Matchmaking By My Brother

Matchmaking By My Brother
Episod 6



Peria muda yang tidak lain Colvis Arion Anvert atau kerap disapa Arion. Presdir dari CA Grop yang membuat semua orang yang saat ini memandangnya terkejut bukan main. Peria berdarah dingin dan berparas tampan ini menaiki mimbar


"Terima kasih atas kedatangan kalian semua para Direktur berpengaruh dalam negeri. Kalian mungkin sudah mengenalku namun tidak dengan rupaku...Dalam konfersi pres kali ini aku bukan mengajukan kalian untuk bertanya melainkan hanya untuk memberi tau kalian siapa aku sebenarnya...Jika kalian bertanya kenapa aku sampai membuat semua ini jawabannya hanya satu...menepati janji yang sudah kubuat selama 17 tahun terakhir." Ucap Arion.


"Presdir apa visi anda dan misi anda sebenarnya?" Tanya salah satu Direktur dan kembali pada duduknya.


"Mudah sekali...Misiku memperkenalkan CA Grop pada dunia dengan kejayaannya... Sedangkan Visiku kalian pasti sudah mengetahuinya sekali ketuk jari maka semua perusahaan bisa kudapatkan...Konfersi pres ditutup sebagai hadiah aku akan memberikan beberapa investasi pada kalian semua... Sampai jumpa." Ucap Arion mengakhiri. Semua pun keluar dari gedung itu.


Arion tengah di ruang presdir dan duduk di kursi berputarnya. Arion tengah menunggu seseorang. *Ting Tong* Suara bel pintu ruangan berbunyi. Secara otomatis pintu terbuka setelah Arion menekan tombol di ujung mejanya.


"Kau menepati janji, maka aku juga akan menyerahkan adikku padamu...Jaga dia baik baik." Ucap orang yang ditunggu Arion tidak lain Andian. Arion tersenyum bahagia dan berdiri dari kursinya.


"Pasti...Adikmu adalah sumber segalanya buatku. Aku akan menemuinya besok langsung ke Vila mu." Jelas Arion sambil mendekat. Andian menepuk bahu Arion.


"Aku rasa kau harus menghadapi tuan muda Wijaya karena bisa ku lihat dia menyukai adikku." Ujar Andian. Tangan Arion mengepal erat menahan emosi.


"Tidak ada yang bisa memilikinya kecuali aku Colvis Arion Anvert." Jawab Arion tegas.


"Arion selamat atas keberhasilanmu." Ucap Raka disela sela perbincangan. Arion memukul kecil pundak Raka.


"Selamat juga atas pertunanganmu... Tenang saja aku akan segera menyusul." Jawab Arion. Raka menghela napas dan duduk disofa.


"Kau sungguh bisa menjaga Antia? Bukan aku meremehkanmu Arion tapi bagaimana pun kejahatan bisa terjadi diluar jangkauanmu." Ucap Raka. Arion berjalan perlahan menuju ke kaca balkonnya.


"Aku bisa menjaganya...Selama ini aku terus berusaha menjadi yang terbaik untuk gadis kecilku...Jika aku harus menyerahkan segalanya demi dia mau denganku akan aku lakukan...Kalian tau betapa berharganya Gadis kecilku buatku." Jelas Arion. Andian tau kesungguhan dari Arion dan itu mengapa membuat dia percaya bisa menjaga Antia.


Di Vila


Menghilangkan rasa bosan Antia menanam bunga di halaman belakang. Wajah cantiknya sudah penuh dengan bekas coretan tanah dan tangannya juga. Tampak imut dan menggemaskan. Antia menghela napa panjang saat menanam bunga terakhirnya.


"Akhirnya...Bunga bungaku tumbuhlah menjadi bunga yang indah...Gian ambilkan air aku akan menyiramnya." Ucap Antia. Gian pun memberikan penyiram air pada Antia.


"Sampai kapan kau masih bermain tanah begitu?" Ucap Andian sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada. Antia berbalik dan tersenyum.


"Kakak kau sudah pulang? Bagaimana acaranya?" Tanya Antia dengan wajah tersenyum.


"Jika aku tidak pulang bagaimana bisa aku disini...Acaranya lancar sekarang kau bersihkan dirimu dulu seperti anak kecil." Ucap Andian sambil mengacak acak rambut adiknya.


"Kakak kau ini... Baiklah aku akan membersihkan diri kakak sudah makan siang?" Tanya Antia sambil mencuci tangannya.


"Sudah...Oh iya Antia besok kamu akan menemui orang yang sudah kakak jodohkan untukmu apa kau akan menerimanya?" Ujar Andian kemudian bertanya. Antia merasa detak jantungnya berdetak kencang tapi dia juga sedih tidak bisa memilih peria idamannya. Antia pun mendekati Andian


"Baiklah kak...tapi apa dia ada dalam kriteriaku kak?" Tanya Antia. Andian menghela napas panjang.


"Dia sangat tampan, sangat menyayangimu, pandai dalam segala hal termasuk memasak dan basket juga musik...Yang pasti dia peria yang tepat untukmu." Jawab Andian menjelaskan. Ada rasa bahagia dibenak Antia tapi dia masih takut bertemu jika calon suaminya itu seorang yang jahat.


"Jika itu pilihan kakak maka Antia terima... Antia mandi dulu ya kak." Pamit Antia. Andian pun mengagguk.