
Seperti hari-hari biasa, El mengantarkan Zea pergi ke sekolahnya. Zea tidak suka jika ia harus berangkat bersama supir, Ia sangat senang jika El sendiri yang mengantarnya ke sekolah.
"Daddy, Kapan mau ngajarin Zea taekwondo? Dev......Ummmmm maksudnya bang Devan dan bang Davin udah diajarin sama om Rendy." Tanya Zea dengan polos saat diperjalanan.
"Emang kenapa sih Zea pengen belajar taekwondo? Zea kan cewek." Ucap El balik bertanya. El hanya ingin mendengar alasan putrinya itu karena mengajarkan bela diri pada anak bukanlah hal mudah, Takut jika si anak akan menyalah gunakan kelebihannya tersebut.
"Buat jaga diri seperti yang dibilang sama bigbos. Lagian kenapa kalo Zea cewek? Kan gak apa-apa belajar taekwondo. Kalo daddy gak mau ngajarin, Zea mau belajar sama om Kenan aja ya." Sahutnya membuat pilihan sendiri sambil tersenyum menatap wajah El.
"Emang om Ken bisa taekwondo?"
"Ya bisa lah, Om Kenan itu bisa ngelakuin semua hal." Jawab Zea yakin pada pujaan hatinya.
"Jadi om Kenan lebih baik dari daddy?"
"Ish daddy, Jangan suka jealous gitu dong sama om Kenan. Daddy pasti yang terbaik lah dari semuanya, Sama mommy juga. Tapi opa sama oma juga baik, Apalagi ayah sama bunda. Om Rendy juga sama baiknya, Bi Irah apalagi. Pokoknya semua baik, Zea sayang sama semuanya." El tertawa mendengar ocehan anak berumur 7 tahun itu, Entah karena pengaruh lingkungan dan perkembangan zaman atau kah memang otak si anak yang terlalu cerdas hingga terkadang El merasa bahwa anaknya itu sudah beranjak remaja.
"Ya udah entar weekend kita belajar sama-sama bang Davin dan bang Devan ya." Sahut El tersenyum sambil mengusap kepala Zea dengan lembut.
"Yes bos." Sahut Zea terlihat sangat senang.
***
Sesampainya disekolah Zea turun dari mobil setelah berpamitan. Dan setelah memastikan Zea masuk ke area sekolah El langsung pergi ke kantor. Zea berjalan menuju kelasnya sambil bernyanyi ceria.
"Bos, Itu anak cewek yang mukul gue kemaren pas gue palakin, Dia gak mau ngasih uangnya malah mukul gue di depan anak-anak." Ucap salah satu anak laki-laki yang berdiri sambil menunjuk kearah Zea.
"Itu? Anak sekecil itu lo takut? Kelas berapa sih dia?" Sahut anak laki-laki bertubuh paling besar diantara lainnya dan tentu ia adalah bos dari kelompok tersebut.
"Kelas dua, Dia emang kecil bos tapi bisa bela diri. Dia juga gak takut waktu gue ngancem mau mukul dia." Mendengar hal itu anak tadi makin marah pada Zea.
"Ayo kita kasih pelajaran. Paling juga baru di liatin aja dia udah nangis lari ke kelasnya." Mereka berlima lalu menghampiri Zea.
"Eh lo berenti!" Teriak anak laki-laki yang memiliki tubuh besar itu, Namanya Bintang dari kelas 4. Mereka berlima langsung mengelilingi Zea dan menghentikan langkah Zea.
"Eh lo kan yang kemaren mukul temen gue?!" Kata Bintang menunjuk wajah Zea. Namun sedikitpun tidak terlihat rasa takut diwajah cantiknya, Ia malah sangat santai berhadapan dengan para anak-anak itu.
"Siapa suruh minta uang sama aku?" Sahut Zea santai membuat Bintang merasa kesal.
"Eh gue peringatin sama lo ya, Kalo mau aman sekolah disini lo harus bayar tiap hari." Ancam Bintang beserta teman-temannya. Tidak dapat di bohongi, Walaupun mereka masih anak-anak hal ini memang sering terjadi dalam kehidupan realita. Dimana ada beberapa orang anak yang merasa lebih kuat dari yang lain dan hal itu di gunakan untuk menindas yang lemah serta lebih kecil.
