
"Bagaimana, Olivia? Bersediakah kamu menikah denganku?" tanya Edgar dengan wajah serius menatap Olivia yang masih terpaku.
"Wah, ada tamu ternyata!" pekik Mommy Olivia yang baru saja tiba di kediaman anak perempuannya itu bersama Sang Suami.
"Benar 'kan feelingku, Mom. Tamu istimewa Olivia hari ini pasti Nak Edgar," celetuk Daddy-nya Olivia sambil tersenyum bangga karena tebakannya sangat tepat.
Edgar segera bangkit dari tempat duduknya kemudian menghampiri kedua orang tua Olivia yang berjalan ke arahnya. "Tuan, Nyonya," sapa Edgar sembari mengulurkan tangannya kepada kedua orang tua tersebut. Mommy dan Daddy Olivia pun segera menyambut uluran tangan lelaki itu.
"Bagaimana kabarmu, Nak Edgar?" tanya Daddy sembari menepuk pelan pundak Edgar.
"Baik, Tuan."
"Jangan panggil kami dengan sebutan Tuan dan Nyonya, Nak Edgar, tapi panggil kami Daddy dan Mommy," pinta Daddy.
"Ih, Daddy apa-apan coba!" kesal Olivia dengan mata membulat setelah mendengar ucapan Daddy-nya.
"Terserah kami dong, kenapa kamu yang sewot?" sahut Sang Daddy yang tak mau kalah. Suara tawa pun menyeruak dari Mommy, Daddy dan Edgar setelah mereka mendengar balasan dari Daddy.
"Ah, terserahlah!" gumam Olivia sembari membuang muka.
"Kamu terlihat berbeda hari ini, Nak Edgar. Terlihat sangat tampan. Benar 'kan, Dad?" ucap Mommy.
"Biasa aja!" celetuk Olivia, masih membuang muka.
"Ish, siapa yang tanyain kamu," sahut Mommy seraya menuntun suaminya dan juga Edgar ke sofa dan duduk di sana bergabung dengan Olivia yang sejak tadi memasang wajah malas.
"Kalian mau minum apa?" tanya Mommy seraya memperhatikan Edgar dan suaminya secara bergantian.
"Aku kopi saja, kalau kami Nak Edgar?" tanya Daddy.
"Tidak usah repot-repot, Mom, Dad." Edgar tersenyum hangat.
"Tidak repot kok, Nak." Mommy menepuk paha Olivia. "Eh, Liv. Cepat buatkan minum buat Daddy dan juga Edgar. Kopi hitam, sama seperti biasa," titah Mommy tanpa mempedulikan bagaimana reaksi Olivia saat itu.
"Loh, kok aku sih, Mom?" pekik Olivia dengan mata membulat membalas tatapan Sang Mommy.
"Hush! Kamu ini memang tidak ada sopan-sopannya, ya! Ada tamu tapi ngomongnya seperti itu," celetuk Daddy dengan sedikit kesal.
"Yang jadi anak mereka itu siapa? Aku atau Edgar, sih?!"
Setibanya di dapur, ternyata pelayannya sedang tidak ada di tempat. Olivia lupa, sebelum Edgar bertamu, pelayan meminta izin ke pasar untuk membeli kebutuhan dapur yang sudah habis.
"Ah, sialan! Aku lupa Bibi 'kan tidak ada di rumah!" kesalnya.
Mau tidak mau, Olivia pun membuat minuman untuk Mommy, Daddy dan Edgar dengan tangannya sendiri. Di saat Olivia tengah sibuk membuat minuman untuk ketiga orang yang sedang berada di ruang utama, Edgar di ruangan itu sedang mencoba mengumpulkan keberanian untuk menyampaikan keinginannya kepada kedua orang tua Olivia.
"Kamu mau bicara apa, Nak Edgar? Katakan saja, jangan sungkan. Ya 'kan, Bu?" ucap Daddy.
"Ya, Daddy benar. Katakan saja, jangan malu, Nak."
"Ehm, sebaiknya kita tunggu Olivia saja. Jika Olivia sudah kembali, baru saya utarakan keinginan saya, Dad, Mom."
"Oh, baiklah."
Tidak berselang lama, Olivia pun tiba dengan membawa nampan berisi dua gelas kopi hitam dan satu gelas teh hangat kesukaan Sang Mommy.
"Nah, itu dia Olivia!" seru Mommy sambil menunjuk kearah Olivia yang kini berjalan mendekat ke arah meja. Olivia segera meletakkan gelas minuman yang ia buat ke hadapan masing-masing pemilik.
"Terima kasih, Olivia," ucap Edgar seraya melemparkan senyuman termanisnya kepada Olivia. Sedangkan Olivia malah menekuk wajahnya dan tidak berkeinginan menyahut ucapan terima kasih Edgar saat itu.
Setelah Olivia kembali pada posisi duduknya, Edgar pun mulai membuka suara karena Mommy dan Daddy sepertinya sudah tidak sabar ingin mendengar apa yang akan dibicarakan oleh Edgar kepada mereka.
"Sebenarnya maksud kedatangan saya ke sini adalah untuk melamar Putri kalian, Mom, Dad." Edgar kembali meraih kotak perhiasan berwarna merah tersebut kemudian membukanya di hadapan Mommy dan Daddy Olivia.
Kedua orang tua Olivia membulatkan mata mereka setelah mendengar penuturan Edgar yang ingin melamar putri mereka. "Kamu serius, Nak Edgar?!" pekik Mommy dengan mata berkaca-kaca.
"Ya, Mom. Saya bersungguh-sungguh."
Bukan hanya kedua orang tuanya, Olivia pun kembali shok setelah melihat aksi nekat Edgar saat itu.
...***...