
El dan Daniel saat ini sedang menuju ke Korea, Mereka akan menghadiri acara Seoul fashion yaitu acara fashion show yang diadakan tiap tahun dan kali ini El bersama Daniel diundang langsung untuk menghadiri acara besar tersebut karena tentu ini sangat menguntungkan antara kedua belah pihak. Baik itu untuk perusahaan El maupun untuk para model dan perusahaan brand. Mereka berdua pergi selama 3 hari, Dan itu artinya selama 3 hari mereka tidak akan bertemu dengan keluarga kecil mereka.
"Belum juga sampe ke korea gue udah kangen sama anak-anak dan istri gue." Kata Daniel yang saat ini mereka sedang didalam pesawat.
"Apalagi gue, Rasanya sedih banget ninggalin kedua wanita gue." Sahut El, Mereka berdua benar-benar kehilangan semangat saat ini. Maklum lah semenjak menikah baru kali ini mereka berpisah dalam waktu yang cukup lama dan jarak yang sangat jauh.
Daniel mengeluarkan buku catatan miliknya lalu membukanya, Melihat lembaran yang dilipat khusus oleh Dara dan hanya boleh dibuka saat ia berada didalam pesawat.
"I......Ini apaan coba?" Kata Daniel sedikit nyaring membuat sebagian orang melihat kearahnya termasuk Daniel.
"Apaan sih lo malu-maluin gue aja." Kata El menegur Daniel.
"Ini dari Dara, Katanya gue baru boleh buka kalo gue udah dipesawat."
"Ya terus?"
"Lo liat sendiri deh, Pusing duluan gue habis baca semua daftar pesanan dia." Kata Daniel memberikan buku catatan itu pada El. El meraihnya dan mulai membacanya.
"Kenapa? Biasa aja tuh, Dia cuma minta beliin kosmetik dan beberapa oleh-oleh doang." Kata El menaruh buku itu.
"Kalo kosmetik gue gak masalah pak Elang, Masalahnya itu ada di nomer 25 sampai akhir." Kata Daniel lagi menyuruh El lebih teliti. El mengerucutkan alisnya dan kembali melihat isi catatan itu.
-Album original terbaru Super Junior.
-Tanda tangan anggota Super Junior.
-Video ucapan dari Lee Donghae dan Choi Siwon.
-Aksesoris yang dipakai member Super Junior.
Sontak El tertawa terbahak namun tanpa suara, Walau ia merasa sangat ingin mengakak nyaring ia tetap berusaha menjaga image nya sebagai orang yang terhormat dan disegani.
"Ketawa aja terus sampai muntah, Biar dikira orang lo mabok naik pesawat!" Kata Daniel kesal karena El nyata dan jelas menertawakannya.
"Ya gak gitu, Kagum aja sama permintaan Dara. Hebat emang dia, Tau bakal banyak artis yang datang kesana. Untung bini gue gak aneh-aneh mintanya. Cukup dengan gue cepat pulang dengan selamat dan sehat, Ahhhh Perfect Wife emang." Kata El mulai memanasi Daniel membuat Daniel makin meradang.
"Yang gue gak habis pikir kok bisa dia nyuruh gue buat minta aksesoris yang dipake sama tuh orang-orang. Salah-salah gue dikira rampok entar ya Lord kenapa bini gue jadi gitu sih? Perasaan gue gak pernah sedikitpun ngurangi rasa cinta sayang dan perhatian gue ke dia, Tapi kok dia segitu gilanya sama cowok-cowok yang suka joget-joget begini? Lo pikir dong. Yang ngasih duit belanja gue, Yang ngasih anu juga juga, Yang menuhi semua keinginan ya gue juga gak pernah tuh dia sampe segini nya sama gue. Gak pernah juga dia pengen pakai baju-baju gue, Dia gak sadar atau lupa sih kalo suaminya ini lebih ganteng, Lebih keren dari pada cowok-cowok ini apa tuh tadi namanya super-super...."
