
***Biar bagaimana pun tidak akan ada yang baik-baik saja tentang sebuah perpisahan.
Dan sekarang yang tetap dalam diriku adalah kenangan, Disanalah kamu berada dan tinggal.
Dan biru akan berubah menjadi kelabu
Rindu berubah menjadi halu
Saat kamu bilang tidak benci perpisahan, Maka aku menentang itu semua.
Karena perpisahan menyisakan tangis tak berujung.
Meleburkan setiap harapan dalam kata-kata yang dulu kita yakini.
Kita pernah berjanji bahwa hanya akan ada kita dan bahagia yang terbingkai nyaman hingga kelak nadi kita berhenti.
Tuhan pun tau kita saling mencintai, Namun saat ini aku dipaksa untuk merelakan sesuatu yang sama sekali tidak ingin kulepaskan. Terasa berat, Bahkan sangat berat namun kembali lagi pada kekenyataan bahwa aku dan kamu hanyalah seorang pemain yang tidak bisa menentukan cerita sendiri.
Dengan hati yang masih sama, Setiap hari aku berdoa masih mengharap sebuah keajaiban datang dan mengatakan jika ini semua adalah sebuah mimpi. Dan jika ini memang sebuah kenyataan maka aku mohon datanglah, Datang walau hanya sebentar saja. Setidaknya katakan padaku jika kamu merindukanku sama sepertiku yang sangat merindukan mu***.
Sepekan sudah Eriska pergi menyisakan luka untuk orang-orang yang mencintainya terutama Kenan. Pria itu berubah menjadi sosok pendiam dan serius, Tidak seperti biasanya yang ramah dan selalu penuh canda.
***
"Dan, Lo sibuk? Kita ngumpul bareng yuk." Kata El masuk keruangan Daniel.
"Gak juga sih, Gue kan sibuknya kalo lo yang bikin sibuk. Kenapa emang?" Tanya Daniel langsung melihat kearah El.
"Ajak Ken hangout. Kasian gue liat dia, Semenjak kepergian Eriska dia kaku kek papan dingin kek kutub utara. Bahkan lupa caranya senyum." Ucap El duduk di sofa Daniel.
"Kita betiga aja?" Sahut Daniel ikut duduk menyusul El.
"Ajak Rendy lah sekalian, Udah lama juga kita gak jalan bareng."
"Emang lo udah ngomong sama si Ken? Dia mau? Dia kan selalu nolak kalo diajak ngumpul."
"Ngapain bilang, Langsung aja diculik. Banyak tanya deh kek Zea." Sahut El cuek membuat kening Daniel mengerut memikirkan ucapan El.
"Lah gila, Nyulik om-om gimana ceritanya?"
"Elu yang gila, Ngapain lu pikiran coba? Udah ayo." Ajak El berdiri dari tempat duduknya. Daniel melepaskan jasnya lalu ikut pergi bersama El.
***
Sesampainya dikantor Ken, Daniel dan El langsung masuk keruangan Kenan karena mereka sudah biasa lalu lalang disana. Dan disana sudah ada Rendy yang duduk santai sambil menikmati segelas wine.
"Napa elu yang santai disini? Bosnya kemana?" Tanya El duduk disamping Rendy.
"Bosnya lagi meeting bentar." Sahut Rendy santai serasa ruangan miliknya sendiri.
"Kita mau kemana sih emang? Ngumpul berempat gini berasa jadi boyband mau manggung." Tanya Rendy penasaran sambil meletak kan gelasnya keatas meja.
"Kita bukan boyband, Enak aja. Kita Handsome Squad." Sambung Daniel tersenyum bangga.
"Itu nama arisan emak-emak, Bangke lo!" Sahut El kesal membuat Rendy tertawa.
"Ya daripada boyband! Joget-joget hayo mending mana?" Balas Daniel membuat El jengah.
"Serah lu ah." Sahut El tidak peduli membuat Daniel dan Rendy tertawa menang.
