
Kampus.
Tampak Arsenio memasuki ruang kelas, meletakan beberapa buku dan juga lembtopnya di meja dosen. Pandanganya menyapu seisi kelas seperti sedang mencari keberadaan seseorang.
"Siapa yang tidak masuk hari ini?" tanya Arsenio dengan eksperesi dinginya.
"Izin menjawab" Clarissa mengangkat tanganya, "Iya silakan!"
Calarissa bangkit dari duduknya memegang buku keci yang merupakan aspen manual kelas.
"Hari ini yang tidak masuk ada lima orang pak, ada Sindi, Roby, Ayu, Kana dan juga Ana" sahut Clarissa sang keting.
Arsenio mengerutkan dahi binggung "Apa sekarang dia berusaha menghindariku?"
"Apa alasan ketidak hadiran mereka?" tanya Arsenio mode cool.
"Untuk Sindi dan Ayu sakit pak, dan yang tiga orang sisanya tampa keterangan" sahut Calarissa.
"Tampa keterangan?" Calarissa mengangguk "Benar pak".
"Apa mereka ngak tahu jika hari ini ada mata kuliah?" tanya Arsenio lagi. "Sepertinya mereka tahu pak, semua orang sudah memiliki jadwal perkuliahan" sahut Clarissa lagi.
"Kenapa pak Arsenio terlihat sebegitu ingin mengetahui alasan mereka, bukankah dia yang tidak ingin bertemu dengan Ana lagi?, lah sekarang malah dicari🙄. Pas ngomonya ngak dari hati kali😏. Makanya sekarang dicari" gumam Ana dalam hati.
"Fix mereka mencoba mengindar dariku. Cihh lihat saja seberapa berani kalian menghindariku😏"
"Terima kasih silakan duduk kembali" ucap Arsenio. Clarissa kembali duduk meletakan buku kecilnya di atas meja sambil tersenyum.
"Ngapain senyum-senyum?, apa ada yang lucu?" Maya menatap Clarissa.
"Kamu tahu? aku tuh terpesona dengan ketampanan tuan muda Arsenio aku nyaris pingsan loh melihat ketampanannya" sahut Clarissa menatap lurus Arsenio dengan kedua tangan menopang dagunya.
"Aku pasti akan mendapatkannya!, bukan Clarissa namanya jika tidak berhasil merebut hatinya!" sambung Clarissa dengan posisi yang sama.
"Terserah kamu saja, yakin dan percaya jika kamu terus melihatnya seperti itu dia akan segera menegurmu di menit berikutnya" ucap Maya.
"Tapi aku masih ingin menatapnya loh"
"Hem, Clarissa apa ada yang ingin di tanyakan?" ucap Arsenio menatapnya, seketika semua yang mendengarnya menoleh ke arahnya.
Calarissa yang kaget akan hal itu raut wajahnya memerah dan menjadi salah tinggkah.
"Oh.. ngak ada, eh maksud saya, saya tidak mempunyai pertanyaan" sahut Clarissa gugup.
"Kalau begitu, silakan perbaiki cara dudukmu karena saya akan memulai pelajarannya. Dan saya harap semua memperhatikannya dengan baik!" ucap Arsenio dingin.
"Baik pak" sahut semua orang di dalam kelas termasuk Clarissa dan juga Maya.
"Idih, jadi cowok punya mata peka amat sih" ucap Clarissa pelan.
"Baru sadar luh, sudah di bilangin malah ngak percaya" ucap Maya menatap lurus kedepan.
"Idih sewot..😏" ucap Clarissa yang masih dapat di dengar oleh Maya.
"Ngapain aku sewot sama kamu?, buang-buang waktu dan tenaga saja🙄" gumam Maya dalam hati.
Satu jam telah berlalu, Arsenio memutuskan untuk mengakhiri pertemuan untuk hari ini.
"Cukup sekian pertemuan kita hari ini, tugasnya jangan lupa di kerjakan!, saya akan memeriksannya dipertemuan berikutnya" ucap Arsenio.
"Baik pak"
"Apa kalian punya kelas lagi setelah ini?" tanya Arsenio menatap lurus ke depan.
"Ada pak" sahut salah satu dari mereka.
"Baiklah, jika di kelas berikutnya ketiga orang yang tidak hadir di mata kuliah saya datang, tolong beritahu mereka agar datang ke ruangan saya setelah kelas selesai!"
