Matchmaking By My Brother

Matchmaking By My Brother
Episode 11 Season 2



••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


👩‍💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕


👩‍💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘


👩‍💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘


👩‍💻Terima kasih dan happy reading semua❤


📖📖📖


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Di SMA


Arisa duduk melamun di gazebo taman. Dia merasa ada yang aneh dengan kedua orang tuanya. Mungkinkah mereka bertengkar?? Itu tidak mungkin karena Arion selalu mematuhi kemauan Antia. Lalu apa?? Begitu lah benak Arisa bertanya tanya.


"Arisa." Panggil Lista sembari duduk disamping sahabatnya. Tampak Lista membawa dua minuman.


"Nih minum dulu, kamu kenapa?? Daritadi kayak gak fokus gitu." Ucap Lista. Arisa menerimanya kemudian meminumnya.


"Aku kepikiran bunda sama ayah... Mereka kelihatan aneh tadi pagi, apa mereka bertengkar??" Ucap Arisa sembari memangku minumannya.


"Mungkin hanya perasaanmu... Tidak mungkinlah om Arion sama tante Antia berantem." Ucap Lista.


"Tapi, tadi pagi bunda tidur di kamar ku." Ucap Arisa cemberut. Dia tidak suka jika orang tuanya bertengkar.


"Sudah jangan dipikirkan... Mending kita ke cafe deket sekolah... Temen temen juga kesana katanya es coffee nya enak banget." Ucap Lista menghibur.


"Cafe yang baru buka itu??" Tanya Arisa.


"Yup... (Menarik tangan Arisa.) Kelamaan mikir yok langsung kesana." Jawab Lista sembari mengajak Arisa untuk ke cafe yang baru dibuka. Tepatnya berseberangan dengan sekolah. Arisa dan Lista menengok kanan dan kiri sebelum akhirnya menyebrang.


"Wah rame ya Lis, padahal baru buka." Ucap Arisa.


"Iya, katanya yang bikin es coffenya ganteng... Yuk kita lihat." Ucap Lista mengajak Arisa masuk.


Hampir setengah pembeli disana anak sekolah. Arisa menarik kursi dan duduk saling berhadapan dengan Lista. Arisa melihat sekeliling cafe yang terlihat sangat elegan namun sederhana.


"Kita ngantri??" Tanya Arisa.


"Iya nih... Padahal nggak sabar banget lihat cogan." Jawab Lista cemberut. Membuat Arisa tersenyum dan mencubit pipi nya.


"Cogan mulu." Ucap Arisa. Beberapa saat menunggu mereka pun memesan sekaligus melihat cara pembuatannya.


"Kak es coffe 2." Ucap Lista sembari tersenyum manis kearah pria berwajah tampan itu.


"Iya." Jawabnya dingin.


Dingin banget sih.... Gak jadi deh, percuma ganteng kalau sifat kek beton es. Batin Lista.


"Ris... (Menyikut lengan Arisa.) Ris... Arisa, kamu kenapa melamun??" Tanya Lista berbisik.


"Eh nggak... Kamu tadi bilang apa??" Tanya Arisa.


"Kakak ganteng itu dingin banget." Jawab Lista berbisik.


"Wajahnya kayak nggak asing." Lirih Arisa. 2 es coffe sudah jadi dan diberikan pada Arisa dan Lista.


Tampak dia melepaskan celemeknya dan pergi dari Cafe tanpa banyak bicara. Saat itu Arisa dan Lista duduk di depan sekolah sembari menikmati es coffe nya.


"Enak banget sih... Coffenya enak apalagi yang buat." Ucap Lista.


"Inget jangan halu." Ejek Arisa.


"Gak apa apa mumpung halu gratis." Ucap Lista kemudian meminum es coffe nya.


"Eh Ris lihat... (Menujuk ke arah tempat parkir Caffe.) Dia kan kakak ganteng tadi, dia kayaknya mo pergi." Ucap Lista.


Arisa pun menatap ke arah yang ditunjuk. Tampak pria berwajah tampan dan dingin itu tengah memakai sarung tangan dan menutupi wajah tampannya menggunakan masker. Dia menaiki motor sport hitamnya.


Dan saat melintasi depan sekolah, pria itu menatap Arisa sekilas. Begitu pula Arisa yang menerima tatapan dinginnya. Seketika Arisa menjatuhkan es coffe nya dan bangkit dari duduknya.


"Kakak penyelamat." Lirih Arisa.


"Arisa kau kenapa??? (Arisa berlari mengejar motor pria tadi.) Arisa!!!" Panggil Lista. Karena khawatir Lista pun menyusul.


"Kakak penyelamat berhenti." Panggil Arisa. Arisa yang tidak melihat kondisi membuatnya tidak sadar sebuah mobil pengantar barang online melintas.


"Arisa!!!!!" Teriak Lista dimana membuat orang sekitar menoleh.


Prankkk!!


Antia menjatuhkan vas bunga yang akan dia letakan di nakas. Mendengar suara benda jatuh membuat Avindra mendekat. Dia melihat Antia yang terdiam.


"Bunda tidak apa apa?? Bunda kenapa?? Hilly bersihkan pecahan vasnya." Tanya Avindra. Avindra pun mengajak ibunya duduk dibibir ranjang.


"Ada apa ini??" Tanya Lyin yang mendekat.


"Tidak apa apa oma... Bunda hanya menjatuhkan vasnya, oma lanjut istirahat saja." Jawab Avindra. Tampak Lyin menganggukan kepalanya dan pergi.


"Arisa.... Arisa, Avindra bunda merasa terjadi sesuatu pada Arisa.... Cepat telefon Vian." Ucap Antia. Mendengar ucapan ibunya Avindra pun mengeluarkan ponselnya. Belum menelfon, tampak telefon masuk dari Lista di ponsel Antia.


📞


"Halo, Lista... Apa Arisa... (Mendengar suara tangis.) Lista, nak kenapa menangis??" Tanya Antia cemas.


"Tan... Tante.... Arisa, Arisa kecelakaan." Jawab Lista dibalik telefon dengan menangis.


Plukk!


Antia menjatuhkan ponselnya membuat Avindra cemas dan mengambil ponsel tersebut.


"Halo... Ini aku Avindra, Lista apa yang terjadi pada Arisa??" Tanya Avindra cemas.


"Kak... Arisa kecelakaan." Jawab Lista diseberang sana.


"Apa?? See.... Sekarang, maksudku di rumah sakit mana??" Tanya Avindra.


"Rumah sakit Waripurna Jaya kak." Jawab Lista. Avindra langsung mematikan telefonnya.


"Arisa... Avindra Arisa...."


"Bunda Arisa akan baik baik saja... Ayo kita kerumah sakit." Ucap Avindra mereka pun bergegas ke rumah sakit.