"Loh, Kalian ngapain pada ngumpul disini?" Tanya Kenn kaget saat memasuki ruangannya mendapati tiga pria itu membuat rusuh disana.
"Hangout." Jawab El singkat dan to the point. Kennan melepaskan jas abu-abu miliknya lalu duduk di kursinya.
"Sorry, Tapi gue gak bisa ikutan serius." Jawab Kennan lagi-lagi menolak ajakan El. Mendengar hal itu ketiga pria tadi saling tukar pandang satu sama lain sambil berdiri.
El mengacak pinggangnya sambil berjalan meghampiri Kennan.
Buuuukkkkk.....
Sebuah tinjuan kecil melayang diperut six pack Ken membuat pria itu tersentak dan kaget.
"Pemanasan." Kata El santai menyunggingkan senyum di sudut bibirnya.
"Lo gila! Apa-apaan coba?" Kata Ken meninggikan suara sambil memegangi perutnya. Rendy tersenyum lalu ikut menghampiri Ken dan El.
"Ken....." Panggil Rendy dan saat Ken membalik tubuhnya maka saat itu juga Ken mendapat tinjuan untuk kedua kalinya ditempat yang sama.
Bukkkkkk......
Rendy juga ikut melakukan hal yang sama dengan El. Mendaratkan tinjuan di perut Ken membuat Ken makin geram.
"WOYYYYYYY KALIAN NGAJAK GELUD!?" Teriak Ken yang akhirnya berdiri dari tempat duduknya.
"Peregangan." Sahut Rendy santai mengikuti gaya El.
"Maju lo sini semua!" Tantang Ken melonggarkan dasinya.
"Apaan? Gue diem daritadi kenapa lo ngeliat ke gue huh?" Sambar Daniel saat melihat tatapan membunuh Ken kearahnya.
"Ambil, Kalo gue kalah dari lo." Tantang El santai tidak perduli dengan harga jam yang selangit.
"Woooohhh 1M! Sini buat gue aja." Celetuk Daniel berdiri lalu berjalan menuju meja Ken.
"1M? Gila serius jam gitu doang harganya 1M?" Tanya Rendy tercengang.
"Rolex ori tuh bang, Edisi terbatas pula." Sahut Daniel menjelaskan pada kakak iparnya.
"Kalian para Dirut-dirut, Boss-boss, Ceo-ceo. Enak banget sih buang duit? Kan bangke." Celetuk Rendy membuat El dan Ken tersenyum.
"Halah, Gue udah banyak koleksi." Jawab Ken tidak berminat.
"Wooooh boss sombong! Kalo banyak bagiin ke gue kek 5 biji." Sambar Rendy masih duduk ditempatnya.
"Masalahnya koleksi gue belum sampai 5 biji." Jawab Ken menggulung lengan bajunya.
"Tadikan lo bilang banyak! Lo pelit sekarang mentang-mentang gak jadi ade ipar gue, Dulu aja gue minta apa aja lo turutin."
"Dulu gue mencoba bertahan makanya gue ikhlas." Jawab Ken santai.
"Kalian gak ngehargai gue disini huh?!" Protes Daniel yang memasang wajah kesal.
"Lo minta sama ade ipar lo noh, Dia banyak koleksi barang mahal. Dasinya aja ada yang harga 5 juta." Sambung Kenan menunjuka kearah Daniel.
"HEIIII! Tau darimana lo?"
"Dasi warna merah hati pekat, Dikasih Dara waktu ulang tahun lo. Hahahahaha tau lah gue, Orang Dara belinya sama-sama gue."
"Sialan! Bangke lo!" Umpat Daniel kesal.
"Buruan! Itu edisi terbatas cuma ada lima barang. Lo gak ngiler?" Bujuk El lagi, Ken meraih jam tangan berwarna silver itu lalu memperhatikannya secara detail.
"Barang ori gak nih?" Tanya Ken nyelekit.
