
El masih menikmati makan siangnya bersama Luna, Tidak ada hentinya wajah kedua manusia ini tersenyum tidak bisa menyembunyikan kebahagian mereka.
"Ummmm abang aku mau minta izin, Besok aku ada acara kampus." Kata Luna mulai membahas acara tour yang diadakan kampusnya.
"Oh ya, Acara apa?"
"Ummmm Tour ke bandung selama 5 hari." Ucapnya ragu, Mendengar itu El langsung meletakan sendok dan garpunya selera makannya mendadak hilang saat mendengar ucapan Luna.
"Segitu jauh dan lamanya?" Ucap El memastikan, Luna mengangguk pelan serasa ia pun berat ingin pergi meninggalkan El.
"Tournya kemana? Kegiatannya apa aja?"
"Kedaerah pedesaan kecil gitu, Camping dipuncak gunung." El menghela nafas panjang tidak lagi bersemangat.
"Bakal kangen banget dong, Lima hari gak ketemu." Katanya Lesu, Ia pun tidak ingin lagi melanjutkan makan siangnya.
"Ya mau gimana lagi, Ini tugas akhir semester." Jawab Luna juga lesu hilang semangat. Bagaimana tidak, Disaat hangat-hangatnya hubungan mereka harus berpisah tentu semua orang akan hilang semangat.
"Ya udah mau gimana, Tapi kamu hati-hati ya disana. Jaga diri baik-baik selagi gak ada abang didekat kamu. Jangan sakit, Jangan terluka walau sedikit dan yang paling penting selalu kabarin abang biar abang gak khawatir dan nyusul kamu ke sana." Pesan El, Bukan hal yang sulit bagi El untuk menyusul istrinya itu.
"Tapi ada satu syarat. Kak Daniel harus ada dirumah dan tidur sama abang." Mendengar itu sontak membuat El tersedak saat menelan makanannya.
"Abang tidur bedua sama El?" Luna mengangguk cepat yakin dengan ucapannya.
"Itu untuk mencegah hal yang tidak di inginkan ngeliat sifat Clara yang suka seenaknya keluar masuk kamar abang, Siapa yang tau bakal terjadi apa?" Jawab Luna santai tanpa beban karena beban itu saat ini ada pada El.
"O....oh oke, Entar abang minta Daniel buat nginep dirumah." Sahut El mau tidak mau setuju, Saat itu juga wajah Luna tersenyum lebar.
***
Setelah mengantar Luna kembali ke kampus El langsung kembali ke kantornya karena ia sedang kabur dari pekerjaan saat ini.
Saat El membuka pintu ruangannya, Clara sudah duduk manis menunggunya disana.
"Clara......Sejak kapan kamu disini?" Tanya El bingung, Clara tersenyum sambil berdiri menuju meja kerja El.
"Dari tadi aku udah nungguin kamu. Oh iya, Kamu darimana?"
"Ummmm.....Aku ada urusan kerjaan diluar."Jawab El beralasan meyakinkan Clara dan sesuai harapan Clara percaya padanya.
"Oh iya, Ada apa kok tumben kamu gak nunggu diruangan Daniel." Kini giliran El yang bertanya pada Dara gadis yang sudah menjadi sahabatnya dari kecil.
"Daniel lagi sibuk, Makanya aku kesini. Ummmmm El aku boleh minta tolong gak?" El mengernyit tidak biasanya Clara bertanya lebih dulu padanya.
"Apa? Kalo aku bisa bantu gak mungkin dong aku diam aja." Jawab El sambil tersenyum pada Clara.
"Jadi gini, Aku ada pemotretan besok siang tema couple gitu. Tapi aku kurang srek sama partner yang direkomendasikan sama bos."
"Kenapa?" Tanya El penasaran.
"Ummmm.....Dia terkenal cabul. Dia juga udah sering banget kena kasus tentang pelecehan terhadap rekan kerjanya. Aku takut, Makanya aku minta tolong sama kamu untuk jadi partner aku, Gak lama kok cuma 2 jam aja." El bingung harus bagaimana saat ini, Jika ia membantu Clara sudah pasti Luna akan marah lagi padanya jika ia membiarkan Clara bagaimana jika pria itu melecehkan Clara.
"Ummm......Aku? Kamu kan tau aku kerjanya dibelakang layar. Mana aku tau masalah begitu."
"Tapi kan kamu sering muncul di majalah bisnis, Dan lagi kamu mempunyai perusahaan majalah terkenal bos aku pasti bakal seneng banget kalo kamu bersedia membantu." El menghela nafas panjang seakan waktu tidak memihaknya untuk bersama Luna saat ini.
