My Love Story

My Love Story
Episode 32 EKSTRA PART



5 TAHUN KEMUDIAN ....


Hari ini mungkin akan jadi hari yang membahagiakan untuk kak Calvin, dan keluarga kecil kami tentunya. Karna hari ini adalah hari pengangkatan kak Calvin menjadi kepala rumah sakit, menghentikan posisinya papa. Tentu itu adalah kabar yang membahagiakan untuk kami, tapi juga bisa menjadi kesedihan buat ku dan putri kecil kami, karna dengan posisi kak Calvin sebagai kepala rumah sakit, dia pasti menjadi super sibuk dari biasanya, dan sering berpergian juga. Dan artinya aku dan putri kecil kami akan sering ditinggal oleh kak Calvin. Itulah mengapa kami bilang ini adalah kabar baik dan kabar buruk.


Dan ya, setelah berita kehamilan ku waktu itu, dan sampai sekarang, semuanya baik-baik saja. Memang aku dan kak Calvin sering bertengkar seperti suami istri lainnya, tapi itu hanya pertengkaran biasa yang masih bisa kami berdua selesaikan sendiri tanpa harus campur tangan orang tua kami atau orang lain.


Dan aku juga melahirkan seorang putri yang cantik dan putri kami itu kami beri nama Cesilia Amanda. Kami biasa memanggilnya lia, terkadang orang juga memanggilnya manda. Dan kami tidak pernah mempermasalahkan panggilan orang terhadap anak kami itu selama nama yang yang mereka panggil itu masih pantas untuk di ucapkan.


Sekarang putri ku itu berumur 4 tahun, dia sangat lucu dan juga aktif, dan cantik, kan seperti mamanya hehe. Tapi dia akan sangat manja jika dia bersama papanya. Ya begitulah sifat anak kecil.


Dan apa kalian juga bingung kenapa cara bicaraku berubah? Jawaban nya karna aku sengaja mengubah cara bisaca ku, aku ingin belajar menjadi lebih baik dan ingin mencontohkan yang baik juga dengan anak ku, bersikap sopan dan santun.


Karna hari ini adalah acara pengangkatannya kak Calvin jadi aku dan lia ingin mengunjungi kak Calvin di rumah sakit. sebenarnya acaranya itu nanti malam, dan juga bukan di adakan dirumah sakit tapi melainkan di salah satu hotel disini, dan juga lia yang ingin sekali bertemu dengan papanya, jadi itulah kenapa aku ingin mengunjungi kak Calvin kerumah sakit sekarang.


"Mama, ayok belangkat cekalang, lia mau ketemu papa" kata lia


"Tunggu ya sayang, mama mau ambil tas dulu" kataku


Lia memang sudah belajar bicara, tapi ya begitulah masih belum terlalu lancar, karna dia masih berumur 4 tahun. Tapi menurutku dan kak Calvin lia adalah anak yang pintar, karna di umur lia yang baru 4 tahun itu dia telah belajar dan mengerti banyak hal, dia juga aktif bertanya jika dia merasa penasaran. Dan aku pikir anak di usia lia biasanya belum terlalu menyukai tentang pelajaran, tapi beda hal nya dengan lia, dia sangat suka menghitung dan menggambar. Aku juga bingung kenapa dia mengambil semua bakatku dan kak Calvin, yaitu menghitung adalah kemampuan ku, dan menggambar adalah kelebihan kak Calvin. Tapi karna itu kami sangat-sangat bersyukur karna tuhan telah memberikan buah hati yang berharga untuk kami.


Setelah mengambil tas, aku dan lia langsung berangkat ke rumah sakit dengan menggunakan mobil. Dan ya selama tinggal berdua dengan kak Calvin aku telah di perbolehkan memakai kendaraan, tapi yah persyaratan nya harus berhati-hati.


Sesampainya aku di rumah sakit, aku dan lia langsung masuk dan berjalan ke arah ruangnya kak Calvin. Ya, kak Calvin memang punya ruangnya sendiri. Selama di jalan banyak orang yang menyapaku, mulai dari suster, dokter magang, dan dokter spesialis, dan yang lain juga, yang mungkin mengenalku. dan banyak juga yang membicarakan ku.


