
Jangan lupa Like, Vote and Komennya ya😘
Terima Kasih dan selamat membaca semua💕
📞
"Hallo dengan siapa?" Tanya Antika memulai pembicaraan.
"Kau melupakanku Tika??" Jawab diseberang sana.
Antika terkejut begitu mendengar suara seseorang yang tidak asing baginya. Tangannya yang memegang handphone bergetar.
"Lukas." Ucap Antika lirih.
"Iya ini aku, Aku akan kembali ke Indonesia lusa aku akan sampai." Ucap diseberang sana tampak gembira.
"K...kau akan kembali?" Tanya Antika dengan nada getir.
"Iya sayang aku akan kembali. Tunggu aku... Aku tutup telefonnya." Ucap diseberang sana.
"Tapi ada yang—" Ucap Antika terjeda lantaran sambungan telefonnya terputus.
Antika menurunkan tangannya yang memegang handphone. Tangannya masih bergetar dan wajah Antika menjadi cemas sekaligus sedih.
"Siapa Lukas??" Tanya Raka yang sedari tadi mendengarkan percakapan Antika.
*Brakk!!!* Handphone Antika jatuh lantaran Antika terkejut. Beruntung handphonenya tidak rusak ataupun hancur karena terjatuh tepat diatas karpet. Antika tidak berani menjawab atau pun berbalik menatap Raka.
"Kenapa kau begitu terkejut??? Aku hanya bertanya siapa Lukas, Atau ada yang kau sembunyikan darikku?" Tanya Raka mendekati Antika.
"Di...dia hanya...dia hanya." Jawab Antika terbata bata.
"Baiklah tidak perlu dibahas...bersiap siaplah sebentar lagi kita akan ke Vila Arion, membahas soal perjodohan Andian." Ucap Raka dingin berlalu meninggalkan Antika.
Raka bahkan membanting pintu kamar mandinya membuat Antika tersentak. Antika pun menuju ke lemarinya dan memilih salah satu baju yang akan dia kenakan nantinya.
Sedangkan Raka sendiri entah mengapa merasa kesal dan emosi. Raka menyalakan shower membiarkan airnya menghujani wajah tampan Raka. Raka pun memukul temboknya keras.
Siapa Lukas??? Apa hubungannya dengan Antika?? Apa dia kekasihnya sampai sampai berani memanggilnya sayang?? Lihat saja apa yang bisa ku lakukan. Batin Raka kesal.
Sedangkan Antika sendiri merasa sedih sekaligus takut. Disatu sisi kesedihannya adalah menikahi Raka yang bahkan belum jelas mau menerimanya atau membencinya.
Dan disisi lain ketakutannya adalah ketika Raka akan menemui Lukas yang tidak lain adalah kekasihnya sejak sekolah menengah atas.
Ya Tuhan, Apa yang harus kulakukan. Aku takut jika Raka tau soal ini apakah dia akan semakin menyiksaku?? Batin Antika cemas
Selesai membersihkan diri Raka pun keluar hanya memakai balutan handuk di pinggangnya. Memamerkan tubuhnya yang kekar dan sixpack.
Antika sudah memilih pakaian yang akan dia kenakan dan bersiap untuk mandi. Saat berbalik dia tersentak sekaligus malu begitu melihat tubuh Raka yang kekar dan sixpack.
Antika dengan memalingkan kepalanya pun menuju ke kamar mandi melewati Raka. Sedangkan otak iblis Raka pun bangkit. Raka meraih tangan Antika dan memojokan nya di tembok.
Antika tersentak kaget dan memejamkan matanya. Antika membuka matanya perlahan dan tampaklah wajah tampan sekaligus tubuh sempurna milik Raka. Entah mengapa Antika merasakan jantungnya semakin berdetak semakin kencang dari biasanya.
"Bi...bisakah kau menjauh darikku??"
"Jika aku tidak mau? (Raka semakin mendekati Antika.) Aku tau kau memalingkan wajahmu karena malu kan melihat tubuh sempurna dan tampan ku?? Jujur saja lagipun aku suamimu sekarang." Ucap Raka dengan narsisnya.
