
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘
I LOVE YOU READERS😙💕
...🥀MBMB🥀...
Di Bandara
Dua wanita berumur 21 tahun itu tampak menyeret kopernya. Rambut sepinggang dengan kemeja putih dan celana panjang membuatnya terlihat dewasa. Wanita itu tidak lain Arisa yang baru pulang setelah 3 tahun di Amerika. Wanita yang memakai gain berwarna merah selutut dengan rambut pendeknya juga tak kalah terlihat dewasa. Dan dia tidak lain Lista. Mereka berdua langsung menjadi pusat perhatian para pengunjung bandara tersebut. Begitu keluar dari bandara, tampak kedua orang tua mereka menjemputnya.
"Bunda, ayah!" Panggil Arisa. Antia pun memeluk putri kesayangannya.
"Arisa kangen banget sama ayah dan bunda." Ucap Arisa.
"Kau tidak boleh pergi lagi, awas saja ayah akan menghukumu." Ucap Arion dengan wajah kesalnya.
"Hey Arion, bukannya Arisa diberi ciuman malah kau mengomelinya!" Ucap Sista yang mana membuat Arion cemberut dan Antia hanya tersenyum melihat kelakukan suaminya.
"Iya ayah... Ayo kita pulang aku ingin melihat baby Ardi." Ucap Arisa.
"Ayo, biar kopermu dibawa oleh Vian." Jawab Antia.
"Dan sayang kenapa kau memotong rambut mu??" Tanya Arion.
"Kenapa ayah?? Jelek ya." Ucap Arisa cemberut.
"Tidak sayang... Justru kamu terlihat dewasa dengan rambut pendekmu ini." Jawab Antia.
"Bunda yang terbaik." Ucap Arisa mencium pipi kanan Antia.
"Ayah tidak di kasih kiss??" Tanya Arion.
"Tidak, karena ayah jelek." Jawab Arisa.
"Sayang lihat putrimu ini... Dia mengataiku jelek." Ucap Arion merengek.
"Diam... Seperti anak kecil saja." Jawab Antia sembari mencubit lengan Arion.
"Ayah, bunda ada yang ingin aku tunjukan padamu." Ucap Arisa sembari membuka ponselnya.
"Loh kok nggak ada, bunda... Bunda liat postingan aku tadi pagi kan??" Tanya Arisa.
"Oh yang itu bunda udah liat... Kenapa kamu berpakaian seperti itu?? Itu terlalu terbuka sayang... Kalau Avindra tau kamu bisa diomelin sayang." Jawab Antia menasehati.
"Iya ya... Masalahnya postingan aku udah nggak ada bund, padahal aku belum hapus loh beneran... Kok bisa tiba tiba ilang sih." Kesal Arisa.
"Baguslah kalau begitu... Jujur ayah nggak suka sama gaya berpakaian kamu sayang." Ucap Arion membuat Arisa mengecurutkan bibirnya kesal.
Ish nyesel in banget sih. Padahal kan gak terlalu terbuka. Umpat Arisa.
Sesampainya di Vila
Tampak Alita Avindra dan si menggemaskan Ardika yang tertidur digendongan ibunya. Avindra tersenyum begitu melihat adik kesayangannya keluar dari dalam mobil.
"Kakak." Ucap Arisa dan memeluk sang kakak.
"Adikku sudah dewasa... Dimana adik kesayanganku yang manja?" Tanya Avindra.
"Kakak kau bercanda, kakak ipar... Wah Ardika tertidur." Ucap Arisa menghampiri Alita dan menoel noel pipi keponakannya.
"Dia kelelahan karena bermain dengan Satya... Kau cantik sekali Arisa." Ucap Alita.
"Hahaha, masih cantik kakak ipar... Lihatlah kakakku sampai tergila gila padamu." Jawab Arisa.
"Arisa kau mengejekku??" Kesal Avindra.
"Sudah sudah... Ayo masuk, pesta akan di mulai sebentar lagi." Ucap Arion.
"Ah iya sebentar lagi keponakanku sudah 3 tahun." Ucap Arisa.
"Dan kakak juga mengundang Alan kemari." Ucap Avindra membuat Arisa terdiam sejenak.
"Tentu saja kakak mengundangnya... Dia kan sahabat kakak." Sewot Arisa kemudian masuk kedalam vila.
"Avindra!" Ucap Alita sembari menjewer suaminya.
"Aw sakit sayang." Ucap Avindra sembari memegangi telinganya.
"Sudah tau Arisa masih kesal dengan dia... Kamu mengungkitnya lagi... Bunda marahi anakmu itu." Kesal Alita sembari membawa Ardika pergi.