'liat deh, mbak Cilla tambah cantik aja'


'Iya ya, pas lah buat dokter Calvin yang ganteng'


'Ya ampun, itu anaknya dokter Calvin lucu banget'


Ya begitulah kira-kira komentar orang tentangku, dan aku juga sudah terbiasa, karna setiap aku berkunjung aku selalu mendapat komentar, ntah itu baik atau buruk.


" papa... " teriak lia ketika kami sampai di ruang nya kak Calvin


" hallo putri kecil papa, kok kesini gak bilang sih sama papa " kata kak Calvin yang sudah menggendong lia dan menciuminya dengan gemas.


" lia lupa, maaf ya papa " kata lia dengan nada yang mengemaskan.


" astaga, kamu anak siapa sih, kok lucu banget " kata kak Calvin


" ya anak nya mama lah " kata ku


" anak papa dong, ya kan sayang " tanya kak Calvin ke lia


" lia kan anak mama cama papa, jadi janan belantem ya " kata lia sambil berusaha turun dari gendongan nya kak Calvin dan langsung ngelilingin ruangan kayak biasanya.


aku dan kak Calvin cuma ketawa aja liat kelakuan nya lia, bikin gemes soalnya.


" pa nanti pulang jam berapa? jangan sore - sore loh pulangnya, kan ntar malem acara kamu, nanti kecapekan lagi " kata ku


" bentar lagi pulang kok, tinggal meriksa 1 pasien lagi aja, trus udah itu beres deh " jawab kak Calvin sambil ngerangkul bahuku


" ya udah buruan itu pasien nya di periksa, biar bisa pulang sekarang " kata ku


" belum waktunya sayang, tunggu berapa menit lagi ya " kata kak Calvin


aku cuma menjawab kak Calvin dengan anggukan. Trus gak lama lia dateng nyamperin kita.


" mama, nanti malem ada dedek bian gak? " tanya lia


" seharusnya si ada, tapi nanti mama tanya lagi sama tante Milla ya sayang " kata ku


lia cuma ngangguk - ngangguk imut gitu sambil mainin mainannya dan itu buat aku tambah gemes sama lia, sementara kak Calvin? dia udah ke ruang inap buat ngecek keadaan pasien.


Malamnya kami telah siap untuk berangkat ke acara pengangkatan kak Calvin, dengan memakai pakaian dengan warna yang senada dan juga tampilan yang rapih. Dan kami berangkat dengan mobil yang di stir oleh kak Calvin sendiri. setelah kita sampai di tempat acaranya, kita langsung di sambut oleh pegawai di sana dan di antar ke tempat acara tersebut. disana sudah banyak orang menunggu, mulai dari begawai rumah sakit itu sendiri, bahkan ada pegawai dari rumah sakit yang lain juga. Bahkan Rayan Milla dan Rendy pun di undang ke acara ini, ya walaupun mereka tidak bekerja di rumah sakit ini.


acaranya segera di mulai pada saat kami sampai disini, dan setelah itu kak Calvin resmi diangkat menjadi kepala rumah sakit menggantikan papa, ada papa mama kak Calvin juga yang menyaksikan, bahkan mama dan papa ku juga datang untuk melihat mantu kesayangannya itu hehe.


setelah kak Calvin turun dari atas panggung dia langsung menghampiri ku, dan aku pun menyambut nya dengan pelukan hangat.


" selamat ya sayang " ucapku sambil memeluk kak Calvin


" makasih " balas kak Calvin sambil mencium pucuk kepalaku


Setelah itu kak Calvin langsung menyalamai dan menyapa semua rekan kerja nya. dan aku datang untuk menghampiri sahabat lamaku yang rela menyisihkan waktunya untuk datang kesini.


