ngadepin masalah ini." Celetuk Dara berdiri dari tempat duduknya dan mengambilkan handuk untuk Daniel.


"Iya tau, Aku juga kasian sama kamu. Istri mana sih yang gak khawatir liat suaminya menghadapi masalah." Sahut Dara mencubit hidung Daniel.


"Ya kali aja kamu cuma prihatin sama El. Ya udah aku boleh mandi sekarang?" Tanya Daniel melingkarkan tangannya di leher Dara.


"Ia mandi gih, Kamu mau aku buatin cokelat hangat?"


"Gak mau, Aku maunya ditemenin mandi sama kamu." Rengek Daniel manja membuat Dara melepaskan diri pelukannya.


"Big No!" Ucap Dara sambil mendorong Daniel masuk ke kamar mandi.


***


Setelah selesai mandi El pergi ke kamar Zea, Ia merasa bersalah pada putrinya itu karena tidak sengaja melupakan janjinya.


"Maafin daddy ya nak, Kamu pasti marah sama daddy gara-gara daddy batalin janji tanpa ngabarin kamu." Ucap El mengusap lembut kepala anaknya yang tidur lelap. Tidak lama Luna datang menyusul, Diusapnya lembut pundak El. Ia tau saat ini El sangat membutuhkan dukungan.


"Besok biar dia ikut latihan sama kak Rendy. Tadinya dia marah, Ngomel bahkan nangis-nangis tapi saat aku bilang kalo daddy nya lagi ada masalah lebih penting di kantor dia diam. Dia pasti bisa ngerti, Dia anak yang pintar." Kata Luna agar El tidak begitu merasa bersalah pada Zea mengingat ia sedang banyak pikiran.


"Makasih ya udah ngertiin abang dan terimakasih juga kamu udah buat dia mengerti tentang tanggung jawab abang"


"Udah malam, Hari ini sangat melelahkan untuk abang. Ayo kita istirahat." Ajak Luna, El tersenyum meraih tangan Luna dan mereka tutup lembaran cerita untuk hari ini.


***


Pagi-pagi sekali El dan Daniel pergi ke kantor padahal ini jelas hari minggu dan harusnya mereka bersantai dirumah menikmati hari libur bersama keluarga.


"Ay, Kotak makanan nya." Kata Dara mengejar Daniel yang sudah duduk di dalam mobil bersiap untuk pergi.


"Oh iya, Hampir aja lupa. Makasih ya beib, Aku berangkat ya." Dara mengangguk tersenyum lalu Daniel segera pergi. Hal yang sama juga dilakukan oleh El, Namun saat ini ia sedang sibuk di dapur menyiapkan sesuatu untuk putri kecilnya sebagai permintaan maaf.


"Sayang, Titip cium dan peluk buat Zea ya sama sekalian ini tolong kasih ke Zea." Kata El yang sedang terburu-buru, Luna penasaran dengan isi kotak makan yang diberikan El untuk Zea namun El melarangnya untuk membuka kotak tersebut sampai ia pergi ke kantor baru Luna diperbolehkan untuk melihat isi dari kotak makan tersebut


"Abang berangkat ya." Kata El mencium kening, Kedua pipi dan juga bibir Luna.


Setelah El pergi Luna membuka kotak makanan tersebut yang isinya sepotong roti sandwich lengkap dengan rambut brokoli juga memiliki mata, Hidung dan mulut yang tersenyum. Dibalik roti itu ada selembar catatan dari El untuk Zea yang bertuliskan "Maaf, Akan daddy ganti di hari lain khusus untuk Zea, Love u."


Kata El di selembar kertas itu, Membuat Luna tersenyum tidak menyangka jika El juga bertindak seromantis ini pada anaknya.


***


Daniel dan El tiba secara bersamaan dikantor mereka.


"Tumben banget lo bawa bekal. Kenapa angin apa?" Tanya El heran melihat Daniel dengan bangga memamerkan sebuah kotak makan ditangannya.


"Iyalah, Nih makanan kesukaan gue buatan istri tercinta lah tentunya." Sahut Daniel menyombong pada El yang tidak membawa apa-apa. Luna memang sengaja tidak membawakan nya bekal karena ia berencana membawa Zea untuk mampir ke kantor suaminya sebelum ke tempat latihan taekwondo.


"Tumben Dara mau bawain lo bekal. Habis lo beliin apa emang?" Tanya El lagi yang saat ini sedang berada di dalam lift bersama Daniel.


"Iya, Gara-gara pengen denger cerita masalah di kantor dia bujukin gue pake ini ya luluh lah gue." Jawab Daniel memamerkan lagi kotak makan yang berisikan telor dadar, Nasi panas dengan taburan bawang goreng diatasnya.


"Ya udah kalo mau sarapan, Sarapan aja dulu. 30 menit lagi kita ngumpul di ruang meeting. Kenan juga belum datang kok." Kata El melihat kearah jam tangan nya dan saat pintu lift terbuka ia langsung pergi menuju ruangannya. Beginilah sosok El jika sedang dalam masalah serius, Semua kekonyolan yang biasa ia lakukan bersama Daniel mendadak hilang dan bersikap lebih tegas, Berwibawa, Serta terlihat sangat serius.


***


"Mommy, Daddy masih bobo ya?" Tanya Zea yang baru bangun dan langsung menghampiri ibunya.


"Um......Pagi-pagi banget daddy berangkat ke kantor sayang." Jawab Luna ragu karena ini untuk pertama kalinya El bekerja dihari minggu. Melihat wajah Zea masam dan kesal pada El, Luna segera mengambil kotak makanan yang di tetap El tadi.


"Ini ada titipan dari Daddy buat Zea." Kata Luna memberikan kotak itu pada Zea, Awalnya Zea enggan menerima kotak itu namun karena Luna terus membujuk Zea akhirnya Zea menerima kotak itu.


"Sayang, Daddy itu gantinya bigbos. Kerjaannya, Tugasnya dan tanggung jawabnya banyak, Banyak banget. Tapi sesibuk-sibuknya daddy, Dia sempet-sempetin bikin itu buat Zea nak. Zea sayang daddy kan?" Tanya Luna, Zea mengangguk pelan menjawab pertanyaan ibunya.


"Kalo sayang Daddy, Doain semoga masalah yang ada dikantor daddy cepat selesai. Zea kan anak baik, Doa Zea pasti langsung didengar sama Tuhan."


"Iya, Zea selalu berdoa kok buat mommy dan daddy. Buat orang-orang yang Zea sayang juga." Jawab Zea polos membuat Luna tersenyum mendengarnya.


Bersambung