My Baby'S Daddy

My Baby'S Daddy
Triplets Baby



Setelah selesai menimbang pertambahan berat badan Alina, Dokter mencatat hasilnya di buku kehamilan milik wanita itu. Kemudian Dokter pun melanjutkan pemeriksaan selanjutnya, tekanan darah dan berbagai pemeriksaan lainnya.


"Nah, sekarang saatnya kita lakukan pemeriksaan USG, ya! Kita lihat bagaimana perkembangan bayinya. Tapi, saya yakin bayi kalian pasti tumbuh sehat, soalnya Mommy Alina 'kan selalu makan sehat. Ya 'kan, Mom?"


"Ya, tentu saja, Dok. Yang pusing-mual serta susah makan 'kan Daddy-nya," sela Erlan sambik tertawa kecil.


Dokter terkekeh mendengar penuturan Erlan. Ia tahu bahwa Erlan mengalami kehamilan simpatik parah, sedangkan Sang Istri sama sekali tidak merasakan apapun pada kehamilannya kali ini.


Dokter kembali menuntun Alina menaiki tempat tidur pasien dan membaringkannya di sana. Setelah menggelar tirai, Dokter pun mulai melakukan pemeriksaan tersebut. Sedangkan Erlan, Sean dan Imelda masih bisa melihat hasil pemeriksaan USG tersebut dari layar monitor yang tergantung di dinding ruangan.


Dokter menatap layar monitor dengan sangat serius sedangkan tangannya terus saja bergerak menelusuri setiap inci perut Alina yang membulat. Tidak berselang lama, Dokter pun menyunggingkan sebuah senyuman.


"Huft! Akhirnya terjawab sudah!" Dokter menghembuskan napas lega.


Alina menautkan kedua alisnya ketika mendengar penuturan dari Dokter tersebut. "Apa maksudnya, Dok?" tanya Alina heran.


"Inilah salah satu alasan kenapa berat badan Nona naik drastis. Begitupula dengan perut Nona yang terlihat lebih besar dari kehamilan yang pertama, ternyata janin Anda kembar, Nona. Selamat, ya," ucap Dokter yang masih fokus menatap layar monitor.


"Ke-kembar, Dok? Serius?!" pekik Alina dengan mata membulat.


Bukan hanya Alina yang terkejut mendengar berita baik tersebut. Erlan, Sean dan Imelda yang juga berada di ruangan itu terkejut bukan main.


"Serius, Dok? Apa aku tidak salah dengar," sela Erlan yang juga membulatkan matanya dengan serius.


"Ternyata Tuan Erlan pun mendengarnya," gumam Dokter sambil terkekeh pelan. "Ya, Tuan. Selamat ya, bayi Anda kembar. Dan bukan hanya kembar dua, melainkan tiga. Ada tiga janin di sini, coba lihatlah!"


"Ti-ti-tiga?!" pekik Alina dengan napas tersengal-sengal dan membuat Dokter terkekeh pelan melihat reaksi Alina saat itu.


"Apa, tiga!" Erlan shok bukan main. Ia bahkan sampai bangkit dari tempat duduknya kemudian mendekati layar monitor.


"Ya, bayi kalian ada tiga. Satu ... dua ... dan tiga," tutur Dokter sembari memperlihatkan satu-persatu janin yang ada di dalam kandungan Alina ke layar monitor tersebut.


"Astaga! Kamu dengar itu, Sean! Bayiku ada tiga, ya Tuhan! Doaku langsung terkabul," gumam Erlan dengan setengah tidak percaya.


"Wah, selamat ya, Tuan Erlan."


Ucap Sean dan Imelda yang juga ikut berbahagia setelah mendengar berita memgejutkan itu. Sean bahkan ikut tidak sabar ingin mengetahui jumlah bayinya dalam kandungan Imelda dan ia pun berharap mendapatkan anak kembar juga.


"Bagaimana dengan bayi kita, mungkinkah mereka kembar juga?" gumam Sean sembari mengelus perut Imelda dengan lembut.


"Entahlah, tapi dari riwayat seluruh keluargaku, tidak ada yang kembar, Mas. Kalau Mas?" tanya Imelda dengan wajah serius menatap Sean.


Sean mencoba mengingat-ingat silsilah keluarganya dari A sampai Z dan ia tidak menemukan ada riwayat kelahiran bayi kembar di seluruh keluarga besarnya.


"Sepertinya sama, keluargaku pun tidak ada riwayat kelahiran anak kembar," lirih Sean.


Alina yang masih shok kembali bertanya pada Dokter cantik yang sedang memeriksanya. "Tapi, kenapa baru ketahuan sekarang, Dok? Apakah bulan kemarin masih belum terlihat dengan jelas?" tanya Alina heran.


"Ehm, maafkan saya, Nona Alina. Saya tidak mengatakannya langsung kepada Anda. Ya, bulan kemarin, ketika Nona memeriksakannya saya sudah melihat ada lebih dari satu janin, tetapi saya masih belum yakin dan saya memutuskan untuk menyampaikannya ketika Anda memeriksakan kehamilan Anda bulan berikutnya, yaitu hari ini, agar hasilnya benar-benar jelas," tutur Dokter.


"Dan hasilnya sama, ternyata bayi kalian memang lebih dari satu bahkan ada tiga janin di sini dan puji Tuhan, semuanya dalam keadaan sehat," sambung Dokter sambil tersenyum semringah.


...***...