"Super Junior." Sambung El membenarkan ucapan Daniel.
"Nah itu maksud gue. Zayn malik aja 11-12 sama gue, Sayang nya dia jadi artis dan gue jadi pengusaha. Kalo gue jadi artis ya gue bakal lebih terkenal lah." Sambung Daniel, Entah ia sedang merasa kesal atau sedang memuji dirinya sendiri saat ini.
"Ya gak apa-apa lah, Namanya juga nge-fans. Lo aja nge-fans sama Kylie Jenner dia gak sibuk. Padahal nyata banget lo kagum sama cewek lain gak rusuh tuh si Dara. Turutin aja, Buktiin dong kalo lo cinta sama dia." Sahut El memberi solusi yang 100% tidak disetujui oleh Daniel.
"Ya gue nge-fans dalam batas wajar, Gak maniak gini." Balas Daniel membela diri.
"Itu namanya bukan maniak, Tapi K-pop lovers." Jelas El membuat dahi Daniel mengerut.
"Lo juga suka?" Tanya Daniel yang langsung ditampik oleh El.
"Ya gak lah! Sinting lo berani nanya gitu ke gue. Gue tau dari Luna, Dia seneng banget nonton drama-drama korea gitu. Kadang juga gue nemenin dia nonton, Gue kasih tau ya kalo lo cinta sama dia lo juga harus bisa berbaur sama hal-hal yang dia suka. Lo harus bisa nerima apapun yang dia sukai, Dan terkadang lo harus ikut dalam kesukaan nya itu. Jadi lo bisa menghargai dia dari hal paling kecil yang kadang dianggap gak penting. Serius dengan cara se simple itu doang, Bisa bikin dia seneng banget loh."
"Ya.....Ya gue tau itu, Tapi masa ia gue harus melorotin aksesorisnya orang di negeri orang pula. Muka gue sebagai seorang manager Diamond Group mau ditaro dimana coba? Selama ini kurang apa sih pengabdian gue buat dia? Apa mau dia gue ikutin, Apa yang dia minta gue kasih kurang apa coba? Gue sampai rela antri selama 2 jam cuma untuk dapatin es krim yang lagi nge-hits padahal rasa es krimnya sama aja bahan pembuatannya juga sama dari susu dan buah, Coba kasih tau gue kurang apa lagi gue sebagai suami?" Kata Daniel panjang lebar yang merasa ingin menangis karena permintaan aneh istrinya itu.
"Sabar, Mending lo cari tau dulu siapa Super Junior biar entar gak salah orang. Inget ya, Lo partner gue jangan sampai bikin gue malu!" Kata El memperingati Daniel, Daniel hanya bisa menghela nafas pasrah tidak tau harus mengatakan apa lagi.
Daniel kembali membuka buku itu untuk mencari tau mendetail tentang semua oleh-oleh yang dititipi istrinya termasuk siapa Super Junior dan bagaimana wajah-wajah member.
"Haahahaha El, Mampus lo rasain lo." Kata Daniel yang langsung kegirangan membuat El heran.
"Nih liat note paling bawah." Suruh Daniel, El yang bingung langsung meraih buku itu dan melihatnya. Seketika matanya melotot tidak percaya dengan apa yang ia baca di sisi pojok buku itu.
(By : Dara & Luna )
"Itu tandanya ini bukan cuma keinginan Dara doang tapi Luna juga mengharapkan." Ucap Daniel tertawa puas sedangkan El hanya bisa memejamkan matanya berusaha menenangkan diri.
"Sabar, Lo harus bisa terima hobi istri lo dengan senang hati." Tambah Daniel mengolok, Kini ia merasa sangat lega karena itu tandanya Daniel tidak berusaha sendirian untuk mendapatkan hal-hal aneh yang di inginkan istrinya.
"Berisik lo!" Jawab El ketus, Ia lalu menutup wajahnya dengan majalah dan langsung tidur meninggalkan Daniel dengan segala kegilaan nya.
