
Saat mendengar kabar dari bi Irah, Daniel, Dara, Rendy dan juga kedua orangtua El bergegas pergi kerumah sakit. Mereka sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan malaikat kecil yang dipanggil Nael itu, Terutama bu Mela dan pak Angga tidak sabar ingin segera menggendong cucu pertama mereka.
Setelah bertanya dengan resepsionis mereka langsung menuju ruang tunggu kamar operasi.
"Semoga proses operasinya berjalan dengan lancar ya yah." Ucap bu Mela dijawab anggukan oleh suaminya.
"Kamu pasti bisa Luna, Ayo terus berjuang." Giliran Dara yang bicara, Mereka semua menunggu dengan cemas dan tidak ada satupun diantara mereka yang tau kabar buruk yang dialami Luna.
Dokter bekerja keras karena jika salah sedikit saja racun yang berada ditubuh Luna bisa menyebar mengenai organ dalam Luna dan bisa berakibat fatal.
Setelah setengah jam dokter berhasil mengeluarkan bayi El dan Luna, Tubuhnya mulai membiru karena racun tersebut namun hal yang benar-benar membuat seisi ruangan itu takjub saat bayi itu menangis kencang begitu juga dengan El yang sudah memasrahkan anaknya pada Tuhan. El berdiri melihat kearah anaknya, Tangan mungil itu bergerak berusaha menggapai ibunya.
"Sayang, Kamu denger kan suara anak kita. Anak kita selamat, Terima kasih karena sudah membawanya kembali." Ucap El air mata kesedihan kini berganti menjadi air mata bahagia. Tidak ada hentinya El menciumi wajah Luna yang masih belum sadarkan diri.
"Selamat pak, Bayi anda benar-benar sangat kuat. Kemauan nya untuk hidup sangat tinggi walaupun racun mulai bekerja ia masih sanggup bertahan." Ucap dokter ikut senang, El tersenyum dan berterima kasih pada dokter untuk semua usaha yang mereka lakukan.
"Tapi karena ia mulai terkena efek racun itu, Kami harus melakukan perawatan intensif untuk bayi bapak."
"Lakukan apapun asal anak saya bisa sehat dok."
"Tenang saja, Bayi anda terlahir kuat. Tapi kami akan tetap melakukan pengecekan darah dan organ dalam untuk memastikan nya."
"Sekali lagi terimakasih dok." El tidak tau lagi harus dengan apa ia bersyukur. El melihat bayinya dibersihkan ia tidak ingin kehilangan momen tersebut El merekam proses saat bayi perempuannya dimandikan senyum bahagia terus mengembang diwajah El, Rekaman ini akan ia tunjukan pada Luna saat Luna sadar nanti.
Setelah selesai dibersihkan perawat membawa bayi itu keruang perawatan untuk menjalani pemeriksaan. Luna juga sudah selesai dengan operasinya.
"El tadi yang dibawa perawat bayi kamu kan? Apa ada masalah?" Tanya bu Mela saat El keluar dari ruang operasi.
"Iya bun, Dia keracunan jadi harus dirawat dulu dan menjalani beberapa pemeriksaan. Tapi syukurlah dia selamat." Sontak semua orang yang ada disana kaget.
"Ke.....Keracunan? Kok bisa? Terus Luna gimana?" Sambar Dara yang juga ada disana.
"Luna juga sehat, Sebentar lagi dia dipindahkan keruang perawatan."
"Syukurlah." Ucap mereka semua. Tidak lama pintu ruang operasi terbuka Luna pun keluar dibawa para perawat menuju ruang perawatan. El dan yang lain ikut mengantarkan Luna kesana.
"Dia akan sadar sekitar 30 menit lagi itu wajar terjadi karena istri anda menggunakan bius total." Ucap dokter menjelaskan keadaan Luna pada El sebelum ia pergi.
"Sekali lagi terimakasih dok, Dan tolong lakukan yang terbaik untuk anak saya."
"Kami hanya membantu semampu mungkin, Keajaiban itu diberikan oleh Tuhan kepada hambanya yang yakin dan percaya akan pertolongannya. Kalau begitu saya permisi." Sahut dokter membuat El tersenyum dan mengangguk.
"Luna sayang, Terimakasih untuk semua yang sudah kamu berikan untuk keluarga kita. Kamu bukan cuma seorang memantu, Tapi kamu seorang anak perempuan yang sangat berharga." Ucap bu Mela menggenggam tangan Luna.
