Matchmaking By My Brother

Matchmaking By My Brother
Episod 45



Jangan lupa Like, Vote and Komennya ya😘


Terima Kasih dan selamat membaca semua💕


Di Cerlan Grop.


Andian keluar dari mobilnya dan memasuki perusahaan. Tampak para karyawan menyapa namun Andian hanya merespon dengan anggukan.


"Selamat pagi Presdir." Sapa Naira begitu keluar dari ruangan sekertaris.


"Naira buatkan kopi tanpa gula untukku dan bawa keruangan ku." Ucap Andian dan memasuki ruangannya.


"Baik Presdir." Jawab Naira.


Di ruangannya Andian langsung membuka leptopnya. Namun, pikirannya fokus dengan ucapan Antia. Andian pun memijit pelipisnya. *Tring!!* Handphone Andian berbunyi menandakan ada pesan masuk.


Afar, Arila lama tidak bertemu


Arila, Iya maaf karena aku sibuk


Afar, Bagaimana nanti siang kita makan siang bersama di cafe?


"Siapa Afar?? Apa dia kekasih Arila." Lirih Andian. Tak beberapa lama jawaban dari Arila muncul.


Arila, Maaf aku tidak bisa aku akan makan siang dengan suamiku.


*Deg, deg, deg.* Mendadak detak jantung Andian untuk pertama kalinya berdetak begitu cepat.


*Afar, Oh iya aku lupa jika kau sudah menikah.


Arila, Maka dari itu berhenti menghubungiku*.


Andian yang sedari tadi sudah geram pun menjawab pesan dari peria bernama Afar itu kemudian memblokirnya. Dan dengan kesal dia pun melempar handphone nya ke sofa.


"Adapa denganku... Kenapa aku merasa kesal sekali jika wanita itu mendekati peria lain." Lirih Andian.


Saat itu Naira datang dengan segelas kopi yang Andian perintahkan.


"Letakan diatas meja...dan kau boleh pergi." Ucap Andian. Naira pun mengagguk dan beranjak pergi.


"Tunggu...(Naira berhenti.) Aku minta kau antar barkas ini ke rumah sakit Anvert Jaya. Di ruang VIP 01." Ucap Andian sembari memberikan map pada Naira.


"Oh baiklah... Saya permisi Presdir." Jawab Naira kemudian pergi.


Andian pun duduk di kursi berputarnya dan meminum kopinya. Setelah itu dia pun membuka leptopnya dan mulai mengerjakan pekerjaannya.


Di Sekolah


Antia pun bernapas lega begitu bel istirahat berbunyi. Para siswa pun mengumpulkan kertas ujiannya dan kemudian keluar. Begitu pun Antia yang langsung menuju ke kelas Sista.


"Antia bagaimana ujiannya?? Menurutku ada beberapa yang sulit." Ucap Sista begitu mendekati Antia.


"Em...tidak terlalu sulit bagiku." Jawab Antia sembari tersenyum.


"Yah kan kamu juga peringkat 1 jadi nggak heran kalo nggak sulit buat kamu." Ucap Sista.


"Hehehe... Oh iya tadi kakak ipar berpesan agar kau mengerjakan dengan teliti dan rajin belajar." Ucap Antia.


"Benarkah?? Katakan pada nya terima kasih dan aku sangat merindukannya." Jawab Sista sembari tersenyum.


"Tentu... Ada yang ingin aku tunjukan padamu." Ucap Antia sembari mengeluarkan handphonenya.


"Apa?? Sepertinya seru." Jawab Sista penasaran.


"Lihat ini." Ucap Antia memutar video yang dia rekam semalam.


"Hahaha... Antia dia kakakmu kan?? Kenapa romantis sekali." Ucap Sista.


"Tentu saja dia kakakku dan kakakmu bukankah mereka sangat cocok??" Ucap Antia.


"Iya, apa itu artinya kita akan segera punya keponakan??"


"Ku rasa kita harus menunggu lagi." Ucap Antia.


Tiba tiba handphonenya berbunyi. Rupanya Arion yang menelfon Antia. Membuat Sista melirik dan tersenyum.


