Matchmaking By My Brother

Matchmaking By My Brother
Episod 43



Jangan lupa Like, Vote and Komennya ya😘


Terima Kasih dan selamat membaca semua💕


Di Vila Andian


Antia tertawa kecil sembari menonton video di handphone nya. Begitu pun Gian yang duduk disamping Antia sedari tadi. Video itu tidak lain rekaman saat Andian menyuapi Arila di kantor.


Sebenarnya Antia sedikit curiga jika Arila mau mengantar makan siang untuk Andian. Jadi secara diam diam Antia dan Gian mengikuti Arila. Sampai Antia melihat adegan itu dan langsung merekamnya.


"Nona anda sangat jail." Ucap Gian.


"Bukan aku jika tidak jail Gian...aku akan mengirim video ini pada kak Arion." Ucap Antia sembari mengirim video.


"Nona bukankah besok anda ujian??" Tanya Gian.


"Iya, tapi tenang aku sudah belajar maka dari itu aku akan menghibur diriku dengan menjaili kakak." Jawab Antia.


"Nona, mereka kembali." Ucap Gian.


"Kau yang buka pintunya... Jika menanyakan diriku katakan saja aku sedang belajar di kamar." Ucap Antia buru buru menaiki tangga.


Gian pun menuju ke arah pintu dan perlahan membukanya. Tampak Andian dan Arila keluar dari mobil. Gian pun membawakan tas dan kardigan Andian sedangkan Arila langsung menuju ke kamarnya.


"Gian, Dimana Antia?? Apa dia sudah makan siang??" Tanya Andian.


"Nona Antia sedang belajar di kamarnya tuan... Anda tenang saja dia sudah makan siang saat Nona Arila mengantar makan siang untuk anda." Jelas Gian.


"Baiklah, buatkan susu hangat untuk Antia nanti aku yang akan memberikannya." Ucap Andian sembari menjauh.


"Baik tuan." Jawab Gian dan segera menuju ke dapur.


Sesampainya di kamar Andian langsung membersihkan diri dan menggunakan pakaian santainya. Saat memandang wajahnya di pancaran cermin tiba tiba Andian teringat wajah cemberut Arila. Membuat Andian menyingung senyuman dibibirnya.


Benar benar seperti anak kecil. Batin Andian.


Saat Andian sadar dirinya tersenyum untuk kedua kalinya Andian menyentuh dagunya sendiri. Seakan tidak percaya jika dia tersenyum karena sifat kekanak kanakan Arila.


Apa tadi aku benar benar tersenyum?? Ada apa denganku?? Batin Andian.


Tidak ingin bergulat dengan pikirannya Andian pun keluar dari kamarnya dan menuruni tangga menuju ke dapur. Dia melihat Gian sudah menyiapkan susu hangat seperti yang Andian minta.


Andian pun membawa susu itu ke kamar Antia. Perlahan Andian membuka pintu kamar Antia dan melihat Antia tengah berkutat dengan bukunya.


Andian meletakan susu hangatnya disamping Antia dimana membuat Antia terkejut.


"Kakak kapan pulang??" Tanya Antia sembari memandang Andian.


"Baru tadi, minum susu dulu setelah itu dilanjut belajar." Jawab Andian menyondorkan susu hangat.


"Baik kak." Ucap Antia sembari meminum susu nya.


Andian menghusap puncak kepala Antia penuh kasih sayang. Setelah habis meminum susu nya Antia pun memandang sang kakak yang dari tadi tak henti menghusap kepalanya.


"Kakak berhentilah menghusap kepala ku... (Andian berhenti.) Kau merusak rambutku." Ucap Antia sembari cemberut.


"Baiklah... Bagaimana keadaan Arion??" Tanya Andian.


"Kak Arion sedikit membaik... Tapi dia sangat kekanak kanakan... Minum obat saja harus menyun begitu." Jawab Antia.


"Seperti Arila saja." Ucap Andian tanpa sengaja.


"Apa kak?? Maksud kakak, kakak ipar memang apa yang terjadi??" Tanya Antia.


"Ah...em itu... Tadi aku tidak bicara apapun kamu yang salah dengar." Jawab Andian sedikit gugup.


"Benarkah?? Oh iya kak nanti malam aku akan tidur di kamar sebelah... Karena disana kan lampu belajarnya masih menyala juga kakak bilang nanti kamar mandi ku direnofasi jadi aku pindah di kamar sebelah ya kak." Ucap Antia.


