
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
👩💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕
👩💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘
👩💻Terima kasih dan happy reading semua❤
📖📖📖
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Di ruang keluarga
Avindra menuruni tangga dan tersenyum begitu melihat Renafo dan Reanzo. Buru buru dia berlari kecil menghampiri mereka. Melihat Avindra datang, Renafo pun berdiri.
"Kak Renaf." Ucap Avindra sembari memeluk Renafo.
"Avindra, kenapa kamu nambah ganteng sih." Ucap Renafo. Avindra pun melepaskan pelukannya dan menatap Renafo.
"Tentu saja, aku akan mengalahkan kalian berdua." Ucap Avindra percaya diri.
"Tapi, masih tetap tampan kak Rean." Ucap Arisa membuat Avindra membeku.
"Bunda, Arisa mau keluar boleh ya... Arisa mau jalan jalan." Ucap Arisa memohon. Belum Antia menjawab, Renafo memotong pembicaraan.
"Bibi... Gimana kalo Arisa bareng kita, selain aman pasti kami jaga Arisa dengan baik kok. Apalagi kakak es kan sabuk hitam di taekwondo." Ucap Renafo.
"Kakak benar, udah lama nggak jalan jalan bareng... Boleh ya bund." Pinta Arisa. Antia menatap Avindra Renafo dan Reanzo secara bergantian.
"Baiklah, tapi kalian juga harus hati hati." Ucap Antia. Seketika Arisa mencium pipi kanan Antia karena terlalu senang.
"Bunda memang yang terbaik... (Menarik tangan Avindra.) Ayo kakak, kita jalan jalan." Ucap Arisa sembari membawa Avindra pergi.
"Kalau begitu, kami pamit bibi... Assalamualaikum." Pamit Reanzo mewakili.
"Walaikumsalam, hati hati dijalan." Ucap Antia.
Mereka pun pergi dengan mengendarai mobil milik Avindra. Antia tersenyum melihat kedua putra dan putrinya sudah dewasa. Saat itu, tampak Arion datang dan memeluknya dari belakang kemudian menciumi leher Antia.
"Kamu liat apa sayang??" Tanya Arion.
"Nggak apa apa, cuman nggak nyangka aja... Dulu kamu gendong Avindra aku gendong Arisa, tapi sekarang mereka berdua sudah dewasa. Aku bahkan lupa kapan melepaskan mereka begitu saja." Jawab Antia.
"Mereka sudah besar sayang, kelak juga kita akan melepaskan mereka saat menikah." Ucap Arion yang masih menciumi leher Antia.
"Nggak, pokoknya mereka harus tetap disini kalau sudah menikah." Jawab Antia. Arion pun tersenyum mengingat sifat Antia masih sama. Arion pun jahil dan meraba membuat Antia terkejut.
"Apa yang kamu lakukan??" Tanya Antia menahan tangan suaminya.
"Seharusnya kamu tau maksudku... (Menggendong Antia ala bridal style.) Bagaimana kalau kita nikmati saja hari ini berdua, dikamar." Jawab Arion membuat Antia memukul pelan dada bidang suaminya itu.
Sesampainya di kamar, Arion mengunci pintu kamarnya dan perlahan membaringkan Antia diatas ranjang. Arion pun menindihinya dan membelai wajah cantik istrinya.
"Aku tidak akan melepaskan mu, sayang." Ucap Arion. Belum Antia menjawab, Arion lebih dulu membungkamnya dengan ciuman. Tentu dengan senang hati, Antia membalas ciuman tersebut. Mereka pun menghabiskan waktu bersama.
Di taman kota
Arisa tersenyum melihat sekeliling yang begitu ramai. Karena kebetulan hari ini hari libur tentu ramai yang datang ke taman kota. Berbeda dengan Avindra yang mendapat banyak perhatian karena ketampanannya.
“Seneng banget yah jadi adek itu.”
“Iya apalagi ketiganya ganteng ganteng.”
Begitu respon para ibu ibu yang memperhatikannya. Mereka tidak tau jika orang yang dia bicara kan adalah salah satu ahli waris keluarga Anvert.
