
"Ya, Mom. Alina sudah melahirkan bayi mungil berjenis kellamin laki-laki. Mommy mau lihat fotonya, gak? Rara yakin Mommy pasti akan terkaget-kaget setelah lihat foto bayi mereka," ucap Rara.
"Tidak!" sahut Nyonya Afiqa dengan cepat. "Tidak usah," lanjutnya.
Tiba-tiba saja Nyonya Afiqa memutuskan panggilannya bersama Rara. Sepertinya wanita paruh baya tersebut tidak ingin membahas lebih jauh tentang kelahiran bayi Erlan dan Alina.
Rara begitu terkejut ketika mendapati panggilannya tiba-tiba saja diputuskan oleh Sang Mommy. Namun, usaha Rara tidak berhenti sampai di situ saja. Sekarang ia mengirimkan beberapa foto bayi Arkana kepada Mommy-nya tersebut.
Ketika pesan chat dari Rara masuk ke nomor ponselnya, Nyonya Afiqa tidak menghiraukannya sebab ia tahu yang dibahas putrinya tersebut masih tentang bayi Erlan dan Alina yang baru lahir.
Tanpa mempedulikan pesan chat dari Rara, Nyonya Afiqa malah memilih menghubungi nomor ponsel Olivia. "Apa Olivia sudah tahu tentang ini?" gumamnya sembari meletakkan ponsel tersebut ke samping telinga.
Tidak berselang lama, panggilan Nyonya Afiqa pun diterima oleh Olivia yang baru saja terbangun dari tidurnya.
"Ya, Mom?!"
"Liv, apa kamu sudah tahu bahwa istrinya Erlan sudah melahirkan?" tanya Nyonya Afiqa tanpa berbasa-basi.
"Hmm, Alina sudah melahirkan, ya? Syukurlah kalau begitu. Aku ikut senang mendengarnya," sahut Olivia dari seberang telepon sambil mengucek matanya yang masih terasa berat.
Nyonya Afiqa mengerutkan alisnya setelah mendengar jawaban Olivia yang seolah-olah tidak memiliki perasaan apapun legi terhadap Erlan. "Eh, kok tumben kamu tidak marah-marah, Olivia?"
Mendengar ucapan Nyonya Afiqa, Olivia pun terbahak. "Maafkan aku, Mom. Ternyata aku lupa bercerita sama Mommy. Setelah aku dan Erlan resmi bercerai, aku memutuskan untuk move on dari Erlan dan memulai hubungan baru bersama Edgar. Lelaki yang akan menjadi suamiku beberapa bulan lagi," ucap Olivia.
"Kamu serius, Olivia?! E-eh, itu ... kapan kalian ketuk palu? Kok Mommy tidak tahu, ya?!" pekik Nyonya Afiqa dengan mata membulat sempurna.
"Ya, Mom. Aku dan Erlan sudah resmi bercerai beberapa waktu yang lalu dan jangan lupa tungguin undangan pernikahan dariku ya, Mom."
"Oh ya, Mom. Sebaiknya Mommy restui saja hubungan Erlan dan Alina. Apalagi saat ini bayi mereka sudah lahir, Mom," jelas Olivia.
Nyonya Afiqa terdiam sejenak sambil memikirkan ucapan Olivia barusan dan setelah beberapa detik berikutnya, "Ya, akan Mommy coba."
Setelah mengakhiri panggilannya bersama Olivia, Nyonya Afiqa pun termenung di ruangan itu untuk beberapa saat. Ia memikirkan semua yang dikatakan oleh Olivia kepadanya barusan.
"Aku memang ingin menerima Alina sebagai menantuku, tetapi entah kenapa di hatiku masih saja ada keraguan. Selama aku tidak mendapatkan jawabanku tentang bayi itu, selamanya aku tidak akan pernah tenang!" gumam Nyonya Afiqa.
Di tengah kebingungannya, tiba-tiba saja mata Nyonya Afiqa kembali menatap layar ponsel yang masih ada di genggamannya. Tampak masih ada notifikasi pesan chat yang dikirim oleh Rara kepadanya barusan.
Rasa penasaran masih menyelimuti hati Nyonya Afiqa walaupun sebenarnya ia tahu bahwa pesan itu masih berhubungan dengan bayi mungil yang baru lahir tersebut.
"Buka, tidak?! Buka, tidak?!" Hingga akhirnya Nyonya Afiqa pun memutuskan, "Buka sajalah," gumamnya sembari membuka pesan tersebut.
Setelah pesan chat tersebut terbuka, tampaklah foto-foto bayi Arkana yang terlihat sangat menggemaskan, yang sengaja dikirim oleh Rara kepadanya. Bahkan ada caption-nya "Fotocopy-an Erlan, apa Mommy masih ragu kalau bayi ini milik Erlan?"
Nyonya Afiqa memperhatikan satu-persatu foto tersebut dengan seksama dan akhirnya air mata wanita paruh baya tersebut merembes di kedua pipinya. "Erlan," lirihnya.
Nyonya Afiqa meraih sebuah album foto lama yang tersimpan di laci nakasnya. Di sana ada beberapa koleksi foto seluruh keluarga besarnya, termasuk foto-foto masa kecil Erlan dan juga Rara.
Kini kedua bola mata Nyonya Afiqa tertuju pada foto Erlan ketika masih bayi di album foto tersebut dan ia mulai membandingkannya dengan foto bayi Arkana yang ada di ponselnya.
"Ya Tuhan, apa yang dikatakan oleh Rara benar. Mereka begitu mirip bahkan terlihat bagaikan satu orang yang sama," gumam Nyonya Afiqa sambil tersenyum menatap kedua foto tersebut.
...***...