My Baby'S Daddy

My Baby'S Daddy
Chandra Selingkuh



Imelda melerai pelukannya di tubuh Chandra. Sekarang tatapan Imelda tertuju pada gadis cantik yang kini berdiri di samping kekasihnya itu.


"Siapa kamu? Dan kenapa kamu bisa berada di dalam mobil kekasihku!" tanya Imelda dengan penuh selidik menatap gadis cantik itu.


Gadis itu memeluk tangan Chandra yang sedang berdiri di sampingnya sambil tersenyum sinis. "Kekasihmu, apa kamu tidak salah?"


Imelda menarik kasar tangan gadis itu. Ia marah karena gadis itu sudah berani memeluk lengan Chandra di hadapan mata kepalanya. Belum lagi jawaban serta ekspresinya yang membuat Imelda semakin meradang.


"Jauhkan tangan menjijikkanmu itu dari Chandra!" teriak Imelda.


"Awh" pekik gadis itu menahan sakit karena tangannya di tarik paksa oleh Imelda.


Melihat kejadian itu, Chandra tidak tinggal diam. Ia bergegas menolong gadis itu kemudian mendorong tubuh Imelda dengan kasar. Imelda pun terjengkang ke tanah, ia meringis kesakitan sambil menatap Chandra dengan wajah kesal.


"Kenapa kamu mendorongku, Chandra! Kenapa kamu lebih memilih membela gadis ini dari pada aku? Memangnya siapa dia!" geram Imelda dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Aku kekasih Chandra, memangnya kenapa?" sela gadis itu sambil mengelus tangannya yang memerah akibat perbuatan Imelda.


"Diam! Aku tidak bertanya denganmu!" bentak Imelda kepada gadis itu.


Sekarang tatapan tajam Imelda tertuju pada Chandra yang masih masih menutup rapat bibirnya. Namun, dari raut wajahnya nampak Chandra sudah sangat jengah berada di tempat itu.


"Dia kekasihku, puas?"


Jawaban lelaki itu terdengar singkat dan sangat jelas, tetapi bagi Imelda terdengar begitu menyakitkan dan menusuk ke hati yang paling dalam. Tak terasa, air mata Imelda pun meluncur begitu saja di kedua pipinya.


Hatinya benar-benar hancur dan harapan Imelda pun pupus sudah. Ia tidak menyangka bahwa Chandra akan mengkhianati dirinya. Padahal selama ini janji-janji yang sering diucapkan oleh lelaki itu terdengar sangat manis di telinganya.


"Kamu serius, Chandra? Ta-tapi kenapa? Bukankah selama ini kamu sudah berjanji akan selalu bersamaku kemudian menikah denganku," tutur Imelda sambil terisak.


"Ya, aku serius. Dia memang kekasihku," jawab lelaki itu dengan wajah acuh tak acuh. Ia tidak mempedulikan bagaimanapun reaksi Imelda saat itu.


Begitupula gadis yang diakui Chandra sebagai kekasihnya, tak ada sedikitpun rasa iba di hati gadis itu ketika melihat Imelda diperlakukan kasar oleh Chandra.


"Kamu jahat, Chandra! Kamu jahat!" Imelda memukul-mukul dada Chandra dengan kedua tangannya. "Kamu memang kurang ajar! Kamu sudah mengambil kehormatan--"


Imelda belum sempat menyelesaikan ucapannya, Chandra sudah menutup mulut gadis itu dengan tangannya kemudian menyeret Imelda ke samping mobil agar kekasih baru Chandra tidak mendengar apa yang akan mereka bicarakan.


"Diam! Tutup mulutmu, Imelda! Ingat, jangan pernah ungkit masalah itu lagi karena aku tidak mengambil kesucianmu secara paksa, tetapi kamulah yang menyerahkannya secara suka rela kepadaku! Paham!" bentak Chandra dengan tatapan mengancam menatap Imelda.


"Kalau tidak apa, ha? Kamu jangan coba-coba mengancamku, ya!" sela Chandra yang semakin kesal.


"Ya, aku memang tengah mengancammu, Chandra! Apalagi saat ini aku sudah telat dan aku yakin sekali bahwa saat ini aku tengah mengandung anakmu!" sambung Imelda.


Chandra membulatkan matanya dengan sempurna. Ia begitu shok mendengar penuturan Imelda saat itu. "Ka-kamu hamil?!" tanya Chandra dengan terbata-bata.


"Ya, dan kamu harus segera bertanggung jawab, Chandra!" tegas Imelda sembari menyeka air matanya. Walaupun sebenarnya Imelda sendiri tidak yakin bahwa dirinya sedang hamil. Namun, demi merebut kembali perhatian Chandra, apapun akan ia lakukan.


Chandra tersenyum tipis sembari menggelengkan kepalanya dengan perlahan. Ia masih tidak percaya dengan apa yang sudah dikatakan oleh Imelda kepadanya.


"Aku yakin kamu pasti bohong!" elak Chandra.


"Terserah jika kamu tidak percaya, tapi apa yang aku katakan adalah benar."


Chandra mengacak rambutnya yang tersisir rapi dengan kasar. Wajahnya terlihat sangat panik. Ia takut apa yang dikatakan oleh Imelda itu benar. Dan jika itu benar, maka tamatlah sudah riwayatnya.


"Chandra, ada apa ini?" Tiba-tiba kekasih baru Chandra menghampiri mereka. Ia bingung setelah menatap wajah panik Chandra saat itu.


"Ehm, tidak apa. Sebaiknya aku antar kamu pulang, Sayang."


Chandra merangkul gadis itu kemudian menuntunnya memasuki mobil. Setelah gadis itu masuk, Chandra pun segera menyusulnya.


Imelda kembali meradang melihat perhatian yang diberikan oleh Chandra kepada gadis itu. Apalagi Chandra memilih meninggalkan dirinya padahal masalah mereka belum selesai.


"Chandra! Kamu mau kemana, ha?! Urusan kita belum selesai!" teriak Imelda sambil menggedor pintu mobil milik lelaki itu.


Jangankan peduli, Chandra malah menghidupkan kembali mesin mobilnya kemudian melajukannya meninggalkan Imelda di tempat itu sendirian.


"Aku akan buat kamu menyesal, Chandra! Ingat itu," teriak Imelda dengan air mata yang kembali bercucuran.


🙏🙏🙏 Maaf kemarin gak Up, Bocil Author lagi sakit dan rewel banget 😢😢😢 di sebelah pun cuma bisa UP dua bab kemarin.


Oh ya, untuk beberapa bab ke depan Author masih fokus ke permasalahan Imelda, ya. Kalo gak suka, skip aja gak papa kok 🙏🙏🙏 Makasih 😘😘😘


...*** ...