
Pagi itu Daniel bangun dengan badan segar, Tidurnya benar-benar terasa sangat nyenyak di dalam kamar El.
"Loh kok jadi gue yang tidur disini? El mana?" Kata Daniel saat sadar bahwa ia yang berada ditempat tidur El. Daniel melihat kearah sofa, El sedang tidur nyenyak disana.
"Tuh bapak gimana sih? Katanya gue disuruh tidur di sofa, Lah terus kenapa malah dia yang disana dan gue disini?" Kata Daniel lagi, Ia turun dari tempat tidur lalu menghampiri El.
"Woiii.....Woiii bangun woiii." Ucap Daniel membangunkan bos nya itu namun El malah menutup wajahnya dengan selimut tidak menghiraukan Daniel.
"Eh ada telepon dari Luna, Gue yang angkat ya." Sontak El langsung duduk mendengar nama Luna.
"Mana hp gue?" Tanya El yang masih belum sadar sepenuhnya. Melihat El seperti itu Daniel langsung tertawa keras.
"Prank doang, Serius amat habisnya dari tadi gue bangunin lo gak bangun-bangun." Kata Daniel sontak membuat kesal lalu menghampiri Daniel dan memelintir tangannya membuat Daniel meringis kesakitan.
"Aaa....Aaaa ampun, Iya sorry lepasin." Kata Daniel, Andai ia tidak ingat siapa pria brengsek dan menyebalkan yang ada dihadapan nya saat ini mungkin ia akan langsung mematahkan tangannya. El lalu melepaskan tangan Daniel, Daniel langsung menggerak kan bahunya memutar menghilangkan rasa sakit.
"Kok jadi lo yang tidur di sofa? Lo ngigo ya? Jalan sambil tidur, Iya kan?" Kata Daniel duduk di sofa lain.
"Ngigo jidat lo! Lo tadi malam datangin gue ketempat tidur terus lo *****-***** badan gue! Jijik gue, Daripada lo lecehkan mending gue tidur di sofa!" Sahut El dengan wajah masam, Tentu itu kesal karena ia terpaksa melipat kaki panjangnya hampir semalaman karena sofa yang ia tiduri lebih pendek dari tubuhnya.
"Haaaaaa! Serius lo?" Daniel yang benar-benar kaget mendengar hal itu langsung berlari menuju wastafel membuat El heran. Daniel lantas mencuci wajah, Mulut dan tangan nya berulang kali menggunakan sabun, Setelah itu kembali mendatangi El.
"Ngapain lo cuci tangan?" Tanya El ketus, Ia masih belum faham jalan pikiran Daniel karena Daniel jarang berpikir membuat El kadang bingung.
"Ngeri gue bekas pegang-pegang badan lo." Sahutnya santai sambil mengeringkan tangan menggunakan tisu. Mendengar hal itu El serasa ingin sekali menggiling Daniel dalam mesin cuci.
"Gue yang jijik kenapa lo yang cuci tangan? Disini yang jadi korban pelecehan itu gue, Terus kenapa lo yang sosoan?"
"Ya gak sosoan gue, Terus tadi malam gue pegang apa aja? Maksud gue gak sampe kesana kan?" Tanya Daniel menunjuk kearah ************ El. Fix kali ini El tidak bisa bertahan lebih lama lagi menghadapi kebobrokan Daniel. El berdiri dan langsung menghadiahi tinjuan ringan kearah wajah Daniel tapi seringan-ringan nya tinjuan El, Tetap membuat hidung Daniel berdarah.
"Mulut lo kotor, Mending lo balik ke kamar lo sekarang sebelum tangan kanan gue ikutan nonjok lo!" Kata El mengusir Daniel yang saat ini sedang panik melihat darah segar mengucur dari hidungnya.
"El lo bangke banget sih! Ini udah masuk pasal penganiayaan. Gue kan cuma tanya, Kali aja gue pegang yang sama persis kek punya gue makanya gue cuci tangan." Sahut Daniel menyumpal hidungnya dengan tisu.
"Balik sekarang atau gue tarik sekalian punya lo!" Sahut El datar membuat Daniel menutupi miliknya sambil bergidik lalu segera pergi dari tempat menyeramkan itu.
"Dia yang pegang-pegang, Dia juga yang kegelian. Dia aja geli, Apalagi gue bangke!" Umpat El setelah Daniel keluar dari kamarnya. El meregangkan otot-ototnya yang kencang karena tidur yang jauh dari kata nyenyak.
El melihat kearah jam yang tangannya lalu merebahkan diri keatas kasur empuknya dan melanjutkan kembali tidurnya.
