My Baby'S Daddy

My Baby'S Daddy
Terjerat Cinta Pria Dingin




💕 Terjerat Cinta Pria Dingin 💕


Author : Ade Nuryanti


Cuplikan bab


Brakkk!!!!


Sebuah kepalan tangan mendarat sempurna pada sebuah lemari, tepat disamping wajah sang gadis yang kini memejamkan mata dengan ketakutan luar biasa. Tubuhnya bergetar dengan lelehan air mata yang membasahi pipi cantiknya.


"Apa harus seperti ini, hah?" tanya seorang lelaki dengan suara pelan namun penuh penekanan, yang kini tengah mengukung dirinya diantara lemari itu.


"Kau akan menyerah begitu saja?" tanyanya lagi dengan tatapan tajam mengarah pada gadis itu.


Lelaki itu mengangkat dagu sang gadis, "Buka matamu, tataplah aku!" titahnya.


Sang gadis membuka matanya perlahan, hingga mata keduanya bertemu. Manik berkabut amarah itu perlahan berganti dengan tatapan cinta setelah bertemu dengan manik berkaca milik sang gadis.


"Aku mencintaimu, Sena." ungkapnya.


Keduanya terdiam saling menyelami perasaannya masing-masing dengan tatapan saling mengunci. Kemudian lelaki itu memiringkan wajahnya dan menyambar bibir ranum sang gadis. Menyesap lembut bibir yang tak mampu Ia lupakan. Bibir yang beberapa bulan ini sama sekali tak dapat Ia jamah.


Keduanya hanyut dalam ciuman itu, menyalurkan rasa yang sama yang tak dapat mereka ubah. Sekeras apapun melupakan, namun rasa rindu semakin menumbuhkan rasa cinta itu.


Dengan napas tersenggal keduanya saling melepas pagutan itu. Sena menunduk dengan air mata yang tak dapat Ia tahan.


"Maafin aku, Bi. Kita harus melupakan ini." ucapnya diiringi isak yang menyesakan dadanya.


"Kenapa? Apa kau sudah melupakanku? Apa rasa cintamu untukku sudah tak ada lagi?" cecar Abi. Lelaki itu tertawa sumbang, menertawakan takdir yang seolah membencinya.


"Iya. Perasaanku sudah hilang, sejak kita disadarkan kalau kita ini saudara. Aku sepupumu dan kau sepupuku." balas Sena dengan tegas menatap kearahnya.


"Bohong! Berhentilah membohongi dirimu sendiri dan kembalilah padaku, Sena!" selak Abi dengan sama tegasanya.


Sena menarik dan menghembuskan napasnya panjang untuk menetralkan dirinya."Lupakan aku! Satu minggu, sisa waktumu untuk melupakanku. Dan hari itu kau harus benar-benar melupakanku, karena hari itu juga aku milik orang lain."


Abi mendekatkan wajahnya pada gadis itu. "Kamu denger baik-baik." ucapnya dengan nada penuh penekanan.


"Kita memang dilahirkan dari darah yang sama, tapi," Abi menjeda ucapannya sejenak.


"Kita ditakdirkan untuk menciptakan darah serupa." lanjutnya, dengan tatapan menghunus tajam kearah Sena yang sekuat tenaga menahan diri dan hatinya, agar tak goyah dengan pendiriannya itu.


"Aku Abizar Radeeya Permana, bersumpah tak akan membiarkan siapapun menikahi Arsena Queenara Pratama. Karena Sena hanya milik Abi. Dan akan kupastikan hanya aku yang bisa menikahimu."


"Ingat itu!" peringatnya.


Setelah mengatakna itu, lelaki tampan itu pun berlenggang meninggalkan Sena yang kini ambruk dilantai. Tangisnya pecah seiring dengan berlalunya suara dari pintu yang tertutup keras.


Tangis memilukan menggema diruangan pengap itu. Sena tertunduk lemas seraya memegang baju bagian dada yang begitu menyesakan.


Ceklek!


Pintu terbuka tanpa Sena ketahui. Seorang gadis menghampiri dengan ikut mendudukan diri dihadapannya. Ia raih kepala Sena, lalu mendekapnya.


"Aku mencintainya ... Aku mencintainya ....." ungkap Sena dengan isak kian kencang.


Sang gadis tak menimpali, Ia hanya mengusap kepala dan punggung Sena bergantian untuk menenangkannya.


"Kenapa harus sesakit ini, Jin. Kenapa ...?" tanya Sena disela isak tangisnya.


"Jika memang cinta ini salah. Kenapa rasa itu ada? Kenapa ...?"


Jingga tak berhenti mengusapkan tangan, dipundak sahabatnya itu. Ia tau dan sangat mengerti apa yang dirasa sahabatnya kini.


"Tumpahkan! Setidaknya itu akan mengurangi rasa sakitmu." titahnya.


Sena pun benar-benar menumpahkan air mata sakitnya. Rasa sakit ketika harapan tak sesuai alur Tuhan. Rasa cinta pada seseorang yang tidak seharusnya Ia cintai. Ikatan darah yang menjadi penghalang, hingga Ia harus mengubur dalam-dalam rasa itu. Namun apa itu mudah?


...***...


Yukkk teman-teman, cuss ke lapak author yang satu ini 😘😘😘