Matchmaking By My Brother

Matchmaking By My Brother
Episod 5



{}Keesokan harinya


Antia bangun dari tidurnya sebelum mentari memancarkan cahayanya. Antia menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu dia bersiap siap untuk melakukan runitas paginya yaitu jogging. Setelah selesai Antia menuruni tangga mencari keberadaan kakaknya. Melihat kepala pelayan Gian sedang membersihkan rumah Antia mendekat.


"Gian dimana kakak?" Tanya Antia.


"Tuan muda sudah didepan menunggu anda nona." Jawab Gian. Antia pun mengagguk dan segeralah menyusul kakaknya.


"Kenapa lama sekali?" Tanya Andian.


"Kakak yang terlalu cepat." Jawab Antia berdiri disamping Andian. Seperti itulah kebiasaan mereka disaat hari libur.


Beberapa saat kemudian. *Brakk!!* Terdengar sesuatu dentuman keras membuat Andian dan Antia berhenti. Rupanya ada seorang peria yang tertabrak motor.


"Kak ayo kita lihat." Ajak Antia.


"Baiklah ayo." Jawab Andian tampak terpaksa. Antia mula mendekat dan mengulurkan tangan pada peria yang tersungkur di pinggir jalan.


"Kau baik baik saja?" Tanya Antia.


"Aku baik baik saja." Jawab peria itu sambil menerima uluran tangan Antia. Peria itu menatap Antia dalam.


"Antia." Ucap peria itu sambil menujukan telunjuknya. Sedangkan Andian hanya diam dengan wajah datar.


"Kalfa? Kamu Kalfa kan?" Tanya Antia memastikan. Kalfa Wijaya adalah teman Antia sewaktu SMP.


"Kamu masih mengingatku rupanya." Ucap Kalfa sambil menatap Andian.


"Siapa dia?" Tanya Kalfa.


"Oh ini kakakku kak Andian ini teman SMP ku Kalfa." Jawab Antia memperkenalkan. Kalfa mengulurkan tangan namun Andian enggan membalasnya membuat Kalfa kembali menarik tangannya.


"Terima kasih ya An...aku pulang dulu sampai jumpa." Pamit Kalfa. Antia mengagguk dan tersenyum sebagai tanggapan. Kalfa menggegam tangannya.


"Ayo kak kita lanjutkan." Ucap Antia. Andian hanya mengagguk kemudian mereka melanjutkan joggingnya.


Seusai jogging


Andian menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap untuk menghadiri acara konfersi pers. Andian tampak tampan menggunakan jas kantornya. Sedangkan dengan Antia selama 3 minggu kedepan libur hari kenaikan kelas. Saat sarapan sebuah mobil yang tampak familiar masuk kedalam halaman vila.


"Selamat pagi Andi...Antia." Sapa Raka.


"Pagi kak Raka ayo kak sarapan." Ucap Antia. Raka mengagguk dan mereka sarapan bersama.


"Bagaimana acara tunanganmu dengan calonmu?" Tanya Andian disela sarapan.


"Sangat lancar." Jawab Raka tersenyum.


"Jadi kakak sudah tunangan? Kenapa tidak memberitauku." Tanya Antia kesal.


"Hehehe maaf kakak lupa lagipun jika ku beritau kalian tidak akan mau datang." Jawab Raka.


"Jadi kapan kalian akan menikah?" Tanya Andian.


"2 Minggu lagi jadi kalian harus datang." Jawab Raka. Andian hanya mengangkat kedua bahu.


"Pasti kak." Ucap Antia sambil mengacungkan jempol. Selesai sarapan Andian dan Raka pamit ke kantor. Sedangkan Antia dia memilih untuk belajar dihari libur panjangnya.


Di Gedung CA Grop


Para reporter dan awak media sudah merapati didepan gedung. Mereka sangat penasaran dengan sosok presdir berpengaruh baik dalam maupun luar negri. Gio baru sampai dan langsung masuk kemudian duduk di kursi barisan kedua. Tak lama kemudian Andian dan Raka datang. Raka tampak kagum dengan desain gedung CA Grop itu.


"Waah...Pantas saja menjadi perusahaan terbesar sedunia gedungnya saja sudah seperti ini." Puji Raka tampak berbinar.


"Sudah jangan banyak memuji ayo masuk." Ucap Andian. Langkahnya terhenti saat melihat Kalfa masuk dalam gedung.


"Raka kau kenal dengan peria itu?" Tanya Andian.


"Oh aku dengar dia putra tunggal tuan Rai Wijaya. Ku rasa dia ikut bersama ayahnya." Jawab Raka.


Raka dan Andian pun masuk kedalam gedung yang dipadati para awak media itu. Sampai sebuah mobil hitam mengkilat datang. Kean turun dan langsung membukakan pintu untuk tuannya. Kaki bertumpu pada karpet merah yang tergelar. Tampak gemerlap kilatan dari kamera para awak media. Sayangnya dia menutupi wajahnya dengan masker hitam juga kacamata hitam. Para pengawal juga mengawasi setiap perjalanannya. Pria itu masuk kedalam gedung dan pintu gedung tertutup rapat. Suara kebisingan berubah menjadi keheningan begitu Kean datang.


"Baiklah saya ucapkan terima kasih atas kedatangan kalian semua. Seperti yang kalian tau hari ini hari dimana Presdir Colvis Anvert Grop menampakan diri secara terbuka... Tidak perlu menunggu lama mari kita persilahkan Tuan Muda Colvis Arion Anvert." Ucap Kean mempersilahkan tuannya masuk.


*Tak tak tak.* Suara langkah kaki mendekati ruangan. Dan tampaklah wajah peria muda dengan ketampanan yang tidak perlu ditanyakan lagi. Namun tampang dingin dan datarnya selalu terpancang. Gio yang melihatnya hampir berteriak lantaran peria itu tidak lain orang yang selama ini dia hina hina.