"Cie...cie tuh calon suami telefon. Angkatlah mungkin dia sangat merindukanmu." Goda Sista.


"Apaan sih Sis... Aku angkat telefon dulu kamu jangan kemana mana." Ucap Antia.


📞


"Hallo kak Arion??" Ucap Antia memulai pembicaraan.


"Istriku tersayang bagaimana ujiannya??" Jawab diseberang sana.


"Siapa yang menjadi istrimu??" Ucap Antia sembari merona malu.


"Hahaha...biar kutebak kamu pasti sedang merona... Iya kan??" Jawab diseberang sana.


"Siapa yang merona... Sudah aku tutup telefon nya saja jika kak Arion terus menggodaku." Ucap Antia sedikit mengancam.


"Baiklah...baiklah...bagaimana ujiannya??" Jawab diseberang sana.


"Lancar kak, dan apa kakak sudah meminum obatnya??" Tanya Antia.


"Tentu saja, tapi aku tidak betah disini. Banyak perawat yang menggodaku." Jawab diseberang sana.


"Apa kakak tergoda dengan mereka??" Tanya Antia sedikit cemburu.


"Tentu saja tidak, aku hanya akan tergoda dengan bibirmu." Jawab diseberang sana.


"Kak Arion!!" Ucap Antia wajah sudah semerah tomat.


"Iya, ya maafkan kak Arionmu ini." Jawab diseberang sana.


"Sudah lah aku tutup telefonnya." Ucap Antia dan *Tut.* Antia mematikan telefonnya dan kembali duduk disebelah Sista.


"Eh kenapa kesal begitu, apa kak Arionmu menggodamu." Ucap Sista.


"Apaan sih, tau nggak Sis masa kak Arion bilang dengan bangga nya di goda para perawat disana. Awas saja jika kak Arion berani kegoda sama mereka." Ucap Antia dengan mode cemburu tingkat akut.


Antia berdiri dari duduknya dan pergi begitu saja. Membuat Sista tertawa kecil melihat kecemburuan Antia. Karena bel kebetulan berbunyi Sista pun kembali ke kelasnya.


Di kelas Antia. Antia dengan wajah ditekuk menerima soal dan lembar jawab dari sang guru. Dia pun menghela napas panjang dan mengerjakan soal soal tersebut.


Sudah lah jika kak Arion tergoda aku tidak akan menemuinya. Salah siapa punya wajah seganteng itu. Batin Antia.


Suasana kelas pun hening dengan tangan para siswa sibuk menjawab soal soal. Tiba tiba *Tok!! Tok!! Tok!!* Terdengar suara ketukan pintu.


Guru pun berdiri dari duduknya dan menghampiri. Para siswa memandang ke arah pintu dengan wajah penasaran. Tidak berapa lama guru kembali masuk ke kelas.


"Cantia Vania Putri... Mana orang nya??" Ucap sang guru. Antia dengan wajah bertanya tanya pun mengangkat tangan.


"Ini ada titipan dari kekasihmu yang paling tampan A." Ucap Guru sembari memberikan bukat bunga mawar putih dan sekotak coklat.


"Cie...cie...." Ucap siswa serentak. Membuat Antia merona.


"Sttt.... Diam yang lain lanjutkan mengerjakan ujiannya." Ucap Guru kemudian kembali duduk.


Antia meletakan bukat dan kotak coklat nya dilaci. Namun ada secarik kertas membuat Antia membukanya.


*Istriku tersayang jangan marah ya, kak Arion mu tidak akan tergoda dengan siapa pun. Aku harap mawar putih seputih hatimu dan coklat semanis dirimu bisa membuatmu tidak marah lagi pada kak Arionmu ini. Kerjakan ujiannya dengan teliti. Aku sangat mencintaimu.


Your Husband*.


Antia pun tersenyum melihat surat itu. Karena tidak ingin membuang waktu Antia pun menyimpan surat nya dan kembali fokus mengerjakan ujiannya.


Di Rumah Sakit.


Naira pun turun dari taxi dan segera memasuki rumah sakit. Ini pertama kalinya bagi Naira memasuki rumah sakit semewah itu. Naira pun melangkahkan kakinya menuju ke tempat resepsionis.