Zea yang merasa dirinya tidak bersalah tidak ingin menanggapi anak-anak tersebut. Ia berniat meninggalkan dan tidak menghiraukan mereka semua. Namun Bintang malah menarik kuat tangan Zea hingga Zea jatuh kelantai dan mengakibatkan lututnya luka karena hentakan yang cukup kuat. Melihat hal itu Bintang beserta teman-temannya tertawa puas, Sebagian anak yang lain juga ramai melihat tontonan di pagi hari itu.
Walau ia merasa kakinya sakit Zea tidak ingin menangis apalagi di depan orang banyak. Zea berdiri dan saat itu juga ia menginjak kuat kaki Bintang hingga anak itu kesakitan. Merasa dipermalukan dihadapan anak-anak lain yang ada di sana, Bintang langsung melayangkan sebuah tinjuan di tepat mengincar wajah cantik Zea namun seseorang menahan tinjuan itu hingga tidak sampai mengenai wajah gadis kecil itu.
"Don't hit women! Kecuali kalo lo banci!" Ucap Devan yang baru saja datang bersama Davin.
"Zea kaki kamu luka, Kita ke ruang kesehatan yuk minta dokter sekolah untuk ngobatin kaki kamu. Van, Kita laporin aja ke guru BK biar mereka dihukum." Ajak Davin, Tapi itu semua tidak dihiraukan oleh adiknya.
"Minta maaf sekarang!" Ucap Devan datar, Sambil terus memegangi tangan besar milik Bintang.
"Will not! Sahut Bintang tidak ingin kalah dengan adik kelasnya. Bintang berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Devan namun Devan memegangnya sangat kuat hingga Bintang merasakan sakit di pergelangan tangannya.
"Van, Udah jangan berantem bentar lagi masuk kelas." Ucap Zea memegangi tangan Devan yang juga sedang menggenggam kuat tangan Bintang. Setelah Zea membujuknya Devan baru melepaskan tangannya, membuat Bintang terus memegangi pergelangan tangannya karena rasa sakit. Dan benar saja tidak lama bel pun berbunyi tanda kelas akan segera dimulai.
"Lo liat aja nanti, Gue bakal kasih perhitungan sama lo!" Ancam Bintang sebelum ia meninggalkan Devan, Davin dan Zea. Sebelum masuk ke kelas mereka berdua mengantarkan Zea ke ruang kesehatan.
Setelah Dokter mengobati luka di kedua lutut Zea, Mereka bertiga kembali ke kelas karena mereka memang satu kelas. Davin, Devan dan Zea hanya selisih beberapa bulan. Sebenarnya mereka bertiga seumuran, Namun tetap saja Zea lah yang paling muda diantara kedua pria kembar itu.
"Makasih ya bang udah bantuin aku. Ummmmmm Devan makasih juga udah bantuin aku." Ucap Zea saat Devan dan Davin membantunya duduk di kursi miliknya.
"Iya." Sahut Davin tersenyum berbeda dengan jawaban adiknya.
"Ini gak gratis." Kata Devan menyeringai. Membuat Zea menyesal mengucapkan terimakasih.
Tidak lama guru pun masuk ke dalam kelas, Pagi ini mereka belajar seni melukis sebagai pembuka pelajaran. Di Sekolah Dasar bertaraf internasional ini mereka di ajarkan banyak hal, Dari seni melukis, Menanam, Membuat guci atau gerabah, Dan masih banyak hal lain yang tidak di dapat disekolah umum.
"Tema kita hari ini melukis orang-orang yang kita sayang, Jadi kalian semua boleh melukis apapun itu entah kedua orang tua, Kakek, Nenek atau siapapun yang kalian sayangi. Dan setelah selesai kalian harus menjelaskan tentang apa yang kalian gambar, Siapa dan alasannya. Mengerti?"