"Sayang... Sayang... Kenapa kamu marah??" Tanya Avindra sembari berjalan disamping istrinya.
"Karena kamu kan tau kalau•••"
Antia tersenyum menatap keluarga kecil anaknya yang tampak bahagia. Arion memeluk istrinya dari belakang.
"Sayang, apa yang kau pikirkan??" Tanya Arion.
"Mas waktu berlalu sangat cepat... Aku merasa baru kemarin bertemu denganmu... Tapi begitu mendengar Ardika memanggilku Oma, itu membuat ku tersadar kalau waktulah yang terlalu cepat." Jawab Antia.
"Mau bagaimana lagi sayang... Cinta, duka, kesedihan dan kebahagiaan sudah Allah yang mengatur... Sebagai manusia kita hanya bisa menjalani sekenarionya." Ucap Arion.
"Bunda!! Pilihkan aku gaun yang cocok untuk nanti malam!!" Teriak Arisa dari dalam kamarnya.
"Kau lihat putri kita... Dia tidak sepenuhnya berubah... Dia tetap Arisa kita yang manja." Ucap Antia. Arion menganggukan kepalanya dan mereka pun mempersiapkan pesta.
Malam Harinya
Pesta ulang tahun cucu konglomerat dalam negeri itu digelar sangat megah. Para pembisnis keluarga dan krabat diundang hadir disana. Namun sang cucu konglomerat itu sibuk bermain dengan auntynya yang baru kembali.
"Aunty tejal atu." Ucap Ardika sembari berlari kecil.
"Hey keponakan aunty... Jangan lari lari sayang." Ucap Arisa sembari mengejar keponakannya.
"Daddy aku mau ikut main sama Aldika." Rengek Satya pada Delvin yang menggendongnya.
"Daddy tidak izinin, mommy kamu marah pada daddy karena tadi kamu jatuh." Omel Delvin membuat Satya cemberut.
"Mommy, Santya au tue." Ucap Santya saat di gendongan sang ibu.
"Kue yang mana?? Ini??" Tanya Avina.
"Iya yang itu." Jawab Santya.
Grep!
"Aunty geli... Hehehe." Ucap Ardika.
"Hehehe... Geli?? Masih mau lari lagi dari aunty??" Ucap Arisa.
"Tidat aunty, Aldika nggat lali lagi." Jawab Ardika membuat Arisa gemas.
"Ardika.... Disini toh kalian, Ayo masuk... Diluar dingin kasihan Satya merengek ingin ikut." Ucap Alita.
"Bunda, aunty sangat menyenangtan." Ucap Ardika.
"Sini biar bunda yang gendong, kasihan aunty dia pasti lelah sayang." Ucap Alita.
"Nggak kok kak, biarin aku yang main sama Ardika... Aku sangat merindukannya." Jawab Arisa.
"Sayang teman temanku sudah datang." Ucap Avindra.
"Nah kakak ipar, kakak sambut teman teman kakak saja biar Ardika sama aku... Iya nggak Ardika??" Ucap Arisa.
"Iya Aunty." Ucap Ardika bersemangat.
"Baiklah... Arisa maaf merepotkan, sayang jangan nakal ya sama aunty." Ucap Alita.
"Siap bunda." Jawab Ardika. Alita pun mencium pipi putranya kemudian menghampiri sang suami.
"Emm, Aunty."
"Iya sayang?"
"Ayo temui teman teman ayah... Ada uncle tampan teman ayah... Aunty tau, uncle tampan itu cangat tampan." Ucap Ardika.
"Masih tampan keponakanku... (Mencium pipi Ardika.) Baiklah sayang, Ayo kita temui uncle tampan mu itu." Ucap Arisa. Mereka berdua pun masuk dan menghampiri Alita dan Avindra.
"Ayah, bunda." Panggil Ardika membuat Alita dan Avindra menoleh.
"Hey boy... Mau ayah gendong??" Tanya Avindra.
"Tidat mau, atu maunya cama aunty." Ucap Ardika.
"Arisa... Wow kau sangat cantik gril." Puji Machel.
"Terima kasih kak, kakak juga sangat tampan." Ucap Arisa.
"Ah aku merasa tersanjung." Ucap Machel.
"Ini putrimu kak?? Dia cantik." Puji Arisa sembari mencubit dagu gadis cilik yang berada di gendongan Machel.
"Selly, ayo bilang terima kasih." Ucap Machel.
"Telima kacih." Ucap Sellyna dengan suara mungilnya.