Kenapa aku hampir lupa, aku harus menyuruh Arila pindah ke kamar ku sekarang juga. Batin Andian.


"Baiklah... Tapi kamar sebelah harus dibersihkan dulu... (Andian berdiri.) Kamu istirahatlah setelah kamar sebelah selesai dibersihkan aku akan memberitaumu." Ucap Andian.


"Baik kak." Jawab Antia sembari tersenyum.


Andian pun keluar dari kamar Antia dan menuju ke dapur meletakan gelas yang dia bawa tadi. Setelah itu dia pun menuju ke kamar Arila.


Andian langsung masuk kedalam kamarnya seperti kebiasannya tanpa mengetuk pintu. Baru menutup pintu tiba tiba.


"Aaaaaa!!!!!" Teriak Arila dimana membuat Andian langsung membungkamnya.


Karena Arila terus memberontak dibungkam, membuat mereka berdua jatuh diatas ranjang dengan Andian diposisi atas. Mereka pun saling memandang satu sama lain.


Suara teriakan Arila cukup keras membuat Antia yang di dalam kamarnya keluar dan menuju ke sumber suara. Begitu pun Gian yang tengah mencuci piring tadi. Karena panik membuat Gian dan Antia langsung membuka pintu.


"Kakak ipar apa yang terjadi...(Andian dan Arila memandang membuat Antia dan Gian tersenyum canggung.) Maaf sepertinya kita mengganggu ayo Gian." Ucap Antia kemudian langsung menutup pintunya.


Andian yang masih tidak sadar dengan posisinya menatap Arila. Pantas Antia dan Gian salah paham.


Selain posisi Andian dan Antia yang saling tundung, Arila hanya menggunakan balutan handuk di tubuhnya. *Brukk!!!* Arila mendorong tubuh Andian dan Andian pun membelakanginya.


"Apa yang kau lakukan?? Lain kali ketuk pintu sebelum masuk." Ucap Arila menutupi dadanya.


"Ada yang ingin aku bicara kan... Cepat berpakaian." Jawab Andian.


Dengan kesal Arila pun menuju ke walk in colset. Andian pun berbalik dan melihat Arila sudah tidak ada. Dia pun duduk di sofa menunggu Arila selesai.


Lama menunggu Arila pun keluar dengan pakaian rapi. Masih dengan wajah kesal Arila berdiri didepan Andian.


"Kemasi barang barang mu sekarang." Ucap Andian.


"Apa?? Memang kenapa?? Apa kau akan mengusirku??" Tanya Arila.


"Kau pikir aku peria br*ngs*k apa?! Cepat kemasi barang barangmu... Mulai sekarang kau akan tidur di kamarku." Jawab Andian.


"Tapi kenapa??"


"Kamar Antia direnofasi jadi dia akan tidur disini... Cepat jangan banyak tanya." Jawab Andian sedikit kesal.


"Tidak mau... Aku bisa tidur dengan Antia... Daripada denganmu aku pasti harus tidur di sofa. Tidak aku tidak mau." Ucap Arila.


"Tidak...nanti Antia akan memarahiku."


"Kenapa kau takut sekali dengan Antia??"


"Karena jika dia marah dia akan menangis dan tidak mau keluar kamar berhari hari. Cepat sebelum aku marah."


"Terserah kau mau marah sampai memukuli ku juga tidak masalah... Asal aku tidak tidur denganmu." Ucap Arila.


"Kau memang selalu membuat ku emosi." Ucap Andian lirih namun dingin.


Apa yang akan dia lakukan?? Apa dia akan menjambak rambut ku atau menampar ku. Batin Arila mulai takut.


Perlahan Andian mendekati Arila dimana membuat Arila memundurkan tubuhnya. Saat Arila akan mundur lagi dirinya sudah terpojok ditembok. Sedangkan Andian sudah dihadapannya dengan jarak hanya beberapa centi.


"Cepat kemasi barang barangmu atau aku akan melakukan hal yang tidak kau duga." Ucap Andian tepat di telinga Arila.


"Ba...baiklah sekarang menjauh lah dariku." Ucap Arila.


Andian pun menjauhkan diri dari Arila dan Arila pun mengemasi beberapa pakaian dan barang barang nya. Dengan dibantu Andian membawakan barang Arila ke kamarnya.


Dasar Tameng es, seenaknya saja dia pikir dia siapa?? Umpat Arila.