
Erlan yang baru saja pulang dari kantor, segera menghampiri Alina dan duduk di samping istri mungilnya itu. Alina tersenyum kemudian memperhatikan sesuatu yang sedang dipegang oleh Erlan saat itu.
"Apa itu, Mas?" tanya Alina seraya meraih benda itu kemudian memperhatikannya dengan seksama.
"Itu undangan selamatan dari Olivia, Sayang. Besok Olivia dan suaminya mengadakan acara syukuran atas kelahiran bayi pertama mereka. Apa kamu ingin hadir ke acara tersebut?" tanya Erlan kepada Alina.
Alina menautkan kedua alisnya seraya menatap lelaki itu. "Kok nanyanya ke aku sih, Mas? Kan yang dapat undangan Mas Erlan," sahut Alina heran.
Erlan terkekeh pelan kemudian merengkuh pundak Alina saat. "Maksudku, jika kamu mau ikut, kita akan pergi ke pesta itu bersama-sama dengan mengajak serta keempat anak kita. Tapi jika kamu tidak mau ikut, aku pun tidak akan hadir ke pesta itu, Alina sayang."
Alina membalas senyuman Erlan saat itu. "Kenapa begitu?" tanya Alina.
"Ya, pokoknya aku tidak ingin pergi tanpa kalian. Kalian adalah bagian dari hidupku dan tanpa kalian, aku selalu merasa ada yang kurang," tutur Erlan sembari mengelus lembut pipi Alina.
"Bagaimana, apa kamu mau ikut?" tanya Erlan lagi.
"Baiklah, kita pergi bersama-sama," sahut Alina.
"Daddy!" teriak ketiga bocah cantik yang berlarian menghampiri Erlan dan disusul oleh Arkana dari belakang ketiga adik cantiknya tersebut.
"Ah, para bidadarinya Daddy! Bagaimana hari kalian? Menyenangkan?" tanya Erlan sembari memeluk ketiga bocah cantik yang kini mengerumuni tubuhnya.
"Ya, Dad!" jawab mereka bersamaan.
"Kalian tidak membuat Mommy kewalahan lagi, 'kan?" tanya Erlan lagi.
"Ya, tidaklah, Dad. Sekarang Mommy sudah punya seorang Assisten tampan yang selalu sedia membantu Mommy menjaga ketiga bidadarinya Daddy. Benar 'kan, Sayang?" sahut Alina seraya memeluk tubuh Arkana yang datang mendekat kepadanya.
"Ya!" jawab Arkana mantap.
"Oh, terima kasih, Jagoan Daddy. Daddy bangga padamu," ucap Erlan sambil mengacak pelan puncak kepala bocah lelakinya itu.
"Lan, besok Olivia mengadakan acara selamatan untuk kelahiran bayi pertamanya. Apa kamu juga diundang?" tanya Mommy Afiqa yang baru saja tiba di ruangan itu. Mommy Afiqa duduk tepat berseberangan dengan Erlan, Alina dan keempat anak mereka.
"Ya, Mom. Barusan kami membahas masalah itu dan kami akan hadir ke pestanya bersama-sama. Apa Mommy mau ikut bersama kami?" sahut Erlan.
"Sepertinya Mommy tidak ikut deh, Lan. Mommy ingin istirahat saja di rumah. Oh ya, Mommy titip salam saja buat Olivia dan ... siapa sih nama suaminya, Mommy lupa!"
"Edgar, Mom."
"Ya, Edgar. Jangan lupa ya, Lan. Sampaikan salam Mommy buat Olivia dan suaminya."
"Baik, Mom. Tentu saja," jawab Erlan.
"Ayo, anak-anak! Let's go!" ajak Erlan kepada keempat anaknya.
Erica, Erina, Elia dan Kakaknya Arkana segera masuk ke dalam mobil mewah milik Sang Daddy. Dengan dibantu para Babysitter, ketiga bidadari dan satu jagoan Erlan duduk berjejer di kursi belakang dengan menggunakan baby car seat mereka masing-masing.
Alina terkekeh pelan melihat keramaian di dalam mobilnya. Selain keluarga besarnya, ia juga mengajak serta dua orang Babysitter yang akan membantu mereka menjaga triplets baby.
"Aku yakin keluarga kita akan menjadi keluarga terheboh di pesta Olivia nanti," ucap Alina sembari memperhatikan keempat anaknya yang sedang tersenyum menatap dirinya.
"Haha, biarlah!" jawab Erlan sambil tertawa pelan.
Setelah semuanya siap, Erlan pun segera melajukan mobilnya menuju kediaman kedua orang tua Olivia. Ya, acara syukuran tersebut memang dilaksanakan di sana atas permintaan kedua orang tua Olivia sendiri. Mereka begitu bahagia karena bayi tersebut adalah cucu pertama mereka.
Setibanya di tempat itu, ternyata acara sudah dimulai dan keluarga besar Erlan pun segera berbaur dengan para tamu lainnya.
Di tengah keramaian pesta, mata Olivia tiba-tiba fokus pada seorang pria tampan yang sedang dikerumuni oleh tiga orang anak perempuan yang cantik-cantik. Olivia mengajak Edgar untuk menghampirinya dengan membawa serta bayi mungil mereka.
"Hai, Erlan. Wah, terima kasih karena sudah bersedia hadir di pesta sederhana kami ini," ucap Olivia sembari mengulurkan tangannya kepada Erlan.
Erlan pun menyambut uluran tangan Olivia sembari tersenyum hangat. "Sama-sama, Olivia. Oh ya, selamat ya atas kelahiran bayi pertamanya," sahut Erlan.
"Loh, Tuan ...?" Alina membukatkan matanya ketika menatap Edgar. Ia kenal dengan lelaki itu karena sudah membantunya memberikan alamat Tuan Joseph dulu.
"Nona Alina! Kenalkan, saya Edgar. Suami Olivia." Edgar tersenyum sembari mengulurkan tangannya ke hadapan Alina yang kemudian disambut oleh wanita itu.
"Wah, senang bisa bertemu dengan Anda lagi, Tuan Edgar," sahut Alina seraya membalas senyuman Edgar saat itu.
Olivia pun terkejut karena ternyata Alina sudah mengenal suaminya. "Kalian sudah kenal?" tanya Olivia heran.
"Ya, tentu saja. Kami 'kan satu kota. Benar 'kan, Nona Alina," jawab Edgar.
"Ya," jawab Alina.
Saat itu Alina merasa malu karena ia pernah bercerita tentang masa terburuknya kepada Edgar dan beruntung Edgar pun tidak pernah menceritakan rahasia Alina kepada siapapun, termasuk kepada Olivia.
Olivia memperhatikan ketiga bocah cantik dengan wajah yang sama semua, yang sedang mengelilingi tubuh Erlan. Wanita itu terlihat bingung, "Mereka ... anak-anakmu?" tanya Olivia.
"Ya, mereka anak-anakku. Cantik 'kan, Liv?" sahut Erlan sembari memeluk ketiga bidadarinya.
Olivia menggelengkan kepalanya. "Ya ampun, Erlan, Alina! Kalian bikin iri saja!" sahut Olivia sembari menyentuh wajah mungil ketiga bocah cantik itu.
...***...