"Cepat sadar ya sayangku, Kamu juga udah jadi seorang ibu dari anak yang sangat cantik." Sambung Dara.
"El titip Luna sebentar ya bun, El mau ketemu dokter anak yang ngerawat anak El."
"Zea......" Ucap bu Mela, Membuat El bingung menaikan kedua alisnya.
"Karena dia anak perempuan yang kuat juga bersinar seperti bulir padi yang makin berisi maka makin merunduk dan akan bermanfaat untuk semua orang. Itulah arti nama Zea." El tersenyum matanya berkaca entah kenapa hatinya merasa tersentuh saat semua doa dan harapan baik itu menjadi sebuah nama yang indah untuk anak perempuan nya.
El mendekati bu Mela lalu memeluk wanita itu.
"Ya, Namanya Zea. Zea cucu bunda." Bu Mela langsung tersenyum bahagia, Ia sangat bahagia El mau menerima nama pemberian nya.
"Jadi cuma cucu bunda aja?" Ucap pak Angga ayah El. El dan bu Mela tertawa, Mereka melupakan sosok pria hebat itu.
"Ya cucu ayah juga lah. Ya udah kalo gitu El permisi dulu." El lalu pergi menuju ruangan dokter yang merawat anaknya.
"El kenapa Luna bisa sampai keracunan?" Tanya Daniel yang menyusul El. Sebenarnya sejak tadi ia ingin bertanya tapi karena banyak orang disana ia tidak ingin merusak suasana bahagia.
"Gue belum tau apa penyebabnya. Setelah Luna sadar dan urusan gue sama dokter yang ngerawat anak gue selesai gue bakal nyari tau penyebabnya apa." Daniel mengangguk berjalan menemani El menuju ruangan dokter spesialis anak.
"Selamat ya, Akhirnya kita berdua udah jadi bapak-bapak."
"Dari dulu sih kita udah jadi bapak." Sambung El.
"Iya bapak El yang terhormat dan bapak Daniel yang gantengnya kurang ajar banget." Sahut Daniel bangga.
"Yang kurang ajar itu sifat lo. Kalo ganteng itu bawaan dari gue doang, Kalo lo sama gue aura gue ngenain lo makanya lo ikutan ganteng. Kalo lo sendirian muka lo suram dan buram antara jelas dan halusinasi."
"Hehe bangke lo tanpa batas emang. Moga aja anak lo entar kek Luna gak kek lo."
"Anak gue itu entar kek gue dan Luna. Bakal jadi rebutan Devan dan Davin, Liat aja entar."
"Gue sih gak masalah si kembar ngerebutin Zea, Yang jadi masalah gue gak sudi besanan sama lo."
"Hahaha bangke, Emang gue mau gitu lo panggil besan?"
Mereka berdua tertawa bersamaan, Setelah beberapa waktu tidak melakukan kekonyolan bersama hari ini mereka kembali pada habitat yang sebenarnya. Konyol tidak terbatas, Itulah El dan Daniel.
Setelah sampai didepan ruangan dokter El masuk kesana sedangkan Daniel menunggu diluar.
"Setelah melakukan pengecekan darah pada sample darah istri dan anak bapak mereka terkena racun jenis Glycoalkoloidsc jenis racun ini dapat menyebabkan sakit kepala, Sakit perut dan sesak nafas dan terlebih karena istri bapak sedang hamil racun bekerja dua kali lipat lebih cepat karena peningkatan hormon. Sedangkan untuk ukuran normal bagi orang yang tidak hamil racun ini tidak terlalu berbahaya.
Tapi sekali lagi saya benar-benar kaget melihat hasil pemeriksaan menyeluruh anak bapak. Semua dalam kondisi baik dan normal warna tubuhnya pun mulai kembali normal tidak sebiru tadi saat dilahirkan. Saya rasa anak bapak adalah anak yang paling beruntung di dunia ini."
"Jadi anak saya baik-baik aja dok? Apa saya bisa melihatnya?" Ucap El antusias tidak sabar.
"Untuk saat ini anda bisa melihatnya, Tapi belum bisa menggendong nya atau membawanya keluar ruang perawatan."
"Apa kata dokter?" Tanya Daniel penasaran, Namun ia langsung tau jawaban nya saat melihat wajah sumringah El.
"Gue mau ketemu anak gue." Sahut El berjalan cepat menuju lift rumah sakit menuju kamar Zea.
