Perfect Husband (El & Luna Series #1)

Perfect Husband (El & Luna Series #1)
He is my husband



Matahari pun menampakan sinarnya, Luna masih tertidur beralaskan paha Andra.


Andra menutupi sinar matahari yang mengenai wajah putih Luna, Semalaman ia tidak tidur. Ia menjaga Luna semalaman karena gadis itu terserang demam.


"Luna.......Andra...." Samar-samar Andra mendengar teriakan orang-orang yang mencari mereka berdua. Andra meletakan kepala Luna pelan-pelan lalu segera berdiri.


"Tolong.......Kita berdua dibawah sini...." Teriak Andra, Suara Andra membuat Luna terbangun. Luna melihat hari yang sudah siang.


"Tolong......Disini, Dibawah sini." Teriak Andra lagi dengar suara kencang. Sementara Andra berteriak Luna mengumpulkan ranting kecil dan dedaunan hijau sebisa nya.


"Luna, Lo ngapain?" Tanya Andra heran melihat kearah Luna yang mengumpulkan semua benda itu sambil terpincang-pincang.


"Aku mau buat asap biar mereka bisa liat." Andra baru paham yang akan dilakukan Luna. Ia langsung membantu Luna mengumpulkan ranting dan daun basah agar asapnya tebal.


Setelah semua terkumpul, Andra langsung membakar kayu-kayu kecil itu lalu menumpuknya dengan dedaunan basah hingga menghasilkan asap tebal.


"Gue akui lo emang jenius." Ucap Andra memuji Luna, Luna tertawa. Terjatuh kedalam jurang membuat kedua manusia yang biasa bertengkar ini menjadi lebih baik.


Hampir setengah jam menunggu akhirnya ada yang meneriaki mereka dari atas.


"Andra, Luna. Apa itu kalian?" Ucap orang itu sambil melihat kearah dasar jurang menggunakan tali yang terikat kuat di batang pohon. Dengan cepat Andra berdiri melambaikan tangan kearah orang itu.


"Disini, Mereka dibawah sini." Ucap tim penyelamat memanggil orang-orang yang mencari Andra dan Luna. Tidak lama beberapa orang tim penyelamat turun untuk membantu Luna dan Andra.


"Akhirnya kita bisa keluar dari sini, Makasih ya." Ucap Luna pada Andra.


"Terima kasih untuk apa?"


"Karena udah nemenin aku dibawah sini. Jujur dari kecil sampai sekarang aku paling takut sama kegelapan. Tapi berkat kamu gak ngerasain takut sama sekali." Ucapan Luna membuat hati Andra merasa berbunga-bunga, Ia tersenyum menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak merasa gatal.


"Ummmm makasih juga cokelatnya, Lain kali bakal gue bayar." Kata Andra, Sontak membuat Luna tersenyum.


"Bang El......" Teriak Dara saat El baru tiba di perkemahan. El langsung berlari menghampiri Dara tidak terkecuali Daniel, Dengan pelan dan berhati-hati Daniel turun dari mobil El sambil memegang perutnya yang sudah tidak ada lagi bekas tusukan waktu itu.


"Dimana Luna?" Tanya El tidak sabar.


"Mereka udah nemuin Luna bang. Sekarang mereka lagi turun untuk jemput Luna." Andra yang sudah tidak bisa lagi tenang langsung pergi ketempat Luna ditemukan.


"Ka.....Kamu kenapa ikut kesini?" Ucap Dara melihat Daniel yang sangat bersusah payah berjalan menghampirinya.


"Aku gak bisa tenang kalo cuma nunggu dirumah." Katanya sesekali meringis seperti sedang menahan sakit yang luar biasa, Padahal sebelum berangkat kesini ia dan El sedang bermain bola basket.


"Uuummmm.....Luka kamu?"


"Masih sakit sih, Apalagi habis jalan jauh gini. Rasanya jahitan kemaren robek lagi." Katanya sebisa mungkin memasang wajah menderita. Jelas mengetahui hal itu Dara merasa tidak enak hati, Ia masih merasa sangat bersalah pada Daniel karena sudah menyebabkan Daniel terluka.


"Ya.... Ya udah ka...Kamu istirahat aja disini, Aku mau nyusul Luna." Karena bingung Dara buru-buru ingin pergi dari hadapan Daniel.


