Perfect Husband (El & Luna Series #1)

Perfect Husband (El & Luna Series #1)
Eriska



Setelah melewati beberapa kesulitan dan masalah besar yang terjadi diperusahaan nya. El dan para karyawan dari DM Group bisa bernafas lega dan tidur nyenyak karena ide baru dan terbilang unik itu diterima oleh pihak Investor luar. Bahkan mereka tidak menyangka jika majalah khusus yang mereka buat menduduki tempat teratas di daftar penjualan seluruh majalah. Hanya dalam waktu seminggu setelah terbit, Majalah itu menjadi idola baru di beberapa belahan dunia dan tentu keuntungan besar juga diraih oleh DM Group.


"Terimakasih untuk semua kerja keras, Keringat, Lelah, dan waktu yang kalian berikan untuk perusahaan kita. Sebagai rasa terimakasih DM Group akan memberikan bonus tambahan plus hari libur selama tiga hari untuk waktu istirahat." Kata El sebagai kepala pimpinan DM Group. Mendengar hal itu sontak para karyawan bersorak ramai.


"Dan satu lagi, Malam ini kita akan merayakan keberhasilan yang kita raih oleh sebab itu semua karyawan diharapkan untuk hadir nanti malam di hotel milik DM Group." Tidak tanggung-tanggung jika El memberikan rasa terimakasih untuk para karyawan nya, Selain dikenal sebagai pemimpin yang tegas, Berwibawa serta bijaksana El juga dikenal sebagai pemimpin yang baik, Peduli serta murah hati. Itu yang membuat para karyawan nya sangat memghormati serta senang dipimpin oleh El walau ia terbilang masih muda tapi ia benar-benar memiliki jiwa seorang pemimpin yang hebat.


***


"Bos, Malam ini DM Group mengadakan pesta untuk merayakan keberhasilan mereka." Ucap salah seorang pria pada pria yang duduk santai sambil menghisap sebatang rokok.


"Dapatkan undangan nya! Kita harus pergi malam ini." Perintah pria paruh baya itu. Anak buahnya pun mengangguk lalu pergi dari ruangan bos besar GC Company. Perusahaan yang membobol file rahasia milik DM Group dan mencuri semua hasil pekerjaan mereka.


"Apa hubungan kalian berdua?" Ucapnya bicara sendiri diruangan besar itu.


***


El, Daniel, Rendy dan Kenan saat ini mereka sedang berada di cafe u makan siang bersama. Mereka berempat memang sudah membuat janji terlebih dulu sekalian untuk merayakan keberhasilan yang baru saja mereka dapatkan.


Sedang asik mengobrol tidak lama pelayan datang untuk menanyakan pesanan mereka berempat.


"Kamu lagi? Kamu kerja disini juga?" Tanya Kenan saat melihat pelayan yang datang untuk melayani mereka yang ternyata adalah Eriska. El, Daniel dan Rendy langsung melihat kearah Eriska namun Eriska melihat kearah lain menyembunyikan wajahnya.


"Kamu......Kamu pacarnya Baron kan?" Ucap Daniel yang terus melihat wajah Eriska. El.dan Rendy pun langsung menyadari jika gadis itu ialah Eriska gadis yang selalu setia berada di samping Baron.


"Tolong jangan ganggu pekerjaan saya dan membuat saya terlihat buruk. Tolong segera tentukan pesanan kalian." Sahut Eriska sadar dengan posisinya saat ini sebagai seorang waiters.


"Oke lupain, Lagian gak ada hubungannya sama kita." Jawab Kenan, Mereka lalu memesan makanan.


"Silahkan ditunggu, Pesanan kalian akan segera datang." Ucap Eriska datar lalu pergi dari tempat itu.


"Dia itu cantik tapi kok mau ya sama Baron? Ya gue tau Baron juga lumayan ganteng, Gak malu-maluin lah kalo diajak jalan. Tapi dia itukan psikopat. " Kata Rendy sambil menatap punggung kecil milik Eriska.