"BANGKE! Sini kalo gak mau!" Jawab El meraih jam tangan itu lagi namun Ken lebih dulu mengambilnya.
"Oke go." Jawab Ken sambil berjalan menuju pintu. El, Rendy dan Daniel tersenyum melihat Ken yang akhirnya setuju untuk ikut mereka bertiga.
"Demi lo gue rela kehilangan 1M Bangke!" Umpat El ikut berjalan meninggalkan ruangan Ken.
***
"I....Ini kok ja...Jalannya ke sasana? Kita kan mau gangout!" Kata Daniel mulai bingung.
"Hangout laki ya gini." Jawab Rendy yang duduk di kursi belakang.
"Heeeiiii! Dimana-mana yang namanya hangout itu ke mall, Cafe, Club, Pub. Mana ada ke sasana!" Protes Daniel meninggikan suara pada ketiga pria penyuka olah raga itu.
"Elaah lo kalah sama anak lo. Devan aja seneng banget kalo udah denger yang namanya gulat." Sahut Rendy santai.
"Udah dibilang gue cinta damai bambangggg!" Jawab Daniel kesal karena akan menghabiskan waktu di sasana milik El.
"Ya udah lo duduk dipojok aja liatin kita betiga." Kata Ken memberi saran membuat Daniel makin merasa kesal.
"Lo pikir gue takut ikutan kek kalian? Oke, Ronde pertama gue ngelawan El."
"Woooooooh, Hebat jiwa laki langsung menggebu-gebu. Oke, Locked." Teriak Rendy kegirangan mendengar hal itu. Sedangkan El yang menyetir hanya tersenyum mendapat tantangan dari sahabatnya itu.
Sesampainya di tempat tujuan El, Ken dan juga Rendy segera turun menyisakan Daniel seorang diri didalam mobil.
"Kan **** ngapain gue kepancing coba sama omongan mereka? Habis gue kalo ngelawan El, Dia bar-bar gitu." Kata Daniel bicara sendiri dan masih betah duduk didalam mobil.
Sedang sibuk menyalahkan dirinya sendiri pintu mobil langsung dterbuka membuat Daniel kaget bukan main.
"Lo ngapain disini sendirian huh?" Tanya El berdiri sambil menatap heran kearah Daniel.
"Gu....Gue, Habis telepon. Iya Dara, Telepon gue barusan."
"Ya udah buruan turun." Desak El membuat Daniel makin bingung namun ia tetap turun sesuai perintah El.
"El.....Sini deh bentar gue mau ngomong." Panggil Daniel saat El berjalan lebih dulu didepannya.
"Apaan?" Daniel langsung menghampiri El dan merangkul bahu El.
"Lo kan tau gue gak pernah gelud, Apalagi ngelawan lo sumpah itu terasa sangat berat melebihi beratnya rindu si diyan untuk mileo. Boleh gak gue minta untuk kali ini lo ngalah sama gue, Maksud gue gak ngalah tanpa perlawanan gitu. Lo tetap ngalawan tapi jangan kasih full otot lo, Ngertikan?"
"Lo lagi negosiasi sama gue?" Tanya El sambil menahan senyumnya.
"Bangke kan! Emang bangke sih gak kaget gue gak heran juga. Pokoknya lo harus inget kata-kata gue barusan, Kalo sampai lo gak ikutin habis lo!" Kata Daniel mengancam lalu langsung berlari masuk menuju sasana.
"Bangke gue, Bangke lagi tuh anak! Bangkenya sampe mendarah daging dan tulang." Celetuk El melihat kearah Daniel sambil menggelengkan kepalanya.
***Bersambung......
Geludnya next eps ya, Ini menuhin request yg kemarin kangen sama mereka berempat.....
Sorry skg lama bgt upnya krn author sibuk di RL apa lg klo puasa gini perut lapar susah mikirnya 🤧😂😂😂 jadi harap maklum***.