"Kamu gak coba minta tolong sama Daniel? Dibanding aku Daniel lebih berpengalaman." Bujuk El berharap Clara mengubah pikirannya.
"Kamu tau kan aku dan Daniel lebih tinggi siapa. Bukannya couple malah disangka kakak ade entar." Jawab Clara sambil tertawa.
"Ummmm......Aku pikir-pikir dulu ya." Ucap El, Ia benar-benar bingung saat ini harus berbuat apa. Satu-satunya cara ia harus meminta ijin pada Luna.
"Oke, Ya udah kalo gitu aku pergi dulu ya. Masih ada yang harus aku kerjakan, Moga kamu bersedia bantuin aku karena aku bener-bener berharap sama kamu." Clara lalu pergi meninggalkan El dengan semua kerumitan yang ia tinggalkan.
El mengusap wajahnya kasar dan melonggarkan dasi yang melilit dilehernya.
"Gue baru aja baikan loh, Masa iya berantem lagi?" Gerutu El sambil memijat kepalanya.
***
Luna saat ini sedang berada dirumah bersama Clara, Mereka sedang mengobrol ditaman belakang sambil menikmati salad buah yang dibuat oleh Clara.
"Luna aku mau nanya sama kamu, Tapi kamu janji harus jujur dan gak boleh nyembunyiin satupun dari aku." Mendengar ucapan Clara, Luna langsung tegang seketika. Ia mulai gugup menunggu pertanyaan Clara.
"A.....Apa?" Jawab Luna gugup.
"Ummmmm kriteria cewek yang disukai El itu gimana sih? Ya kamu kan adenya sedikit banyaknya pasti tau kan, Walaupun cuma ade sepupu." Luna merasa lega ternyata Clara bukan menanyai nya tentang hubungannya dan El. Tetapi ia juga merasa kesal dengan pertanyaan Clara yang seolah ingin selalu mendekati El dengan segala macam cara.
"Aku kurang tau. Bang El lebih tertarik sama kerjaan keknya daripada sama cewek " Jawab Luna berusaha santai dan tidak menunjukan emosi karena ia baru saja berdamai dengan suaminya, Tidak mungkin karena masalah sepele seperti sekarang ia kembali bertengkar dengan El.
"Masa sih? Iya juga ya kalo diliat-liat gak ada cewek lain yang ada disekitar El kecuali kita berdua ditambah sama bi Irah." Sambung Clara lagi membuat Luna mulai bosan.
"Emang kenapa kak Clara nanyain itu ke aku?"
"Ummm.... Gak apa-apa sih penasaran aja. Oh iya, Aku kekamar dulu ya. Hari ini aku banyak kerjaan di studio photo bikin badanku capek pengen istirahat." Kata Clara sambil meregangkan tubuhnya, Luna mengangguk bersyukur Clara cepat pergi dari sini.
***
"Lagi ngapain?"
"Kamu! Kamu tau darimana nomer hape ku?" Teriak Dara murka dengan orang yang sedang ini menelepon nya. Siapa lagi kalau bukan Daniel.
"Biasa aja dong beaby....Kamu begini malah bikin aku kangen tau pengen ketemu." Ucap Daniel, Berbeda dengan El yang tidak terlalu ahli dalam menghadapi wanita Daniel malah sebaliknya. Daniel si pria hidung belang yang memacari semua gadis yang menurutnya cantik dan membuatnya tertarik. Kalau ditanya tempat hiburan malam mana yang tidak mengenal nama Daniel, Maka semua tempat hiburan itu menjawab kalau mereka sangat kenal dengan pria berumur 29 tahun ini.
"Kamu cowok brengsek yang pernah aku kenal, Aku gak nyangka bang El bisa punya temen sebrengsek kamu yang memanfaatkan keadaan saat aku lagi mabuk." Jawab Dara ketus, Ia benar-bebar merasa tertipu oleh Daniel.
"KAMU! Cepat bilang apa mau kamu?"
"Malam ini jam 8 aku jemput kamu, Dan satu lagi dandan yang cantik ya." Kata Daniel santai, Tanpa mengatakan ya atau tidak Dara memutuskan sambungan telepon namun bukannya marah Daniel malah tertawa lucu.
"Aaaah, Gila kok bisa-bisanya gue suka sama cewek galak kek dia. Untung gue punya kartu as yang bisa gue pake kapanpun." Ucap El tertawa saat membayangkan wajah Dara.
