Matchmaking By My Brother

Matchmaking By My Brother
Episod 23



Jangan lupa Like, Vote and Komennya ya😘


Terima Kasih dan selamat membaca semua💕


Sesampainya di butik. Antia Kalfa dan Gian keluar dari dalam mobilnya. Mereka disambut baik oleh pelayan butik tersebut. Salah satu pelayan pun mendekati mereka.


"Tuan muda Wijaya selamat datang lama tak berkunjung." Sambut pelayan itu.


"Kau ingin membeli apa?? Biar aku traktir anggap saja ini hadiah pertemuan kita setelah 6 tahun. Dan aku mohon kau jangan menolakku." Ucap Kalfa tersenyum.


"Baiklah, aku hanya ingin sebuah gaun saja."


"Berikan gaun terbaik di butik ini dalam 15 menit." Titah Kalfa.


"Baik tuan muda."


Kalfa pun mengajak Antia untuk duduk di sampingnya sedangkan Gian memilih menunggu di luar. Antia memandang Kalfa tanpa Kalfa sadari.


Dia tidak berubah sejak dulu. Masih tegas didepan orang lain tapi jika denganku dia bersikap sangat lembut. Tuhan aku mohon kuatkan aku agar tidak kembali pada perasaan ku yang lama ku buang. Batin Antia.


[6 Tahun Yang Lalu]


Antia tersenyum bahagia begitu tau jika dia diterima di salah satu SMP favoritnya bersama dengan Sista. Dan hari itu adalah hari pertama mereka masuk sekolah. Antia dan Sista pun memasuki ruang kelasnya. Namun ada beberapa peria mendekati mereka dengan tatapan tidak suka.


"Hey kalian murid baru ya?? Kalian harus patuh pada peraturan kami paham?!!" Ucap salah satu peria.


"Kau juga murid baru kan? Lalu sejak kapan kau membuat peraturan?" Bentak Antia tak terima.


"Hey kalian ini hanya seorang gadis jangan membantah."


"Hey kalian ini hanya peria yang p*ng*cut yang hanya berani pada seorang gadis."


"Beraninya Kau!!" Ucap peria itu hendak menampar Antia.


Antia hanya memejamkan matanya. Merasa dirinya baik baik saja Antia pun membuka matanya perlahan. Tampaklah seorang peria yang mengceghat tangan peria tadi. Peria itu tidak lain Kalfa.


"Berani jangan sama cewek dong." Ucap Kalfa dingin.


"Maaf tuan muda...ayo kita pergi." Ucap peria itu dan gerombolannya pun pergi.


"Kalian nggak apa apa?" Tanya Kalfa.


"Kami nggak apa apa." Jawab Antia dan Sista bersamaan.


"Oh iya kenalkan aku Kalfa Wijaya...kalian sendiri?" Ucap Kalfa mengulurkan tangannya. Antia pun tersenyum dan menjabat tangan Kalfa.


"Aku Antia dan ini sahabatku Sista. Senang berkenalan denganmu."


Sejak saat itu Antia menyukai Kalfa. Namun, saat kenaikan kelas Kalfa harus pergi ke luar negeri karena paksaan ayahnya. Sejak Kalfa pergi Antia menutup kembali hatinya. Dan memilih fokus dengan impiannya.


[6 Tahun Kemudian.]


15 menit kemudian berbagai macam gaun terpampang indah didepan Antia. Antia sangat kagum dengan sebuah gaun bewarna merah tua. Tanpa pikir panjang Antia pun menyambar gaun tersebut.


"Kau suka? Ambilah." Ucap Kalfa sembari mendekat.


"Terima kasih Kal." Ucap Antia tersenyum tulus.


"Tidak perlu anggap ini hadiah dariku... Ayo aku ajak kau ke resto, ingat jangan menolak." Ucap Kalfa sambil tersenyum.


"Iya aku ingat." Jawab Antia tersenyum juga.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengamati mereka. Kalfa dan Antia pun menuju ke restoran yang Kalfa tunjuk. Sedangkan Gian hanya bisa diam mengikuti permintaan nona mudanya.