"Yang gue denger sih, Dulu Eriska itu sempat dijual sama ayah tirinya. Ya kek semacam prostitusi gitu, Nah Eriska lari dan ketemu sama Baron. Gak tau karena ngerasa kasian atau emang cuma pengen manfaatin gadis itu, Baron nyelamatin dia. Dan mulai saat itu, Eriska setia banget berada disamping Barong." Jelas Kenan menjawab rasa penasaran Rendy.


"Kenapa bang? Lo mulai ngerasa iba atau ngerasa suka karena Eriska punya wajah yang cantik gitu?" Celetuk Daniel santai.


"Gila! Gini-gini gue cowok setia. Gak pernah mainin cewek, Karena gue punya ade cewek dan ponakan cewek. Adanya cewek yang mainin gue kek si Clara. Lagian gue juga udah punya Jessy, Dia cantik, Baik, Seksi kurang apa lagi coba?" Jawab Rendy membuat El dan Kenan tertawa.


"Gimana hubungan lo sama Jessy?" Tanya Daniel lagi penasaran.


"Baik, Dia malahan minta nomor hape Dara. Katanya sih mereka punya hobby yang sama, Suka belanja." Mendengar hal itu Daniel tersedak, Sedangkan El tersenyum menutup mulutnya.


"Lo kenapa?" Tanya El mengolok Daniel.


"Keselek air liur, Bangke!" Jawab Daniel ketus membuat Rendy dan Kenan tertawa.


"Woy, Kalian ngerasa gak sih daritadi kita jadi pusat perhatian tau." El melihat ke sekeliling nya dan benar saja beberapa pasang mata kaum hawa sedang asik menikmati ketampanan empat pria tersebut.


"Santai ajalah, Gue sama El udah sering begini. Malahan sering banget di datangi sama cewek-cewek modus." Kata Daniel entah sedang bersikap stay cool atau sok cool.


Sedang asik mengobrol pesanan mereka datang.


"Gue kesini karena gue laper, Jadi gak peduli sama yang lain. Lagian gue udah punya dua bidadari dirumah, Gak perlu lagi yang lain." Kata El mulai menikmati makanan nya.


"Gue juga udah ratu dirumah." Sambung Daniel.


"Gue punya beiby." Giliran Rendy yang bicara.


"Gue....Gu.....Gue gue punya Jo yang setia sama gue." Jawab Kenan santai dan cuek. Mendengar hal itu Daniel, El dan juga Rendy tertawa.


"Lagian lo kapan mau nyari pacar?" Singgung Daniel sambil menikmati makanan nya.


"Pacar gue emang gak punya tapi ONS banyak." Jawabnya cuek sambil menikmati makan malamnya.


"BANGKE!" Ucap El, Daniel, Dan Rendy secara bersamaan.


"Kenapa? Santai dong, Kek gak pernah aja."


"Ia sih. Gue juga gitu dulu." Jawab Daniel tidak sadar siapa yang sedang duduk disebelahnya.


"Dulu bang sumpah, Beneran dulu banget sebelum kenal Dara." Tambah Daniel saat Rendy menatap kearahnya dengan tatapan ingin membunuh pria itu.


"Gue gak pernah." Mendengar hal itu keluar dari mulut El. Rendy dan Kenan menganga tidak percaya hanya Daniel yang bersikap biasa dan santai karena ia memang tau jika El tidak pernah mau melakukan hubungan ONS.


"Serius Dan, Dia gak pernah?" Tanya Kenan pada Daniel, Daniel mengangguk menjawab pertanyaan Kenan.


"Kok bisa? Setau gue lo juga anak club." Tambah Rendy yang sama dengan Kenan.


"Anak club gak mesti gitu semua kali bang. Gue akui gue juga nakal, Gue sering minum, Gue suka mabuk sampai gak sadar diri. Tapi gue gak pernah mau begitu, Apalagi sama cewek gak jelas."