***
Setelah selamat mendarat El dan Daniel langsung menuju hotel yang sudah disediakan untuk mereka berdua.
Dan sesampainya di hotel Daniel langsung menghubungi Dara untuk sekedar bertanya tentang catatan nya itu.
"Udah sampai ya ay? Kangen tau, Belum juga sehari kamu pergi." Kata Dara manja membuat hati Daniel meleleh saat itu juga.
"Sama, Aku juga kangen banget sama kamu sama anak-anak. Sabar ya untuk 3 hari ke depan nya, Begitu acara selesai aku langsung pulang." Sahutnya hanyut dalam rasa, Lupa dengan tujuan nya menelepon Dara untuk apa.
"Kamu baik-baik disana ya, Jangan sampai sakit. Jangan terlalu banyak minum, Dan hal yang paling penting jangan ngelirikin cewek-cewek disana."
"Iya cinta, Gak mungkinlah aku ngelirik cewek lain sementara aku udah punya seorang bidadari." Sahut Daniel membuat pipi Dara memerah, Daniel memang bukan seorang playboy lagi saat ini tapi bakat alam yang ia miliki yaitu merayu wanita tidak pernah hilang atau berkurang.
"Ya udah kamu istirahat dulu, Pasti capek kan kurang lebih 7 jam di pesawat."
"Iya udah hati-hati dirumah ya sayang, Titip kissue buat anak-anak." Setelah itu Daniel mematikan sambungan telepon nya dan berjalan santai menuju kamar, Sedangkan El sedang melakukan video call ria dengan Luna dan juga Zea dikamarnya.
"Anak Daddy yang pintar ya sama mommy. Entar Daddy bawain mainan yang banyak buat Zea."
"Iya Daddy, Daddy disana hati-hati ya jaga kesehatan. Jangan terlalu capek kerja dan jangan sampai telat makan." Sahut Luna tersenyum manis sambil menggendong Zea, Membuat hati El berdegup kencang. Walaupun sudah lama menikah Luna selalu bisa membuat hati El berdegup kencang seperti orang yang baru berpacaran.
"Ummmmm......Sayang, Kamu jangan marah ya apapun mau kamu abang selalu usahain tapi boleh abang tanya?" Ucapan El membuat Luna mengernyit.
"Ummmmm jaga diri kamu baik-baik ya selama gak ada abang. Kalo ada apa-apa langsung hubungi abang." Kata El, Padahal sangat nyata dan jelas bukan itu yang ingin ia katakan.
"Yes honey.....Ya udah kalo gitu Zea juga kek nya udah ngantuk nih Daddy mau bobo dulu."
"Ya udah mimpi yang indah anak Daddy....." Sambungan telepon pun dimatikan. El memonyongkan bibirnya, Padahal hanya tinggal sedikit ia berhasil menanyakan tentang catatan Dara tapi lagi-lagi ia tidak tega dan lidahnya serasa kaku untuk bertanya.
Tidak lama terdengar ketukan pintu dikamar El, El tau siapa orang yang ada diluar sana. Ia menutup laptopnya dan segera membukakan pintu untuk Daniel.
"Lo udah ngomong sama Luna tentang si super-super itu?" Tanya Daniel yang langsung menyelonong masuk kedalam kamar El.
"Lon sendiri? Tanya El balik.
"Gue lupa. Tadinya udah niat banget mau protes masalah itu ke Dara, Tapi pas angkat telepon gue Dara malah manja banget ya gue luluh, Gue lupain semua termasuk masalah si super-super."
"Lo terlalu dramatis banget tau gak jadi laki-laki. Masa cuma dimanja-manjain gitu doang lo lupain semua? Gak kompeten itu namanya." Kata El mengomentari Daniel yang saat itu sedang duduk di sofa.
"Lah terus lo?" El langsung diam kesana-kemari tidak menjawab pertanyaan Daniel.