***
Baru saja El memejamkan matanya Daniel kembali datang, Bahkan ia sudah menghafal kunci pintu digital kamar El.
"Anyonghaseo El ayo sarapan. Laper gue, Apalagi habis banyak ngeluarin darah gara-gara lo." Kata Daniel berteriak santai sambil duduk di sofa kamar El sontak membuat El kaget dan langsung terbangun.
"Lu bangke mau gue kulitin hidup-hidup lo?" Kata El yang kaget. Ia benar-benar dibuat kesal oleh Daniel.
"Why? Lo lupa kalo hari ini kita ada kunjungan ke perusahaan Mr. Lee? Jadi gak usah berpikir mau tidur lagi deh, Kurang puas tidur lo semalaman?" Celetuk Daniel tanpa melihat kearah wajah El yang kian memerah menahan emosi hanya tinggal menunggu meledaknya saja.
"Sekarang lo buruan keluar dan jangan ganggu gue untuk satu jam ke depan. Kalo lo tetap ganggu gue, Lo pasti bakalan tau akibatnya tanpa harus gue jelasin. Dan yang paling parah yang bisa gue lakuin ke lo, Lo gak bakalan bisa balik kerumah ketemu anak istri lo!" Kata El walau hanya kata-kata biasa, Itu mampu membuat Daniel bergidik.
"Omongan lo kek psikopat tau gak, Ngeri gue....." Kata Daniel memeluk tubuhnya sendiri lalu segera pergi sesuai perintah El.
"Heran gue sama tuh orang, Kurang baik apa coba gue yang rela bolak-balik ke kamarnya cuma untuk ngajak dia sarapan. Gak tau untung emang, Untung atasan kalo bawahan udah lama gue penyet." Gerutu Daniel yang akhirnya memutuskan untuk pergi sarapan sendirian.
Daniel yang sudah rapi, Wangi, Tampan, Keren dengan memakai baju kaos bermerk P***A berwarna putih dan celana chino berwarna hitam, Membuat sebagian wanita melirik kearahnya. Jika ia sendirian seperti saat ini siapa yang menyangka jika ia sudah memiliki dua orang anak. Daniel berjalan cuek dan santai walaupun ia tau beberapa wanita sedang menatapnya kagum.
Daniel duduk disalah satu meja yang ada didekat jendela, Ia langsung memesan sarapan paginya dan mengutak-atik hpnya.
"Maaf, Apakah kami bisa minta tanda tangan sekaligus berphoto dengan mu?" Ucap beberapa wanita muda menghampiri Daniel yang sedang menunggu menu sarapan nya datang. Mereka menggunakan bahasa Korea.
Daniel hanya bisa diam sambil tersenyum karena ia sama sekali tidak mengerti bahasa Korea, Berbeda dengan El yang memang dari kecil sudah mendapatkan pendidikan bahasa tambahan.
"Sorry, But I don't understand what you are saying." Kata Daniel yang hanya menguasai bahasa Inggris. Para gadis itu makin heboh bahkan salah seorang dari mereka mencubit pipi Daniel dengan gemas membuat Daniel makin bingung.
"Nih cewek-cewek pada ngomong apaan sih? Cubit-cubit pipi gue lagi." Gerutu Daniel yang benar-benar di kerubungi para gadis-gadis muda yang entah datang dari mana tapi jumlahnya makin bertambah.
"Oppa, Saranghaeyo...." Teriak mereka ada yang memegangi tangan Daniel, Ada yang menarik bajunya, Ada yang bahkan menarik rambutnya semua gadis itu histeris membuat Daniel ketakutan.
"Sarang apaan? El, Tolongin gue. Help.....Please help me." Teriak Daniel, Ia ingin segera pergi namun jumlah para gadis yang mengelilinginya terlampau banyak membuat Daniel terjebak disana.
Berbeda dengan Daniel yang kebingungan dan ketakutan saat dikelilingi oleh para gadis, El malah asik tertawa dari sudut lain. Ia juga merekam semua kejadian itu, Sewaktu-waktu video itu akan ada guna nya untuk El.
"Rasain lo! Makan tuh sarang-saranghaeyo...." Kata El sambil tertawa puas. Setelah selesai merekam semua yang ia saksikan, El membawa kopi instan yang ia beli di mesin otomatis kearah Daniel dan kerumunan gadis-gadis Korea itu.
"Maaf, Ada apa dengan pria itu?" Tanya El menggunakan bahasa Korea.
"Dia adalah Lee Donghae oppa." Jawab salah satu dari sekian banyak gadis yang ada disana tanpa melihat kearah El.