"Baiklah silahkan untuk memulai pekerjaan kalian, Perhatikan coretan tangan dan warna yang akan digunakan." Ucap guru seni menggunakan bahasa Inggris karena peraturan yang dibuat oleh pihak sekolah yang mengharuskan bicara berbahasa Inggris saat disekolah kecuali hari jum'at dan sabtu mereka bisa menggunakan bahasa Indonesia. Anak-anak di kelas itupun langsung mengerjakan pekerjaan yang ditugaskan oleh guru mereka.
Zea mulai menggambar seekor singa jantan yang sedang tidur dipangkuan seorang wanita bersayap seperti seorang bidadari, Tentu itu menggambarkan sosok bigbos dan oma nya yang sudah meninggal serta Daddy dan mommy nya. Sedangkan Davin menggambar sosok kedua orangtuanya Dara dan juga Daniel. Namun berbeda dengan yang lain Devan malah menggambar seorang wanita dengan pakaian berwarna hitam dan ketat serta rambut panjang yang terurai bebas.
Setelah selesai mengerjakan tugas itu, Mereka bergantian satu persatu maju ke depan kelas untuk menjelaskan tokoh yang mereka lukis. Dan kini giliran Davin yang maju sesuai dengan absen kelas.
"Siapa kamu lukis?" Tanya Mr. Donna pada Davin.
"Ini adalah ayahku namanya Daniel dan wanita cantik yang berdiri disebelahnya adalah ibuku namanya Dara aku dan Devan biasa memanggilnya dengan sebutan bunda. Mereka berdua manusia biasa bukan super hero yang memiliki kekuatan untuk melawan penjahat. Tapi, Mereka jauh lebih hebat dari super hero. Lebih kuat dibanding super-man dan super-women. Hati mereka sangat baik dan mereka adalah malaikat nyata yang bisa aku lihat setiap saat." Ucap Davin menjelaskan isi lukisannya, Mrs. Donna serta anak-anak lain dikelas itu langsung bertepuk tangan dan Davin kembali ke mejanya.
Setelah Davin selanjutnya tentu saja Devan yang harus maju dan bercerita di depan kelas.
"Siapa dia? Apakah ibu mu?" Tanya Mrs, Donna heran melihat lukisan Devan yang terbilang berbeda dari anak-anak lainnya.
"Dia adalah black widow." Sahut Devan singkat membuat Davin menepuk jidatnya karena baru saja ia mengatakan jika tidak ada superhero yang lebih hebat dan kuat dibanding ayah dan ibu mereka namun si adik malah melukis sosok black widow yang nyatanya ia adalah salah satu superhero wanita.
"Black widow? Kenapa kamu melukisnya?" Tanya Mrs. Donna lagi.
"Entahlah, Mungkin karena aku menyukainya. Itu saja, Tidak ada alasan lain." Jawan Devan singkat padat dan jelas membuat Mrs. Donna hanya bisa tersenyum menanggapi sifat dingin dan datar Devan.
Setelah itu beberapa orang anak maju hingga giliran Zea yang paling terakhir yang kini harus maju ke depan kelas. Sama seperti lainnya, Mrs. Donna pun menanyakan hal yang sama pada Zea dan Zea pun mulai menceritakan maksud dari lukisannya.
"Singa ini adalah kakek ku yang biasa ku panggil bigbos dan wanita bersayap ini adalah nenek ku. Mereka berdua sudah berada di surga bersama orang-orang baik lain, Singa ini juga ayahku dan wanita bersayap ini juga ibuku. Bagiku merekalah duniaku." Jelas Zea, Anak-anak dan Mrs. Donna kembali bertepuk tangan...
Semua hasil karya mereka dikumpulkan untuk di beri bingkai lalu dibagikan kembali untuk dibawa pulang. Walaupun mereka semua baru kelas dua namun keterampilan tangan dan bakat mereka semua tidak bisa diragukan.
***
Saat istirahat, Zea dan Davin berada di dalam kelas sedangkan Devan keluar untuk membeli susu stroberi kesukaan Zea ke kantin. Karena kasian pada Zea yang kakinya sedang terluka ia berniat membelikan Zea.
Namun tidak disangka saat ingin kembali ke kelas Bintang dan juga teman-temannya kembali untuk balas dendam pada Devan. Mereka membawa paksa Devan menuju belakang sekolah, Tempat yang cukup sepi.