***
El yang saat ini berada dikamarnya benar-benar bingung bagaimana cara meminta ijin pada Luna agar ia bisa membantu Clara.
"Gue harus bilang sekarang juga sebelum Luna tau dari orang lain (Clara)." El beranjak dari tempat duduknya, Sebelum masuk ke kamar Luna ia memastikan keadaan sekitar takut jika ada Clara yang melihatnya. Setelah memastikan aman El langsung masuk ke kamar Luna tanpa mengetuk pintunya terlebih dulu dan pada saat yang sama Luna kaget karena ia sedang mengganti baju. Dengan cepat Luna menutupi tubuhnya yang saat ini hanya mengenakan pakaian dalam. Berbeda dengan suaminya ini yang malah mengunci pintu dan tersenyum penuh makna melihat kearah Luna.
"A.....Abang.....Kok gak ketuk pintu dulu?" Ucap Luna gugup, Ia menarik selimut yang ada diatas ranjang dan langsung mengenakannya.
"Kenapa? Ini kan kamar istrinya abang ya berarti ini juga kamar abang." Jawab El santai sambil melangkah mendekati Luna membuat Luna makin kebingungan saat ini.
"Ta.... Tapi a....Aku lagi ganti baju." Kata Luna, Wajahnya merah karena malu.
"Hmmmmm......Terus?" El kini berdiri tepat dihadapannya memandangi Luna yang menyembunyikan wajah merahnya dibalik rambut panjangnya. El menyingkai rambut-rambut yang terurai menutupi wajah istrinya itu.
"Aku kangen kamu." Bisik El ditelinga Luna membuat tubuh Luna merinding hebat. Tanpa membuang waktu lebih lama lagi El menyerang bibir tipis milik Luna melahapnya seperti orang yang sedang kelaparan. El juga membawa tubuh Luna berbaring diatas ranjang sambil terus melanjutkan ciuman pada bibirnya.
Luna melepas pagutan nya sesaat melihat kearah suaminya yang sedang menindih tubuhnya saat ini.
"Kalo ada Clara gimana?" Ucapnya, Namun El tidak ingin ambil pusing. Kalau memang waktunya ia tau, Maka biarkan ia tau yang jelas ia tidak ingin merusak momen nya bersama Luna saat ini. El tidak menjawab Luna ia malah kembali mengunci bibir Luna dan mulai menjelajahi tubuh Luna.
Luna yang kini juga sudah merasa larut dalam permainan El menikmati setiap sentuhan El sesekali ia mendesah membuat El makin menggila.
El bangun dari tubuh Luna melepaskan semua pakaiannya dan istrinya lalu kembali mencumbuinya. Menciumi tiap inci tubuh Luna membuat perut Luna merasa geli.
"You are mine baby." Ucap El sambil memberikan kenikmatan pada Luna. Luna yang benar-benar sudah tenggelam dalam hasratnya hanya bisa menggenggam erat lengan El saat El mulai memasukinya.
***
Daniel sudah menunggu Dara didepan rumahnya sejak tadi. Dara sengaja belum keluar saat ini, Ia ingin Daniel menunggu lama hingga ia bosan dan segera pergi dari rumahnya.
"Kamu yang gak becus jadi orang tua! Liat akibatnya. Rendy ditahan karena terlibat perkelahian. Kamu itu seorang ibu, Harusnya kamu dirumah ngurus anak-anak bukannya kerja diluar dan gak tau ngurus keluarga!" Teriak pak Restu ayah dari Dara.....Hampir tiap hari Dara mendengar perkelahian kedua orang tuanya itu yang membuatnya ingin segera pindah dari rumahnya dan memilih untuk tinggal di kos-kosan.
Niatnya untuk mengusir Daniel pergi ia lupakan karena mendengar pertengkaran kedua orang tuanya . Ia malah berdandan sesuai keinginan El mengenakan mini dress tanpa lengan berwarna hitam memperlihatkan kaki jenjang dan kulit putih mulusnya. Ia siap pergi bersama Daniel, Sebenarnya ia tidak ingin pergi dengan pria yang menjadi musuh besarnya saat ini tapi, Daripada harus tinggal dirumah mendengar pertengkaran orang tua yang tidak ada habisnya ia lebih baik bersama Daniel setidaknya ia akan ketempat ramai dan tidak mendengar umpatan-umpatan dari kedua orang tuanya.
"Dara! Kamu mau kemana lagi? Kakak kamu udah ada dikantor polisi dan sekarang kamu mau keluyuran gak jelas dengan pakaian seperti ini? Masuk!" Teriak papanya, Namun Dara memilih untuk diam tidak menghiraukan ucapan papanya.
