
Jangan lupa Like, Vote and Komennya ya๐
Maaf kalo banyak typo, maklum novel pertama ku๐
Terima Kasih dan selamat membaca semua๐๐
Keesokan Hari nya
Renzo membuka matanya begitu merasa ada sesuatu yang mengusik diwajahnya. Mata Renzo terbelak saat melihat Lyara menatapnya sembari tersenyum dan menoel noel pipinya.
"Apa yang kau lakukan??" Tanya Renzo sembari bangun dari posisinya.
"Good morning my husband. Did you have a nice dream last night??" Jawab Lyara sambil memamerkan senyuman lebarnya, membuat Renzo sedikit gugup.
"Aku sangat mimpi indah semalam... Sudahlah aku akan mandi." Ucap Renzo sembari berdiri.
"Bolehkah aku ikut mandi denganmu??" Goda Lyara. Renzo pun memojokan Lyara ketembok. Membuat Lyara sedikit tersentak.
"Kau mau ikut denganku?? Jangan salahkan aku jika tidak melepaskan mu." Ucap Renzo. Tanpa Renzo duga, Lyara menarik kemeja Renzo membuat Renzo semakin dekat dengannya.
"Itu artinya aku boleh mandi denganmu kan??" Goda Lyara.
Tentu membuat Renzo sangat gugup. Sesaat Renzo melihat tangan kiri Lyara sedikit gemetar. Renzo pun menjauhkan dirinya dan langsung masuk kedalam kamar mandi. Setelah Renzo pergi, Lyara tampak duduk dibibir ranjang dengan tangan gemetar. Dia sejujurnya sangat takut harus menggoda Renzo.
Mengingat sebelumnya dirinya tidak pernah menjalin hubungan dengan peria manapun. Itu sebabnya membuat Lyara gemetar. Namun, dia berusaha agar membuat Renzo jatuh cinta padanya lebih cepat. Dan dia akan berusaha untuk membiasakan hal itu.
Semangat Lyara... Kau pasti bisa, jangan biarkan suami mu mencintai wanita lain selain dirimu. Batin Lyara menyemangati dirinya sendiri.
Sedangkan di kamar mandi. Tampak Renzo menyinggung senyumannya. Dia bisa melihat dengan jelas jika Lyara sangat gugup namun dia sembunyikan.
Jadi ini usahanya?? Kita lihat bagaimana kau memperjuangkan ku sampai akhirnya kau lelah dan kita akan berpisah. Batin Renzo sembari tersenyum.
Setelah Renzo keluar dari kamar mandi, Lyara pun langsung masuk kedalam untuk membersihkan dirinya. Tampak Renzo mmenelfon seseorang.
๐
"Dev bawakan pakaian wanita kesini." Ucap Renzo.
"Baik tuan muda, dan iya tuan... Nyonya memerintahkan agar anda langsung ke Vila setelah bersiap." Jawab Dev diseberang sana.
"Tidak sarapan dulu??" Tanya Renzo.
"Anda akan sarapan bersama disana tuan." Jawab Dev diseberang sana.
"Mommy ini...(Renzo memijit pelipisnya.) Baiklah aku akan segera kesana saat selesai bersiap nanti." Ucap Renzo.
"Baik tuan saya tutup telfonnya." Jawab Dev diseberang sana.
*Tut.* sambungan telefon pun terputus. Renzo memasukan handphonenya kedalam saku celananya.
Pasti mommy bakalan marahin aku... Secara dia pasti berencana memancingku untuk... Batin Renzo.
*Cklek!!!* pintu kamar mandi terbuka. Tampak Lyara keluar dengan hanya memakai balutan handuk. Renzo yang awalnya melirik sekilas langsung menatap Lyara tanpa berkedip. Sedangkan Lyara masih tidak sadar dengan tatapan Renzo. Lyara pun mendekati Renzo.
"Suamiku tersayang disini tidak ada pakaian ku, kamu... (Lyara menatap Renzo yang tak berkedip.) Suamiku... Suamiku!!" Ucap Lyara membuat Renzo tersadar. Seketika Renzo langsung memalingkan wajahnya.
"Apa yang kau katakan tadi??" Tanya Renzo masih memalingkan wajahnya.
"Suamiku tersayang, aku bilang tidak ada pakaian ku disini... Kenapa kau memalingkan wajahmu?? Apa kau malu??" Jawab Lyara kemudian menggoda Renzo.
"Diamlah... Dev akan membawakan pakaian untukmu." Ucap Renzo sambil beranjak keluar.
"Aku tau kau pasti malu suamiku... Ayolah aku ini istrimu, dan sudah hakmu kan melihat seluruh tubuhku." Goda Lyara sembari tersenyum.
"Aku tidak tertarik dengan body triplek mu itu." Jawab Renzo sembari keluar dan menutup pintu kamar.
"Sepertinya berhasil, ayolah kak Ren cepat cepatlah jatuh cinta padaku... Dengan begitu aku tidak perlu merasa malu dan gugup saat menggodamu." Lirih Lyara sembari tersenyum.
Sedangkan diluar. Renzo tampak tersenyum sembari menyenderkan dirinya ditembok. Entah mengapa dia sangat senang saat digoda oleh Lyara dan melihat wajahnya yang terlihat malu namun Lyara tutup tutupi.
Kenapa dia sangat menggemaskan saat menggodaku tadi??? Apa aku mulai menerima dia dan melupakan semuanya yang berlalu. Batin Renzo.