***
Setelah menjenguk Luna, Rendy buru-buru pergi ketempat kerjanya karena ia sudah terlambat.
Setelah memarkirkan mobilnya Rendy buru-buru masuk ke showroom mobil tempatnya bekerja. Daniel dan El sudah sering menawarinya untuk bekerja diperusahaan milik El tapi ia menolak dengan alasan masih merasa nyaman bekerja ditempat ini.
Rendy yang tadi terburu-buru langsung menghentikan langkahnya saat melihat wanita yang ia kenal itu berdiri didepan pintu ruangan nya.
"Ngapain kamu kesini?" Tanya Rendy dingin tanpa melihat kearah lawan bicaranya.
"Tarik lagi ucapan kamu tempo hari!" Ucap wanita yang tidak lain adalah Clara.
"Heh.....Kenapa? Masih gak terima? Atau kamu gak bisa tidur karena kepikiran masa semua yang aku ucapin kemaren? Oh aku tau alasannya, Jelas aja kamu terganggu karena selama ini belum pernah ada yang bilang begitu sama kamu, Iya kan? Hidup kamu penuh akan pujian, Tentu kamu gak tenang saat aku bilang kek kemaren. Clara-Clara, Aku makin kasian sama kamu tau gak." Jawab Rendy tidak mau ambil pusing. Rendy bukanlah pria baik seperti El dan Daniel yang selalu mau bersikap baik pada orang yang sudah menyakitinya. Suka ia katakan, Tidak ia tunjukan begitulah seorang Keanu Rendy Pratama. Jika seseorang sudah menyakitinya tidak perduli itu pria atau seorang wanita maka akan ia tunjukan hal yang sama.
"Heh, Kamu pikir kamu siapa bisa bicara selancang itu sama aku? Kamu lupa siapa aku, Sekarang pun kalo aku mau, Kamu bisa dengan mudah ditendang dari tempat kerja kamu sekarang ini!" Balas Clara tidak mau kalah dengan Rendy. Mendengar itu bukannya diam Rendy malah tertawa didepan Clara.
"Dan kamu juga lupa dengan siapa kamu berhadapan saat ini. Apapun yang bakal kamu lakuin sama aku atau orang-orang terdekatku bisa dengan mudah aku lakuin itu ke kamu. Apa kamu lupa Daniel nyaris mati ditanganku? Tapi kamu tenang aja, Sebrengsek apapun aku. Aku gak pernah mukul yang namanya perempuan." Rendy tersenyum puas dapat membungkam wanita sombong seperti Clara. Ia langsung masuk keruangan nya meninggalkan Clara yang berdiri dengan hati murka padanya.
***
"Hai bayi cantik, Terimakasih sudah bertahan untuk daddy dan mommy." Ucap El saat melihat putri kecilnya yang saat ini juga sedang menatap kearahnya walaupun bayi itu belum bisa melihat namun sepertinya ia tau jika El sedang bicara padanya.
"Kamu bener-bener cantik, Persis seperti mommy. Cepat sehat ya sayang daddy udah gak sabar pengen gendong kamu." El mengeluarkan hapenya lalu mengambil beberapa photo Zea untuk Luna karena Luna tidak mungkin bisa langsung menengok anak mereka mengingat kondisinya pasca operasi.
"Oma kasih nama kamu Zea, Kamu suka? Semua doa dan harapan nya ada di nama itu." Mata El berkaca melihat sosok kecil darah dagingnya itu. Rasa bahagia yang tidak bisa lagi ia ungkapkan dengan kata-kata.
"Anak lo cantik banget." Ucap Daniel yang penasaran dan ikut masuk keruangan itu lengkap dengan pakaian steril.
"Hei baby cantik, Kenalin ini ayah Daniel." Mendengar ucapan Daniel, El langsung melihat kearahnya dengan tatapan yang benar-benar tidak terima.
"Apa? Kenapa? Biasa aja dong ngeliatnya kek orang nagih hutang gitu. Karena gue gak punya anak perempuan fix anak lo, Anak gue juga dan karena lo gak punya cowok anak-anak gue jadi anak-anak lo juga." Kata Daniel santai menjelasakan pada Daniel.
"Bisa gitu? Bini gue lo angkat jadi ade semau lo tanpa izin dari gue dan sekarang anak gue jadi anak lo juga?"
"Kenapa? Gak masalah dong, Iya kan sayang? Tuh liat daddy nya Zea nyebelin banget kan."
