
Jangan lupa Like, Vote and Komennya ya😘
Terima Kasih dan selamat membaca semua💕
Antika masih menunduk dan diam ditempat. Dia takut jika bergerak Raka akan membaringkan nya kembali diatas ranjang seperti semalam. Sedangkan Raka memandang tubuh Antika yang tampak bergetar. Membuat Raka sedikit bersalah.
"Apa kau takut padaku cabe rawit? (Antika menggeleng namun masih menunduk.) Jangan berbohong...jika aku minta maaf padamu bisa kau memaafkanku?"
Antika sempat tak menyangka. Benarkah dia Raka yang semalam hendak menyiksanya dengan penuh kebencian? Antika menatap Raka sekilas dan kemudian mengagguk kepala pelan.
"Bo...bolehkah...aku ke kamar mandi?? Aku harus bersiap siap." Lirih Antika.
Raka tersenyum dan menyingkir dari hadapan Antika. Antika dengan cepat pun menuju ke kamar mandi dengan membawa pakaian yang hendak dia gunakan.
Ku kira dia wanita yang tak kenal takut... Apa aku semalam membuatnya terauma?? Demi Antia aku akan berusaha menerima dia. Batin Raka.
Lama menunggu akhirnya Antika keluar dengan pakaian rapi. Raka pun mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi.
Antika pun mengambil koper dan memasukan pakaiannya karena hari ini dia harus langsung pindah ke Vila milik Raka.
Saat Antika sibuk melipat pakaiannya tiba tiba tangan Raka melingkar di pinggangnya. Membuat Antika tersentak dan menjatuhkan baju yang hendak dia lipat.
Raka membenamkan wajahnya pada curuk leher Antika. Membuat Antika kegelian dan memiringkan kepalanya. Raka tersenyum karena Antia merespon kejailannya.
"Kenapa berhenti sayang hem?? Apa perlu aku bantu?" Ucap Raka menggoda.
"Em...tidak perlu k..kau bisa memakai pakaian mu." Jawab Antika sedikit gugup.
"Baiklah cabe rawit ku." Ucap Raka mencium pipi kanan Antika membuat Antika merona.
Antika pun menggelengkan kepalanya pelan dan melanjutkan melipat pakaiannya. Sedangkan Raka terkekeh saat sadar wajah Antika merona.
Di Vila Andian.
Andian membuka mata dengan malas. Andian memandang arloji yang masih melingkar di tangannya. Andian menggelengkan kepalanya begitu tau dia bangun lebih telat dari biasanya.
"Sial!! Aku kesiangan apa Antika sudah sarapan?" Lirih Andian kemudian menyambar handuk.
Andian menuruni tangga dan melihat Antia sedang duduk di meja makan. Antia tersenyum ke arah dapur membuat Andian memandang ke arah dimana Antia memandang.
Andian menghela napas begitu melihat Arion tengah berkutat di dapur dengan memakai celemek hitam. Andian pun menghampiri Antia. Antia menarik tangan Andian untuk duduk disampingnya.
"Selamat pagi kak."
"Pagi, maaf kakak telat."
"Tidak apa apa kak...kakak lihat bukankah dia terlihat lebih tampan dari biasanya?"
Antia merona begitu sadar apa yang dia ucapkan. Antia memandang punggung Arion yang sedang fokus memasak.
[Sebenarnya 2 Jam Yang lalu.]
Antia masih terlelap dalam tidurnya. Namun, tidurnya terganggu merasa ada sesuatu yang mencubit pipi. Antia pun membuka mata lentiknya perlahan dan memandang seseorang didepannya. Setelah mengumpulkan kesadarannya Antia melihat Arion sedang tersenyum memandangnya.
"Selamat pagi gadis kecilku." Ucap Arion sembari mencium pipi Antia.
"Pagi kak Arion." Jawab Antia dengan memalingkan wajahnya yang merona.
Arion tertawa kecil melihat sikap gadis kecilnya. Antia pun melemparkan bantal tidurnya dan dengan cekatan Arion menangkap bantalnya. Antia memukul kecil lengan Arion.
"Hey sayang kenapa kau memukuli ku?"
"Kak Arion membuatku marah pagi pagi menggodaku." Kesal Antia dan berhenti memukuli Arion.
"Jadi, (Arion menarik pinggang Antia dan menatapnya.) Apa yang perlu ku lakukan agar gadis kecilku memaafkan ku?"
Antia menjauhkan dirinya dari Arion dan duduk dibibir ranjang dengan tangan melipat didepan dada. Arion pun mendekati Antia dan memeluknya dari belakang.
"Hey sayang jangan marah lah maafkan kak Arion mu ini, katakan apa yang bisa aku lakukan agar bisa memaafkanmu?"
Antia sama sekali tak menggubris perlakuan Arion. Jujur dia seperti ini karena sedang menetralkan detak jantungnya dan wajah ronanya.
"Bagaimana jika aku menciummu? (Antia menggeleng.) aku memelukmu? (Antia menggeleng.) aku memainkan musik untukmu? (Antia menggeleng.) aku bermain basket didepanmu? (Antia menggeleng.) Aku memasakan sarapan untukmu dan Andian pagi ini bagaimana?"
Dan saat itulah Antia berdiri dan memandang Arion dengan tersenyum. Membuat Arion sedikit bingung.
"Iya, jika kakak memasakan sarapan untukku kak Andian tanpa meminta bantuan Gian makan aku akan memaafkan kakak."
Arion berdiri dan mendekati gadisnya sambil tersenyum. Dia menarik pinggang Antia dan mendekatkan jarak diantara mereka.
"Baiklah Antia sayang...kau mandilah dulu aku bersiap siap di dapur."
"Yey....baiklah kak aku mandi dulu."
Antia menyambar handuk dan menuju ke kamar mandi dengan tersenyum. Arion pun keluar dari kamar Antia dan langsung memakai celemek hitam yang biasa digunakan Andian.
[2 Jam kemudian.]
Lama menunggu akhirnya beberapa menu sarapan buatan Arion pun siap. Arion pun menyajikan makanannya tepat didepan Andian dan Antia.
"Cobalah sayang...kakakmu sering memakan masakanku jadi kini kau mencobanya... Cobalah." Ucap Arion sembari melipat kedua tangannya didepan dada.
Andian hanya menggelengkan kepala dan memakan sarapannya. Sedangkan Antia perlahan mencoba memakan sarapannya. Matanya terbelak begitu merasakan sarapan buatan Arion.