My Love Story

My Love Story
Bab 136



Fisya dan Kana tampak berjalan menuju lobi, di dalam hati Kana selalu bertanya-tanya, siapakah orang yang mencari dirinya.


"Kamu tuh ya, punya teman yang tampan seperti itu ngak bilang-bilang kepadaku. Aku kan lagi ngak punya ayang, bisa kali kamu kenalin aku pada temanmu itu" ucap Fisya di selah-selah langkah mereka.


"Ya ampun Fisya, aku sendiri ngak tahu siapa orang itu. Persaan aku ngak punya tuh teman laki-laki selain Fino dan teman-teman di kantor ini" ucap Kana.


Fisya menatap Kana dari samping "Masa sih?, kalau itu bukan temanmu, terus kenapa dia bisa datang mencarimu?, sampai bela-belain datang ke kantor loh" ujar Fisya.


"Ya mana aku tahu, mungkin kamu salah pangil orang" ucap Kana menghentikan langkahnya hal itu membuat langkah Fisya ikut berhenti.


"Hey mana mungkin aku salah?, toh di kantor ini cuma kamulah satu-satunya orang yang bernama Kana. Memangnya kamu pernah mendengar ada Kana lain selain dirimu?" ucap Fisya.


Kana mengeleng "Tapi aku ngak punya teman lelaki loh" ucap Kana.


"Udah, mending kamu lihat langsung aja siapa laki-laki itu. Kalihan loh dia sudah menunggu lama" ucap Fisya kembali menarik Kana.


Keduanya melanjutkan langkahnya yang sebentat lagi mereka akan sampai di lobi.


"Nah, tuh dia orangnya" Fisya menunjuk seorang pria yang berdiri di depan lobi.


"Rangga?, apakah itu benaran Pak Rangga??" batin Kana lalu menghentikan langkahnya.


Fisya menoleh menatap Kana "Loh kenapa berhenti?"


"Aku ngak mengenalnya. Sebaiknya kamu suruh aja dia pergi" ucap Kana lalu hendak memutar balik namun Rangga lebih dulu melihatnya.


"Kana" pangil Rangga.


Fisya menoleh kearah Rangga "Ini pak orangnya, tapi katanya dia ngak.... "


"Cukup Fisya jangan di lanjutin!" bisika Kana sambil menutup mulut Fisya sebelum Fisya menyelesaikan ucapannya.


"Jangan tinggalin aku!, pokonya kamu harus menemaniku!" lanjut Kana.


Sementara Rangga tampak berjalan menghampiri mereka.


"Kana.. " ucap Rangga setelah sampai, Fisya yang melihat itu segera melepaskan tangan Kana yang menutupi mulutnya.


"Maaf ya pak, mungkin bapak sudah lama menunggu. Tapi sesungguhnya saya sedang mencari Kana kemana-mana dan pada akhirnya saya menemukannya di kantin kantor" jelas Fisya.


"Ngak apa-apa, terima kasih sudah mau mencarikan Kana untukku" ucap Rangga sementara Kana diam dan memilih menatap ke arah lain.


"Ngapain dia ke sini sih?" gumam Kana dalam hati.


"Sama-sama Pak" jawab Fisya sambil tersenyum.


Rangga menatap Kana "Sudah makan?" tanya Rangga.


"Ha?" Kana menatap kearah Rangga.


"Belum pak, Kana belum makan siang ko" jawab Fisya sementara Kana menatap tajam kearahnya.


"Hehehe, aku kan hanya bantu jawab aja" ucap Fisya.


"Pas sekali, saya juga belum makan siang. Yuk sekalian kita makan siang bersama. Ada beberapa hal yang ingin saya bicarakan denganmu" ucap Rangga.


"Boleh pak, dengan senang hati Kana pasti mau menerima ajakan bapak. Soal izin, bapak tidak perlu khawatir. Saya akan memintakan izin buat Kana jika dia sedikit terlaman balik ke kantor" ucap Fisya.


"Fisya, kamu apa-apaan sih?, aku ngak lapar ko" ucap Kana menjeda ucapannya.


"Dan lagi, saya banyak pekerjaan yang harus di selesaikan. Jadi maaf aku ngak punya waktu untuk pergi dengan bapak" lanjut Kana menatap Rangga.


"Jangan percaya pak, udah bawah aja dia. Kasihan dia pasti sudah sangat lapar" ucap Fisya sambil mendorong Kana kearah Rangga yang membuat Kana hampir saja terjatuh ke pelukan Rangga.


"Terima kasih" ucap Rangga sambil tersenyum kearah Fisya.


"Masya Allah, ciptaan Allah yang sangat indah" pikir Fisya terpesonan dengan ketampanan seorang Rangga.