" hay mil, yan, hallo jagoan " sapa ku ke Rayan Milla sama bian


Oh iya bian itu anaknya Rayan dan Milla, mereka udah nikah 3 tahun yang lalu, ya walaupun waktu itu mereka belum lulus kuliah tapi mereka menetapkan buat menikah, iri sama aku dan kak Calvin katanya haha ada - ada aja emang mereka ini. Tapi walaupun mereka kemaren udah nikah sebelum lulus mereka gak kesusahan kok, malah mereka sama - sama udah jadi dokter spesialis, dan bahkan Rayan udah jadi ketua tim. Tapi Milla gak kerja lagi sekarang, karna setelah cuti melahirkan, mamanya dan mama Rayan gak kasih Milla izin buat kerja lagi, takut anak sama Rayan nya gak keurus kalo Milla kerja, sama gak mau Milla kecapekan juga. samalah kayak gue.


Cuma bedanya ya gue emang gak lanjut kuliah lagi setelah kabar gue hamil itu. Sebenernya saat itu gue kekeh mau ngelanjutin kuliah lagi, tapi ya mama papa gue dan mama papa kak Calvin tetep gak setuju, bahkan kak Calvin pun pengen gue stop kuliah, dan ya apa boleh buatlah. gue juga sempet berantem sama kak Calvin gara - gara itu, tapi ya karna waktu, jadi semuanya baik - baik aja sekarang.


" Rendy mana? gak dateng dia? " tanya ku lagi


" gak, katanya, ibunya aulia lagi disini, jadi gak enak kalo gak di temuin " jelas Rayan


gue ngangguk doang


Dan rendy? kalo Rendy, sekarang dia juga udah jadi dokter tapi dia ngambil spesialis anak. Dia udah deket sama perempuan dan bahkan udah ke tahap serius, dan ya perempuan itu namanya aulia, gue juga gak tau mereka ketemu di mana, dan gimana ceritanya sampe mereka bisa pacaran dan sekarang mau nikah, karna emang rendy gak pernah cerita sama gue, tapi walau begitu gue tetep banggalah pokoknya sama dia. Selama ini juga gue selalu berteman baik sama dia, karna masing - masing sibuk jadi ya kita jarang kontekan gitu.


" lia mana cil, gak ikut? " tanya Milla


" ada, itu lagi di gendong sama omanya " jawab ku


" ohh, kirain gak ikut " kata Milla


" mana mau dia ditinggal, apa lagi kalo ada bian " kata gue sambil mainin pipinya bian.


" Cil, udah tau kalo kak citra mau nikah? " tanya Rayan


" iya, kemaren dia kerumah juga sama calon suamnya, buat nganterin undangan " kata ku


" kalian dateng kan? bareng aja " lanjut ku lagi


" gampang itu mah " jawab Rayan


Dan ya, kak citra emang sebentar lagi mau nikah. Memang setelah kejadian ulang tahun papa nya kak calvin itu, kak citra bener - bener ngilang dan gak tau kemana. Tapi setelah berapa lama, dia dateng buat minta maaf sama aku dan kak calvin bahkan dengan keluarga kami. kami pun memaafkan nya dengan sepenuh hati, ya walaupun bukan sepenuhnya salah kak citra semua, tapi kak citra juga salah dalam hal itu. Dan bahkan beberapa hari yang lalu kak citra membawa kabar bahagia untuk kami, karna dia akan segera menikah, Dan kami pun turut seneng dengan berita itu.


Begitulah kehidupan mereka, layaknya roller coaster, kadang di atas kadang juga di bawah, setidaknya kita harus tau, beginilah aturan kahidupan. manusia hanya bisa bersiap entah itu untuk jatuh atau bangkit, sedih atau senang, berduka atau bahagia.


Begitu juga dengan pernikahan, susah bersama, bahagia bersama, karna pasalnya pernikahan adalah menyatukan dua orang dalam satu ikatan.


🍃🍃🍃


Aduh akhirnya selesai juga...


Gimana nih menurut kalian Ekstar Part nya?


komen di bawah ya....


Makasih udah ngikutin cerita aku dari awal sampe akhir, trus like dan komen ya kakak...


^-^