
Seperti yang telah di katakan Arsenio, di luar tampak Rangga sudah berdiri di samping mobil, siap untuk membuka pintu mobil ketika tuanya telah keluar.
"Selamat pagi tuan" ucap Rangga sambil membukakan pintu buat tuannya.
"Pagi" sahut Arsenio lalu masuk ke dalam mobil.
Rangga kembali menutup pintu mobil, berjalan memutari mobil lalu masuk dan duduk di depan kemudi.
Deru kendaraan membawah mereka jauh dari pekarangan rumah Ana "Bagaimana?, apa kau sudah mencari apa yang sudah aku perintahkan?" tanya Arsenio dengan pandangan fokus ke layar ponselnya.
"Sudah tuan, saya juga telah melihat langsung ke lokasi. Semua sesuai dengan yang tuan inginkan" Sahut Rangga menatap tuannya melalui kaca spion, sebelum ia kembali fokus menyetir.
"Bagus!, kinerjamu pasti selalu sesuai dengan keinginanku" ucap Arsenio.
"Terima kasih tuan" ucap Rangga.
"Hmm" sahut Arsenio.
"Oh iya. Bulan ini saya akan memeberimu cuti" lanjut Arsenio.
"Tapi tuan, bulan ini banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan" ucap Rangga.
Arsenio yang mendengarnya pun menatapnya "Hmm, saya suka heran, kau adalah satu-satunya orang yang tidak menginginkan cuti kerja" ucap Arsenio.
"Kalau begitu, terserah kau saja kapan mau cutinya. Tapi sebelum cuti beritahu saya dulu jangan sampai saya menggaggu waktu cutimu" lanjut Arsenio.
"Baik tuan" sahut Rangga.
Mobil terus melaju melewati ramainya jalan pagi itu.
Di saat bersamaan tampak, Ana merapikan meja makan, dan membawa piring-piring yang telah digunakan ke dapur.
"Udah, biarkan saja seperti itu. Pirinya nanti mama yang cuci" ucap Rany.
Ana menoleh menatap ibunya "Mama kan sudah masak buat kita, nah sekarang giliran aku lagi yaitu mencuci piring-piring ini" ucap Ana menunjuk piring-piring yang di maksudnya.
"Tapi.... "
"Ngak apa-apa ma, orang pirinya cuma dikit" ucap Ana sebelum Rany menyelesaikan ucapanya.
"Ya udah, kalau begitu mama bantu Alvis deh siap-siap mau ke sekolah" ucap Rany lalu berjalan menuju kamar Alvis.
Lima menit kemudian, Ana pun menyelesaikan pekerjaannya begitu juga dengan Rany telah selesai membantu Alvis bersiap-siap.
"Nah, sekarang tinggal berangkat deh" ucap Rany.
"Jum berangkat" ucap Alvis bersemangat.
Keduanya pun berjalan keluar kamar.
"Eh anak siapa nih yang sudah rapi" ucap Ana berjalan menghampiri mereka.
"Anak mommy dan daddy" sahut Alvis sambil tersenyum.
Ana duduk berjongkok di hadapan Alvis "Hari ini pergi sekolah maunya di atar siapa?" tanya Ana.
"Aku ma terserah" sahut Alvis.
"Alvis pergi sekolahnya dengan oma saja ya?"
"Oma kan mau pergi kerja, jadi sekalian kan antar Alvis ke sekolah. Nanti kalau sudah waktunya pulang baru giliran mommy deh yang menjemput Alvis" lanjut Rany.
"Gimana?, Alvis mau ngak?" tanya Ana.
"Mau mommy" sahut Alvis.
"Anak pintat" kata Ana sambil menepuk lembut pucuk kepala putranya.
"Ya udah, Alvis tunggu di depan ya!, di temani mommy. Oma mau siap-siap dulu" ujar Rany.
"Baik oma" jawab Avis.
Ana dan Alvis pun berjalan menuju ruang tamu sementara Rany kembali ke kamarnya untuk besiap-siap.
Selang beberapa menit, Rany pun keluar dari kamarnya dengan pakaian rapi siap berangkat ke kantor.
"Ayo sayang, oma sudah siap nih" ucap Rany setelah sampai.
"Sayang, pakai tasnya" ujar Ana yang langsung di turuti Alvis.
"Ayo salaman dulu sama mommynya!"
"Mommy aku berangkat ya?" ucap Alvis sambil menyalimi Ibunya.
"Iya sayang, ingat berlajar yang baik dan dengar apa kata guru" kata Ana.
"Siap mommy"
Ana pun mengatar Alvis dan juga Rany di depan dan kembali masuk setelah mereka pergi.
