
Di suatu pagi, di ruang makan, ketika keluarga besar Erlan tengah menikmati sarapan mereka.
"Erica! Cepatlah bilang sama Daddy," bisik Erina.
"Ish, aku takut! Biar Elia saja!" bisik Erica lagi.
Elia membulatkan matanya. "Loh, kok aku sih?" protesnya.
Sejak tadi Erlan memperhatikan tingkah ketiga anak gadisnya yang sudah berusia 17 tahun tersebut. Erlan merasa bahwa gelagat mereka bertiga tampak mencurigakan pagi ini.
"Kalian itu kenapa, ha? Sejak tadi Daddy perhatikan kalian terus berbisik-bisik seperti itu. Memangnya ada apa?" tanya Erlan sembari memperhatikan wajah ketiga anak gadisnya itu secara bergantian.
"Ayo, cepat bilang sama Daddy!" bisik Erina lagi kepada saudarinya Erica.
"Kok, aku lagi, sih?" sahut Erica tampak kesal menatap saudarinya itu.
"Kan, mulai lagi!" Erlan memasang wajah malas. "Sebenarnya kalian itu kenapa dan ingin ngomong apa?" tanya Erlan sekali lagi.
Bukan hanya Erlan, bahkan Alina dan Arkana yang sejak tadi hanya menjadi penonton, merasa bingung melihat gelagat ketiga gadis cantik tersebut.
"Erica, Erina, Elia, kalian bertiga itu kenapa?" tanya Alina yang akhirnya ikut membuka suaranya.
Ketiga gadis cantik itu menundukkan kepala mereka menghadap lantai sambil memasang wajah penuh penyesalan. Elia, gadis pertama yang memberanikan diri mengangkat kepalanya kemudian menatap Sang Daddy yang sejak tadi sudah penasaran melihat gerak-gerik mereka bertiga.
"Daddy, maafkan kami," lirihnya dengan mata berkaca-kaca menatap Erlan.
Erlan menautkan kedua alisnya heran. "Maaf untuk apa?" tanya Erlan lagi.
"Maafkan kami dulu dan berjanjilah untuk tidak marah, baru setelah itu Elia ceritakan semuanya," sahut gadis itu dengan wajah memelas.
"Ya, ya, baiklah! Daddy maafkan dan Daddy janji tidak akan marah. Sekarang ceritakanlah," ucap Erlan.
"Begini, Dad ... kemarin kami bertiga tanpa sengaja menabrak mobil Pak Kepala Sekolah dan Pak Kepala Sekolah minta ganti rugi," tutur Elia dengan mata berkaca-kaca.
"Apa?!" pekik Erlan dengan mata membulat sempurna. "Bagaimana bisa?!" lanjutnya. Bahkan Alina dan Arkana pun ikut terkejut mendengar penuturan Elia saat itu.
"Kan, Daddy sudah janji akan memaafkan kami dan tidak akan marah-marah," lirih Elia lagi.
Erlan menghembuskan napas berat. "Baiklah, sekarang ceritakan bagaimana kejadian yang sebenarnya!" titah Erlan dengan wajah kesal.
"Kemarin Erica iseng mencoba mengemudikan mobil dan tanpa sengaja malah menabrak mobilnya Pak Kepala Sekolah. Mobilnya lecet parah, Dad! Maafkan kami," lirih Elia.
"Ya ampun, Erica! Lah, itu Pak Sopir kenapa malah membiarkan Erica mengemudikan mobilnya?!" kesal Erlan.
"Hmm, pasti bukan salah Pak Sopir, Dad. Aku yakin pasti mereka bertiga yang memaksa Pak Sopir agar membiarkan Erica yang menyetir mobil tersebut. Benar 'kan?" celetuk Arkana sambil terkekeh.
"Benar begitu?" tanya Erlan dengan tatapan tajam menatap ketiga gadis cantik tersebut. Ketiga gadis itu pun menganggukkan kepalanya dan mereka akhirnya mengakui kesalahan mereka.
"Maafkan kami, Dad."
"Baiklah, akan Daddy ganti semua kerugian Pak Kepala Sekolah tetapi itu tidaklah gratis!" tutur Erlan.
