
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘
I LOVE YOU READERS😙💕
NB: Part ini bongkar misteri Season 1 Ya😊😉
...🥀MBMB🥀...
Arion tengah sibuk bermain dengan Antia yang baru berusia 12 tahun sedangkan dirinya sudah berusia 19 tahun. Gadis polos dan selalu tertawa kecil kala Arion menghiburnya.
"Antia, jangan lari lari... Kemarilah." Ucap Arion sembari menepuk bangku sebelahnya. Dengan patuh, Antia duduk disamping Arion.
"Kakak dan kak Andian akan pergi ke taman pusat kota... Antia mau ikut??" Tanya Arion. Tampak Antia menggelengkan kepalanya pelan.
"Antia mau sama ayah dan ibu aja." Jawab Antia membuat Arion gemas. Bertepatan dengan itu, Kania dan Glan keluar dari dalam vila.
"Kak Glan." Ucap Antia dan mendekati sang kakak. Glan dan Kania sama sama tersenyum kemudian menghusap puncak kepala Antia.
"Arion, sudah selesai mengajak adikku bermain??" Tanya Glan dengan nada menggoda.
"Ayolah kak, berhenti menggodaku." Jawab Arion dengan wajah kesal. Saat itu dia mendapatkan telefon dari sang kakek. Siapa lagi jika bukan Anvert.
📞
“Halo Kek.”
“Kakek berhasil merebut Colvis Group, Kembali ke Berlin sekarang... Kau harus ambil alih.”
“Hmm... Baiklah, aku akan kembali sekarang.”
Tut.
"Arion ayo kita—"
"Andian aku harus kembali ke Berlin sekarang... Maaf, ada hal penting yang harus ku urus." Ucap Arion kemudian pergi setelah sesaat menatap gadis yang sangat dia cintai.
"Apa?? Yang benar saja, dia baru kembali semalam dan harus pergi lagi??" Lirih Andian.
"Andian, mobilmu tidak dipakai kan?? Kakak pinjam mobilmu untuk pergi." Ucap Glan dan direspon anggukan oleh Andian.
"Kakak jangan pergi... Kakak di rumah aja ya, sama kak Kania." Ucap Antia memohon.
"Kakak hanya pergi sebentar... Oke?? Nanti kakak belikanmu Es krim." Jawab Glan sembari melepaskan pelan pelukannya. Es krim makanan favorite Antia, tentu membuatnya membiarkan Glan pergi.
"Kakak janji mau pul—ang." Ucap Antia entah mengapa cemas saat mobil yang Glan kendarai itu pergi menjauh.
Kak Glan. Batin Antia.
...🥀🥀🥀...
"Sayang, kau percaya kan?? Ayah dan ibuku ini menerimamu dengan baik." Ucap Glan.
"Iya mas, aku percaya." Jawab Kania membuat Glan gemas dengan panggilan sang kekasih.
"Akhirnya kamu memanggilku dengan sebutan itu, jika aku mati sekarang pun... Aku akan tenang." Ucap Glan.
"Hust!! Mas bilang apaan sih?!" Kesal Kania saat Glan tiba tiba berbicara yang tidak masuk akal.
"Bercanda kok sayang." Ucap Glan kemudian kembali fokus menyetir. Hingga sebuah truk berada di arah berlawanan.
Kenapa ada kendaraan berlawanan di jalur ini?? Bukankah disebelahnya itu jalur untuk putar balik?? Batin Glan kemudian menijak rem. Glan membuka otomatis pintu mobil, namun sayangnya hanya milik Kania yang terbuka.
"Kenapa rem tiba tiba blong??? Sial... Kania lompat—"
"Kamu juga lompat." Ucap Kania.
"Tidak Kania, cepat!!! Lompat!!!" Ucap Glan mendorongnya kesamping. Yang mana membuat Kania terjatuh ke jurang rendah dengan rerumputan.
Duaaarrrrr!!!!
"GLAN!!!!!" Teriak Kania. Kania menangis seadanya meskipun kakinya terhimpit batu.
Glan, jangan tinggalkan aku. Batin Kania dan dia pun tidak sadarkan diri. Para warga setempat pun berhamburan datang dan berusaha menolong korban.
Di Rumah Sakit
"Apa maksudnya ha?!!! Kakakku tidak mungkin meninggal!!! Katakan yang sebenarnya atau aku gusur rumah sakit ini!!!" Ucap Andian sembari mencengkram kuat kerah baju dokter tersebut.
"Kakak... Udah kak, hiks... Hiks... Kakak jangan marah marah." Ucap Antia yang mana membuat Andian memeluk adiknya itu.
Anak ku tidak mungkin meninggalkan ku. Batin Lyin kemudian tak sadarkan diri.
"Ibu... Ibu... Suster, bawa ibu saya." Ucap Andian.
"Antia jaga ibu, kakak mau melihat kak Glan." Ucap Andian. Antia pun menganggukan kepalanya patuh dan mendampingi Lyin.
Tak!! Tak!! Tak!!
Langkah Andian memelan saat melihat jenazah kakaknya yang sudah tertutupi kain putih. Dengan perasaan campur aduk, Andian membuka kain putih tersebut dan melihat wajah pucat dan tak bernyawa sang kakak. Meskipun begitu, ketampanannya tidak luntur sedikit pun.