**
"Kosongkan jadwal hari ini, saya ingin menjemput anakku di sekolahnya" tita Arsenio sambil menarik kursi kerjanya lalu duduk sementara Rangga meletakan lebtob ke meja kerja tuanya.
"Baik tuan"
"Oh iya, kau juga boleh pulang atau kemana saja tetserah kau, aku akan menyetir mobil sendiri pergi menjemput anakku" lanjut Arsenio.
"Baik tuan" jawab Rangga.
Arsenio menatpa benda kecil yang melingkar di pergelangan tangannya lalu segera bangkit dari duduknya "Aku harus pergi sekarang!, tolong share lokasinya" ucap Arsenio.
"Baik tuan" Rangga mengeluarkan ponselnya dati saku celananya lalu membuka aplikasi WhatsApp lalu langsung membagikan lokasi yang dimaksudnya.
"Sudah tuan, saya sudah membagikan lokasinya"
"Baik terima kasih" ucap Arsenio yang langsung mendapat anggukan kepala dari Rangga.
Rangga tampak sibuk membatalkan beberapa jadwal mitting hari ini sementara Arsenio berjalan keluar ruangan dan akan menuju parkiran.
"Semoga saja, Alvis belum di jemput" ucap Arsenio lalu masuk ke dalam mobilnya.
Deru kendaraan membawahnya menjauh dari halaman parkir perusahaan dan akan menuju sekolah Alvis.
Di waktu yang sama, tampak Ana dengan pakaian rapi siap menunggu grab pesanannya di depan rumah.
Tak lama kemudian sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di depannya lalu menurunkan kaca mobilnya.
"Mba yang pesan grab ya?" tanya seorang pria.
"Iya benar"
"Ya udah silakan masuk mba" ucapnya.
Ana pun berjalan dan masuk ke dalam mobil.
Mobil kembali melaju menuju tujuan yang telah dipilih Ana.
Karena jarak sekolah Alvis lebih dekat dari rumah, maka tak perlu waktu lama Ana pun sampai.
"Ini pak" ucap Ana sambil memberikan ongkos taksinya.
"Ada uang kecilnya mba?, soalnya saya ngak punya uang kembaliannya"
"Udah buat bapak saja" ucap Ana sambil tersenyum.
"Ngak apa-apa ini mba?" Ana menggangguk "Iya ngak apa-apa buat bapak saja" sahut Ana.
"Terima kasih banyak mba, semoga harimu menyenangkan" ucapnya.
"Tetima kasih" ucap Ana.
Mobil pesanan Ana pun kembali melaju, sementara Ana berjalan masuk ke dalam sekolah dimana Alvis bersekolah.
"Tuh, mommynya sudah datang" kata salah satu guru yang menemani Alvis menunggu jemputan.
"Mommy..." ucap Alvis berlari dan langsung memeluk Ana.
"Uduh.. Uduh anak mommy, lama ya nunggunya?" Alvis mengelengkan kepalanya "Ngak ko mommy, Alvis belum lama ko selesai belajarnya" jawab Alvis.
"Ya udah kita pulang ya, sebelum pulang pamit dulu sama ibu guru!" ucap Ana.
"Baik mommy" Alvis kembali menghampiri gurunya lalu berpamitan.
Setelah berpamitan, Ana dan Alvis Sama-sama berjalan keluar dan berhenti di depan sekolah.
"Sebentar mommy pesan grab dulu" ucap Ana.
"Hay sayang" ucap seseorang yang membuat, Ana dan Alvis melihat ke arah suara.
"Daddy... " Alvis berlari dan memeluk ayahnya.
"Sudah selesai belajarnya?" tanya Arsenio sambil memeluk Alvis.
"Sudah daddy. Daddy datang ke sini mau jemput aku juga ya?"
"Iya sayang. Tuh pangil mommynya pulang!" ucpa Arsenio.
"Mommy ayo, naik mobil daddy aja" ucap Alvis.
Arsenio berjalan menghampiri mobil dan mempersikan Alvis masuk dan menutup kembali pintu mobilnya.
"Ayo sayang" ucap Arsenio samabil membuka pintu untuk istrinya.
"Aku di belakang saja bareng Alvis" ucap Ana sambil berjalan mendekati mobil.
Belum sempat, Ana masuk. Arsenio lebih dulu menarik Ana dan membawahnya masuk ke dalam mobil duduk tepat di sampingnya.
"Sstttt, duduk disini aja!" ucap Arsenio ketika Ana hendak berbicara.
Arsenio menutup kembali pintu mobilnya dan berjalan mengitari mobil lalu ikut masuk ke dalam mobil.