Rangga mengengam tangan Kana dan membawahnya pergi keluar dari kantor.


"Pak, lepasin pak!" ucap Kana berusaha lepas dari tangan Rangga.


Rangga menghentikan langkahnya menatap serius Kana "Aku akan melepaskanmu, asalkan kamu berjanji akan ikut denganku"


"Ko sekarang bicaranya pakai aku kamu sih?" pikir Kana mengerutkan dahi bingung.


"Memangnya bapak mau bawah saya ke mana?" tanya Kana.


"Tapi aku ngak lapar pak, jika bapak lapar, silakan bapak saja yang pergi tidak perlu mengaja saya" ucap Kana.


"Tapi aku pengenya makan bareng kamu!" ucap Rangga menatap serius Kana.


"Kenapa harus aku coba? kenapa bukan wanita lain aja?, seperti pacarnya gitu" gumam Kana dalam hati.


Rangga menarik tangan Kana lalu membawahnya masuk ke dalam mobil.


Sementara Fisya berjalan kembali ke meja kerjanya.


"Fisya" pangil seseorang.


Fisya yang mendengarnya segera menoleh kearahnya "Iya pak" sahut Fisya.


"Lihat Kana ngak?" tanya Reza.


"Lihat pak" sahut Fisya.


"Dimana?"


"Tadi Kana di cari seorang laki-laki dan sekarang dia pergi makan siang bersama pak" jawab Fisya.


"Laki-laki?" Reza menyeringitkan dahi binggung.


"Benar pak, laki-laki itu sangat tampan, Bahkn baru melihatnya saya sudahmenyukainya" ucap Fisya.


"Apa kamu tahu siapa laki-laki itu?" tanya Reza.


"Nah itu dia pak, saya lupa menanyakan nama laki-laki itu" ucap Fisya.


"Sial!, pasti laki-laki yang di maksud Fisya adalah laki-laki yang sama, yang mengaku-ngaku pacar Kana" batin Reza.


"Sepertinya aku tidak boleh meremehkan dia. Akan ku buat perhitungan dengannya, agar dia tahu siapa lawannya😏" pikir Reza.


"Pak.. "


"Hello pak"


Fisya beberapa kali memangil Reza namun dia tampak larut dalam lamunannya, melihat itu Fiysa pun memutuskan melanjutkan langkahnya menuju meja kerjanya karena sebentar lagi jam istirahat telah berakhir.


"Pak?" pangil Lastri dan Fino bersamaan membuatnya tersadar dari lamunannya.


"Loh, kemana perginya Fiysa?" ucap Reza.


Lastri dan Fino pun mengerutkan dahi binggung "Kami tidak melihat keberadaan Fisya di sini. Bapak sendiri berdiri di sini, makannya kami datang menghampiri bapak" jelas Lastri.


"Fisya... Fisya, saya kan belum selesai bertanya, udah main pergi aja😑" ucap Reza.


"Apa perlu saya memangilkan Fisya untuk bapak?" Fino menawarkan.


Reza mengelengkan kepalannya "Udah biarin aja dia. Kalian kembali bekerja saja" ucap Reza.


"Baik pak, permisi" ucap Lastri dan Fino bersamaan. Keduanya pun berjalan hendak menuju meja kerjanya masing-masing.


"Tunggu!" ucap Reza pada Fino dan juga Lastri membuat keduanya segera menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahnya.


"Kalian, jika bertemu dengan Kana. Sampaikan padanya segera keruangan saya!" ucap Reza.


"Baik pak" sahut Fino dan Lastri bersamaan, sementara Reza yang mendengar itu kembalu ke ruang kerjanya.


"Sepertinya akhir-akhir ini pak Reza sering kali menyuruh Kana ke ruangannya. Apa mungkin mereka sudah punya hubungan khusus?🤔" ucap Lastri.


"Kenapa masih di pertanyakan lagi?, itu mah sudah pasti" ucap Fino.


"Ngak usahlah pikirin mereka, mending mikirin kita. Kapan kita bisa seperti Kana dan Pak Reza?" ucap Fino menatap Lastri.


"Ngacoh deh kamu. Sana pergi kembali ke meja kerjamu!" ucap Lastri.


"Ko ngaco sih?, aku serius loh" ucap Fino.


"Bodo amat, mau serius atau tidak aku ngak peduli" ucap Lastri berjalan menuju meja kerjannya lalu duduk.


Sementara Fino diam dan menatap kearah Lastri "Sekarang hanya aku yang menyukaimu namun, kedepannya kamu pasti akan menyukaiku juga, aku yakin itu" pikir Fino.