
Jangan lupa Like, Vote and Komennya ya😘
Terima Kasih dan selamat membaca semua💕
{}Keesokan harinya
Antia sudah bersiap dengan memakai gaun bewarna silver cerah yang dia pilih semalam. Dia pun memoles make up tipis dan kecantikannya semakin bertambah. Antia tersenyum memandang dirinya dari pancaran cermin. Namun, Senyumnya memudar begitu ingat sehari penuh Arion tidak memberinya kabar.
Apa Kak Arion sesibuk itu sampai sampai tidak memberiku kabar? Atau... Tidak Antia kau berjanji akan percaya padanya. Anggap saja dia sedang memperjuangkanmu. Batin Antia berusaha berpikir positif.
"Antia apa kau sudah siap?" Tanya Andian dibalik pintu.
"Iya kak, sebentar."
Antia pun mengambil tas tangannya dan segera keluar dari kamarnya. Antia tertenggun begitu keluar kamar dia melihat Andian sangat tampan.
Andian memakai jas hitam dengan kemeja bewarna silver menambah ketampanan seorang Andian. Antia pun menepuk tangannya kagum.
"Kakakku yang tertampan."
"Diamlah aku bukan Arion yang jika kau mengatakan hal itu akan langsung mencium mu."
Mendengar hal itu membuat Antia gugup.
"Apa kakak mengawasiku selama bersama kak Arion?"
Andian yang enggan menjawab pun menuruni tangga sendiri. Membuat Antia semakin penasaran. Bagaimana Andian tidak tau, sedangkan Arion sendiri yang menceritakan hal itu padanya.
"Kakak katakan padaku....ayolah kak...Kakak kenapa kau diam saja? Kakak kau—"
Ucapan Antia terhenti begitu melihat peria dengan berjas hitam dan kemeja merah tua didepannya. Tampaklah peria tampan yang tidak lain Arion.
Melihat ketampanan Arion semakin bertambah dari biasanya, membuat detak jantung Antia tidak karuan.
Tuhan, Engkau memang sangat hebat. Kak Arion sudah tampan tinggi dan bisa segala hal.... Aku beruntung jika Kak Arion mencintaiku dan memperjuangkan aku. Batin Antia sembari memandang Arion.
Arion juga tak kalah terkejut melihat gadis kecilnya terlihat seperti gadis dewasa pada umumnya. Meskipun hanya memoles make up tipis kecantikan sederhana Antia bertambah.
Melihat dia seloji saling memandang membuat Andian merasa canggung. Sedangkan Kean, dia memang peria yang sudah kenal dengan keromantisan tuan mudanya.
"Uhuk...uhuk...berhentilah memandang adikku Arion...Kita berangkat sekarang sudah hampir telat." Ucap Andian menyadarkan keduanya.
Arion pun mengagguk dan menggandeng tangan Antia membawanya kedalam mobil miliknya. Andian hanya menepuk keningnya merasa tidak senang diabaikan oleh adiknya.
Tapi, Andian bahagia melihat adik tersayangnya tersenyum bahagia bersama dengan peria pilihannya. Antia bersama Arion sedangkan Kean bersama Andian.
Mereka pun melajukan mobilnya menuju ke tempat pernikahan diselenggarakan.
Di Vila Antika
Antika memandang dirinya dari pancaran cermin. Dia tersenyum kecut menyadari jika dia akan menikahi peria yang sama sekali tidak mencintainya bahkan sangat membencinya.
Demi keluargaku aku rela menderita. Apakah alasan membenciku hanya Antia... Antia baik baik saja tapi kenapa dia terus terusan menyiksaku? Batin Antika sedih.
Saat itu Tina yang tidak tau menau mengenai masalah putrinya pun datang dengan tersenyum. Tina memegang kedua bahu Antika.
"Sayang ijab Qobul akan dimulai...mempelai pria juga sudah datang...Ayo." Ajak Tina sembari tersenyum.
"Iya Bund." Jawab Antika tersenyum menutupi semuanya dengan sangat baik.
Antika dan Tina menuruni tangga. Menuju ke tempat dimana Raka sudah duduk didepan penghulu. Antika hanya menunduk begitu Raka menatapnya. Antika pun duduk disamping Raka dengan pandangan masih menunduk.
Antika menatap Antia yang berdampingan dengan Arion. Tampak Antia tersenyum ramah pada Antika. Antika pun membalasnya dengan tersenyum juga.
"Bagaimana kedua mempelai sudah siap semua? (Antika dan Raka mengaggukan kepala.) Baiklah saudara Raka bisa anda menjabat tangan saya? (Raka tersenyum kemudian menjabat tangan penghulu.) Mari kita mulai...Saudara Raka saya nikahkan engkau dengan Sifany Andria Cantika binti Calvin Andria dengan seperangkat alat sholat dibayar tunai."
"Saya Terima nikahnya Sifany Andria Cantika binti Calvin Andria dengan maskawin tersebut dibayar tunai."
"Bagaimana para saksi sah??"
