Matchmaking By My Brother

Matchmaking By My Brother
Episode 22 Season 2



JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘


I LOVE YOU READERS😙💕


🥀MBMB🥀


Di ruang rahasia


Alan Avindra dan Reanzo tengah mengecek data yang baru saja mereka salin. Dan benar saja, semua detail detail tentang perpustakaan ada disana. Begitu juga keamanan yang ada disana.


"Oh iya Alan, kenapa lo nulis.... Apa yah tadi, A.rc nah itu." Ucap Avindra.


"Sejak kapan cara bicaramu berubah??" Tanya Reanzo menatap Avindra.


"Ayolah kak, gaul dikit lah." Jawab Avindra sembari cengengesan.


"Dasar aneh!" Ucap Reanzo membuat Avindra mendengus kesal.


"Jadi Alan, apa arti dari A.rc??" Tanya Avindra menatap Alan yang fokus pada komputernya.


"Amerika, Rusia, dan China." Jawab Alan singkat.


"Apa?? Hanya singkatan nama negara?? Yang benar saja." Ucap Avindra.


"Ada kabar buruk." Ucap Alan membuat Avindra dan Reanzo sama sama menatap komputer.


"Apa maksudmu Alan??" Tanya Reanzo.


"Ruangan ini tersembunyi, sangat mustahil jika tidak ada pengawal." Jawab Alan.


"Apa ada cara lain, selain membunuh mereka??" Tanya Avindra.


"Tidak ada cara lain." Jawab Reanzo. Kini mereka pun mulai mengatur strategi. Saat itu Alan pergi untuk mengangkat telefon. Dan telefon itu dari Rachman.


📞


“Halo.”


“Hmm??”


“Leonard baru saja meninggal... Kemungkinan dia meninggal karena dibunuh.”


“Jangan makamkan dia, aku akan ke Italia sekarang.”


Tut.


Alan memutuskan sambungan telefonnya. Dia menggenggam tangannya erat. Dia pun berbalik dan mengambil coat hitamnya kemudian memakainya.


"Aku akan ke Italia, kalian selsaikan masalah ini tanpa aku." Ucap Alan.


"Tunggu, Italia?? Malam malam begini??" Tanya Reanzo.


"Katakan itu pada Serly dan Machel." Ucap Alan kemudian langsung pergi. Avindra bangkit dari duduknya dan berdiri disamping Reanzo.


"Sudah kak, biarkan saja... Kita lanjutkan mengenai strategi yang harus kita lakukan." Ucap Avindra. Reanzo pun menganggukan kepalanya setuju.


Alan menggunakan jet pribadinya agar sampai lebih cepat ke Roma. Mungkin sekitar 16 jam sampai ke Roma setidaknya lebih cepat 1 jam. Alasan kenapa Alan tidak mengajak Serly dan Machel agar kedua sahabatnya bisa membantu Avindra.


Kembali pada Avindra. Setelah berjam jam di ruang rahasia tepatnya diruang bawah tanah, Reanzo dan Avindra pun keluar. Dan mereka dikejutkan oleh Machel yang berdiri didepannya.


"Mana Alan??" Tanya Machel.


"Oh iya, Alan bilang dia kembali ke Italia... Hanya itu yang dia katakan pada kamu... Bukan begitu kak??" Jawab Avindra dan diangguki oleh Reanzo.


Italia?? Apa ada yang terjadi sampai Alan harus kesana?? Batin Machel.


"Ya udah kita mau tidur... Oh iya, kasih tau juga ke Serly soal Alan pergi." Ucap Avindra kemudian kembali ke kamarnya. Begitu juga Reanzo yang kembali ke kamarnya.


Aneh, Alan tidak mungkin ke Italia... Sekalipun Tuan Rachman memintanya... Ada apa ini?? Batin Machel. Dia pun memutuskan untuk menelfon Alan. Namun belum menelfon, Alan lebih dulu mengirim pesan.


(Alan.)💬


Alan: Tetap di Indonesia dan bantu Avindra... Aku akan kembali lusa.


Me: Baiklah


Sepertinya ada yang serius, tapi apa?? Batin Machel.


"Gonar—"


"Huwaaa hantu!"


"Hantu apaan, ini aku gonar!" Kesal Serly sembari memukul lengan Machel.


"Astaga Sinbet, bikin kaget tau gak?? Ntar kalo aku mati... Kamu jadi janda." Ucap Machel.


"Hish! Apaan sih!! Alan mana?? Kampus sedang ribut soal ledakan." Ucap Serly.


"Alan kembali ke Italia, apa separah itu ledakannya??" Tanya Machel.


"Iya, seisi ruangan Even hancur... Tadi aku baru mengobati Geandra dan Claude." Jawab Serly.


"Giliran orang lain luka aja... Langsung diperhatiin, aku yang luka pasti diomelin." Ucap Machel.


"Kan kamu luka gara gara kamu ceroboh... Minggir aku pengen tidur." Ucap Serly.


"Tidur bareng yuk?" Goda Machel.


"Gonar!" Kesal Serly sembari menatap tajam Machel.


"Oi, oi... Mentang mentang kalian pasangan disini, bukan berarti mengganggu kami para jomblo." Ucap Renafo sembari bertumpu pada penyangga depan kamarnya.


"Yup, jika ada Alan... Mungkin kalian akan diceramahi layaknya anak tk." Timpal Avindra.


"Yah, ku rasa kalian lebih baik menikah." Ucap Leon.


"Apa maksud kalian!" Ucap Machel dan Serly bersamaan. Terlebih dia mendongak menatap Avindra bersamaan pula.


"Baiklah, kita tinggalkan saja mereka." Ucap Avindra dan mereka pun masuk kedalam kamar.


"Mereka ini!!! Awas aku mau tidur." Ucap Serly.


"Aku juga, huh!" Ucap Machel. Mereka berdua pun kembali ke kamarnya masing masing untuk beristirahat.