Ketiga gadis itu menatap heran kepada Erlan. "Maksud Daddy?"
"Daddy akan hitung itu sebagai hutang dan untuk membayarnya, jatah uang saku kalian Daddy potong sampai hutang-hutang kalian lunas!"
"Akh!!!" pekik mereka bersamaan.
"Bye, Mommy! Bye, Daddy!" ucap ketiga gadis cantik Erlan.
"Kami berangkat dulu ya, Mom, Dad!" lanjut mereka sembari melambaikan tangan kepada kedua orang tuanya.
"Hati-hati di jalan ya, Nak! Belajar yang benar dan ingat, jangan berani menyentuh setir mobil itu lagi kalau tidak ingin uang saku kalian terpangkas habis," ucap Alina dengan setengah berteriak.
"Yes, Mom!" jawab mereka secara bersamaan.
"Astaga ... lihatlah mobil itu, Sayang! Itu artinya ketiga gadis itu akan menggali kantongku lebih dalam lagi," gumam Erlan ketika memperhatikan salah satu mobilnya yang ternyata juga penyok-penyok akibat tabrakan itu.
Alina hanya bisa tersenyum kecut ketika bersitatap dengan suaminya tersebut. Tidak berselang lama, Arkana tiba di sana kemudian berdiri di samping kedua orang tuanya yang sedang menunggu kedatangan Sean.
"Tumben Om Sean terlambat," ucap Arkana.
"Ya, Daddy pun berpikiran hal yang sama," jawab Erlan.
Tepat di saat itu, mobil yang dikemudikan oleh Sean tiba di sana. Lelaki itu tersenyum sembari membukakan pintu mobilnya untuk Erlan. Setelah berpamitan kepada Alina, Erlan pun segera berangkat bersama Sean ke kantor seperti biasanya.
"Bye, Sayang! I love you," ucap Alina sembari melambaikan tangannya kepada Erlan yang kini semakin menjauh dari pandangannya.
"Arkana berangkat juga ya, Mom." Kini giliran Arkana yang pamit kepada Alina sembari memeluk wanita itu.
"Ya, Nak. Belajar yang benar, biar bisa seperti Daddy," ucap Alina sembari mengelus lembut wajah Arkana.
"Ya, Mom. Pasti," jawab Arkana.
❤❤❤ THE END ❤❤❤
Sedikit cerita tentang keluarga Chandra.
Chandra menghembuskan napas terakhirnya beberapa hari setelah Baby Rendra berkunjung ke Rumah Sakit. Setelah kematian Chandra, hubungan keluarga Pak Agung dan Pak Heri mulai membaik.
Rendra sudah tahu siapa dirinya dan apa hubungannya dengan Sean. Namun, hal itu tidak membuat Rendra berubah. Malah sebaliknya, ia semakin menyayangi sosok Sean yang memang sudah ia anggap sebagai Ayah kandungnya.
Begitupula Sean, lelaki itu masih sama seperti dulu. Ia menyayangi Rendra sama seperti dia menyayangi Kamil, tanpa membeda-bedakan status mereka.
Rendra memiliki semangat yang kuat untuk menjadi seseorang yang sukses seperti Sean, Sang Daddy. Walaupun ia sering menjadi bahan bully-an teman-temannya karena fisiknya yang tidak sempurna. Tapi, tenang! Selalu ada sosok Super Hero yang selalu siap siaga menjaga dirinya dari mereka.
Dia adalah Arkana, sahabat satu-satunya yang benar-benar tulus kepadanya dan ia pun berjanji akan selalu menjadi sahabat yang baik untuk Arkana, putra kesayangan Tuan Erlan.
...***...
Huft! Akhirnya cerita Erlan dan Alina selesai juga dan saya sebagai Author ingin mengucapkan TERIMA KASIH BANYAK untuk kalian semua atas dukungannya 🙏😍 karena tanpa kalian, cerita ini tidak ada apa-apanya.
Oh ya, buat yang belum baca karya Author yang lainnya, bisa mampir ya ... klik aja profil Author, di sana akan terlihat 10 karya yang sudah Author tulis di platform ini. 😘😘😘
💗💗💗 TERIMA KASIH 💗💗💗
Love-love sekebon sawitttt .... 😘😘😘