"Wooooiii gue tanya lo sendiri gimana?" Kata Daniel lebih nyaring agar El tidak ada alasan jika ia tidak mendengar pertanyaan Daniel.
"Gue..... Gue ya video call Luna barusan." Sahut El mulai menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak merasa gatal.
"Ya terus lo tanya gak sama Luna tentang yang kita ributin sekarang Elang Edgar?" Ucap Daniel sabar mengulang pertanyaan nya.
"Gue......Gue gak tega mau tanya ke Luna. Apalagi pas ngeliat senyum manis dia, Hati gue berasa seneng banget masa iya gue tega tanyain hal itu ke dia? Entar dia ngerasa gue terbebani sama hal itu."
"Innalillahi wa innaillaihirojiun Elang Edgar Wirayudha Leondra lo barusan bilangan gue dramatis dan gak kompeten terus lo apa namanya huh? Lo apa gak lebih lembek dari gue? Ini nih tipe orang yang cuma pintar menilai orang lain tapi menilai dirinya sendiri bego." Kata Daniel yang benar-benar tidak tau lagi harus mengatakan apa lagi pada sahabatnya itu.
"Ya udah lah kita lupain aja masalah super itu. Kali aja entar mereka mau kita ajak kerja sama diperusahaan. Anggap aja kita lagi menyelam sambil minum air. Kalo mereka setuju untuk jadi model majalah kita, Kita bakal untung banyak, Ngeliat mereka bukan artis setahun dua tahun." Kata El menyudahi tentang permintaan para istri mereka.
"Iya juga sih, Syukur lah lo bisa pakai kekuasaan lo untuk hal positif gak cuma nindas gue dong."
"Yang paling banyak nindas itu lo, Anak buah gak tau diri bosnya disumpah-sumpahin! Syukur otak lo ada manfaatnya buat perusahaan gue. Kalo gak ada udah gue tentang dari dulu."
"Astagfirullah ikhwan.....Omongan lo kek mie samyang pedes panas." Kata Daniel mengusap dadanya.
"Keluar sana lo, Gue ngantuk+capek mau istirahat dulu. Jam 7 malam ada janji sama Mr.Lee untuk makan malam, Lo ikutan gak? Kalo mau ikutan jangan malu-malu in gue." Kata El menyuruh Daniel angkat kaki dari kamarnya.
"Gue mau santai sebelum acara besok, Besok dan besoknya. Jadi cukup lo yang ngewakilin." Sahut Daniel pergi dari kamar El.
***
El yang memang sudah diundang oleh pihak penyelenggara dan merupakan salah satu tamu kehormatan di acara besar itu.
"Yang mana grup super-super?" Tanya Daniel berbisik ditelinga El.
"Mana gue tau, Tamu yang hadir bejibun gini."
"Payah lo!" Celetuk Daniel.
"Tuan El, Saya harap setelah ini kita bisa melakukan kerja sama yang baik dan saling menguntungkan." Kata Mr. Lee menggunakan bahasa inggris.
"Tentu Mr.Lee, Saya juga berharap perusahaan kita bisa menjalin kerja sama yang baik. Boleh kah saya bertanya? Apa anda tau tentang super junior dan berada di agensi apakah mereka?" Tanya El mulai membahas masalah yang belum juga selesai.
"Super junior? Mereka berada di agensi kami. Dan mereka juga hadir diacara ini." Seperti mendapatkan bulan yang jatuh tepat kepangkuan nya El tidak perlu bersusah payah mencari semua pesanan istri nya karena sudah ada didepan mata. Daniel yang sejak tadi diam dan menyimak langsung tersenyum sumringah mendengarnya.
"Oh benar kah? Bisakah saya bertemu mereka? Istri dan adik perempuan saya sangat menyukai mereka. Bahkan saya berencana untuk menjadikan mereka sebagai cover majalah model yang akan terbit tahun depan."