Antika hanya menggelengkan kepala pelan. Saat itu Raka menarik dagu Antika agar memandangnya. Raka memandang bibir mungil Antika membuat Antika mengikuti arah pandangan Raka.
Meskipun kau menyebalkan, tapi bibir mungilmu tak bisa membuatku berpaling... Mungkinkah aku mulai mencintaimu sekarang?? Batin Raka sembari mengelus bibir mungil Antika.
Apa yang akan dia lakukan??? Ku mohon jangan... Menjauhlah darikku bukankah kau membenciku?? Batin Antika takut.
Raka pun mendekatkan wajahnya dan tiba tiba *Cklekk!!* Pintu terbuka dan seseorang muncul disana. Orang itu tidak lain Andian yang biasa masuk ke kamar Raka tanpa izin.
"Raka ada yang— (Memandang canggung.) Kalian bisa lanjutkan." Ucap Andian sambil menutup pintu.
"Andian ini—(Antika berhasil kabur dari cengkramannya.) Sial!!! Andian ini masih kebiasaan seperti itu...Lain kali aku akan menggembok pintunya." Ucap Raka kesal.
Dia pun mengambil pakaiannya dan mengenakannya. Raka pun keluar hendak menemui Andian. Raka menuruni tangga dan melihat Andian bersama ayahnya Randy tengah duduk sembari menikmati kopinya.
"Apa yang ingin kau bicarakan??" Tanya Raka dengan nada sedikit tak suka.
"Apa kau marah padaku mengganggu kau yang akan bermesraan dengan istrimu??" Jawab Andian santai sembari meneguk kopinya.
"Andian kau!! Sudahlah katakan apa yang kau lakukan disini?? Kasihan Antia sendirian di Vila." Ucap Raka sambil duduk berhadapan dengan Andian.
"Kalian bicaralah aku ke kamar untuk bersiap siap." Pamit Randy.
Andian dan Raka pun mengaggukan kepala secara bersamaan. Randy pun tersenyum dan meninggalkan Andian dan Raka. Raka pun memandang Andian meminta jawaban dari pertanyaannya barusan.
"Antia, adik kesayangan kita berbohong pada kita tentang perasaannya." Ucap Andian tampak kecewa.
"Aku pikir selama ini dia benar benar berusaha menerima Arion karena ingin mengisi hatinya bukan karena demi menghargai perjodohan yang telah ku perbuat." Ucap Andian sambil memijat pelan keningnya.
"Lalu bagaimana dengan Arion?? Dia pasti sangat kecewa jika sebenarnya yang pertama di hati Antia adalah Tuan Muda Wijaya bukan dirinya. Secara tujuannya dia membangun perusahaan sebesar CA Grop itu hanya untuk Antia. Dia pasti sangat sedih saat ini."
"Aku menemui Arion tadi ke Vilanya. Dia tidak membatalkan makan malam ini tapi dia hanya meminta izin padaku agar membiarkannya sementara waktu mengacuhkan Antia. Aku hanya bisa menjawab iya bagaimana pun aku tau Arion masih kecewa pada Antia dan tidak bisa membencinya."
"Benar juga, tapi tidak seharusnya kau meninggalkan Antia bagaimana pun ini hanya kesalahan mengenai kejujuran dihatinya. Dan setelah ku amati sepertinya Tuan Muda Wijaya memang sengaja memancing Antia mengatakan ini semua."
"Sudahlah aku harus kembali ke Vila dan bersiap, Kau bisa berangkat dulu. (Andian berdiri dari duduknya.) Atau kau akan melanjutkan bermesraan dengan istrimu."
"Kau?!!!!" Ucap Raka penuh kekesalan. Andian pun keluar dan mengendarai mobilnya menuju ke Vilanya.
"Raka sayang apa maksud Andian tadi???" Tanya Laura tiba tiba membuat Raka terkejut.
"Ibu kau mengejutkan ku." Ucap Raka sembari mengelus dadanya.
"Maaf ibu salah, tapi jawab pertanyaan ibu tadi apa yang Andian maksud tadi?? Apa itu artinya ibu akan mendapatkan cucu darimu sayang??" Ucap Laura menggoda Raka.