"Wow amazing. Gue juga sebenernya gak mau, Tapi gimana dong kadang gue mabuk otak gue jadi baper kalo ada yang godain. Jadi ya.....Terjadilah."


"Kalian gak risih bahas masalah gini di tempat umum? Sesuaikan dong sama jas yanh kalian pakai." Jawab El malas membahas hal yang menurutnya tidak bermanfaat.


"Oke, Kasian jas gue." Sahut Kenan langsung diam sambil menikmati makanan nya. Setelah selesai makan siang mereka langsung kembali ketemoat masing-masing


***


Pesta perayaan pun dimulai, Semua orang berkumpul disana. Banyak tamu undangan yang datang kesana untuk memberikan selamat atas pencapaian yang diraih oleh DM Group.


Sangking ramainya El tidak sadar jika salah satu tamu undangan adalah pimpinan GC Company yang sedang mengawasinya dari kejauhan.


"Sepertinya feelingku benar tentang mu." Ucapnya sambil terus memperhatikan El dan Luna dari tempat duduknya.


Rendy juga datang bahkan bersama Jessy. Gadis itu tidak lagi menghindari Daniel, Entah apa yang membuatnya bersikap demikian.


"Hai Ra, Selamat ya atas pencapaian yang dilakukan oleh suami kamu. Denger-denger dia ya yang kasih ide untuk proyek terbarunya? Daniel emang bener-bener keren." Kata Jessy ramah tapi malah membuat Dara merasa kesal mendengarnya.


"Makasih......Makasih juga udah nyempetin datang." Sahut Dara bernada datar serasa enggan bicara lebih banyak pada Jessy.


"Oh iya Danielnya mana? Kok gak keliatan?" Tanya Jessy lagi membuat dahi Dara mengerut heran.


"Kenapa nyari Daniel?"


"Ya gak, Mau ngasih ucapan selamat aja sama dia." Jawab Jessy bersikap akrab dan friendly.


"Disini yang berjasa bukan cuma Daniel kok. Bang El dan Kenan juga berperan penting dalam hal ini."


"Iya sih, Tapi kan tetap aja kalo idenya itu dari dia." Mendengar hal itu membuat Dara benar-benar merasa sangat kesal dengan gadis cantik yang sedang bicara dengan nya saat ini.


"Loh kamu bisa minum? Serius?" Jessy melemparkan pertanyaan yang salah bagi Dara, Itu malah terkesan seperti sedang meremehkan nya. Dara memanggil waiters yang sedang membawa beberapa gelas wine ditangan nya. Dara meraih satu gelas lalu langsung menegaknya habis tak bersisa, Begitu juga dengan Jessy tidak kalah berbeda rengan Dara yang langsung menghabiskan isi gelas itu.


Hal itu kembali diulangi oleg kedua wanita cantik itu hingga beberapa gelas dan sukses membuat mereka berdua mabuk berat namun Dara masih bertahan, Ia terus minum tanpa henti sedangkan Jessy sudah ambruk lebih dulu.


"Makanya jangan kecentilan jadi cewek! Gatal! Kamu tau kan kalo dia itu suamiku! Celetuk Dara kesal. Ia berdiri sempoyongan ingin mencari Daniel yang saat ini sedang bicara dengan seorang tamu penting.


"Ay.....Kamu dimana?" Panggil Dara mulai tidak sadar membuat beberapa orang melihatnya. Kenan yang tidak sengaja melihat hal itu langsung membopong tubuh Dara dan membawanya menjauh dari keramaian.


"Kamu apaan sih Ken? Lepasin entar Danielku ngeliat kita." Ucap Dara ngelantur namum tidak dihiraukan oleh Kenan yang tetap membawanya menjauh dari kerumunan orang banyak tidak ingin jika Dara atau Daniel malu nantinya.