Nona aku harap anda mengingat tuan Arion... Bisa ku lihat ada sesuatu niat jahat pada tuan muda Wijaya. Batin Gian sambil fokus menyetir.


Sepanjang perjalanan Antia dan Kalfa memilih sibuk dengan pikiran masing masing. Begitu pun Gian yang cemas jika Antia kembali menaruh hati pada Kalfa.


Iya, Gian tau karena sejak Antia di Vila Andian Gian ditugaskan Andian untuk mengawasi Antia. Namun Antia memohon agar Gian tidak memberitahu soal perasaannya.


Dan akhirnya Gian merahasiakan hal itu dari Andian. Sesampainya di restoran, Kalfa menggandeng tangan Antia tanpa penolakan dari Antia. Karena jujur saat ini Antia terbawa suasana. Mereka pun duduk di bangku VIP dan memesan menu mereka.


"Ini restoran milikmu ya?" Tanya Antia.


"Iya lebih tepatnya milik ayahku." Jawab Kalfa tersenyum.


"Em...Antia aku dengar kau dijodohkan oleh kakakmu kenapa kau tidak menceritakannya padaku?" Tanya Kalfa tiba tiba.


"Itu...iya aku juga belum sempat menceritakannya pada Sista jadi maaf ya." Jawab Antia.


"Apa itu??" Tanya Antia penasaran.


"Jawab dengan jujur apa kau terpaksa menerima perjodohan kakakmu atau memang sudah mencintai pilihan kakakmu?"


"Sebenarnya aku juga masih bingung Kal... Tapi pilihan kakak tidak buruk dan dia sangat baik jadi demi kakak bahagia aku akan berusaha menerimanya." Jawab Antia jujur.


"Lalu bagaimana denganku? Sista bilang saat aku di bandara kau mencintaiku??" Tanya Kalfa membuat Antia benar benar dilema.


"Aku hanya kagum padamu...tapi it..itu dulu."


"Dan sekarang?? Kau melupakanku??"


"Sekarang aku fokus pada kebahagiaan kakakku dengan cara menerima pilihannya. Dan mulai sekarang kita menjadi sahabat. Apa kau mau menjadi sahabatku?" Jelas Antia kemudian bertanya.


"Tentu saja." Jawab Kalfa tersenyum bahagia.


Kalfa melirik ke arah semak semak dimana dia melihat seseorang yang sedari tadi memantaunya. Orang itu tidak lain Kean yang diminta Arion agar mengawasi Antia. Kalfa pun tersenyum miring.


Bagus sekali akhirnya Antia terpancing dan menjelaskan segalanya. Arion nikmatilah hadiah yang ku berikan... Dan kau Antia sayang sebentar lagi kau akan menjadi miliku...Milik Kalfa Wijaya... Batin Kalfa tersenyum miring.


Mereka pun melanjutkan makan siang tanpa beban. Selesai makan siang, Antia dan Gian pun memutuskan kembali ke Vila naik taxi karena takut Andian melihatnya dan akan menjadi masalah besar.


Di Vila Arion


Arion di kamarnya tidak tenang sambil duduk menunggu Kean berharap membawa kabar baik. Handphone nya berbunyi menandakan ada pesan masuk.


Kean Arjuna, Tuan Muda saya minta anda jangan khawatir.


Begitu isi pesan singkat dari sekertaris nya. Membuat Arion semakin penasaran. Dia pun melempar telefon nya kasar. Lama menunggu akhirnya Kean datang.


"Kean ada berita apa sampai kau mengirim ku pesan aneh tadi?"


Kean tampak menunduk seperti enggan menjawab. Membuat Arion mendekat dan menatap tajam Kean.


"Ini tuan...(Membuka Laptopnya dan menyerahkannya pada Arion.) Saya tidak berani menjelaskan akan lebih baik anda melihatnya sendiri." Jawab Kean.


Arion pun melihat segalanya yang dilakukan gadis kecilnya. Tangan Arion mengepal erat.


"Tuan muda anda baik baik saja??" Tanya Kean hati hati.


