Matchmaking By My Brother

Matchmaking By My Brother
Pernikahan Arion Dan Antia (Bongkar Misteri S1)



JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA๐Ÿ˜˜ ๐Ÿ’•๐Ÿ’–


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜


I LOVE YOU READERS๐Ÿ˜™๐Ÿ’•


...๐Ÿฅ€MBMB๐Ÿฅ€...


Sebulan Andian koma, mau tidak mau Antia harus menuruti keinginan Arion untuk menikah. Dia tidak tega dengan Arion yang kesana kemari demi dirinya dan tidak beristirahat. Mungkin dengan menikah, Arion akan lebih lama menghabiskan waktu di rumah untuk beristirahat. Begitu pikir Antia.


Toh, dia sudah kuliah. Jika saja Andian tidak koma, mungkin saat ini Antia sudah resmi menjadi istri dari konglomerat legendaris itu. Namun itu semua takdir, dan sekarang Antia sudah bulat dengan keputusannya. Kini dia menemui Arion yang tengah bekerja dikantor.


"Sayang... Tumben kemari, apa ada sesuatu??" Tanya Arion sembari menutup laptopnya. Antia menghampiri Arion dan duduk dipangkuan pria yang dicintainya itu.


"Emm... Kak bagaimana kalau kita menikah??" Ucap Antia sembari merangkulkan kedua tangannya pada leher Arion. Kening Arion berkerut, dia menatap bingung gadis ciliknya.


"Kenapa tiba tiba mau?? Bukannya kamu sendiri yang bilang akan menikah denganku jika Andian sadar??" Tanya Arion bingung. Antia mengecurutkan bibirnya kesal dan demi apapun itu sangat menggemaskan.


"Kalau nggak mau ya udah." Jawab Antia. Arion yang gemas langsung mengecup bibir Anita singkat.


"Tentu saja mau sayang, aku akan meminta Kean untuk menyiapkan segalanya." Ucap Arion.


"Tapi... Resepsinya kalau kakak ku sudah sadar yah, apa boleh??" Tanya Antia.


"Tentu saja... Apapun untukmu sayang." Jawab Arion. Antia tersenyum dan memeluk pria yang dicintainya itu.


...๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€...


Hari pernikahan pun tiba. Arion merasa sangat gugup. Dia sendiri masih tidak menyangka secepat ini akan menikah. Melihat tuan sekaligus saudaranya khawatir, Kean mendekat.


"Anda gugup tuan??" Tanya Kean. Arion menghela napas panjang kemudian menatap Kean.


"Sedikit." Jawab Arion.


"Ini puncak anda tuan... Anda sudah meneteskan banyak darah, membangkitkan CA Group untuk nona Antia... Sekarang saatnya tetesan darah itu terbalaskan oleh tetesan janji suci dipelaminan." Ucap Kean. Arion tersenyum dan menepuk bahu Kean.


"Rasanya, seperti baru semalam aku menemukanmu dan mengangkatmu sebagai adikku... Tapi, sekarang kau sudah dewasa... Untuk kali ini saja Kean, panggil aku kakak." Ucap Arion.


"K.. Kakak!" Ucap Kean. Arion tersenyum mendengar panggilan itu, dia pun memeluk Kean.


"Ini baru Keanku." Ucap Arion.


"Hey apa yang kalian lakukan disini??! Arion, cepat... Keponakanku menunggumu dari tadi dan kau malah sedih sedihan dengan adikmu... Cepat!" Ucap Renia sembari menyeret Arion.


"Ayolah bibi, aku masihโ€”"


"Diam!! Cepat menikah dan berikan aku cucu!" Ucap Renia. Kean menggelengkan kepalanya pelan dan membuntuti Arion.


"Saya nikahkan Colvis Arion Anvert bin Anvert dengan Cantia Putri Vania binti Gio Anza dengan maskawin tersebut dibayar tunai!"


"Saya terima nikahnya, Cantia Putri Vania dengan maskawin tersebut dibayar tunai!" Ucap Arion lantang.


"Bagaimana para saksi, sah??"


"Sah!!!"


"Bersiaplah untuk nanti malam." Bisik Arion membuat Antia merona.


Kau lihat Andian, kau melewatkan moment dimana adik kesayanganmu ini sudah resmi menjadi milik orang lain... Cepatlah sadar. Batin Arila. Dia menghapus air matanya sebelum ada yang melihat.


Setelah acara pernikahan selesai, Arion dan Antia pun menuju ke rumah sakit menemui Andian yang masih enggan bangun. Cukup lama berbincang dengan Andian yang tidak meresponnya sama sekali. Dan sekarang, Antia ke Vila Arion. Dilihatnya Raka Renzo dan lainnya ada disana.


"Selamat untuk pernikahanmu." Ucap Antika.


"Terima kasih kakak ipar." Jawab Antia. Antika pun mengajak Antia untuk duduk bersamanya.


"Kau sudah menyiapkan semuanya??" Tanya Antika. Dengan polosnya Antia menggelengkan kepalanya.


"Memang apa yang harus aku siapkan kak??"


"Astaga, tentu saja kau harus berdandan cantik agar suamimu itu ketagihan denganmu." Ucap Antika membuat Antia menatap Arion yang sedang bercerita dengan Raka Renzo dan Kean.


"Ikut kakak ke kamar... Kau tau, aku dan kak Lyara menyiapkan kamar malam pertama mu dengan sangat indah... Dan sekarang aku akan mendandanimu agar menjadi bidadari di malam pertamamu." Ucap Antika.


Dia pun mengajak Antia pergi sampai tidak ada yang menyadarinya. Wanita berperut buncit itu seolah tidak memperdulikan kandungannya itu. Antika pun mendandani Antia dengan sangat gesit layaknya seorang pemakeup handal.


"Kak Antia pake jubโ€”"


"Gak usah... Arion!!!! Arion!!!" Panggil Antika yang mana membuat semua orang datang.


"Ada apโ€”"


"Sudah malam kalian istirahatlah, bay!"


Bammm!!!


Kenapa dengan dia?? Batin Arion.


"Sayang kenapโ€”... Oh, jadi itu toh kenapa kakak ipar memintaku kemari." Ucap Arion sembari tersenyum manis. Tampak Antia tersipu malu.


"Jangan liat liat dong kak!" Ucap Antia sembari mengecurutkan bibirnya. Arion mendekat dan membelai wajah istri kecilnya.


"Gugup??? Kita tidur saja, lakukan itu lain kali ok?" Ucap Arion sembari mencium kening Antia.


Brukhhhh!


Antia mendorong tubuh Arion terlentang diatas ranjang. Arion tersenyum saat Antia berada diatas tubuhnya. Dia membelai wajah Antia yang memang terlihat sangat gugup.


"Ak... Aku mau jadi milik kakak seutuhnya." Ucap Antia.


"Baiklah... Dengan senang hati sayang." Jawab Arion dan tanpa aba aba langsung mencium bibir Antia.


Kedua pengantin baru itu menghabiskan waktu bersama tanpa memikirkan malam yang dingin karena hujan. Mereka mencoreng kenangan manis yang tidak pernah di lupakan untuk seumur hidupnya.


...๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€...


Yahoo, bab selanjutnya langsung bahas si Alan ya... Salam bombai, adek pamit bay bay๐Ÿ‘‹๐Ÿป๐Ÿ˜œ