"Oh, Ternyata kita memang ditakdirkan untuk bekerjasama. Setelah selesai acara saya akan meminta mereka untuk bertemu langsung dengan anda." Sahut Mr. Lee sambil tertawa.
"Hebat lo El, Gue akui lo emang bener-bener perfect.....Ah gak sia-sia lo jadi bos gue, Lo emang paling bisa diandelin." Kata Daniel mengacungkan kedua jempolnya pada El. El hanya tersenyum kearah Daniel, Mereka lalu menikmati acara yang berlangsung.
***
Setelah acara itu selesai, Sesuai perbincangan El dan Mr. Lee beberapa anggota Super Junior datang untuk menyapa El. Dan kini El, Daniel, Juga Mr. Lee sedang menunggu mereka.
"Penasaran gue seganteng apa sih mereka sampai-sampai bikin bini gue lupa diri." Celetuk Daniel sambil membenarkan dasinya. Ia yakin bahwa idola istrinya itu jauh dibawah nya hanya karena mereka idol makanya Dara menggilai mereka.
Tidak lama beberapa orang pria berjalan menuju meja El, Daniel dan Mr. Lee.
"Itu mereka." Kata Mr.Lee menunjuk kearah delapan pria yang benar-benar membuat El dan Daniel tercengang.
"El, Mereka itu ganteng atau cantik? Sumpah kulitnya lebih kinclong dibanding kulit bini gue. Kok bisa glowing gitu kek di iklan-iklan kosmetik." Kata Daniel yang masih menatap kedelapan pria tampan itu.
"Fix kita emang gak ada apa-apanya." Sahut El pelan.
"Selamat malam, Maaf lama menunggu. Kami Super Junior, Senang bertemu dengan anda Mr. El dan Mr. Daniel." Ucap salah seorang anggota boy band k-pop tersebut.
"*Perkenalkan, Saya Leeteuk sebagai Leader."
"Saya Eunhyuk"
"Saya Shindong"
"Saya Yesung"
"Saya Cho Kyuhyun"
"Saya Ryoewook"
"Saya Lee Donghae"
"Dan saya Choi Siwon*."
Kata semua idol grup itu membuat Daniel dan El bingung membedakan nya karena menurut mereka berdua, Semua pria yang ada didepan nya saat ini terlihat sama.
"Oh ya, Salam kenal kembali. Saya Elang dan ini Daniel, Silahkan duduk." Kata El berusaha bersikap wajar didepan para idola istrinya.
"Ummmm......Maaf saya lupa, Yang mana diantara kalian yang bernama Lee donghae dan Choi Siwon. Ah kalian semua memiliki wajah yang tampan hingga membuat saya bingung." Kata Daniel sontak mereka tertawa mendengar hal itu.
"Saya Choi Siwon dan ini Lee Donghae." Sahut pria bertubuh kekar, Dan kalau dilihat sekilas sangat mirip dengan El pikir Daniel.
"Oh, Pantas saja istri kami berdua sangat tergila-gila pada kalian, Kalian memang benar-benar sangat keren." Puji Daniel, Padahal jika tidak menginginkan sesuatu dari mereka ia tidak akan mau memuji pria lain selain dirinya sendiri.
Para member itupun tertawa termasuk Mr. Lee dan El. Sebenarnya kedua pria beristri ini memiliki pemikiran yang sama saat ini, Sungguh mereka merasa sangat kesal ketika istri-istri mereka mengagumi pria lain yang bahkan mereka tidak tau para pria ini masuk kategori tampan atau cantik sangking terlihat menawan nya.
"Benarkah? Ah andai saja istri kalian berada disini, Kami akan merasa sangat senang." Sahut member lain yang bernama Leeteuk si pemimpin grup.
"Kalopun istri gue ikut kesini, Bakalan gue kurung dia dikamar biar gak ketemu langsung sama kalian." Gerutu Daniel pelan hanya El yang mendengar ucapannya.