"Kenan lepasin. Aku gak mau Daniel marah sama aku karena cemburu, Kamu mau ngerusak rumah tanggaku ya?"


"Aku gak segila itu Dara. Lagian kamu ngapain sih minum sampai jadi gini? Nih Daniel kemana lagi sih? Kok bisa gak tau kalo istrinya mabuk gini." Celetuk Kenan sambil terus melihat-lihat keberadaan Daniel. Kenan membawa Dara ketepi kolam renang. Tempat itu cukup sepi dari keramaian.


"Kamu tunggu disini aku cari Daniel." Kata Kenan mendudukan Dara di bangku panjang dekat kolam lalu beranjak. Namun belum sampai lima langkah Kenan kembali lagi.


"Entar kamu jatuh ke kolam siapa yang nolongin?" Katanya duduk disamping Dara. Akhirnya Kenan memilih untuk menelepon Daniel dan memintanya datang.


"Ay, Kamu dimana sih? Kamu gak lagi sama cewek gatal itu kan? Ay sini jemputin, Banyak nyamuk." Katanya manja mirip seperti Zea jika sedang merengek. Kenan melepaskan jas hitamnya lalu menutupi tubuh Dara agar ia tidak merasa digigiti nyamuk lagi.


"Andai aku dulu tetap bertahan mungkin saat ini namaku yang kamu panggil." Ucap Kenan tersenyum melihat tingkah dan mendengar ocehan manja Dara yang sedang mabuk berat tersebut.


"Ra.... " Panggil Daniel yang akhirnya datang.


"Kok bisa dia mabuk?" Tanya Daniel bertanya pada Kenan.


"Gue juga gak tau kenapa, Tau-tau udah ngefly aja bini lo. Tadi dia minum sama cewek nya bang Rendy, Tapi ceweknya bang Rendy tepar ditempat sedangkan Dara teriak-teriak manggilin lo sambil jalan sempoyongan. Daripada jadi masalah terlebih banyak wartawan yang datang, Jadi gue bawa aja dia kesini." Jelas Kenan agar Daniel tidak salah paham padanya.


"Makasih ya, Beneran gak tau gue sumpah. Tadi gue lagi ngobrol sama salah satu tamu penting. Ya udah keknya gue bakalan balik duluan, Entar kalo El tanya tolong kasih tau ke dia ya." Kata Daniel mengangkat tubuh Dara yang mulai kehilangan kesadaran nya.


"Oke gak masalah, Hati-hati ya." Kata Kenan mengambil jas miliknya yang tadi ditutupkan ke tubuh Dara. Setelah itu Daniel langsung membawa Dara pulang dari pesta tersebut.


"Kamu kenapa sih beib? Kamu udah lama berenti minum, Kenapa minum sampai begini? Ada yang bikin kamu kesel?" Ucap Daniel bicara pada istrinya yang sedang tertidur di mobil.


Setelah hampir 40 menit mengendarai mobil, Daniel akhirnya sampai kerumahnya. Suasana rumah juga sudah sepi karena ini sudah jam 10 malam tentu kedua buah hati mereka sudah tertidur lelap.


Daniel mengangkat tubuh Dara perlahan dan membawanya masuk ke kamar lalu merebahkan tubuhnya pelan agar Dara tidak terbangun. Daniel melepaskan hells yang dipakai Dara lalu membantu Dara untuk menghapus riasan diwajahnya. Di usapnya lembut wajah Dara menggunakan kapas, Hal ini memang sudah biasa dilakukan oleh Daniel.


Daniel lalu mengambil baju piyama Dara, Niatnya ia ingin menggantikan baju istrinya itu karena tentu tidak akan nyaman jika Dara tidur menggunakan gaun.


Daniel mulai melepaskan gaun Dara dan kini Dara hanya mengenakan pakaian dalamnya. Baru saja Daniel ingin memakaikan piyama ketubuh Dara, Tangan Dara langsung menarik Daniel dan memeluknya.