Di Vila Raka
Antika bangun lebih pagi dari biasanya yang suka bangun terlambat. Antika pun menatap Raka yang masih terlelap disampingnya. Antika tersenyum dan menyelimuti suaminya sampai sebatas leher suaminya. Setelah itu, Antika menyambar handuk dan langsung menuju ke kamar mandi guna membersihkan diri.
Raka masih terlelap bahkan sampai Antika selesai mandi. Antika pun mengambil pakaiannya dari dalam lemari. Setelah itu Antika pun memakai pakaiannya. Beberapa saat kemudian Antika keluar dan hendak menuju ke meja rias. Namun Antika terhenti saat melihat dirinya dari pancaran cermin.
Tentu hal itu membuat Raka langsung terbangun. Raka pun turun dari ranjang dan langsung menuju ke walk in closet. Dia pun segera menghampiri istrinya yang berdiri didepan cermin.
"Sayang ada apa?? Kenapa kamu berteriak?? Apa yang terjadi??" Tanya Raka cemas.
Antika pun berbalik dan menatap suaminya. Tentu membuat Raka bingung sekaligus lega karena Antika baik baik saja. Beruntung kamarnya kedap suara jadi tidak sampai terdengar keluar.
"Sayang apa aku terlihat jelek??" Tanya Antika dengan wajah ditekuk.
"Tidak sayang kau sama sekali tidak terlihat jelek." Jawab Raka sembari tersenyum.
"Kau pasti bohong kan?? Coba lihat baik baik." Ucap Antika membuat Raka menatap Antika dari ujung kaki sampai kepala.
"Aku tidak berbohong sayang... Kau benar benar cantik pagi ini." Jawab Raka.
"Kamu bohong... Coba lihat... (Menujuk kearah perutnya yang sedikit membesar.) Aku gemuk sekarang, bukankah aku terlihat jelek??" Ucap Antika sembari manyun.
"Jadi karena ini, (Mendekati Antika dan memegang kedua bahunya.) Kau tidak terlihat jelek sayang, justru kau terlihat sangat cantik dan menggoda." Jawab Raka sembari tersenyum.
"Beneran???(Raka mengaggukan kepala.) Aku hanya takut jika aku gemuk begini, kamu akan cari wanita lain diluar sana dan mencampakan aku." Ucap Antika sembari menunduk. Hal itu tentu membuat Raka tertawa.
"Kenapa tertawa?!! Tuh kan aku jelek." Ucap Antika sembari kesal. Raka pun menangkup wajah istrinya dengan kedua tangannya.
"Sayang... Aku tertawa karena kamu itu lucu sekali." Ucap Raka.
"Apanya yang lucu??" Tanya Antika.
"Karena kamu berpikir sampai kesitu sayang... Lagi pula untuk apa aku mencari wanita lain hanya karena ini... (Raka menyentuh perut Antika yang sedikit membesar.) Dan kau begini juga karena aku kan?? Jadi untuk apa aku harus mencari yang lain sedangkan istriku sendiri lebih cantik dan saat ini sedang menjaga anakku." Jawab Raka. Antika pun menatap wajah Raka.
"Benar begitu??? Apa kau tidakโ" Ucap Antika terjeda karena Raka mencium bibirnya.
"Benar sayang... Sudah aku mandi dulu... Kau tunggu aku di meja makan." Ucap Raka dan diangguki oleh Antika.
Antika pun dengan tersenyum keluar dari kamarnya. Begitu pula Raka yang sangat bahagia begitu melihat perut Antika yang sedikit membesar.
Di Vila Arion
Berbeda dengan Renzo dan Raka yang tampak tenang tenang saja, Arion tampak cemas begitu mendapat sebuah pesan dari nomor yang tidak dia kenal. Dan saat ini, Arion bersama sekertarisnya Kean tengah melacak nomor tersebut.
"Tuan tidak ditemukan, ku rasa dia langsung memalsukan nomornya." Ucap Kean. Membuat Arion semakin cemas.
"Apa ini dari Amar Surya??" Tanya Arion.
"Kemungkinan iya, kemungkinan tidak tuan... Karena jika memang dari Amar Surya seharusnya langsung ditunjukan kepada tuan Andian." Jawab Kean.
"Ku rasa dia lebih cerdas dari sebelumnya." Ucap Arion. Saat Kean hendak menjawab, handphone milik Arion lebih dulu berbunyi. Segeralah Arion menjawab.
๐
"Hallo bu adaโ" Ucap Arion terjeda.
"Ar... Arion, Antia.... Antia...." Jawab Lyin diseberang sana.
"Bu... Antia kenapa?!!! Kenapa ibu menangis?!!" Tanya Arion sembari bangkit dari duduknya.
"Antia... Di...dia diculik... Ibu mohon selamatkan Antia." Jawab Lyin diseberang sana.
"Ap... Apa?!!!!" Ucap Arion. Belum Arion kembali bertanya, telefon sudah dimatikan.
"Kean!!!!! Lacak keberadaan Amar Surya cepat!!!!" Titah Arion dengan nada tinggi. Belum Kean menjawab, Arion sudah keluar dari kamarnya.
Arion langsung menyambar kunci mobilnya dan keluar dari Vila. Melihat tuannya marah, Kean pun menelfon pihak kepolisian untuk memboking setiap jalan yang dilalui mobil Arion.
**Visual Tokoh
Renzo Kusuma Aditama**
Safrina Lyara Saputri
Kean Arjuna Pratama