"Selamat siang nona ada yang bisa saya bantu?" Tanya perawat tersebut.


"Siang... Ruang VIP 01." Ucap Naira.


"Oh atas nama tuan Colvis Arion Anvert ya... Ada di lantai 4." Jawab perawat tersebut.


"Ap...apa Colvis Arion Anvert?? Presdir CA Grop??" Tanya Naira tidak percaya.


"Iya nona... Presdir muda yang tampan dan terkenal itu." Jawab perawat tersebut.


"Em... Terima kasih." Ucap Naira kemudian pergi.


Sedangkan di ruang VIP 01. Handphone Arion berbunyi dan segeralah Arion mengangkat telefon dari Andian.


📞


"Hallo... Arion barkas yang kau minta akan segera datang... Sekertaris ku yang mengantar nya kesitu." Ucap diseberang sana.


"Baiklah terima kasih." Jawab Arion.


"Terima kasih kembali." Jawab diseberang sana.


Arion pun menutup telefonnya. Namun, saat akan mematikan handphone nya dia mendapat kan pesan dari Antia yang semalam tidak dia buka.


Video?? Video apa kira kira membuatku penasaran. Batin Arion


Beberapa saat kemudian.


"Hahaha....Kean!!! Kean!!!" Panggil Arion sembari tertawa.


"Adapa tuan muda... Anda terdengar bahagia sekali." Ucap Kean begitu datang.


"Kean lihat lah... Andian bahkan sudah berubah apa kau tidak ada keinginan seperti Andian??" Tanya Arion.


"Tidak dan tidak akan pernah tuan." Jawab Kean.


"Kean kau bilang setia padakukan, jika aku memintamu menikah apa kau mau??" Tanya Arion.


"Saya lebih baik mengorbankan nyawa saya tuan. Lagi pun tidak akan ada wanita yang membuatku seperti tuan Andian." Jawab Kean tegas.


"Ada dan dia akan datang sekarang juga." Ucap Arion.


"Maaf menyela tuan... Ada sekertaris tuan Andian datang dia bilang ingin menemui anda." Ucap pengawal yang mengawal didepan pintu.


"Oh iya suruh saja dia masuk." Jawab Arion.


"Baik tuan." Ucap pengawal itu kemudian pergi.


Tak berapa lama kemudian Naira datang dengan membawa map di tangannya. Naira memandang Arion tak percaya. Memang seperti di berita Arion sangat tampan. Namun saat mata Naira bertemu dengan mata Kean dengan keberanian Naira menujuk.


"Anda." Ucap Naira membuat Arion mengerutkan keningnya.


"Kamu sekertaris Andian...(Naira mengagguk.) Letakan barkasnya disana." Ucap Arion dan langsung di lakukan oleh Naira.


"Tugas saya sudah selesai saya permisi." Pamit Naira.


"Tunggu...(Naira berhenti.) Kalian berdua pernah bertemu??" Tanya Arion menujuk Naira dan Kean bergantian.


Namun Naira tidak menjawab begitu pun Kean. Naira hanya menunduk takut.


"Hey jangan takut... Kean katakan apa kalian pernah bertemu??" Tanya Arion.


"Pernah tuan... Saya menolong nona ini saat akan dilecehkan tuan." Jawab Kean.


"Benar begitu??" Tanya Arion menatap Naira.


"Benar tuan." Jawab Naira takut takut.


"Bagus lah... Kean yang akan mengantarmu ke Cerlan Grop." Ucap Arion sembari tersenyum.


"Baik tuan." Jawab Kean.


"Kau jangan takut, dia Kean sekertaris ku sekaligus kepercayaan ku... Dia akan mengantarmu selamat sampai tujuan. Bagaimana??" Tanya Arion.


"Ba...baiklah tuan terima kasih.. Saya pamit." Jawab Naira kemudian pergi dan disusul Kean.


Padahal aku hanya bilang asal tapi kenapa kebetulan sekali gadis itu datang dan mengenal Kean. Seperti nya sebentar lagi Kean akan menjadi seperti Andian. Batin Arion sembari tersenyum.