
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
👩💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕
👩💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘
👩💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘
👩💻Terima kasih dan happy reading semua❤
📖📖📖
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Sore Harinya
Barang barang Avindra sudah dimasukan kedalam bagasi mobil Reanzo. Mereka sepakat hanya akan membawa satu mobil dan motor masing-masing guna mengurangi kecurigaan. Mengingat para tuan muda ini belum tampil di media tentu memudahkan penyamaran mereka. Avindra menatap adiknya yang duduk dikursi roda dengan wajah menunduk menahan tangis. Avindra pun berjongkok dan menggenggam kedua tangan Arisa.
"Ingat janji kakak... (Mencium kening Arisa.) Kakak akan segera kembali." Ucap Avindra. Sedangkan Arion dan Antia hanya menatapnya tersenyum.
"Ayah... Bunda Avindra berangkat." Pamit Avindra sembari mencium punggung tangan kedua orang tuanya secara bergantian.
"Assalamualaikum."
"Walaikumsalam, hati hati dijalan... Rean, Renaf aunty titip Avindra." Ucap Antia.
"Siap aunty." Jawab Renaf. Keduanya pun masuk kedalam mobil dan perlahan mobil Lamborghini itu pun menjauhi kediaman Anvert.
"Kakak..." Lirih Arisa dengan mata berkaca kaca.
Dia sangat merindukan masa masa dimana sang kakak tidak sibuk dengan pendidikannya. Avindra yang selalu memanjakan, menyayangi dan membahagiakannya sangat dia rindukan. Sosok kakak yang sempurna.
"Jangan sedih sayang... Ayo masuk, sekarang saatnya kamu mandi." Ucap Antia.
"Bunda... Kenapa kakak harus jenius??" Ucap Arisa. Arion mencubit hidung putri bungsunya.
"Karena anak ayah jenius." Jawab Arion.
"Anak siapa??" Ucap Antia dibelakang Arion. Arion pun berbalik sembari tersenyum.
"Hehehe... Tentu saja anak kita." Jawab Arion. Antia mengabaikan Arion dan mendorong Arisa membawanya masuk ke Vila.
"Sayang!!" Panggil Arion sembari mengejar sang istri. Sungguh Arion yang tidak kenal umur.
Di Perjalanan
Avindra tampak terdiam dan mengingat wajah sedih adiknya. Sungguh dia merindukan wajah ceria adiknya. Tapi mau bagaimana lagi?? Impian Avindra adalah menghancurkan kampus hasil korupsi itu. Jika saja tidak ada hukum sudah pasti Avindra menggusur kampus itu dengan kekuasaannya.
"Kak, mana prosedur tentang kegiatan awal masuk kampus?" Ucap Avindra. Tampak Renafo memberikan sebuah barkas.
"Huft... Harusnya kita mengingat perengkutan anggota inti CG(Club Gracero) itu bisa memudahkan kita melangkah lebih maju." Ucap Renafo.
"Jadi, club ini yang mengendalikan kampus itu?? Benar benar membosankan... Bahkan dosen tidak bisa menentang, sungguh miris." Ucap Avindra.
"Ya seperti yang kita tau, kampus itu membedakan dari kampus lain... Baik dari tata tertibnya dan aturannya." Sahut Reanzo yang fokus menyetir.
"Bukankah aneh, kampus sebesar dan semewah itu tidak ada cctv?? Bisa saja terjadi pembullyan atau pun p*lecehan." Ucap Renafo.
"Dan tujuan kita mendapatkan barkas dari tangan tuan Jovirzo yang tidak lain laporan mengenai korupsi itu... Pembalasan dendam kita akan dimulai detik ini." Ucap Avindra sembari mengepalkan tangannya.
Sesampainya di Vila, Avindra keluar dari dalam mobil sembari meregangkan ototnya. Perjalanan yang lumayan memakan waktu membuat Avindra merasa pegal. Dia menatap Garasi Vila yang sudah terisi oleh motornya dan motor lainnya. Tampak para pelayan Vila menbawakan barang para tuan muda.
"Hoam... (Menguap.) Mengantuk sekali, aku tidur lebih dulu." Ucap Avindra.
"Tunggu Avindra, kamar di vila ini hanya ada 4?? Yang benar saja." Ucap Leon.
"Ya... Kamar utama untukku dan kak Renaf, kamar sebelah kanan untuk Elliot, kamar bawah untuk kak Rean jadi kau dan Rian di kamar sebelah kanan." Ucap Avindra.
