Matchmaking By My Brother

Matchmaking By My Brother
Episod 10



Di Restoran Royal Sanjaya


Kean membuka pintu mobil tuannya membiarkan tuan dan nona mudanya keluar. Sesuai keinginan Arion restoran telah diboking dan para awak media juga tak mengganggu. Antia menatap dan mengabsen setiap inci restoran mewah tersebut. Para pelayan menyambutnya dengan sangat baik. Kean menarik kursi untuk tuannya duduk sedangkan pelayan restoran menarik kursi untuk Antia duduk. Sembari menunggu pesanan datang Antia dan Arion tampak membincangkan sesuatu.


"Kamu sudah memutuskannya sayang?" Tanya Arion lembut. Antia menutupi wajah ronanya dengan menundukan pandangan. Namun disalah artikan oleh Arion. Arion tampak menghela napas panjang.


"Kamu boleh menjawab tidak itu keputusan mu (Antia menatap Arion.) Kamu juga bisa menjawab iya karena itu. juga keputusanmu... aku tau kedatanganku tiba tiba tidak heran jika kau merasa terbebani...aku akan menunggu sampai jawaban pasti jika kamu menjawab tidak aku akan dengan lapang dada membiarkanmu dengan orang yang kamu sukai...Dan jika kamu menjawab iya aku akan dengan senang hati melakukan apapun agar kamu suka dan melindungimu. Kamu bisa memberitau jawabannya padaku kapan pun aku akan tetap menunggu." Ucap Arion tampak pasrah dan tentu membuat Antia merasa sesak didadanya. Dengan keberanian penuh Antia meraih tangan Arion dan menggegamnya. Arion pun menatap Antia tak percaya.


"Pilihan kakakku adalah yang terbaik... Dan keputusanku juga harus yang terbaik... Kakak menceritakan banyak hal tentangmu dan yang aku tau kamu membuat kakak takjub karena begitu cepat menepati janji... (Arion menatap tak percaya.) Jadi aku dengan senang hati menjawab iya." Jelas Antia membuat Arion tersenyum manis yang dimana membuat Antia semakin terpana.


Kak Arion berhentilah tersenyum atau aku bisa mati karena diabetes Batin Antia.


Arion sangat bahagia dia tidak menyangka wanita yang selama ini dia perjuangkan meskipun hanya beberapa kali pertemuan mau menerimanya. Arion menciumi tangan Antia membuat Antia merona.


"Aku akan segera menikahimu... Tenanglah sayang kamu masih bisa kuliah di kampus terbaik di kota ini...Aku janji." Ucap Arion. Dan hanya dijawab anggukan oleh Antia. Mereka berdua kini tak merasa canggung lagi. Antia mulai menerima Arion dan Arion tidak perlu ditanya dengan senang hati Arion menerima Antia. Mereka menikmati makan siang mereka dengan penuh canda tawa.


Di Cerlan Grop


Cerlan Grop adalah perusahaan milik Andian. Saat ini Andian baru mengangkat salah satu karyawan menjadi asisten pribadinya. Tugas itu dia berikan pada Raka wakil Direktur di perusahaan itu. Dan kini Andian menyuruh asisten pribadinya untuk keruangannya. Dia tidak tau siapa karena Raka tidak memberitaunya.


*Ting tong.* Suara bel pintu ruangan Andian.


"Masuk!" Ucap Andian tanpa berbalik.


"Anda memanggil saya tuan?" Tanya Asistennya. Mendengar suaranya Andian langsung berdiri dan berbalik menatap asistennya.


"Kamu?!! Kenapa kamu bisa ada diperusahaan ku?" Tanya Andian sedikit tak suka. Tentu hal itu dia tanyakan pada orang yang paling dibencinya siapa lagi jika bukan Arila.


"Wakil Direktur Raka yang memberitau saya menjadi asisten anda...Jika anda tidak suka maka saya pamit dulu." Jawab Arila berusaha tenang dan beranjak pergi. Bagaimana pun jika dia bertindak gegabah yang ada dia akan dikeluarkan dari perusahaan.


"Apa aku menyuruhmu keluar?! Duduklah ada beberapa hal yang perlu kau ketahui selama menjadi asistenku." Ucap Andian sambil duduk di kursi berputarnya. Arila hanya patuh duduk berhadapan dengan Andian. Namun dia tetap fokus membaca lembaran yang tertulis tata cara dan kewajibannya.


"Saya mengerti tuan...(Memberikan lembaran itu pada Andian) Apa saya boleh keluar tuan?" Tanya Arila. Bukanya menjawab Andian berdiri dari duduknya dan mendekati Arila.


"Pandai sekali berdrama rupanya kau nona Arila." Ucap Andian menyindir.


"Saya tidak berdrama masalah pribadi dan kantor tidak ada hubungannya. Jika sudah selesai saya pamit." Ucap Arila menahan emosi dan bangkit dari duduknya.