"Suka-suka lo deh, Asal jangan lo anggap bini gue bini lo aja gue habisin sampe ke bulu idung lo kalo sampe gitu."
"Woy gak gitu juga kali. Lo lupa kalo gue udah punya bidadari? Walaupun bidadari gue rada beda, Tetap terbaik dari yang paling baik pokoknya." Mendengar hal itu El memutar bola matanya jengah.
"Maaf pak, Waktu berkunjung sudah habis." Ucap perawat yang tiba-tiba datang memberi tau El dan Daniel jika jam besuk sudah habis.
"Nanti daddy kesini lagi ya, Zea pintar-pintar nak ya. Daddy sama mommy sayang Zea." Setelah mengucapkan itu El dan Daniel segera keluar dari ruang perawatan Zea.
"Oh iya gue lupa bilang, Rendy udah tau semuanya tentang Clara. Bukan dari gue sih, Dia tau sendiri denger pake telinga nya sendiri waktu Clara ngomong sama seseorang ditelepon." Ucap Daniel, El hampir lupa dengan semua keributan yang dilakukan oleh Clara.
"Apa Clara ada hubungannya dengan keracunan nya Luna?" Ucap El menebak, Bukannya ia ingin langsung menuduh tanpa bukti tapi jika diingat siapa lagi orang yang sangat ingin El berpisah dengan Luna selain Clara.
"Iya ya, Kok gue baru kepikiran. Tapi kalo emang bener itu perbuatan Clara gimana caranya dia ngeracunin Luna?" Sahut Daniel.
"Bi Irah." El langsung mengeluarkan hapenya dan menelepon bi Irah.
"Hallo mas, Gimana mba Luna? Apa bayinya sudah lahir?" Tanya bi Irah saat sambungan telepon terhubung.
"Iya bi, Semua baik-baik aja. Anak saya juga sudah lahir dengan selamat."
"Alhamdulillah, Syukurlah kalo gitu bibi ikut seneng dengarnya." Katanya tulus tidak mengada-ada.
"Iya bi, Alhamdulillah. Oh iya maaf sebelumnya, Saya mau tanya sama bibi. Kemaren atau beberapa hari yang lalu apa ada kiriman makanan atau semacamnya gitu untuk Luna? Atau Luna ada pesen makanan dari luar gitu?"
"Makanan....." Bi Irah mencoba mengingat-ingat kembali kejadian beberapa hari yang lalu. Walaupun cukup lama bi Irah mencoba mengingatnya El menunggunya dengan sabar.
"Oh iya mas ada, Mba Luna dapat kiriman kue dari mba Clara kayaknya sekitar 2-3 hari yang lalu, Katanya sih kue-kue kering gitu. Kenapa memangnya mas?" El lalu ingat saat itu Luna memang sempat menginginkan kue-kue kering handmade khas lebaran tapi saat El membawakan beberapa jenis kue untuknya Luna bilang ia sudah tidak meng-ingikan nya lagi.
"Gak apa-apa bi, Makasih ya bi. Saya tutup dulu teleponnya." Setelah sambungan telepon terputus El kembali menghubungi seseorang membuat Daniel bingung dan penasaran.
"Cari Clara sampai dapat, Bawa dia ke gudang kosong dekat pelabuhan container." Ucap El tegas memerintahkan anak buahnya.
"Baik boss."
"Ja.....Jadi bener Clara yang udah ngeracunin Luna?" Ucap Daniel tidak percaya jika sahabatnya itu tega melakukan hal sejahat itu pada Luna dan El terlebih pada bayi yang saat itu belum lahir kedunia. El mengepalkan tangannya kuat, Kali ini ia benar-benar tidak bisa menerima perbuatan Clara yang mencelakai anak dan istrinya.
"Salah gue terlalu baik sama wanita j****g itu. Gue pikir dia cuma serigala berbulu domba nyatanya gue salah, Dia iblis berwujud manusia!" Ucap El yang sangat marah pada Clara.
Bersambung......
***Gak apa-apa ya cuma sedikit, Otak author dah bener-bener tekuras ini tapi dah mentok banget sampe situ doang.
Jgn lupa vote nya dong, Makin sepi yang nge-vote.
Oh iya, Join grup yuk. Caranya kalian buka aja halaman cerita author nah tepat dibawah vote ada tuh grup nya.....Tinggal join aja kesana.
Makasiii yang udah vote, Like, Komen n join yang belum author, Babang El dan akak Daniel selalu setia menunggu 🤪🤪🤪🤪 nge-alay***