"Dan, Lo dikira anggota Super Junior makanya mereka ngerubungin lo. Gue duluan ya, Dah." Teriak El membuat Daniel makin gusar.
"Siwon oppa!" Teriak salah satu dari mereka, Lalu para gadis yang tadinya memperebutkan Daniel melihat kearah El secara bersamaan.
"A.....Apa? Bukan, Aku bukan orang yang kalian maksud." Kata El mulai kebingungan saat mereka mulai mendekati El. Tanpa banyak bicara lagi El langsung lari dari sana diikuti oleh Daniel yang menyusul dibelakang.
"Sum......pah gu.....e bener-bener gak kuat menghadapi kegilaan cewek-cewek barusan." Kata Daniel terengah-engah saat mereka berada dikamar El.
"Mereka semua ada diluar." Kata El melihat dari layar monitor.
"Maksud mereka apaan sih? Gue gak paham tau-tau di keroyok gitu. Liat penampilan gue udah kek orang gila gini." Kata Daniel yang melihat dirinya di depan cermin.
"Kita dikira anggota Super Junior." Sahut El sambil membuka kulkas dan minum air mineral. Mendengar hal itu Daniel malah bergaya ala boy band itu di depan kaca membuat El tercengang sekaligus geli.
"Ya enggak, Segitu gantengnya ya gue sampe-sampe dikira selebriti sama mereka? Coba lo liat kalo rambut gue, Gue cat warna light golden brown gimana menurut lo? Makin mirip gak sama Lee Donghae?" Tanya Daniel mengacak-acak rambutnya membuat El tepuk jidat menanggapi ucapannya.
"Bodo amat mau lo cat warna apa, Mau lo kasih warna pelangi juga bukan urusan gue. Ini gimana dong kita keluar? Bentar lagi kita mesti ke perusahan nya Mr. Lee." Kata El yang mulai bingung karena ia memang sudah memiliki janji dengan Mr. Lee.
"Woiiiii! Lo dengerin gue gak sih?" Bentak El pada Daniel yang benar-benar malah berdandan ala Korea. Membuat El kembali ingin menghadiahinya sebuah tinjuan tapi kali ini lebih keras lagi.
"Apaan? Santai, Gue udah mikirin caranya. Tenang lah jangan marah-marah mulu, Selain entar cepat tua tekanan darah lo bakal naik kalo mendadak lo kena serangan jantung siapa yang bakal ngurus perusahaan coba? Mantu lo masih pada bayi belum bisa dikasih kepercayaan apalagi kekuasaan. Kalo gue, Gue gak minat ah jadi bos kek lo, Ribet gue maunya jadi vloger aja." Sahut Daniel santai sambil terus menata rambutnya.
Sumpah demi apapun rasanya El benar-benar ingin menyuntik mati pria yang ada didepan kaca itu sangking gesreknya otak Daniel.
"Lama kelamaan gue beneran gak tahan sama lo, Deket sama lo bawaan nya pengen matiin lo tau gak! Gak ngerti gue kenapa harus ketemu lo dalam hidup gue." Sahut El membuat dahi Daniel mengkerut.
"Becanda brader, Becanda santai dong. Gini nih caranya." Daniel lalu membisikan sesuatu pada El, Entah apa yang ia rencanakan.
"Disini cuma ada kita berdua, Ngapain lo bisik-bisik?"
"Oh iya lupa gue, Biar seru aja kek di film-film gitu kan bikin penasaran penonton." Sahut Daniel sambil tersenyum memamerkan giginya yang putih bersih.
"Gimana ide gue?" .
"Gak gak gak.....Gak sudi gue." Kata El menolak keras ide dari Daniel.
"Lah terus? Lo mau sampai kapan ada di dalam sini Elang?"
"Kenapa harus jadi itu sih? Kan bisa yang lain." Protes El yang benar-benar tidak setuju dengan ide buruk Daniel.
"Karena gue cuma punya perlengkapan itu."
"Lo dapat darimana?"
"Oleh-oleh yang gue beli tadi malam buat Dara. Udah ayo gak usah ribet, Syukur-syukur ada caranya kita keluar dari sini." Tambah Daniel memaksa, Dengan berat hati dan berat langkah akhirnya mau tidak mau El terpaksa mengikuti permainan itu.
Daniel mulai mendadani El merubahnya menjadi seorang wanita berparas cantik.
"Lo diam-diam bisa dandan? Lo asli cowok dari lahir kan? Selama luntang-lantung gak menyimpang kan lo?" Tanya El ragu karena kelihaian Daniel mendandani nya yang terlihat sangat mirip dengan seorang wanita. Dan untuk bagian kepala, Daniel mengenakan baju yang ia beli untuk Dara. Dililitkan nya baju itu hingga menyerupai turban dan menutupi rambut pendek El.