"Apa?!" Ucap Leon dan Rian bersamaan.
"Kakak apa tidak ada kamar lain??" Tanya Rian.
"Tidak ada, kamar pelayan 3 kau mau tidur dengan wanita??" Jawab Avindra membuat Rian terdiam.
"Hoam... (Menguap.) Ayolah sekarang sudah malam jangan meributkan hal yang tidak penting... Aku percaya kalian masih normal." Ucap Renafo. Tampak Rian dan Leon saling menatap kemudian membuang muka.
Lihat saja, Arisa akan luluh olehku. Batin Leon sembari tersenyum miring menatap Rian.
Arisa hanya akan menjadi milikku lihat saja. Batin Rian melakukan hal yang sama.
"Oi, kalian tidak mau masuk??" Ucap Avindra. Dengan mendahului Leon masuk kedalam Vila. Hari pertama pindah sangat melelahkan. Para tuan muda pun tidur dengan lelapnya mengingat besok adalah Hari pertama mereka di kampus Arumettra Bangsa.
Di Sisi lain.
Seorang pria muda menggoyangkan kakinya diatas meja sembari membaca sebuah barkas. Tampak dia tersenyum dan mematikan rokoknya. Dia beralih meminum anggurnya.
"Bagus... Akan ada banyak siswa baru dari kalangan bawah... Sangat menghibur." Ucapnya sembari tersenyum.
"Tuan muda, para anggota CG sudah
berkumpul." Ucap seseorang. Mungkin dia anak buahnya.
"Termasuk anggota inti dari siswa baru??" Tanyanya.
"Iya tuan... Sesuai perintah anda." Jawab anak buahnya.
"Bagus, aku akan memimpin rapat dengan sebaik baiknya untuk menyambut para siswa baru." Ucapnya kemudian pergi dan melempar barkasnya sembarangan.
Di Ruang CG
Sekitar 30 orang duduk rapi dan saling berhadapan. Hanya dibatasi oleh meja panjang didepannya. 30 orang itu tidak lain 10 anggota inti CG, 15 anggota pembantu, dan 5 anggota pengawas. Anggota inti ini terdiri dari 5 anggota inti lama atau bisa dibilang para senior. Dan 5 anggota inti baru atau siswa baru. Anggota pembantu bagian dalam kampus ada 7 (4 anggota baru, 3 anggota lama.) Dan anggota pembantu bagian luar kampus ada 8 (3 anggota lama, 5 anggota baru.)
"Hoho... Sudah berkumpul rupanya, bagus bagus silahkan duduk." Ucap pria tadi.
Jadi dia presiden kampus ini, Even Fermansyah... Dan wakil Claude Jovirzo... Sedangkan Geandra Kusuma hanya pengikutnya... Benar benar menyedihkan. Batin Machel.
Ya ada Machel disana. Dia menjadi anggota inti bagian keterampilan. Dan Alan?? Tentu saja dia hadir disana. Dia menjadi anggota inti bagian kedisiplinan. Untuk Serly dia menjadi anggota inti bagian kesehatan.
(Huwaaa, halunya adek lancar kali😭🤣🤣 Oke skipp😉)
"Oke selamat datang untuk anggota baru salam dariku Even Fermansyah... Perlu kalian ketahui selogan Club Gracero yaitu, “Yang berkuasa yang memiliki Tahta” yang artinya dikampus ini kalianlah yang berkuasa karena kalian memiliki tahta yaitu menjadi anggota dari Club Gracero... Selamat untuk kalian." Ucap Even sembari bertepuk tangan. Tentu disahut oleh para anggotanya kecuali Alan.
"Dan khusus anggota baru, silahkan memperkenalkan diri." Ucap Even. Tampak para anggota baru itu memperkenalkan diri mereka dengan menyebutkan nama dan menyerahkan kartu identitas.
Benar benar membosankan. Batin Alan.
"Serly Eliza, anggota inti baru bagian kesehatan." Ucap Serly kemudian memberikan kartu identitasnya.
"Serly?? (Serly menganggukan kepalanya.) Sangat cantik... Seharusnya kau menjadi asistenku saja, bagaimana??" Tanya Even menggoda sembari melihat Serly dari kepala sampai bawah. Mendengar ucapan Even membuat Machel mengepalkan tangannya erat.
"Maaf apa boleh saya menolak?" Ucap Serly.
