
Hari yang ditunggu-tunggu oleh El dan Luna pun tiba. Hari kepulangan Calla dari rumah sakit, Dengan semangat El, Luna serta Zea menjemput bayi mungil dan tampan itu.
Setelah menyelesaikan semua prosedur rumah sakit, El menghampiri Luna yang sudah menggendong Calla dalam pelukannya. Bayi tampan dengan wajah lucu serta kulit putih bersih terlihat sangat mirip dengan wajah Luna.
"Udah?" Tanya Luna tidak sabaran ingin segera membawa bayi laki-lakinya itu pulang kerumah mereka. El mengangguk sambil tersenyum lalu menggendong anak perempuannya.
"Ayo kita pulang." Kata El tersenyum bahagia, Begitu juga dengan Luna dan Zea. Kini serasa lengkap sudah kebahagian yang El dapatkan, Kebahagian yang tidak tertandingi oleh apapun yaitu keluarga yang hangat dan bahagia.
***
Dua hari sudah Eriska dirawat dirumah sakit keadaannya juga tidak membaik malah berangsur memburuk sedangkan Kenan masih juga belum tau keadaan Eriska yang sebenarnya. Eriska memilih untuk tetap menyembunyikan semua itu dari Kenan, Saat ini ia hanya ingin menikmati kisah percintaannya dengan pria itu.
"Ris, Kamu gak istirahat nak?" Tanya bu Tiwi saat masuk kedalam ruangan Eriska.
"Riska bosen bu istirahat terus." Kata Eriska tersenyum manis seolah tidak terjadi apa-apa dengan dirinya. Wanita paruh baya itu duduk di ranjang Eriska sambil mengusap lembut rambut panjang putrinya itu.
"Ibu kenapa? Kok sedih gitu sih?" Kata Eriska menatapi wajah ibunya yang terlihat seperti ingin menangis.
"Kamu masih terlihat cantik sama seperti dulu saat kamu masih kecil." Kata ibunya memaksa tersenyum bicara pada Eriska. Mendengar hal itu Eriska tertawa, Bibirnya pucat begitu juga dengan wajahnya lingkaran matanya terlihat dari kedua matanya ditambah dengan tatapan sayu. Siapapun yang melihat wajah Eriska saat ini mereka pasti tau jika wanita itu sedang sakit keras.
"Bu, Riska bisa minta tolong gak?" Tanya Eriska menarik tangan ibunya.
"Apa yang bisa ibu lakukan untuk kamu, Pasti ibu lakukan." Jawab bu Tiwi tersenyum.
"Kalo entar terjadi sesuatu sama Riska, Tolong kasih hp ini ke Kenan. Selain milik Ken, Disana juga ada beberapa pesan yang udah Riska buat untuk Ken." Katanya sambil meletakan hp pemberian Ken ke tangan ibunya.
"Apa maksud kamu? Kenapa ngomong gitu? Kamu akan sembuh dan sehat seperti sediakala." Ucap bu Tiwi sedikit nyaring bicara pada anak satu-satunya itu. Air mata yang sejak tadi ia tahan airnya jatuh tidak terkendali wanita paruh baya itu tertunduk lesu. Melihat hal itu Eriska ikut menangis, Ia memeluk tubuh wanita yang ia panggil ibu. Terasa sangat menyakitkan memang, Tapi tapi inilah takdir yang dituliskan Tuhan untuknya.
***
Saat ini Rendy sedang berjalan menuju ruangan Daniel. Ini pertemuan pertama setelah kejadian malam itu di rumah El.
Rendy menarik nafas dalam sebelum masuk kedalam ruangan adik iparnya itu. Sebenarnya ia tidal perlu merasa seperti ini tapi entah kenapa rasanya ia perlu lebih banyak oksigen saat ini.
"Oke, Gue cuma perlu bersikap santai dan wajar kek biasanya. Tapi kok deg-degan gini sih bangke!" Kata Rendy yang masih betah berdiri didepan ruangan Daniel. Baru saja Rendy memegang gagang pintu namun pintu lebih dulu terbuka membuat Rendy kaget bukan main.
"Bang, Ngapain lo bediri disini?" Tanya Daniel menatap Rendy dengan heran.
"Gu.....Gue baru mau masuk, Lo keburu buka pintu bikin gue kaget." Katanya membuang malu berusaha tetap tenang agar tidak terlihat gugup.
"Oh, Tapi gue mau ke cafe dulu makan siang. Lapar udah lewat jam makan siang gue, Kita ngobrol di cafe aja sekalian." Ajak Daniel, Rendy mengangguk dan mereka berdua pergi ke cafe langganan Daniel dan El.
Sesampainya di cafe mereka berdua langsung memesan makanan.
"Ada apa?" Tanya Daniel pura-pura tidak tau maksud kedatangan Rendy menemuinya.
"Akting lo jelek, Jadi jangan pura-pura gak tau." Kata Rendy mulai bicara santai. Mendengar hal itu Daniel tersenyum pada kakak iparnya itu.
"Ya masa gue langsung to the point? Bukan cara gue begitu." Jawab Daniel santai, Ia memang tidak merasa ada masalah dengan Rendy. Kejadian malam itu ia bisa maklum tapi tidak dengan istrinya yang sampai saat ini masih merasa kesal dan marah pada Rendy.