"Bangke! Lo masih ragu setelah ada Davin dan Devan. Lo gak nyadar sangking lakinya gue, Sekali tembak jadi dua orang. Masih berani lo ngeraguin gue?" Kata Daniel tegas.
"Ya habisnya lo bisa ngerubah gue jadi gini."
"Selama Dara hamil dia sering banget dandanin gue, Hampir tiap malam gue dijadiin boneka barbie nya. Gue pikir anak gue bakalan cewek ngeliat dari hobby emaknya. Eh gak taunya cowok, Berarti antara dua kalo gak karena bawaan hamil dia ngerjain gue dengan cara itu." Kata Daniel menjelaskan asal muasal bakat yang ia miliki sekarang.
Karena risih dibagian dada, El terus memperbaiki bra yang isinya hanya gulungan dasi itu.
"Jangan pegang-pegang!" Kata Daniel memukul tangan El sontak membuat El melihat kearahnya.
"Gak enak gila! Risih, Geli gue."
"Singkirin tangan lo dari bra nya. Awas aja kalo lo berani bertanya-tanya dalam otak lo berapa ukuran nya." Ancam Daniel membuat El membuang nafas jengah.
"Lo begonya kenapa makin mendarah daging sih? Ngapain lo ngomong kalo lo pengen itu jadi rahasia huh?" Kata El, Daniel diam sesaat memikirkan ucapan El.
"Iya ya, Pokoknya jangan mikir macam-macam tentang bini gue. Awas aja lo!"
"Serah lu ah, Buruan lo ganti baju." Daniel pun mengganti pakaian nya dengan pakaian wanita dan memoles wajahnya agar terlihat cantik.
"Gimana pak El? Aku canti kan?" Ucap Daniel genit menirukan suara perempuan membuat El merinding.
"Terus gimana baju bawa baju gantinya? Tasnya gak muat ini."
"Kita beli aja abang, Kan abang banyak uang." Lagi-lagi Daniel bicara menggunakan suara seperti seorang wanita membuat El serasa ingin menyumpal mulutnya dengan gulungan dasi yang ada di dadanya saat ini.
"Ini hal yang paling memalukan yang pernah gue lakuin di hidup gue, Maafin Daddy anak-anak ku sayang." Kata El mengelus otot-otot yang ada dilengan nya.
"Maafin mommy juga ya anak-anakku." Sambung Daniel mengelus wajahnya.
"Lo bisa gak sih jangan ngomong pake suara gitu? Sumpah merinding gue." Kata El menyuruh Daniel berhenti bicara dengan suara menyerupai perempuan.
"Eh abang, Kita ini sekarang cewek. Jangan kasar gitu dong kalo ngomong, Acting kita harus total biar gak ada yang tau." Sahut Daniel membenarkan tas nya yang melorot.
"Udah ah, Buruan kita keluar." Ajak El yang sudah tidak sabar, Tidak lupa mereka memakai kaca mata hitam lalu mereka pun keluar dari kamar itu dengan santai seperti dua orang bersahabat mereka bergandengan sambil mengobrol dan tertawa.
Dalam keadaan seperti itu siapa yang akan melihat kearah mereka? Secantik-cantiknya wajah El dan Daniel saat ini tetap saja orang-orang akan tau jika mereka seorang laki-laki. Mana ada wanita dengan tubuh tinggi kekar seperti El.
"Aman...." Kata El, Mereka lalu buru-buru keluar dari hotel tempat mereka menginap menuju perusahaan milik Mr. Lee.
"Hai, Apa kita bisa berkenalan?" Tanya dua orang pria saat El dan Daniel berada di tempat parkir mobil hotel itu.
El dan Daniel lalu melepaskan turban mereka dan mengeluarkan dasi yang dipakai untuk menjadi dada palsu mereka berdua.
"Masih mau berkenalan dengan kami berdua?" Tanya El dengan bahasa korea dan suara khas laki-laki nya, Sontak kedua pria itu kabur lari sekuat tenaga.
El dan Daniel tertawa, Mereka masuk kedalam mobil lalu pergi ke toko baju untuk membeli baju ganti.
***Bersambung......
Para Eluna, Tolong dong ksh vote buat novel ini dengan cara kasih full star di novel perfect husband ini......Bagi yang gak tau caranya bisa langsung chat lewat grup ya n yg belom gabung si grup cusss ikutan gabung***.....
Udah post dr tanggal 12 ya, Jdi jgn bilang ini dan itu karena yg bikin lama itu proses review.