"Kau akan tau konsekwensinya." Jawab Even. Tampak Serly menatap Alan yang ada didepannya. Tampak Alan menggerakan jarinya.
"Aku menerimanya." Ucap Serly. Dan hal itu membuat Machel semakin geram.
"Gadis pintar... Anggota baru selanjutnya." Ucap Even.
"Machel Alfie, anggota inti baru bagian keterampilan." Ucap Machel dan memberikan kartu identitasnya.
"Wow kau seperti orang Amerika... Kau blasteran??" Ucap salah sahabat Even tak lain Geandra Kusuma.
"Ibuku orang Amerika." Jawab Machel.
"Fantastis, jarang sekali ada siswa blasteran disini... Baiklah lanjut." Ucap Geandra.
"Alandra Zaials, anggota inti baru bagian kedisiplinan." Ucap Alan kemudian memberikan kartu identitasnya.
"Wow kau sangat tampan... Kau orang korea?? China?? Atau—" Ucap Claude terpotong.
"Asli Indonesia." Jawab Alan dengan wajah datarnya.
"Astaga kau seperti manusia es hidup." Ucap Claude dan Alan mengabaikannya.
"Sudah Claude.. Gean, bagikan barkas tugas mereka." Ucap Even. Geandra pun membagikan barkas pada masing masing anggota.
"Bisa kalian lihat itu tugas tugas kalian... Rapat diadakan setiap hari senin rabu dan sabtu sebelum fajar atau lebih tepatnya pukul 4 pagi... Dan yang bertugas di bagian kedisiplinan kesehatan dan keamanan perlu merengkut 1 anggota lagi... Dan itu ditentukan oleh kalian." Ucap Claude. Saat itu tampak Machel mengangkat tangannya.
"Siswa baru yang melakukan kesalahan saat praktek langsung dipukuli??" Ucap Machel membuat anggota baru lainnya terkejut.
"Iya benar... Apa kau keberatan tuan Alfie??" Ucap Even membuat Machel menurunkan tangannya.
"Tidak." Jawab Machel. Dia mengepalkan tangannya erat. Bagaimana bisa siswa baru yang melakukan kesalahan langsung dipukuli, dan bukan diberikan arahan?? Benar benar kampus aneh. Begitulah pikir Machel.
"Ku rasa semuanya sudah jelas... Kalian bisa kembali ke asrama." Ucap Claude.
"Baik." Jawab mereka serentak.
"Dan untuk Serly setelah rapat pagi, kau antarkan sarapan untukku... Ke ruangan ku paham??" Ucap Even hendak membelai wajah Serly namun Serly mengelak.
"Paham, saya permisi." Jawab Serly kemudian pergi. Even pun tersenyum miring. Dan saat Alan melewati mereka dengan wajah datarnya tampak Claude merasakan sesuatu. Seolah kematiannya mendekat.
"Lo kenapa??" Tanya Geandra.
"Gak apa apa, gua ngerasa aneh aja sama anak baru itu." Ucap Claude.
"Oh si manusia es hidup itu?? Dia tampan sayangnya seperti tidak bernyawa." Ucap Even.
"Lo ngakuin dia ganteng?" Tanya Geandra tak percaya.
"Ya kalau pun gua mengelak... Sama aja nggak sesuai fakta kan??" Jawab Even.
"Tapi pas dia lewat... Kok gua ngerasa...... Seperti kematian mendekat." Ucap Claude.
"Sembarangan lo kalo ngomong... Gua gibeng baru tau." Ucap Geandra.
"Hahaha... Gean sepertinya takut pada anak baru itu... Lupain aja, mending gua tidur dan menunggu sarapan pagi dari Seseku." Ucap Even sembari tersenyum miring.
"Sese??? Maksud lo Serly?? G*la lo." Ucap Geandra terkejut.
"Iyalah... Selain cantik dia juga sexy... Awas aja lo dan lo naksir... Gua bunuh kalian." Ancam Even.
"Iya, gua gak tertarik ama tu cewek." Ucap Claude.
"Haha... Masih setia ae lo sama si Cecilia." Ledek Geandra membuat Even tertawa terbahak bahak.
Sebenarnya siapa Alan?? Batin Claude entah mengapa merasa cemas.
Visual Machel Orlando
(Sekali kali ada bulenya wkwkwk)
Serly Elizabeth
Dan untuk Alan.... Nanti ajalah biar readers tambah penasaran😆 Oke di tunggu terus ya update terbarunya Salam dari Adek🤗