"Tentu mereka sangat senang. Mereka bahkan meminta kami untuk meminta aksesoris yang kalian pakai. Bukan kah itu sangat konyol?" Sambung Daniel sambil tertawa, Anggap saja saat ini ia sedang basa-basi dan melakukan negosiasi.
Dan begitulah selanjutnya, Satu persatu keinginan Luna dan Dara dipenuhi oleh El dan Daniel. Mereka juga membicarakan kerja sama antara perusahaan majalah El dan perusahaan agensi Super Junior yang di pimpin oleh Mr. Lee.
"Ah.... Akhirnya kelar juga permintaan para ibu suri. Pulang nanti gue mesti dapat balasan yang setimpal sama semua usaha gue." Kata Daniel yang kini berada dikamar El. Setelah selesai dengan semua urusan mereka langsung kembali ke ke kamar.
"Semua usaha lo? Look in the mirror! Atau lebih gampangnya NGACA! Bisa sesantai itu lo bilang itu semua usaha lo?" Bantah Daniel yang sedang asik bermain video game.
"Sekarang gue tanya siapa yang minta-minta kek gembel tadi disana? Sampai-sampai gue ngelepas sendiri kalungnya siapa tadi tuh Lee Donge."
"Lee Donghae. Ya tapi tetap aja kalo bukan karena gue, Lo gak bakal ketemu sama mereka. Disini peran gue yang paling penting dan gue yang lebih banyak berusaha." Sahut El tidak terima dengan pernyataan Daniel.
"Gak urus! Gak ada gue gak bakal lo dapat ini semua. Tapi gue kok masih gak terima ya istri gue ngefans sama mereka? Kalo cuma satu gak apa-apa lah ini 8 cowok sekaligus itu juga katanya anggota mereka belum full membernya yang datang. Gue ngerasa jadi tersaingi, Padahal kalo di liat-liat tuh si Donge rada mirip gue." Membuat El menghentikan aktifitasnya lalu melihat kearah Daniel dengan seksama.
"Mirip dari segi apa? Dan ngeliat mirip dari ujung mana? Lo kek nya masih dalam pengaruh jet lag deh makanya halusinasi lo menggila." Sahut El sambil menegak minuman soda miliknya.
"Serah lo mau ngomong apaan, Gue capek mau tidur." Katanya merebahkan diri di ranjang king size milik El.
"Lo balik sana ke kamar lo sendiri! Ngapain lo tidur dikamar gue?" Kata El tidak terima melihat Daniel merebahkan tubuhnya ditempat tidur El.
"El, Gue tidur disini ya. Semenjak nikah gue udah gak terbiasa tidur sendirian." Kata Daniel tetap memejamkan mata dan malah saat ini ia menggulung tubuhnya di dalam selimut karena saat ini di tempat itu sedang musim panas yang berarti jika malam hawa dingin akan meningkat sangat tinggi.
"BIG NO!" Kata El mulai mengusir Daniel dari tempat tidurnya.
Sedang sibuk mempertahankan tempat mereka masing-masing, Bel kamar El berbunyi. El melihat kearah layar bel disana ada dua orang gadis dengan pakaian super duper extra seksi membuat El mengerucutkan dahinya.
Penasaran dengan tamu yang menunggu didepan pintu kamar El, Daniel beranjak dari tempat tidur dan menghampiri El untuk melihat siapa yang datang.
"Siapa?" Kata Daniel menanyai El, El hanya mengangkat kedua bahunya lalu Daniel membuka pintu kamar El.
Saat pintu kamar terbuka disana sudah berdiri dua orang gadis cantik, Manis, Mulus, Seksi dan bahkan sangat seksi dengan mengenakan pakaian yang benar-benar sangat minim bahkan sangking seksinya belahan dada mereka terlihat sangat jelas membuat Daniel menelan ludahnya secara tidak sadar.
"Ada yang bisa kami bantu?" Tanya El dalam bahasa inggris. Ia masih berpikiran waras tidak tergoda sama sekali.