"Apa ibu sungguh menginginkan cucu setampan diriku??(Raka mendekati ibunya dan berbisik ditelinganya.) Doakan bu."
"Tentu ibu sangat mendoakanmu." Ucap Laura berbinar. Raka tersenyum dan menaiki tangga menuju ke kamarnya. Saat itu Randy pun datang mendekati istrinya.
"Kenapa kau terlihat bahagia?"
"Suamiku apa kau tau Raka akan memberikan kita cucu secepatnya."
"Benarkah?? Akhirnya anak kita berubah juga." Ucap Randy sembari menarik Laura kedalam pelukannya.
Setelah mereka bersiap siap cukup lama akhirnya mereka satu keluarga menuju ke Vila mewah Arion.
Sesampainya Di Vila.
Andian Antia dan Raka juga keluarganya telah memasuki Vila mewah milik Arion. Antika yang baru ke Vila Arion untuk pertama kalinya pun tercengang dengan kemewahan Vila Arion.
Ya Tuhan, Ini masih disebut Vila?? Bukankah ini lebih tepatnya istana seperti di negeri dongeng. Batin Antika kagum.
Dan saat mereka sampai di teras tampak mobil milik Gio dan Reno memasuki halaman Vila. Saat Antika memandang Arila dia pun tersenyum dan menghampirinya.
"Arila...Kau Arila kan??"
"Antika...iya aku Arila lama tidak bertemu." Ucap Arila sambil memeluk Antika.
"Sudah yuk masuk." Ajak Tarti menyela.
Mereka pun mengangguk dan memasuki Vila mewah Arion. Tampak mereka disambut pelayan lebih dari 10 orang. Membuat mereka terkagum.
Para pelayan pun mengarahkan mereka ke ruang dimana mereka akan melangsungkan makan malam bersama. Desain yang mewah namun elegan membuat mereka terkagum kagum.
Dimana kak Arion?? Bahkan Kean saja tidak ada. Batin Antia sambil celingak celinguk.
"Selamat datang, Tuan Muda meminta agar kalian bisa duduk dan menunggunya sebentar. Kalian juga bisa menikmati hidangan yang telah kami siapkan." Ucap Kean dengan hormat.
Semua orang pun mengangguk dan menarik kursi untuk duduk. Tampak Reno Gio dan Randy tengah berbincang begitu pun Tarti Lyin dan Laura juga Arila dan Antika.
"An kok kamu nggak cerita sih ke aku kalo kamu tuh dijodohin sama presdir CA Grop??" Tanya Sista.
"Iya maaf, maaf nggak sempet kasih tau soalnya." Jawab Antia.
"Jadi ini Vila calon suami kamu An?? Vilanya aja kayak istana apalagi rumahnya entar kayak apa ya??"
"Kamu berlebihan Sis, nggak nyangka ya kita bentar lagi bakalan jadi saudara ipar."
"Iya An, pas aku tau yang dijodohin sama kak Arila itu kakak kamu aku seneng banget jadi kita saudaraan. Oh iya lusa kita sekolah kamu udah siap belom nih?"
"Selalu siap dong."
"Iyalah siap secara kan kamu peringkat 1 di angkatan tahun ini." Ucap Sista dan mereka pun tertawa kecil.
"Maaf tidak seharusnya saya membuat kalian menunggu." Ucap Arion begitu datang dan duduk di kursinya.
"Tidak masalah Tuan Muda Anvert, kami justru merasa terkagum dengan se sambutan anda yang begitu mewah." Ucap Reno Vanect.
"Anda terlalu memuji...Tentu harus istimewa karena ini makan malam antar dua keluarga yang akan menjadi satu keluarga. Silahkan nikmati makan malam yang telah aku siapkan." Ucap Arion fokus menatap Reno.
Ya Tuhan tampan sekali ciptaanmu, Antia beruntung sekali mendapatkannya. Batin Sista kagum.
Apakah dia Colvis Arion Anvert yang dibicarakan banyak orang?? Kenapa dia begitu tampan. Batin Antika kagum.
Kenapa sahabat tameng es ini begitu tampan?? Sudah tampan murah senyum pula tidak sepertinya. Batin Arila kagum.