"Ya ampun, kamu sangat menggemaskan." Ucap Arisa sembari mencubit hidung Sellyna kemudian pergi menemui Renafo dan lainnya.
"Wah benarkah ini adikku yang manja itu??" Goda Renafo.
"Kakak!" Kesal Arisa membuat lainnya tertawa kecil.
"Arisa kenalkan ini istri kak Renaf... Kak Mefy... Dan untuk kak Rean Kanza dan istrinya mereka tidak hadir, namanya kak Amyla kau sudah mengenalnya bukan?" Ucap Avindra memperkenalkan. Arisa menganggukan kepalanya pelan, dia mendapatkan kabar jika Amyla sakit saat sehari sebelum pulang. Tentu Reanzo tidak datang karena harus mengurus Kanza.
"Halo bayi kecil... Siapa namamu??" Ucap Arisa sembari menoel noel pipi bayi mungil yang tertidur digendongan Mefy.
"Adelia Aunty." Ucap Mefy yang mana membuat Arisa tertawa kecil.
"Kakak ipar bisa saja... Dia cantik sepertimu." Puji Arisa.
"Hey, itu karena perpaduan genku yang sempurna." Ucap Renafo dan direspon gelengan pelan oleh Arisa.
"Iya kakak, terserah apa katamu... Dan kak Machel, dimana istrimu?" Jawab Arisa kemudian bertanya pada Machel.
"Oh istriku... Dia yang paling cantik disini." Ucap Machel.
Masih cantikan istriku. Batin Avindra dan Renafo.
"Itu dia... Arisa kenalkan ini istriku." Ucap Machel.
"Wah sebentar lagi kakak akan menjadi seorang ayah... Selamat untukmu kak." Ucap Arisa.
"Terima kasih cantik." Jawab Machel.
"Lama tidak bertemu, kamu menjadi semakin cantik.. Tidak sepertiku yang gemuk." Ucap Serly sembari mengecurutkan bibirnya kesal.
"Hey sayang, itu karena ada baby kita." Ucap Machel.
"Diam kamu!! Ini semua gara gara kamu." Ucap Serly membuat Machel terdiam. Yang mana membuat lainnya tertawa kecil.
"Uncle tampan!" Panggil Ardika sembari melompat turun dari gendongan Arisa.
"Ardika hati—" Ucap Arisa menggantung saat dia melihat Alan datang. Alan menggendong Ardika dengan tangan kanannya. Sungguh dia sangat tampan Dan pantas dijuluki hot daddy.
"Argh kenapa kau datang?! Aku merasa tersaingi." Kesal Renafo.
"Selamat ulang tahun Ardika... Uncle memberikanmu hadiah." Ucap Alan.
"Telima kacih uncle tampan." Ucap Ardika dan direspon anggukan oleh Alan. Alan menatap Arisa dan Arisa membuang muka enggan menatap Alan.
"Arisa." Panggil Lista yang hadir disana.
"Kakak aku bersama Lista." Pamit Arisa kemudian pergi.
"Aku membenci mu Alan, kau merubah adikku." Ucap Avindra santai membuat Alan terdiam.
"Arisa ya ampun kamu cantik banget malam ini." Puji Lista.
"Kamu ini ya... Dia pacar kamu Lis??" Tanya Arisa.
"Iya, Ervan kenalin ini Arisa... Temen kita waktu sma ituloh... Meskipun LDR tapi aku senang dia tidak selingkuh." Jawab Lista memperkenalkan sembari merangkul lengan Ervan.
"Oh Arisa... Aku Ervan yang dulu musuh bebuyutannya si Lista inget kan??" Ucap Ervan membuat Lista mencubit lengan pacarnya itu.
"Inget lah masa lupa." Ucap Arisa. Mereka bertiga pun saling berbincang.
Sampai akhirnya Rian bersama dengan Elyria datang. Rian tampak menatap Arisa penuh kekaguman. Melihat hal itu pun membuat Elyria merasakan sesak karena Rian memang terpaksa menyetujui pertunangan itu karena ingin mengubur masalalu. Elyria pun hendak pergi namun diceghat oleh Rian.
"Ingat, aku akan berusaha menerimamu... Jadi tolong maklumi sifat ku ini Ely." Ucap Rian. Tampak Elyria menganggukan kepalanya mengerti.
Ku pikir hanya Leon sainganku... Ternyata persainganku tidak membuahkan hasil karena pada akhirnya Arisa memang ditakdirkan bersama dengan kakak... Tanpa kakak sadari dia sudah mencintai Arisa. Batin Rian.