Pllllaaaakkkkkkk! Tangan pria paruh baya itupun mendarat dipipi Dara dengan keras hingga merah.
"Kamu selalu melampiaskan kemarahan kamu sama anak-anak! Kamu itu gak pantas jadi seorang ayah!" Teriak bu Fina, Mama Dara.
"Ya, Bela aja semua anak-anak nakal kamu! Mereka semua memang punya sifat yang sama dengan mu. Kamu pikir kamu sudah berhasil menjadi seorang ibu?"
"CUKUP!" Teriak Dara sambil memegangi pipi merahnya bekas tamparan yang masih terasa di wajah cantiknya.
"Kalo emang udah gak cocok kenapa kalian gak berpisah! Itu lebih baik buat aku dan kak Rendy daripada harus dengar kalian ribut tiap hari." Tanpa pamit Dara langsung meninggalkan kedua orang tuanya, Walaupun sudah diteriaki oleh papanya ia tidak menghentikan langkahnya.
Daniel yang sejak tadi duduk didalam mobil melihat kearah Dara yang keluar dari rumah dengan wajah kacau. Tanpa mengatakan apapun Dara langsung masuk kedalam mobil BMW hitam milik Daniel.
"Jalan sekarang." Ucap Dara datar tanpa melihat kearah Daniel, Sebenarnya Daniel ingin sekali bertanya ada apa dengan wajahnya yang terlihat merah tapi ia urungkan karena melihat Dara yang saat ini seperti sedang kacau.
***
Sementara itu Luna dan El yang kembali menikmati malam mereka berdua saat ini sedang berendam bersama dalam bathtub.
"Sayang, Abang mau ngomong. Tapi jangan langsung marah ya." Kata El sambil memainkan rambut panjang istrinya itu.
"Apa?" Tanya Luna penasaran.
"Ummmm......Besok Clara minta tolong sama abang buat jadi partner nya disesi pemotretan karena partner yang bakal dipasangin sama dia katanya cowok mesum yang suka melecehkan rekan kerjanya. Dia takut makanya minta tolong sama abang buat gantiin jadi partner nya. Kamu ijinin atau gak?" Tanya El ragu-ragu, Sebenarnya ia sangat tidak ingin mengatakan hal ini tapi, Ia juga tidak bisa diam saat Clara meminta bantuannya mengingat semua bantuan Clara yang pernah ia terima.
"Bukannya Clara model majalah dewasa, Terus kalian harus jadi pasangan dimajalah itu?" Ucap Luna mulai terpancing emosi namun karena besok ia harus berpisah dengan El ia harus menahan semua emosinya.
"Ta.....Tapi ini pemotretan biasa kok. Cuma peluncuran produk baru aja, Kalo gak salah produk parfum. Serius bukan yang seperti kamu bayangkan." El kini memeluk tubuh istrinya, Meletakan dagunya di bahu telanjang Luna dan menempelkan pipinya dengan pipi Luna
"Tapi janji ya beneran cuma photo iklan aja bukan yang macem-macem." Kata Luna akhirnya mengalah dan membiarkan El untuk membantu Clara.
"Kami ngijinin?" Tanya El memastikan lagi.
"Iya, Tapi janji dulu cuma pemotretan iklan gak ada yang lain." El tersenyum mencium pipi Luna dan mengangguk berjanji pada Luna.
"Oh iya, Boleh gak kalo abang pakai cincin pernikahan kita dijari? Masa iya digantung dileher mulu?" Tanya El sambil memegangi cincin yang ia gantung dikalung miliknya.
"Ummmmm nanti kalo ada yang tanya gimana?" Jawaban Luna membuat El sedikit kecewa.
"Ya udah nanti aja kalo kamu udah siap. Yang penting malam ini abang mau ngabisin malam sama kamu karena besok kamu mau ninggalin abang." Kata El mengeratkan pelukannya ditubuh Luna.
***
Dara tidak bertanya kemana Daniel akan membawanya, Sepanjang jalan ia hanya diam melihat kearah jendela mobil tidak juga menatap Daniel walau sekilas membuat Daniel bingung harus berbuat apa saat ini.
"Kamu mau dengerin musik?" Tanya Daniel berusaha memecahkan suasana yang sunyi.
"Ini mobil kamu kan? Kenapa harus nanya aku?" Jawab Dara ketus membuat Daniel mengernyit.
***Bersambung.......
karena author lagi sibuk bkin pesanan kue natal jd up nya rada molor.....Tp ttp diusahain untuk up***.