"Apa kalian membutuhkan teman untuk minum? Kami yakin kalian tidak terbiasa dengan hawa dingin musim panas dinegara kami." Ucap salah satu gadis berambut panjang dan pirang itu. El hanya tersenyum melihat kearah lain, Ia memang tidak ingin melihat kearah para gadis itu karena ia seorang laki-laki dewasa tentu hal itu memang sangat memancing nafsunya ditambah lagi dengan hawa dingin di kota ini bukan kah ini sangat mendukung.
"Ta......Tapi kami ti.....Tidak minum." Jawab Daniel putus nyambung, Entah apa yang sedang ia pikirkan saat ini tapi mata Daniel terfokus pada belahan itu membuat El menarik nafas panjang melihat sahabatnya itu.
"Maaf kami sudah memiliki istri dan tidak ingin minum malam ini." Tolak El tegas, Tapi dua gadis itu tetap memaksa bahkan bertingkah manja didepan El dan Daniel. Melihat hal itu membuat Daniel makin tercengang dan terpaku, El yang sadar saat melihat Daniel langsung menjentikan jari didepan mata Daniel membuat Daniel tersadar dan menghentikan aktifitasnya.
"Ingat anak istri lo dirumah." Kata El, Sontak Daniel sadar dan menyesali perbuatan nya.
"Khilaf gue, Emang yang namanya setan ini bener-bener setan. Maafin ayah ya Devan Davin....Maafin ayah ya bunda...." Kata Daniel melangkah masuk kembali ketempat tidur tidak lagi menghiraukan dua gadis tadi.
"Maaf, Kami sangat lelah dan ingin segera beristirahat." Kata El, Lalu ia menutup pintu kamar tanpa permisi dengan kedua gadis tadi membuat dua gadis itu menyumpahi El dan Daniel.
"Bisa-bisanya ya lo masih tergoda sama perempuan begitu." Kata El sedikit kesal karena tingkah Daniel barusan.
"Ya gue khilaf, Buka pintu langsung ngeliat belahannya didepan muka gimana gak langsung ngefly coba. Emang lo gak terpengaruh liat mereka?" Kata Daniel menanyai sahabatnya yang kembali bermain video game.
"Bohong kalo gue gak terpengaruh ngeliat mereka karena gue cowok dewasa dan normal. Makanya gue gak mau ngeliat mereka, Bukan karena gue takut tergoda tapi karena mata, Hati, Otak dan badan gue cuma untuk istri gue dan milik istri gue. Cowok mana sih yang gak tergoda ngeliat mereka, Termasuk gue. Tapi wajah istri gue lebih cantik dari mereka, Suara istri gue lebih lembut dibanding mereka dan nyata istri gue lebih berkelas dibanding mereka. Saat gue udah memiliki wanita sempurna kek Luna untuk apa wanita lain." Sahut El, Ucapan El benar-benar membuat Daniel merasa malu saat ini ia merasa sudah gagal menjadi seorang suami yang baik untuk Dara dan ayah yang baik untuk kedua putra kembarnya.
"Untung ada lo, Kalo gak gue gak tau bakalan gimana barusan." Ucap Daniel pelan merasa ia bersalah pada Dara dan anak-anaknya.
"Gue benci bilang ini, Lo boleh tidur dikamar gue tapi lo tidur di sofa." Kata El lalu melanjutkan aktifitasnya dan Daniel hanya diam tidak banyak bicara ia membawa bantal dan selimut ke sofa lalu menenggelamkan diri kedalam selimut merenungi kesalahan nya.
Bersambung......
🤭🤭🤣🤣🤣 Gak tau kenapa author tetiba pengen aja gitu bikin eps khusus Daniel dan El... Keknya seru gitu loh kalo mereka berdu lagi sama2.....
Minta Vote dong, Vote nya sepi bgt loh skg 😔😔😔😔