"Baik pak"
"Ngapain sih pak Arsenio seperduli itu dengan mereka?, buat kesal saja" ucap Clarissa.
"Kamu ngak ingat kejadian kemarin, sebelum pak Arsenio pergi dia sempat bilang gini 'Urusan kita belum selesai' gitu kalau tidak salah. Jadi bisa saja urusan kemarin masih ada kelanjutannya" sahut salah satu teman bereka.
"Oh iya aku mengingatnya sekarang" sahut Clarissa sambil tersenyum.
"Sssttttttt🤫, jadi orang kepo amat sih!, kalian ngak takut apa ngomongin pak Arsenio?, dia tuan muda loh, bisa jadi dia memasang CCTV di kelas ini dan mendengar obrolan kalian. Habislah kalian!🧟." ucap Maya.
Seketika semua yang mendenganya merinding, masing-masing melihat ke setiap sudut ruangan memastikan tidak ada CCTV di sana.
"Apa yang kalian lihat?" tanya Maya.
"Ya CCTV yang katamu di pasang di sini!" sahut salah satu dari mereka.
"Silakan cari sampai ketemu!, aku ngak punya waktu untuk itu, yuh Calarissa kita ke kantin!" ucap Maya menarik tangan Calarissa agar segera bangkit dari duduknya, keduanya berlalu pergi meninggalkan teman-temanya masih mencari keberadaan CCTV yang di maksud Maya.
Ruangan kerja.
Arsenio tampak memutar-mutar ponsel miliknya dengan tatapan lurus ke depan.
"Kenapa tidak hadir?, apa kamu takut bertemu dengaku?, takut aku menanyakan soal perseligkuhanmu dan kamu ngak bisa menjawabnya" gumam Arsenio dalam hati. Arsenio Mengaktifkan layar ponselnya, lalu menghubungi seseorang.
📞"Hallo" ucap Arsenio setelah sambungan telefon terhubung.
📞"Iya hallo tuan, ada yang bisa saya bantu?"
📞"Silakan buat aturan baru yang berisi jika seoarang mahasiswa tidak masuk dalam dua kali pertemuan tampa keterangan maka Mahasiswa itu akan terancam di keluarkan dari kampus!" ucap Arsenio tegas.
"Gila, aturan macam apa ini?"
📞"Apa kau mendengarkan apa yang saya ucapkan barusan?"
📞"Ah iya tuan, saya mendengarnya"
📞"Buat sekarang dan sebarkan sekarang juga!"
📞"Baik tuan"
Mendengar itu Arsenio langsung memutuskan sambungan telefon. Sementara pria yang baru saja menerima telofon menatap layar ponselnya tak percaya.
"Suka-suka hati tuan sajalah, toh kampus punya dia, jadi terserah dia mau buat aturan gila pun pasti di harus ikuti"
Sementara Arsenio menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil memejamkan matanya.
"Kita lihat sampai diamana keberanianmu!" ucap Arsenio sambil tersenyum penuh kemenangan.
Selang beberapa menit aturan gila itu selesai di buat dan juga telah berhasil di sebarkan. Dan dalam waktu sekejab aturan itu behasil menjadi topik pembicaraan di kalangan Mahasiswa dan juga beberapa dosen baru.
Maya dan teman lainnya menatap layar ponselnya tak percaya.
"Aturannya benar-benar gila. masa iya hanya ngak masuk dua kali tampa keterangan bisa terancam Do" ucap salah satu dari mereka.
"Syukurlah aku hari ini masuk, kalau ngak nyawaku tinggal satu dong, dan bisa saja aku di keluarkan dari kampus" sahut yang lainnya.
"Jika begini aturannya sudah ngak bisa tuh bermalas-malasan datang ke kampus, bisa-bisa kena Do nih"
"Wih, gila benar aturannya!, siapa sih yang punya ide buat aturan seperti ini?, pasti orang yang buat aturan ini punya dendam pribadi nih" geruntu Clarissa.
"Punya dendam pribadi?" gumam Maya mendengar ucapan Clarissa.
"Baru saja pak Arsenio mempermasalahkan Roby, Kana dan juga Ana yang tidak masuk tampa keterangan dan sekarang muncul aturan gila seperti ini. Hmm, sangat mencurigakan🤔" gumam Maya dalam hati.