"Tunggu bentar." Ucap Daniel cepat menghentikan langkah Dara.


"Kamu bisa gak bantu aku kesana? Aku juga pengen kesana liat keadaan Luna." Ucap Daniel, Dara menghela nafas panjang lalu mendatangi Daniel dan membantunya. Dara memapah Daniel hingga ketempat El berada.


Tidak lama Andra muncul dari sana dibantu tim penyelamat ia berhasil diangkat dengan selamat. Melihat keterlibatan Andra membuat El sangat murka, Ia mengepal kuat jemarinya dan tanpa mengatakan apapun langsung menghampiri Andra.


Buuuukkkk........Suara tinjuan kuat El tepat mengenai perut Andra membuat pria itu jatuh tersungkur, Membuat orang-orang disana langsung heboh termasuk Queen yang langsung menghampiri Andra dan membantu Andra berdiri.


"El..." Teriak Daniel tanpa ingat lagi dengan drama yang ia buat ia langsung berlari menghampiri El yang sudah siap ingin menghajar Andra.


"Lo gila ya, Tahan emosi lo. Denger dulu ceritanya, Kita gak tau ceritanya gimana sampai mereka ada dibawah jurang. Kali aja dia udah ngebantu Luna." Bujuk Daniel, Inilah salah satu kegunaan Daniel untuk El. Ia bisa mengendalikan emosi El yang terkadang bisa lepas kendali.


Tidak lama Luna muncul, El langsung berlari kearah Luna melihat istrinya dengan rasa syukur karena Luna selamat.


"Hati-hati, Dia mengalami luka yang cukup serius di kaki dan segera butuh pertolongan pertama." Kata tim penyelamat menjelaskan keadaan Luna.


"Abang......" Ucap Luna, El langsung memeluk tubuh Luna erat.


"Terimakasih, Terimakasih karena kamu baik-baik aja walaupun kamu terluka tapi kamu tetap bertahan dengan baik." Ucap El dalam pelukan nya, Beberapa orang dosen dan pembimbing lalu menghampiri Luna dan El.


"Anda wali dari Luna?" Tanya salah seorang dosen pembimbing itu pada El.


"Dia suami saya." Ucap Luna terang-terangan membuat semua orang kaget mendengarnya termasuk Dara, Hanya satu orang yang tidak kaget yaitu Daniel. Mendengar pengakuan Luna tentang dirinya membuat El merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan. Ia tersenyum lebar sekaligus malu melihat Luna yang saat ini juga sedang melihatnya.


"Suami kamu? Kalian udah menikah?" Tanya Dosen ikut tidak percaya. Luna mengangguk sambil memamerkan cincin kawin yang melingkar di jari manisnya. Bagai dilempar kedalam surga, El merasa ini momen terbaik selama hidupnya.


Dara yang shock dan tidak percaya berjalan kaku kearah Luna. Ia menatap dalam sahabatnya itu seolah sedang bertanya benarkah itu semua? Dan seolah mengerti arti tatapan Dara Luna tersenyum sambil mengangguk memberikan jawaban pasti.


"Kalo gitu apa boleh saya bawa Luna kerumah sakit sekarang?" Tanya El pada dosen tadi.


"Dara juga." Kata Daniel menambahi, Dosen itupun mengangguk karena memang acara kampus sudah berakhir.


Mereka berempat lalu pergi meninggalkan tempat itu lebih dulu dan semua orang pun ikut membubarkan diri tidak terkecuali Andra yang masih berada ditempat itu.


"Andra ayo kita pulang. Yang lain udah pada beres-beres barang." Ajak Queen namun Andra tidak menghiraukannya. Ia berdiri namun tetap diam mengunci rapat mulutnya dan berjalan menuju perkemahan.


***


Dara masih diam tanpa mengatakan hal apapun saat didalam mobil menuju rumah sakit. Tatapannya saat ini hanya terpaku pada dua manusia yang duduk didepannya saat ini sampai-sampai ia tidak memperhatikan Daniel yang saat ini duduk santai disampingnya.


"Bener mereka udah nikah?" Ucap Dara bertanya pada Daniel sambil tetap fokus pada El dan Luna...


"Iya, Aku liat sendiri buku nikahnya." Sahut Daniel santai. Dan saat itu juga Dara melihat kearah Daniel dengan tatapan tajam Daniel yang tadinya terlihat duduk santai mulai gelagapan mengatur dramanya kembali memegangi perutnya.