Karena terkejut membuat Arila yang hendak pergi justru tersandung kaki meja dan *Brukk!!!* Arila dan Andian terjatuh dengan posisi Andian diatas dan Arila dibawahnya. Tanpa sengaja kedua bibir mereka menyatu. Mata Andian terbelak sedangakan Arila terpejam karena masih dalam mode syok. Saat Arila membuka mata dan sadar akan kejadiannya segeralah Andian bangkit dan langsung mengelap bibirnya kasar. Sedangkan Arila memalingkan wajahnya.


"Kenapa masih disini?! Keluar!!!" Titah Andian tampak jelas dia gugup namun berusaha ditutupi. Tak ingin berdebat Arila langsung keluar dari kamar Direkturnya.


Andian merasakan sesuatu yang aneh. Ini baru pertama kalinya Andian begitu intim dengan seorang gadis yang selama ini dianggap menjengkelkan. Detak jantung Andian juga tak terkendali.


Sedangkan dengan Arila dia kini berada di kamar mandi. Masih merasa tak percaya akan kejadian beberapa menit yang lalu. Arila menyentuh bibirnya perlahan. Namun mengingat sifat Andian, Arila mencuci wajahnya kasar. Tidak dengan detak jantungnya yang kini seperti ingin keluar dari tempatnya.


"Arila ayolah... Tameng es itu tidak akan pernah tertarik dengan siapapun... Dia tidak berperasaan... Bersikaplah konsisten kamu pasti bisa Arila." Ucap Arila menyemangati dirinya sendiri.


Di sore hari.


Antia dan Arion sudah puas menikmati makan siangnya. Bahkan menjelang sore Arion mengajak Antia jalan jalan dan belanja. Meskipun Antia tidak memintanya tapi Arion memaksa Antia menerima apapun yang dia belikan untuknya. Hingga karena lelah dia pun tertidur saat perjalanan pulang bahkan merasa nyaman di pangkuan Arion. Arion menyinggung senyumannya dan mencium kening Antia. Wajah Antia tampak lelah.


"Gadis kecilku apa kamu begitu lelah sampai aku mencium keningmu berkali kali kamu tidak bangun?" Ucap Arion.


Arion pun menggenggam tangan Antia dan mencium punggung tangan Antia. Arion mengeluarkan kotak berwarna silver dan tampak elegan. Arion membuka kotak dan tampaklah cincin berlian yang terlihat sederhana namun elegan. Cincin yang selama ini Arion simpan untuk gadis kecilnya. Arion menyematkan cincin berlian itu pada jari manis Antia. Arion tersenyum mendapati cincin yang dikenakan Antia saat ini pas dijarinya. Berkali kali Arion menciumi punggung tangan gadisnya itu.


"Cepatlah bertambah umur gadis kecilku... kamu tau berapa lama aku menunggumu?" Ucap Arion. Antia tampak menggeliat dan memeluk tangan Arion layaknya guling. Arion tersenyum dan mencium pipi Antia. Antia tampak menggemaskan dimatanya saat tertidur.


Sesampainya di Vila


Arion menggendong Antia sedangkan Kean membawakan barang barang belanjaannya dan memberikannya pada Gian. Kean memutuskan menunggu tuannya di dalam mobil.


"Aku akan menginap disini Kean perusahaan aku serahkan padamu malam ini." Titah Arion.


"Baik Tuan Muda." Jawab Kean kemudian pergi dengan hormat.


Dengan perlahan Arion menidurkan Antia di ranjang kamar Antia. Antia tersenyum mendapati dekorasi kamar Antia hanya ada warna putih polos tidak ada fotonya satu pun. Arion bangga karena Antia tidak suka memamerkan kecantikannya pada siapa pun. Arion mengambil handuk dan membersihkan diri. Saat itulah Antia terbangun mendengar germicik air dalam kamar mandinya.


Aku di kamar?? Siapa yang menggendongku kemari?? Apakah kak Arion?? Syukurlah pakaian masih lengkap. Batin Antia.


"Kamu sudah bangun sayang?" Tanya Arion begitu keluar dari kamar mandi.


"Aaaaa!!!!! Kak Arion keluar kok nggak pake baju???!!" Ucap Antia memalingkan wajah sambil menutup wajahnya dengan tangannya. Arion tersenyum dan memakai pakaian yang dia minta tadi pada Kean.


"Sudah jangan ditutup aku sudah berpakaian... (Antia membuka matanya perlahan.) Kamu tidur seperti patung tidak bergerak sama sekali." Ucap Arion sambil melipat pakaiannya sampai sebatas siku.


"Kakak jahat katanya sayang kok nyamain aku sama patung!" Kesal Antia sambil memalingkan wajahnya dan melipat kedua tangannya didepan dada. Arion tersenyum mendapati kekesalan gadis kecilnya.


Hai semua sapa dari Arsy


Maaf nih kalo dari awal ada typo mohon dimaklumi karena ini novel pertama aku


Dan tambahan kalo ada yang tanya tanya yang bener Arila atau Alira, Yang bener tuh Arila. Mohon dukungannya ya para randres kalo cuman mampir baca tanpa kasih vote like atau komen nggak apa apa. Tapi author cuman berharap setidaknya hargai author yang ngetik sambil belajar. Terima kasih atas dukungan dan pengertiannya Author sayang kalian semua.


Salam manis dari Arsy ^_^