"Ka... Kakak..." Ucap Andian dengan meneteskan air matanya. Padahal baru tadi pagi mereka bercanda ria dan kini Glan meninggalkannya.
Hujan deras mengguyur makam baru milik Glanavo Putra Anza. Menambahkan suasana akan kehilangan dan kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan. Terlebih Andian yang tidak memperdulikan seluruh tubuhnya basah. Dia mengepalkan tangannya erat saat melihat Gio yang baru datang.
"Kenapa kau kemari ha?!!! Urus saja pekerjaanmu daripada kematian anakmu!!!" Bentak Andian.
"Andian!"
"Apa?!!! Selama ini sudah cukup aku diam, dasar pria b*adab!" Ucap Andian kemudian meninggalkan makam.
Dan sejak saat itulah, Andian terus berselisih dengan Gio. Jika Gio pulang, Andian langsung bertengkar dengannya dan membawa bawa masalah kematian Glan. Antia yang lelah dengan pertengkaran sang kakak dan ayahnya pun memutuskan untuk ikut dengan Andian.
"Pergilah!!! Aku akan menganggap tidak pernah memiliki anak durhaka sepertimu!!" Ucap Gio.
"Dan aku menganggap tidak pernah memiliki seorang ayah b*j*ng*n sepertimu!!" Ucap Andian kemudian membawa Antia pergi.
"Jangan tinggalin ibu." Ucap Lyin.
"Maaf bu, aku hanya ingin agar Antia tidak tertekan." Ucap Andian kemudian masuk kedalam taxi. Dia tentu tidak sudi memakai mobil pemberian Gio. Dan saat itulah Andian menjadi sosok ayah dan ibu untuk Antia selama 5 tahun lebih.
Banyak sekali lika liku yang Andian alami saat mengurus Antia. Dia mengambil alih perusahaan kakaknya dan berusaha mempertahankannya. Cukup sulit namun berkat bantuan Arion, kesulitan itu menjadi sedikit ringan.
"Kakak kapan kuliah lagi??" Tanya Antia.
"Mungkin beberapa pekan lagi, tenanglah... Pikirkan saja sekolahmu hmm??" Jawab Andian kemudian menghusap puncak kepala Antia penuh kasih sayang.
"Oke kak, kakak jangan lupa makan ya." Ucap Antia kemudian kembali kedalam kamarnya. Andian terpaksa membatalkan niatnya untuk kuliah karena dia ingin fokus mengembangkan perusahaan dan jika sudah sedikit maju, mungkin dia akan kembali melanjutkan kuliahnya.
Raka lulus tahun ini, mungkin aku akan satu kampus dengannya. Batin Andian kemudian menghubungi adik sepupunya.
📞
“Halo Andian.”
“Bisa ke rumahku sekarang, aku ingin membicarakan sesuatu.”
“Hmm... Okelah Otw.”
Tut.
Telefon berakhir. Jadi kalau kalian selama ini pikir Raka dan Andian seumuran kalian salah, karena Andian 1 tahun lebih tua dari Raka.
Sedangkan dengan Arion
Dia kini berhasil menjadi Presdir Colvis Group. Namun, Arion mengganti Colvis Group dengan nama Colvis Anvert Group. Diumurnya yang sangat sangat muda, dia berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan. Meskipun kini hanya tinggal dirinya dan Kean.
Tapi dia tidak pantang menyerah untuk mengembangkan perusahaannya demi menepati janji pada Glan. Dia ingin menjadi yang sempurna untuk pendamping Antia. Ya, tujuannya hanya itu. Sedikit berat karena Arion terus sibuk dengan pekerjaannya dan tidak ada waktu luang untuk kembali ke Indonesia meskipun dia sangat ingin.
Kak Glan... Istirahatlah yang tenang, aku akan menepati janji ku dan membuat adikmu bahagia... Aku tidak peduli apa yang orang lain katakan tapi, aku sangat mencintainya... Lebih dari hidupku. Batin Arion sembari menatap foto berempatnya. Tak lain dirinya Kean Andian dan Glan.
Semasa SMA, Arion pernah menceritakan mengenai Antia pada salah satu teman kelasnya. Namun, temannya mengejek Arion jika Arion menyukai bocah. Arion masih bisa mengontrol emosinya. Namun tidak untuk Kean yang saat ini sudah menjadi pria kuat. Begitu pulang sekolah, Kean membunuh orang yang mengejek Arion. Tentu Arion tak marah maupun peduli. Karena baginya memang itu yang pantas dia dapatkan karena sudah mengejeknya.
Kehidupan Arion dan Andian sangat susah dan penuh cobaan. Namun, begitu mereka dewasa kesuksesan menghampiri. Tentu mereka mendapatkan hasil dari perjuangan mereka dari nol. Karena mereka yakin, Yang Kaya Akan Kalah Oleh Orang Yang Berjuang.
...🥀🥀🥀...
Spoiler Bab Selanjutnya:
"Baiklah aku Arila mewakili Naira... Aku ingin agar Andian, diturunkan pangkatnya dari Presiden Kampus." Ucap Arila lantang dan mendapatkan tatapan penuh benci dari Andian.
Selama 1 tahun Andian berusaha mendapatkan gelar itu... Dan apakah dia akan turun pangkatnya hanya dengan kesalahan yang tidak diperbuatnya?? Batin Raka.