"Berarti kamu udah lama tau?" Tanya Dara menatap tajam, Mendengar ucapan Dara Luna juga langsung melihat tajam kearah El.


"Abang gak ada cerita apa-apa sumpah. Abang juga kaget waktu dia tau kita udah nikah." Mendengar penjelasan suaminya, kini Luna menatap tajam kearah Daniel.


"Ka.....Kalian kenapa ngeliat aku begitu? A......Aku bisa jelasin satu persatu." Ucap Daniel gugup mendapat tatapan khas pembunuh dari Dara dan Luna...


"Sejak kapan kak Daniel tau?" Tanya Luna lebih dulu.


"Sejak kapan kamu nikah?" Sambar Dara menanyai Luna membuat suasana didalam mobil menjadi tegang.


"Kamu jahat......Kamu nikah gak ngabarin aku." Kata Dara berteriak menangis membuat mobil El ribut bahkan sangat ribut sampai-sampai Luna dan Daniel menutupi telinga mereka masing-masing.


"Oke tenang, Aku bakal jelasin ke kamu kapan aku menikah dan kenapa aku menikah. Tapi kamu diem dulu ya, Habis luka aku diobatin aku janji bakal ceritain semuanya dari A sampai Z ke kamu, Oke." Mendengar janji Luna, Dara baru bisa menutup mulutnya dan menghentikan tangisannya.


"Kok bisa sih gue jatuh hati sama cewek kek dia. Dia gila, Berarti gue lebih gila lagi karena udah tau cewek gila tetap aja gue suka." Celetuk El dalam hati sambil menggelengkan kepalanya sambil terus melihat kearah Dara sejak tadi.


***


Setelah sampai dirumah sakit Luna langsung mendapatkan pengobatan yang tepat. Ia juga diberi obat demam karena tubuh Luna saat ini memang sedang hangat.


"Kita ke villa aja ya, Istirahat besok pagi baru kita balik ke jakarta." Ucap El, Mereka berempat lalu pergi ke villa milik El. Karena sering bepergian keluar kota El mengoleksi vila-vila mewah sebagai assetnya. Hampir ditiap kota besar terdapat villa mewah miliknya.


Dalam perjalan menuju puncak Luna dan Dara tertidur karena mereka berdua sana-sama kelelahan. Kini hanya tinggal El dan Daniel mereka berdua juga asik mengobrol.


"Lo ngapain akting didepan Dara?" Tanya El penasaran. Walaupun ia tidak sempat memperhatikan akting yang Daniel lakukan, Matanya tetap bisa mengawasi gerak gerik Daniel.


"Biar dia ngerasa bersalah aja. Soalnya dia ini tipe cewek sombong dan angkuh." Ucap Daniel memelankan suaranya agar tidak terdengar oleh Dara.


"Lo suka sama dia." Ucap El yakin sambil tersenyum melihat kearah Daniel.


"Gu.....Gue? Gue su..Suka sama cewek kek dia? Ngaco aja sih lo, Ya gak mungkinlah. Lo tau kali tipe gue yang gimana." Bantah Daniel cepat menyembunyikan perasaannya, Mendengar itu El hanya tersenyum ia tau benar jika saat ini Daniel sedang mengejar-ngejar Dara. Jangankan El, Semua orang juga akan tau jika Daniel sedang berusaha mendapatkan Dara jika melihat sifat dan tingkahnya saat ini. Dan ini pertama kalinya ia rela mengorbankan wajah tampan dan mulusnya untuk seorang wanita, Itu yang membuat El yakin jika sahabatnya itu sedang jatuh cinta.


Biasanya jangankan babak belur dihajar preman, Bahkan satu nyamuk yang mengigit nya diwajah dan menyisakan bekas merah saja ia akan balas dendam dengan cara membunuh semua keluarga si nyamuk. Tuntas hingga tujuh turunan bahkan tidak menyisakan generasi kedelapan, Sangking sayangnya ia pada wajahnya.


"Entar deh gue minta istri gue buat ngebantuin lo." Sambung El, Mendengar itu Daniel kembali menampiknya.


"Sialan lo! Untung gue lagi seneng hari ini." Umpat El pada Daniel yang sudah memejamkan matanya.