Mereka terus menerus memukul Devan tanpa henti dan kesal mendapatkan hal buruk itu terus menerus Devan akhirnya memakai kemampuan yang ia miliki yaitu bela diri. Dengan sangat mudah Devan memukuli kelima anak-anak itu tanpa ampun hingga wajah mereka babak belur.
"Lo liat entar, Gue bakalan suruh daddy gue buat ngeluarin lo dari sekolah ini." Ancam bintang berlari sambil menangis tidak terima atas kekalahannya. Sedangkan Devan, Ia pun mendapatkan sedikit luka lebam diwajahnya. Devan meraih kotak susu yang terjatuh dilantai lalu membawanya untuk Zea.
***
Saat ini Luna sedang berada di kantor El. Baru saja ia datang ke perusahaan milik suaminya untuk mengajak El ke Rumah Sakit.
"Kamu yakin mau program hamil?" Tanya El bertanya pada istrinya yang duduk manja di dalam pangkuan El.
"Iya, Lagian Zea juga udah besar." Sahut Luna yakin pada niatnya yang ingin mengikuti program hamil.
"Iya sih, Ya udah kalo gitu ayo kita ke Rumah Sakit." Mereka berdua pun langsung pergi ke Rumah Sakit.
Setibanya di Rumah Sakit El dan Luna langsung menemui Dokter kandungan yang dulu menangani Luna saat hamil Zea. Mereka banyak mengobrol tentang prosedur untuk mengikuti program kehamilan. Setelah itu Luna diperiksa oleh Dokter tersebut untuk mengetahui kondisi rahimnya.
El menunggu sekitar 20 sampai dengan 25 menit di ruangan bernuansa putih bersih itu, Lalu Luna kembali begitu juga dengan Dokter yang memeriksanya.
"Giman Dok hasilnya?" Tanya El penasaran, Ia memang berharap bisa secepatnya kembali mendapat momongan, Seorang bayi laki-laki untuk melengkapi keluarga kecilnya.
Dokter itu duduk lalu menarik nafas dalam sebelum mengatakan hasil pemeriksaan Luna membuat pasangan itu makin penasaran dan tidak sabaran.
Bersambung........
😁😁😁🙏 Bukan maksud hati untuk bikin penasaran juga kek Luna n El tapi karena author udah ngantuk sekali jadi ya di cut dulu ya....
Oh iya, Author juga mau ngasih tau karena sekarang anak-anak El dan Daniel udah mulai besar jadi kemungkinan peran mereka juga akan lebih aktif dalam tiap episode sm seperti sebuah keluarga gitu. Jadi harap maklum klo bakalan nemu episode2 versi mereka (Anak-anak El dan Daniel) karena ya memang mengikuti alur. Tapi tetap kok para hot daddy n hot mommy gak akan tinggal diam dan menyimak doang. Mereka tetap berperan penting sebagai si pemilik cerita.
Oh iya satu lagi, Karena saat ini lagi marak banget para plagiator yang ngejiplak hasil karya para author trs mereka share lewat akun sosmed mereka dan atas nama mereka, Author minta tolong banget jangan begitu ya. Kasian dong sama para author yang nulis berjam-jam menguras otak, Waktu dan tenaga terus hasilnya di jiplak gitu. Itu namanya gak berprikemanusiaan banget tau gak, Andai mereka tau nulis itu gak mudah mereka pasti gak akan ngelakuin hal memalukan itu untuk sekedar mendapatkan sebuah nama dan ketenaran di dalam suatu forum. Author sengaja nulis pesan ini duluan untuk jaga-jaga dan ini ditujukan KHUSUS untuk para PLAGIATOR.......
Nah sampai sini dulu ya para kesayangan author 😘😘😘😘 ...... Semoga kalian semua selalu diberi kesehatan dan keberuntungan dalam tiap langkah. Hidup itu memang gak se indah cerita dalam novel tapi hidup lebih nyaman ketika kita bisa selalu berbuat baik dan berguna untuk orang lain karena sudah pasti catatan itu disimpan langsung oleh pemilik kehidupan dan akan segera diberikan kebaikan yang lebih lagi. 🤲🤲🤗🤗🤗