"Aku tidak ingin diganggu." Jawab Arion dingin seperti sebelumnya. Dia menaiki tangga menuju ke kamarnya.


Tuhan, Kenapa kau menciptakan makhluk seiblis Kalfa Wijaya... Aku tau tujuan Kalfa memancing nona muda jujur seperti tadi dan itu berhasil menghancurkan mood tuan muda. Aku harap tuan muda tidak sedingin dulu lagi. Batin Kean berharap.


Sedangkan Arion sendiri hanya bisa menumpahkan kesedihannya menerima kenyataan jika wanita yang selama ini dia perjuangkan harus dengan terpaksa menerimanya.


Aku tidak pedulikan hal ini. Sekarang aku harus memikirkan langkah selanjutnya... Dan soal perasaanku hanya bisa kusampingkan. Batin Arion memukul tembok sampai tangannya berdarah dan matanya memerah sembari mengeluarkan air mata.


Di Cerlan Grop


Andian memberantakan segala isi mejanya termasuk leptop dan dokumen dokumennya. Membuat para karyawan ketakutan yang hendak memberikan laporannya. Andian memandang Kean tajam.


"Kenapa?!! Kenapa adikku sendiri membohongiku?!!! Sejak kecil aku kira dia tidak pernah berbohong dan ternyata dia berbohong padaku soal perasaannya saat dia duduk di bangku SMP!!! Kakak seperti apa aku?!!! Dan kau Kean kenapa membiarkan Arion sendirian ha?!!! Bagaimana jika dia mati?!!!(Andian mengambil kunci mobilnya.) Dasar tidak berguna!" Ucap Andian meninggalkan Kean. Kean pun mengikuti Andian.


Kalfa Wijaya!!! Jadi kau yang membuat adikku sendiri berbohong padaku... Akan aku buat kau menderita seumur hidupmu dan sampai kau menganggap kelahiranmu dalam dunia ini adalah kesalahan. Beraninya kau mengusik kebahagiaan yang aku berikan pada adikku. Batin Andian yang fokus menyetir.


Di Vila Raka


Antika yang selesai membersihkan diri dengan pakaian rapi pun keluar dari kamar mandi. Antika melihat Raka yang tampak fokus berkutat dengan laptopnya.


Aku lelah sekali, tapi ada Raka diranjang aku takut mengganggu dan akan memarahiku. Lebih baik aku tidur di sofa saja. Batin Antika. Antika pun duduk di sofa sampai akhirnya tertidur.


"Cabe rawit kenapa kau lama sekali? Cabe rawit sedang apa kau didalam?"


Raka pun menutup laptopnya dan meletakannya diatas nakas. Dia menuju ke kamar mandi dan pintu terbuka. Raka mengerutkan keningnya begitu dia tidak melihat Antika.


Saat Raka berbalik senyum dibibirnya terbit begitu melihat Antika tertidur di sofa dengan wajah yang menggemaskan menurutnya. Raka pun mendekati Antika yang masih terlelap dalam tidurnya. Raka pun berjongkok dan menatap lekat tubuh Antika.


Awal bertemu kau seperti singa betina namun begitu aku memarahimu kenapa kau seperti seorang gadis mungil yang sedang dimarahi ibunya dan sekarang kau seperti istri yang sangat patuh dan takut pada suamimu. Apa aku bisa mulai menerima mu?? Batin Raka sembari menghusap pipi Antika.


Raka pun mengangkat tubuh Antika dan memindahkannya pada ranjangnya. Raka juga menyelimuti nya dan memeluk pinggang Antika. Akhirnya Raka pun terlelap dalam tidurnya. Mereka pun sama sama masuk dalam mimpi mereka masing masing.


Malam harinya. Antika terbangun dari tidurnya begitu mendengar suara. Ternyata suara handphonenya yang berdering menandakan ada telefon masuk. Saat Antika hendak bangun dia merasa seperti ada yang melingkar di pinggangnya.


Dan benar saja tangan kekar Raka melingkar erat di pinggangnya. Antika pun dengan hati hati menyingkirkan tangan Raka. Antika mengambil handphone nya dan mengangkat telefonnya.