***


Mereka berempat akhirnya sampai di villa milik El, El langsung menggendong Luna memasuki villa mereka. Daniel dan Dara hanya menatap diam kearah pasangan itu.


"Ummmmm.....Dara bisa bantuin aku gak? Perutku bener-bener sakit." Ucap Daniel saat Dara keluar lebih dulu dari mobil.


"Bukannya tadi kamu bisa lari terus nahan bang El pas dia mukul Andra." Ucap Dara mengingat Daniel yang lari mengejar El saat ia memukul Andra.


"I......Itu spontan terjadi. Kamu tau sendiri kan klo El marah dan mukul orang. Preman yang kemaren ngeroyok aku aja bonyok apa lagi cowok kurus kek siapa tadi....."


"Andra."


"Ya, Kek dia. Dan sekarang baru terasa banget sakitnya, Kata dokter kali ini kalo sampai lukanya robek lagi bisa vatal akibatnya." Ucap Daniel lesu kehilangan semangatnya. Dara menghela nafas panjang dan ia kembali memapah tubuh Daniel membantunya berjalan masuk ke villa.


***


"Andra kamu kenapa sih? Dari tadi kamu diam aja. Pasti kaget ya pas tau Luna udah nikah? Aku juga bener-bener gak nyangka itu semua. Dia masih muda menikah sama pria yang jauh lebih tua dari dia. Apa mungkin dia hamil diluar nikah, Atau apa mungkin dia itu istri simpanan pria itu? Muka polosnya bener-bener hebat nipu orang."


"Cukup! Dia bahkan gak ada nyalahin lo waktu dia jatuh kemarin. Dan gue gak yakin lo gak terlibat dalam kecelakaan kemaren malam. Kalo lo nyebar cerita yang gak-gak tentang Luna, Berarti lo siap nerima hasil atas perbuatan lo sampai Luna jatuh ke jurang!" Ucapan Andra langsung membuat Queen bungkam seribu bahasa. Ia menelan ludah berat tidak menyangka jika Andra tau ia yang sudah mendorong Luna hingga Luna jatuh kedalam jurang.


***


Luna menggeliatkan tubuhnya menikmati tidur siang yang sangat nyenyak. Badannya sudah dibersihkan El dan bajunya pun sudah berganti dengan baju yang bersih.


"Sayang......Kamu udah bangun?" Ucap El datang menyapa istrinya dengan senyum hangat dan segelas susu hangat untuk Luna.


"Minum dulu susunya, Kamu pasti capek banget kan." El memberikan gelas susu itu pada Luna, Luna meraih gelas itu dan langsung meminumnya.


"Gimana keadaan kamu sekarang?" Kata El memeluk istrinya itu.


"Udah baikan kok. Oh iya, Kok bisa abang nyusul aku kesana? Tau darimana lokasi perkemahan ku disana?"


"Perasaan abang gak enak kepikiran kamu terus terlebih kamu gak bisa ditelepon. Jadi abang telepon Dara dan bener sesuatu terjadi sama kamu. Dan abang ngelacak tempat perkemahan kamu dari ponsel Dara." Jelas El masih memeluk tubuh istrinya itu, Luna mengangguk mendengar penjelasan suaminya.


"Syukurlah gak terjadi apa-apa sama kamu. Kok kamu bisa ada dibawah sana, Cowok kemaren ganggu kamu lagi?"


"Aku kepeleset dan masuk kesana, Dia bahkan yang nolongin aku. Berkat dia aku gak takut sendirian di bawah jurang." El diam, Ternyata ia salah tentang Andra. El pikir Andra lah penyebab Luna jatuh kedalam jurang.


"Oh iya, Kamu laper gak? Abang udah masakin makanan buat kamu. Kita makan dulu yuk, Atau kamu mau makan dikamar aja?"


"Kita keruang makan aja, Gak enak sama kak Daniel dan Dara. Lebih-lebih Dara yang masih penasaran sama hubungan kita."


"Abang udah ceritain semua dari awal kok. Dan sekarang dia udah ngerti, Oh iya ngomong-ngomong Dara itu udah punya pacar belum?" Luna mengerucutkan alisnya saat El menanyakan Dara.


"Kenapa?" Tanya Luna penasaran. El langsung tersenyum sambil menyebut nama Daniel.


