My Baby'S Daddy

My Baby'S Daddy
Kelahiran Triplets Baby



Hari operasi cesar pun tiba. Alina orang pertama yang akan melakukan operasi terlebih dahulu baru setelah itu Imelda. Setelah Alina dibawa ke ruang operasi, Dokter memberikan anestesi dan juga pemasangan kateter kepada wanita itu.


Erlan duduk di samping Alina sambil memegang erat tangan istrinya. Bibirnya tiada henti bergumam, mendoakan keselamatan untuk Alina dan juga ketiga bayi mungilnya.


Alina pun sama, ia terus berdoa agar operasi cesarnya berjalan mulus tanpa hambatan apapun dan tanpa ada kendala apapun. Saat operasi berlangsung, Alina tetap sadar dan terjaga karena bius epidural yang diberikan oleh Dokter kepadanya hanya membuat tubuh bagian bawahnya mati rasa.


Beberapa menit kemudian, Dokter berhasil mengeluarkan salah seorang bayi Alina yang beratnya sekitar 1,7 kilogram. Bayi tersebut menangis dengan sangat keras. Alina dan Erlan sangat senang mendengarnya.


Erlan tiada hentinya mengucap syukur atas kelahiran bayi pertama di antara ketiga bayi kembarnya. Erlan meminta izin untuk mengabadikan kelahiran bayinya tersebut kepada Dokter dan Dokter pun mengizinkannya.


Erlan merekam moment bahagia tersebut dengan kamera ponselnya tepat di saat salah seorang perawat sedang membersihkan tubuh bayi mungil pertamanya.


Tidak berselang lama, bayi ke dua pun menyusul. Bayi yang berbobot hampir sama dengan yang pertama dan tangisnya pun tidak kalah nyaringnya. Erlan kembali tersenyum lebar setelah menatap wajah cantik bayi ke duanya. Wajah mereka benar-benar mirip dan membuat Erlan bingung membedakannya.


"Kasih nomor ya, Sus. Biar kami tahu yang mana yang lahir pertama kali," ucap Erlan yang masih merekam moment bahagia tersebut.


"Baik, Tuan," sahut perawat tersebut sambil tersenyum menatap Erlan.


Selang beberapa menit kemudian, bayi ke tiga mereka pun turut menyusul dan ternyata berat badan serta panjang tubuhnya tidak berbeda jauh dari kedua saudarinya. Tangis bayi ke tiga mereka kembali meramaikan ruangan itu.


Erlan begitu terharu melihat ketiga bayinya lahir sehat tanpa kurang apapun. Begitu pula dengan kondisi Alina yang tampak baik-baik saja di sepanjang operasi berlangsung.


"Lihatlah, ketiga bayi kita lahir dengan selamat tanpa kurang apapun, Sayang." Erlan mencium puncak kepala Alina kemudian menyeka air mata yang merembes di kedua sudut mata istri mungilnya tersebut.


"Ya Tuhan, terima kasih banyak."


"Tapi, kamu jangan kesal ya, jika lihat wajah mereka bertiga," ucap Erlan sembari menggoda Alina.


Alina mengerutkan alisnya heran. "Memangnya wajah mereka kenapa, Mas?"


"Sepertinya mereka cuma numpang tinggal di rahim kamu selama ini, Sayang. Soalnya wajah mereka, ke Daddy semua!" sahut Erlan sambil tertawa pelan di samping telinga Alina.


Alina memasang wajah masam. Ia tidak percaya bahwa kali ini ia harus kalah telak lagi dari suaminya itu. "Masa aku tidak dikasih kesempatan sedikitpun, Mas. Aku 'kan yang mengandung mereka!" sahut Alina sambil menekuk wajahnya.


"Astaga, Dokter! Bela lah sekali-sekali pasienmu ini," gumam Alina.


Jawaban Alina membuat Dokter terkekeh. Tepat di saat itu tiga orang perawat menghampiri Alina dengan membawa serta ketiga bayi kembar Alina.


"Lihat, Sayang. Itu mereka," ucap Erlan seraya menyambut salah satu dari ketiga bayi kembarnya. Erlan meletakkannya ke samping wajah Alina dan Alina pun memperhatikannya dengan mata berkaca-kaca.


"Ya, ampun, Nak! Ternyata Daddy kalian benar, kalian benar-benar mirip Daddy. Bahkan warna iris matanya pun sama semua," ucap Alina dengan penuh haru.


"Tidak apalah, yang penting kalian semua sehat-sehat ya, Nak." Alina melabuhkan ciuman hangatnya kepada ketiga bayi mungil tersebut secara bergantian.


"Ya, itu lebih penting dari semuanya." Erlan mengelus puncak kepala Alina sambil tersenyum hangat.


Setelah beberapa jam kemudian, Alina pun kembali ke ruang perawatan. Di mana keluarga Erlan sudah berkumpul dan tidak sabar melihat ketiga bayi kembarnya. Terutama kakak iparnya, Rara dan Mommy Afiqa.


"Uluh-uluh, cantiknya mereka!" guman Rara sambil membulatkan matanya ketika melihat ketiga bayi mungil tersebut.


Mommy Afiqa yang sedang menggendong si kecil Arkana, tidak tahan untuk tidak menitikkan air matanya ketika menatap ketiga bayi mungil tersebut. "Mata mereka mirip mendiang Daddy semua, Arkana juga," gumam Mommy Afiqa.


"Nah, kamu dengar itu, Sayang. Mata indah ini milik mendiang Daddy, sedangkan aku cuma peniru saja," ucap Erlan, seolah-olah sedang bersedih setelah mendengar ucapan Mommy Afiqa.


"Ish!" kesal Mommy sembari memukul lengan Erlan dengan wajah menekuk.


"Minta satu ya, Lan! Please ...," ucap Rara lagi, dengan wajah penuh harap menatap Erlan.


"Yah, Kakak. Mulai lagi," jawab Erlan sambil menggelengkan kepalanya.


Sedangkan Nyonya Afiqa dan Alina hanya bisa tersenyum mendengar obrolan mereka. Jika pasangan Alina dan Erlan sudah melewati masa-masa menegangkan mereka, kini saatnya bagi Sean yang berada di situasi menegangkan tersebut. Di mana ia berada di ruang operasi bersama sang istri untuk menyambut kelahiran bayi mereka.


...***...