"Kamu nakal ya." Ucap Dara ditelinga Daniel membuat Daniel bergidik menahan rasa geli.


"Beib....." Panggil Daniel melihat kearah Dara. Dara langsung mencium bibir Daniel. Bau alkohol begitu terasa terasa dari mulut Dara namun itulah yang membuat ciuman mereka makin panas.


Daniel akhirnya menyerah dan segera melepaskan ciumannya karena kehabisan nafas.


"Kamu yang nakal. Kenapa bisa mabuk?" Tanya Daniel mulai mengintrogasi. Dara bangun lalu duduk, Dipandanginya wajah Daniel dalam-dalam.


"I love u." Ucap Dara lalu melepaskan satu-satunya kain yang menutupi dadanya dan kembali mencium bibir Daniel penuh hasrat membuat pria itu mengerti apa yang di inginkan oleh istrinya.


"Sepertinya mulai saat ini aku harus menyediakan alkohol dikamar kita. Aku suka kamu liar, Aku suka kamu nakal." Ucap Daniel yang mulai terbawa hasratnya.


"Akan ku lakukan setiap kamu menginginkan nya." Sahut Dara mulai bersikap agresif melepaskan baju suaminya sambil terus menciumi tubuh Daniel mbuat Daniel merinding hebat.


"Katakan apa yang kamu inginkan?" Tanya Dara menggoda sambil mengusap gundukan dibawah sana membuat Daniel makin menegang.


"Aku ingin memakan mu dan menikmati mu." Sahut Daniel langsung menarik Dara dan menindihi tubuhnya.


"Lakukan yang kamu inginkan. Aku milikmu, Hanya milikmu. Dan kamu nyawaku, Maka tetaplah bersamaku agar aku tetap hidup." Jawab Dara tersenyum manis dan menggoda.


***


Pesta itupun berakhir dan berjalan dengan lancar. Semua orang sudah meninggalkan tempat itu termasuk El, Luna, Rendy dan Kenan.


"Baru jam setengah 12 masa iya gue balik?" Ucap Kenan saat dalam perjalanan. Merasa belum waktunya pulang, Ia memutuskan untuk pergi ke club langganan nya.


Disana ia kembali minum dan berpesta. Dunia malam Kenan benar-benar sangat liar mungkin karena ia sudah terbiasa dengan kehidupan bebas saat berada diluar negeri.


Sedang asik minum bersama dua wanita Kenan kembali melihat sosok Eriska ditempat itu. Gadis itu menggunakan pakaian sangat minim sambil menuangkan minuman kedalam gelas-gelas pelanggan yang menyewa jasanya.


"Hei, Siapa namamu? Duduk disini dan ayo kita minum." Ucap Salah seorang pelanggan Eriska. Eriska tersenyum pada pria itu namun enggan menuruti permintaan nya.


Pria itu lalu mengeluarkan beberapa lembar uang 100.000 untuk memancing gadis bermata bulat itu. Dan cara itu berhasil, Eriska duduk disamping pria itu namun tidak ingin minum bersamanya. Sedangkan Kenan entah kenapa terus menerus memperhatikan Eriska.


Awalnya pria itu bersikap wajar saat meminta Eriska untuk minum dan Eriskapun akhirnya mengikuti kemauan pria tersebut. Namun lama kelamaan pria itu mulai bersikap kurang ajar, Eriska yang sudah terlanjur mabuk tidak bisa banyak melawan saat tubuhnya digerayangi oleh pria itu apalagi baju Eriska yang terbilang sangat seksi hal itu sangat mendukung bagi si pria tadi.


Kenan yang melihat hal itu lama-kelamaan merasa kasian pada gadis yang sedang dikerjai itu. Ia berdiri lalu menghampiri meja pria tadi yang sedang asik menikmati paha mulus gadis teler itu.


Kenan meleparkan credit card miliknya tepat didepan pria tadi.