"Hah? Maksudnya kak Daniel suka sama Dara?" Ucap Luna tidak percaya


"Sssttttt.......Jangan nyaring-nyaring." El menutup mulut istrinya itu agar tidak terdengar oleh Daniel dan Dara.


"Pantes dia nempelin Dara mulu. Dara belum punya pacar, Tapi......Apa kak Daniel bakal tahan ngadepin sikap Dara."


"Mungkin, Buktinya dia mutusin semua pacarnya buat Dara. Sampai rela dihajar segala." Luna mengangguk membenarkan ucap El.


"Ya udah kita makan dulu yuk, Masalah Dara dan Daniel biar mereka urus sendiri." El lalu membawa istrinya keruang makan, Disana sudah ada Daniel dan Dara yang menunggu.


***


Selesai makan mereka berempat duduk diruang tamu untuk sekedar ngobrol dan berkumpul. El melihat hapenya yang berdering, Sebuah pesan masuk dari Clara tapi ia tidak berniat membuka pesan itu namun Clara kembali mengirimi El pesan. El mengambil hapenya ingin sekali rasanya memblokir nomer kontak Clara tetapi ia masih menganggap Clara sebagai temannya. Penasaran dengan pesan beruntun yang dikirim oleh Clara El membukanya dan melihat isi pesan itu.


"Bentar ya abang terima telepon dulu." Ucap El pada Luna, Luna mengangguk lalu kembali melanjutkan obrolannya.


Setelah ia sendirian ditaman belakang El langsung buru-buru mengangkat telepon dari Clara.


"Aku udah tau, Kamu pasti bakal terima telepon aku. Aku kangen sama kamu El." Rengek manja Clara pada El.


"Apa mau kamu sama photo-photo itu?" Tanya El datar. Merasa El terancam Clara tertawa puas merasa sudah menang.


"Kamu tau betul apa mau ku, Untuk apa kamu bertanya lagi?"


"Aku mulai merasa terganggu sama kamu." Ucap El tegas agar Clara berhenti mengganggunya.


"Apapun itu akan aku lakukan asal bisa bersama kamu. Oh iya, Gimana reaksi ist... Ah maksudku Luna kalo sampai dia liat photo itu? Dan janji kamu dulu untuk aku, Kamu pasti masih ingatkan?" Ucap Clara mengancam El.


"Kita ketemu besok sore dikantorku." Kata El, Mendengar itu Clara tersenyum. Ia yakin kali ini ia akan mendapatkan El.


"Oke baby the right choice." Sahut Luna manja. El langsung memutus sambungan telepon tanpa mengatakan hal apapun. Ia kembali mengingat kejadian 25 tahun silam, Saat ia berjanji pada Clara.


(25 tahun yang lalu)


Sebenarnya El bukanlah anak yatim piyatu, Ia memiliki sebuah keluarga. Bahkan keluarga besar, Namun ia sengaja pergi dari rumah meninggalkan semuanya. Ia tidak ingin hidupnya menjadi seperti ayahnya nya yang seorang bos mafia, Di usia 5 tahun pundak El sudah ditato dengan gambar elang yang hingga kini masih terlihat sangat jelas dan nampak. El anak laki-laki satu-satunya dikeluarga itu dan cepat atau lambat ia pasti akan menjadi pewaris menggantikan posisi ayahnya. Sejak kecil El memang sudah terlatih dalam seni bela diri bahkan ia sangat pandai mengayunkan sebatang samurai juga sangat terampil menarik pelatuk sebuah senjata api.


Kehidupan kejam seorang mafia, Bukan itu yang El inginkan. Ia tidak ingin menjadi pria berhati dingin seperti ayahnya. Itu yang membuat El memilih pergi meninggalkan semua yang ia miliki. Saat itu semua anggota geng mencari keberadaan El seperti sebuah kerajaan yang kehilangan pewaris tahta mereka mencari kesana dan kemari.


Saat itu El bersembunyi disebuah gubuk kecil dan reot dibawah jembatan, Ini lebih baik baginya daripada tinggal di rumah mewah seperti istana namun harus dibanjiri darah untuk mendapatkannya. El bertahan hidup semampunya, Hingga suatu hari ia bertemu Clara yang memang berasal dari panti asuhan......Clara lalu membawa El kepanti tempat ia tinggal, El kemudian tinggal ditempat itu. Tinggal disana bukan berarti kehidupan El berjalan mulus. Ia terus saja dibully oleh anak panti lain yang iri dengan kecerdasan otak El yang membuatnya selalu lebih unggul dari yang lain.