"Maafin gue tentang malam itu. Gue tau gue salah, Apalagi sama Dara." Ucap Rendy mendadak serius, Membuat Daniel juga ikut serius.
"Gue gak ada masalah sama sekali bang, Kaget sih emang waktu lo gitu ke Dara. Tapi gue ngerti posisi lo saat itu, Disini gue yang merasa gak enak sama lo." Kata Daniel merasa bersalah karena awal masalah memang dari Daniel.
"Bukan salah lo, Jessy nya aja yang......- Udah lah, Intinya gue salah banget sama Dara dan gue tau Dara pasti marah banget sama gue." Sahut Rendy menyesal akan perbuatannya.
"Devan juga." Tambah Daniel sontak Rendy kaget melihat kearah Daniel.
"Iya, Awalnya gue juga kaget sama kek lo pas sarapan dia bilang Devan benci sama om Rendy. Gue pikir, Anak gue diem-diem gitu kok ngerti sih masalah orangtua."
"Bakalan minta maaf sama dua orang dong gue dan parahnya mereka berdua punya sifat yang sama." Kata Rendy menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi. Daniel tertawa mendengar hal itu sambil menegak minuman yang baru datang.
"Tapi serius bang, Gue bener-bener minta maaf atas semua kejadian ini. Sumpah gue udah jelasin semua ke Jessy dan dia juga tau posisi gue." Kata Daniel menjelaskan, Ia benar-benar masih merasa tidak enak pada Rendy karena secara tidak langsung ia merasa seperti menjadi orang ketiga dalam hubungan Rendy dan Jessy.
"Gue udah denger semuanya dari El dan Ken. Sekecil apapun gue gak nyalahin lo, Gue tau lo gimana orangnya. Jadi berenti untuk menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi, Disini gue yang salah karena lebih percaya cewek gila itu dibanding ade gue sendiri dan akhirnya apa coba? Dia marah banget pasti sama gue." Kata Rendy memasang wajah sedih.
"Kerumah aja, Kita omongin baik-baik." Kata Daniel sambil menyantap makan siangnya karena perutnya memang sudah terasa sangat lapar.
"Gue takut." Jawab Rendy singkat membuat Daniel berhenti mengunyah.
"Takut apa?"
"Takut kalo Dara gak mau maafin gue."
"Ya lo nya aja belom nyoba udah ngomong gitu duluan." Protes Daniel bernada tegas membuat Rendy terpekik.
"Kok galakan lo?!" Protes Rendy meninggikan suara membuat Daniel seketika tertunduk sambil tersenyum.
"Maaf hehehehe, Bawaan lapar jadi suka khilaf." Kata Daniel cengengesan sambil memasukan makanan kedalam mulutnya.
"Maksud gue, Buruan diselesein jangan sampai dibiarin berlarut-larut." Tambah Daniel lagi, Rendy mengangguk paham akan maksud Daniel hanya saja ini pertama kalinya Rendy dan Dara bertengkar jadi wajar jika ia merasa seperti saat ini.
"Gue akan coba secepat mungkin nyelesein masalah ini."
"Dara emang keras kepala, Tapi dia seorang pemaaf. Lo lebih tau hal itu dibanding gue." Jawab Daniel tersenyum, Hanya itu yang bisa ia lakukan untuk kebaikan Dara dan Rendy saat ini.
***
Berbeda dengan keluarga Daniel, Sahabatnya El sedang merasakan kebahagian luar biasa saat ini karena kepulangan Calla dari rumah sakit.
"Welcome baby Calla." Ucap Dara yang sejak tadi berad dirumah El. Ia membantu menyiapkan kamar untuk bayi Leondra itu.
"Thank you bunda." Jawab Luna tersenyum bahagia sambil membawa Calla masuk kedalam kamarnya yang sudah dihias rapi oleh Dara.
"Lun, Calla cepet banget sih besarnya. Gemes banget asli, Apalagi sama pipinya." Kata Dara sambil mencium pipi Calla yang terlihat tembem.
"Makasih ya udah bantuin bikin kamar Calla jadi bagus gini." Ucap Luna tersenyum pada sahabatnya tersebut.
"Aku malah suka ngerjain gini. Kalo dirumah paling cuma kamar Davin aja yang bisa diutak-atik kalo kamar Devan jangan harap. Apalagi akhir-akhir ini dia lagi seneng banget ngoleksi tokoh black widow sampai-sampai kamarnya penuh sama poster san miniatur black widow." Kata Dara sambil melipat tangannya didepan dada menjelaskan hobi baru anak bungsunya.
"Black widow yang superhero cewek itu bukan sih?" Tanya Luna kurang yakin, Dara mengangguk yakin menjawab pertanyaan sahabatnya itu.
"Hebat banget idolanya. Cerminan kamu kali, Makanya dia obsesi kesana."
"Bisa jadi, Sadar emaknya galak kali ya." Sahut Dara tertawa begitu juga dengan Luna.
**Bersambung.....
Segini dl ya sayang2kuh soalnya author lg gk enk bdn ini 😑😑😑😑 moga bsk bs up lg....
Oh iya yg kmrn tnya knp lama upnya, Kmrn hiatus sementara dan mulai awal bulan ini dilanjut lagi PH kesayang kalian....Dukung terus ya biar bs semangat up 💖💖💖💖**