
Tidak terasa kandungan Alina sudah memasuki bulan ke sembilan dan tinggal menunggu beberapa hari lagi untuk menuju proses kelahiran ketiga bayi kembarnya.
Yang lebih lucunya lagi, Alina dan Imelda sengaja memilih hari dan tanggal yang sama untuk melakukan operasi cesar mereka. Walaupun sebenarnya usia kandungan mereka terpaut sekitar dua minggu, tetapi Dokter mengizinkan mereka untuk melahirkan di hari dan tanggal yang sama.
"Bagaimana kabarmu, Mel? Kamu sudah siap menyambut hari cesar bersama kita, 'kan?" tanya Alina via telepon.
"Ya, aku sudah tidak sabar, Alina. Aku sudah tidak sabar melihat wajah bayiku dan juga bayi kembar tigamu," sahut Imelda dari seberang telepon.
Sementara kedua bumil itu sedang membicarakan hati lahiran mereka dengan santainya, sedangkan para Daddy yang sedang mendengarkan ocehan istri-istri mereka tampak memucat membayangkan hari kelahiran tersebut.
Erlan yang ketakutan karena menurutnya ini adalah kelahiran yang paling ekstrim. Di mana Alina harus melakukan operasi cesar karena itu yang terbaik untuk Alina dan juga ketiga bayinya menurut Dokter kandungan langganan mereka. Dokter yang menangani kelahiran Baby Arkana dan juga akan menangani kelahiran bayi kembar tiganya nanti.
Sedangkan Sean, lelaki itu khawatir sebab ini adalah anak pertamanya dan Imelda harus melakukan operasi cesar lagi untuk yang kedua kalinya dengan jarak yang sangat dekat. Beruntung Dokter yang akan menangani kelahiran bayi Imelda tersebut sudah berpengalaman dengan kasus kelahiran seperti yang Imelda alami saat ini.
Setelah puas berbicara bersama Imelda, Alina tersenyum kepada Erlan yang sedang duduk di sampingnya sambil mengelus perut Alina yang benar-benar besar.
"Lihatlah pergerakan mereka, Sayang. Aku senang sekali melihat mereka aktif seperti ini. Kira-kira mereka sedang apa, ya?" ucap Erlan kepada Alina yang masih menatapnya dengan serius.
"Mungkin mereka sedang main masak-masakan, main dandan-dandanan, mereka semua 'kan cewek, Mas," jawab Alina sambil tertawa pelan.
"Iya, benar. Hmm, aku dan Arkana akan dikelilingi oleh empat wanita cantik di rumah ini, kamu dan ketiga bayi ini," tutur Erlan.
Tiba-tiba Arkana yang sudah pandai berjalan menghampiri mereka sambil tertawa dan memperlihatkan gigi susunya yang tersusun rapi.
"Arkana sayang, dari mana saja kamu, Nak?" tanya Erlan sembari mengangkat tubuh gembul Arkana ke pangkuannya.
"Kami dari taman samping rumah, Dad. Arkana senang bermain di sana," jawab Mommy Afiqa sembari duduk di samping Alina kemudian mengelus lembut perut menantunya itu.
"Ya, Mom. Mereka masih aktif," sahut Alina.
Beberapa hari kemudian.
"Bagaimana, Bi? Semuanya sudah dimasukkan ke bagasi, kan?" tanya Erlan kepada seorang pelayan yang membantunya memasukkan barang-barang keperluan Alina dan bayi mereka di Rumah Sakit nantinya.
"Ya, Tuan. Semuanya sudah dimasukkan ke dalam bagasi."
Baguslah kalau begitu," sahut Erlan yang sudah bersiap-siap menuju Rumah Sakit karena besok adalah jadwal Alina operasi cesar.
Setelah berpamitan kepada Mommy, Erlan dan Alina pun segera berangkat menuju Rumah Sakit. Bukan hanya Erlan yang tampak sibuk, di kediaman Sean pun begitu. Ia dan pelayannya tengah sibuk mempersiapkan semua barang-barang kebutuhan Imelda dan bayi mereka nantinya selama di Rumah Sakit.
Sementara Imelda melahirkan, Baby Rendra dititipkan bersama Bu Dita. Sedangkan Pak Heri menggantikan posisi istrinya untuk menemani Sean dan Imelda selama di Rumah Sakit nantinya.
Kedua sahabat dengan perut membesar itu bertemu di Rumah Sakit dan dengan santainya mereka terus berbincang dan sesekali tertawa renyah tanpa beban sedikitpun.
Sedangkan perasaan Sean dan Erlan saat itu campur aduk. Ada rasa bahagia dan juga rasa takut serta khawatir yang berlebihan. Seolah-olah yang akan menjalani operasi cesar adalah mereka.
"Apa kamu merasakan apa yang aku rasakan saat ini, Sean?" tanya Erlan yang sedang melangkah bersama Sean mengikuti para suster yang sedang mendorong kursi roda yang diduduki oleh Imelda dan Alina menuju ruangan VIP mereka.
"Jika yang Anda maksud adalah rasa takut, cemas dan khawatir, itu artinya 'ya', Tuan. Saat ini saya merasakan semua rasa itu," sahut Sean dengan wajah memucat.
...***...