Padahal bukan hal yang sulit baginya jika ingin melawan, Toh dia memang sangat terlatih. Tapi ia tetap memilih diam merasakan pukulan-pukulan yang ia dapat karena bukan hanya El yang saat itu jadi sasaran tetapi juga Daniel.


Hingga suatu malam, Para pembully itu benar-benar melakukan hal yang sangat gila bagi El. Mereka mengikat tubuh Daniel disebuah pohon kayu mati. Lalu membakarnya sedikit demi sedikit semakin Daniel berteriak semakin kencang juga suara tawa mereka. El yang sudah tidak tahan lagi melihat semua itu langsung menghajar semua orang yang terlibat bahkan bos dari geng pengganggu itu.


El membawa Daniel keruang kesehatan dan melaporkan kejadian itu pada petugas panti......


Hal itulah yang membuat Daniel menempeli El sejak dulu hingga sekarang. Bahkan tato ditubuhnya adalah bekas luka bakar yang ia tutupi.


Clara jugalah orangnya yang memberikan keluarga baru untuk El. Keluarga yang menyayangi El lebih dari apapun, Keluarga yang membesarkan El dengan penuh cinta, Kasih sayang, Juga kelembutan. Ya......Clara memang banyak membantu El dalam kehidupannya, Itu yang menyebabkan El tidak bisa berbuat lebih jahat lagi pada Clara.


El kembali bergabung dengan yang lain, Ia duduk disebelah Luna sambil membawa Luna dalam pelukannya.


"Kalian berdua. Bisa gak, Gak terus-terusan nempel gitu? Luna sejak kapan kamu berhenti jadi pemalu?" Celetuk Dara yang sedikit emosi melihat kemesraan El dan Luna.


"Ke...Kenapa? Kita kan suami istri gak ada yang bisa ngelarang dong." Jawab Luna membuat El menahan senyuman nya berbeda dengan Dara yang wajahnya terlihat sangat cemberut.


"Namanya juga pengantin baru. Luna, Aku udah bilang sama El segera mungkin buatin aku ponakan kembar satu cewek satu cowok. Yang cowok harus ada mirip-miripnya sama aku, Ya paling gak mata atau hidung." Ucap Daniel santai sambil menaik turunkan alisnya membuat Luna tertawa.


"Gue gak ikhlas kalo sampai anak gue entar mirip sama lo." Sahut El membuat Daniel melihat kearahnya tajam.


"Ya Tuhan, Bisa gila gue disini. Bukan umur gue ikut campur sama mereka bertiga, Ini baru jam 7 sore dan mereka udah ngomongin anak." Kata Dara berdiri lalu pergi dari tempat itu meninggalkan Daniel, El dan Luna yang saat ini sedang melihat kearah Dara dan tertawa.


El melihat kearah istrinya yang duduk disampingnya lalu dengan sengaja didepan Daniel ia mencium bibir Luna, Luna sempat kaget namun tetap menerima ciuman hangat itu membuat Daniel menggelengkan kepalanya lalu pergi dari sana.


"Oke, Ini villa lo. Suka-suka lo mau ciuman dimana, Tapi gak didepan muka gue juga kali. Mereka yang ciuman kenapa gue yang malu." Ucap Daniel beranjak pergi.


Bersambung.......


***Jangan lupa dukungannya terus ya.


dan yang mau ngucapin happy new year bukan dikolom komentar cinta2 kuh. Kalian buka novel karya author nah di bawah tempat untuk vote ada papan iklan yang tulisannya "Kirim ucapan selamat untuk author." Langsung klik aja entar disana dikasih tau kok caranya.


Author gak minta kalian beli ebook ato apalah gitu.....Semua karya terbaik author kasih buat kalian kesayangan2 author, Bahkan kadang author begadang buat nge-up.....Author cm pgn semoga pembaca El dan Luna makin banyak, Moga makin rame dilapak author,. Dan banyak dukungan dari kalian..... 😘😘😘😘


Oh iya satu lagi....


Selamat hari natal untuk para readers yang merayakan 🌲☃️ smg tali silaturahmi sll terjalin baik walau kita berbeda 🤗***