
Sean dan beberapa orang penjaga keamanan di perusahaan tersebut mengangkat tubuh besar Erlan dan membawanya ke ruangan pribadi lelaki itu.
Setibanya di sana, Sean segera meletakkan tubuh Erlan yang tidak berdaya ke atas tempat tidur. Tempat tidur yang memang biasa di gunakan oleh lelaki itu untuk beristirahat dan melepaskan penatnya setelah lelah bekerja.
"Tuan Erlan?" Sean menepuk pelan pipi lelaki itu dengan wajah yang masih cemas. Namun, lelaki itu tidak merespon dan tetap diam dengan mata yang terpejam.
Tepat di saat itu Malika (Sekretaris Erlan) tiba dengan beberapa orang tim medis yang bekerja di klinik, di perusahaan tersebut. Para tim medis tersebut mulai memeriksa kondisi kesehatan Erlan saat itu dan hasil dari pemeriksaan tersebut semuanya normal.
"Bagaimana?" tanya Sean kepada para tim medis.
"Sepertinya Tuan Erlan hanya kelelahan saja, Tuan Sean dan butuh istirahat," jawab salah satu dari mereka.
Sean pun menganggukkan kepalanya pelan. "Ya, sudah. Kalian kembalilah, biar Tuan Erlan beristirahat di sini," sahut Sean.
"Baik, Tuan. Kami permisi dulu."
Karena merasa belum puas dengan hasil pemeriksaan para tim medis yang bekerja di klinik perusahaannya tersebut, Sean akhirnya memutuskan untuk menghubungi Dokter pribadi Erlan, Dokter Irfan. Dokter pribadi sekaligus sahabat Big Bossnya tersebut.
Sean meraih ponselnya kemudian menghubungi nomor Dokter tersebut. Tepat di saat Sean berbicara bersama Dokter Irfan, Erlan tersadar. Perlahan lelaki itu membuka matanya kemudian memperhatikan sekeliling ruangan dengan seksama.
"Astaga, kepalaku!" keluh Erlan sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.
Sean terkejut mendengar suara Erlan, ia menoleh ke arah tempat tidur dan ternyata benar, lelaki itu sudah sadar. Sean segera memutuskan panggilannya kepada Dokter Irfan kemudian menghampiri Tuannya tersebut.
"Anda kenapa, Tuan Erlan? Apa Anda baik-baik saja?" tanya Sean dengan wajah cemas menatap Erlan.
"Aku kenapa, Sean? Kenapa tiba-tiba aku berada di sini?" tanya Erlan dengan wajah bingung.
"Tadi pagi, setelah keluar dari mobil, tiba-tiba saja Anda pingsan, Tuan. Dan kami segera membawa Anda ke ruangan ini," tutur Sean.
Erlan mengusap wajahnya dengan kasar. "Ya, Tuhan! Memalukan sekali!" gumamnya. "Ini kedua kalinya aku jatuh pingsan di tempat kerja, Sean, dan ini benar-benar sangat memalukan! Bisa-bisa aku dikira penyakitan lagi oleh para karyawan di sini," lanjutnya dengan wajah tampak kesal.
"Oh ya, kamu belum kasih tau Alina soal ini 'kan, Sean? Aku tidak ingin dia khawatir, kasihan dia," tanya Erlan.
"Belum, Tuan. Kalau soal itu saya menunggu perintah dari Anda. Tapi, barusan saya menghubungi Dokter Irfan dan memintanya untuk segera ke sini," sahut Sean.
"Baguslah kalau begitu. Biar nanti aku saja yang memberitahunya ketika tiba di rumah. Oh ya, kapan Irfan ke sini?" tanya Erlan lagi.
"Mungkin sebentar lagi, Tuan."
Tidak berselang lama Dokter Irfan pun tiba di ruangan tersebut. Ia tersenyum lebar menatap Erlan yang tampak lemah dan tidak berdaya di atas tempat tidur. Erlan menekuk wajahnya ketika bersitatap dengan sahabatnya itu.
"Cih, bahagia kamu ya, melihat penderitaanku!" kesal Erlan ketika lelaki itu mendekat kemudian duduk di samping tempat tidurnya.
Dokter Irfan tergelak mendengar penuturan lelaki itu. "Kamu itu ya, Lan. Sudah tidak berdaya juga, masih saja sombong! Nanti aku kasih obat diare baru tahu rasa," jawab Irfan di sela tawanya.
"Sudah, jangan sombong-sombong! Sini, biar aku periksa," sambung Dokter tersebut sembari meraih tangan Erlan kemudian mulai memeriksanya.
"Periksa yang benar," ucap Erlan sambil menutup matanya rapat.
"Ini kedua kalinya kamu pingsan di tempat kerja, benar 'kan? Kasihan, kamu belum sarapan, ya?" goda Dokter Irfan sambil mengecek tekanan darah Erlan saat itu.
"Eh, Dokter, Sudah, jangan banyak omong! Sebaiknya periksa saja yang benar, jangan seperti dulu, bilang aku baik-baik saja, padahal saat itu aku sedang tidak baik!" protes Erlan.
Dokter Irfan kembali tergelak mendengar ucapan lelaki itu. "Ya, ya, baiklah!" jawab Dokter Irfan sambil terus melakukan tugasnya.
(Se bab dulu, ya Reader 🙏 kelanjutannya masih di ketik 😅 hari ini Author keteteran)
...***...