"Kakak kesana yuk." Ajak Arisa sembari menarik lengan Avindra.
"Tidak, jalannya ramai bagaimana nanti kamu terluka." Ucap Avindra sembari menatap Arisa.
"Ayolah kak, disana ada air mancur yang indah... Kakak fotoin aku disana." Ucap Arisa memohon. Belum Avindra menjawab Arisa lebih dulu pergi.
"Arisa!" Panggil Avindra Renafo dan Reanzo bersamaan.
"Blee." Ucap Arisa sembari menjulurkan lidahnya. Saat itu sebuah mobil dengan kecepatan penuh mengarah pada Arisa yang menyebrang tanpa melihat lihat. Mata Avindra terbelak.
"Arisa awas!!" Teriak Avindra membuat yang lainnya menengok. Buru buru Avindra berlari mendekat.
"Aaaaaaaaa!!!!!" Teriak Arisa. Seketika Avindra berhenti begitu juga detak jantungnya yang terasa tidak karuan.
Kenapa aku tidak merasakan sakit?? Batin Arisa.
Perlahan dia membuka matanya dan betapa terkejutnya dia langsung bersitatap dengan seseorang yang berada tepat diwajahnya. Begitu mobil melintas Avindra bernapas lega melihat adiknya baik baik saja. Iya, Arisa tidak tersentuh sama sekali oleh mobil itu berkat seorang pria yang menolongnya dan kini berada dihadapannya.
Tatapannya dingin sekali. Batin Arisa.
"Lain kali jangan buat keributan, menyusahkan." Ucapnya kemudian melepaskan Arisa dari pelukannya. Arisa tidak merespon ucapannya, dia hanya fokus menatap pria berhodie hitam, topi hitam dan masker hitam dihadapannya.
"Arisa!" Ucap Avindra sembari berlari mendekat. Saat itu juga pria itu pergi dan meninggalkan Arisa yang masih terdiam ditempat.
"Arisa kamu tidak apa apa??" Tanya Reanzo cemas. Sedangkan Avindra memeluk adiknya.
"Sudah kakak bilang, tidak ya tidak... Bagaimana jika tadi kamu tertabrak mobil itu??" Omel Avindra dengan wajah cemas. Tampak Arisa menunduk bersalah.
"Maaf kak, Arisa nggak ulangi lagi." Ucap Arisa. Avindra menghela napas panjang dan menjubit hidung Arisa. Itu menujukan jika Avindra sedang marah.
"Kakak pegang ucapan kamu." Ucap Avindra.
"Sudahlah Avin, jangan marahi Arisa... Yang terpenting sekarang Arisa selamat." Ucap Reanzo.
"Eh iya, cowok yang nolongin kamu??" Tanya Renafo pada Arisa.
"Arisa nggak tau kak, kejadiannya cepet jadi Arisa nggak tau siapa dia." Jawab Arisa.
"Biar Elliot yang menyelidikinya nanti, katanya mau foto ayo... Habis itu kita ke mall katanya mau beli sesuatu." Ucap Avindra.
Tidak tau jika pria tadi tidak menolongmu Arisa, aku jadi memiliki hutang nyawa padanya. Batin Avindra.
"Kak Rean sini, ayo kita foto." Ucap Arisa.
"Arisa kakak—"
"Nggak boleh nolak... Kakak ayo fotoin." Ucap Arisa dan menarik lengan Reanzo.
"Satu, dua, tiga." Ucap Avindra dan “Ckrekk!! Ckrekk!! Ckrekk!!” beberapa foto telah diambil. Arisa tersenyum melihat hasil fotonya. Arisa pun mengganti kameranya menjadi kamera depan.
"Kakak kita foto bareng yuk... Satu, dua, tiga." Ucap Arisa. “Ckrekk!! Ckrekk!! Ckrekk!!” Berbagai macam pose mereka lakukan, kecuali Reanzo yang tetap memasang wajah datarnya.
"Fantastis, ayo kak katanya ke Mall." Ucap Arisa. Avindra pun mengangguk dan mereka pun menuju ke tempat selanjutnya.