"Dia udah gue beli. Limitnya 1M, Gue rasa cukup untuk ngebeli cewek itu." Kata Kenan, Mendengar hal itu pria tadi langsung dengan cepat mengambil credit card yang diberikan Kenan lalu pergi dari sana meninggalkan Eriska.


Kenan melihat Eriska, Tadinya ia hanya ingin menolong gadis itu agar tidak dimanfaatkan oleh para laki-laki brengsek namun jika ditinggalkan begitu saja dalam keadaan seperti ini maka itu sama saja. Mau tidak mau Kenan membopong gadis itu keluar dari sana dan membawanya kerumah milik Kenan.


Sesampainya dirumah, Kenan mendudukan gadis itu di sofa ruang tamu. lalu mrngambil beberapa lembar selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Seberat inikah kehidupan yang sedang kamu jalani hingga kamu rela melakukan segalanya untuk uang." Ucap Kenan melihat iba kearah gadis itu.


"Kalian para orang kaya tidak akan mengerti bagaimana sulitnya mencari uang untuk bertahan hidup." Ucap Eriska membuka kedua matanya membuat Kenan kaget.


"Kalian para orang kaya hanya menghamburkan uang kalian untuk hal yang tidak penting demi memenuhi kepuas hati. Lalu kalian kembali mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya menumpuk harta. Bukankah kamu membeliku? Maka nikmatilah barang yang sudah kamu beli dengan harga 1 miliar." Katanya sambil membuka selimut yang menuti tubuhnya. Kenan tersenyum lalu mengambil selimut yang dilemparkan Eriska kesembarang tempat dan kembali menutup tubuh gadis itu.


"Kenapa? Kamu jijik karena aku hanya seorang wanita murahan yang tidak pantas untuj kamu atau karena aku bekas dari saudara mu." Ucap Eriska membuat Kenan mengernyit.


"Bukannya kamu sangat setia pada Baron." Kata Kenan santai.


"Entah itu setia, Takut, Butuh, atau terpaksa. Hidup tapi tidsk merasa hidup, Tertawa tapi serasa ingin menangis disaat yang bersamaan." Ucap Eriska, Matanya kosong dan terlihat sakit saat bercerita.


"Ini terdengar gila, Bahkan diluar akal sehat. Pria itu tidak layak dilayak disebut manusia. Ia hanyaenggunakanku untuk memuaskan nafsunya, Lalu dia biarkan aku mengandung anaknya dan ketika anak itu mulai tumbuh dalam rahimku, Ia memaksaku untuk membunuhnya. Untuk pertama kalinya aku menghilangkan nyawa seseorang dan itu adalah nyawa anakku sendiri. Ia meminta maaf seakan ia sedang khilaf lalu ia kembali melakukan hal sama. Ia membuatku hamil kembali, Aku senang karena berpikir ia akan menerima anak itu namun aku salah. Ia biarkan janin itu berkembang lalu dengan biad*bnya ia kembali menyuruhku untuk membunuh anak kedua kami.


Ibu mana yang tega melakukan hal keji seperti itu? mungkin hanya aku. Dia menggunkanku hanya untuk pemuas nafsu." Kata Eriska, Suaranya bergetar airmata nya jatuh berderai.


"Lalu kenapa kamu bertahan?" Tanyaku penasaran.


"Aku sedang berada di dalam lingkaran hitam. Baron mwmbiayai pengobatan ibuku, Jika aku menolak atau lari maka dia akan menghentikan pengobatan. Ibuku menderita sakit ginjal. Tentu kamu tau berapa banyakenghabiskan uang untuk melakukan sekali cuci darah." Kenan mengangguk, Selama ini ia pikir bahwa Eriska adalah gadis yang jahat sama seperti Baron, Tapi ia salah besar. Eriska hanyalah salah satu korban dari pria bia*ab itu. Kini hanya ada rasa iba dan kasian pada sosok Eriska yang sedang menangis di hadapan nya ini.