"Sah!!!!"
Semuanya pun tersenyum bahagia. Berbeda dengan Antika yang merasa cemas dan takut. Padahal sebelumnya dia adalah wanita yang tidak kenal takut.
Ijab Qobul selesai. Kini Raka menghampiri Andian Antia juga Arion. Sedangkan Antika lebih memilih berbincang dengan Laura dan Randy mengenai resepsi pernikahannya.
"Waduh Antia kenapa kau sangat cantik." Puji Raka ingin mencubit pipi Antia.
Namun terceghat karena Arion menggapai tangan Raka.
"Tuan Raka anda baru saja menikah tidak bisakah anda menyentuh gadisku." Ucap Arion dingin.
"Oh Ayolah Arion aku hanya sedang mengetes mu...rupanya kau begitu posesif ya?" Ucap Raka sembari tertawa kecil.
Saat mereka tengah berbincang mata tajam Andian tak sengaja melihat Ibunya Lyin dan ayahnya Gio sedang berbincang dengan dua orang yang seumuran dengannya.
Mata Arion terbelak begitu melihat Lyin tampak akrab dengan wanita yang selalu dianggap menyebalkan olehnya. Siapa lagi jika bukan Arila.
Saat itulah Lyin menatap putranya yang sedari tadi menatapnya. Tampak Andian memalingkan kepala. Lyin pun pamit dan menghampiri putranya.
"Cie...yang baru nikah bibi dilupain nih?" Ucap Lyin.
"Bibi datang datang langsung goda jadi gemes deh." Jawab Raka sambil merangkul Lyin.
Lyin memandang Arion kemudian melepas rangkulan Raka. Lyin mendekat dan menghusap puncak kepala Arion.
"Jadi Arion, kapan kamu akan menyusul?" Goda Lyin membuat Antia merona.
"Em...(Melirik Antia yang tengah menunduk.) Aku sedang menunggu mempelai wanitanya tante. Dia sudah mau tapi dia masih ingin lebih mengenal calon suaminya." Ucap Arion menggoda Gadis Kecilnya.
Refleks Antia mencubit lengan Arion dengan wajah merona. Semuanya pun tertawa kecil kecuali Andian dan Kean tentunya. Lyin pun memandang Andian.
"Antia apa kau tau? Kakakmu ini akan menyusul Raka loh."
"Maksud mama?? Kakak akan menikah ya? (Lyin mengaggukan kepala.) Benarkah?? Itu artinya aku akan punya kakak ipar wanita??" Ucap Antia girang.
Aku tidak bisa merubah senyuman adikku menjadi tangisan... Apa perlu aku memulai menerima makhluk berjenis wanita itu?? Batin Andian bimbang.
"Lalu dimana calon kakak iparku ma?" Tanya Antia celingak celinguk.
"Daripada penasaran ayo kalian ikut termasuk kamu Andian...dan kamu Raka habiskan waktumu dengan pengantin barumu." Ucap Lyin sambil menarik Andian Arion dan Kean sedangkan Raka ditinggal.
"Ayolah bibi." Ucap Raka namun tidak diperdulikan sama sekali oleh Lyin.
Raka memandang Antika yang sedang berbincang dengan kedua orang tuanya dan kedua mertuanya. Raka tersenyum miring dan penuh arti.
Malam penyiksaan akan segera dimulai nona Antika... Hari ini kau tersenyumlah dengan bahagia sebelum nanti aku akan membuatmu menangis darah. Batin Raka sembari tersenyum.
Kembali pada Andian. Mereka pun mendekati Gio dan seseorang wanita yang tidak asing bagi Andian.
"Kakak Arila." Ucap Antia sembari tersenyum memandang Arila.
"Antia." Ucap Arila dan Sista secara bersamaan.
Antia memeluk sehabatnya dan Sista membalas balik pelukannya. Sedangkan Andian dan Arila saling pandang satu sama lain.
Apa wanita ini?? Batin Andian.
Apa peria ini?? Batin Arila.
Andian memandang peria yang tidak lain Reno Vanect dan istrinya Tarti Vanect. Tangannya mengepal erat ingin sekali memukul Reno namun, Andian enggan melakukannya begitu menatap wajah bahagia adiknya.
"Ren...Tar...Dia putra kedua ku namanya Andian...dan sebelahnya putri bungsu ku Antia." Ucap Lyin memperkenalkan.
Andian hanya memandang Arila tanpa ekspresi sedangkan Arila sendiri hanya menunduk. Melihat hal itu Arion pun berniat mencairkan suasana.
"Pertemuan yang sangat mengesankan... Bagaimana jika kedua keluarga ini aku undang ke vilaku besok malam untuk makan malam?? Juga menambah keakraban antara kedua belah pihak...bagaimana menurut anda om Gio dan Tuan Vanect selaku kepala keluarga?" Tawar Arion.
Membuat Andian membelakan mata karena terkejut. Begitu pun Antia dan Arila. Tampak Gio dan Reno saling memandang.
"Baiklah kami setuju, Terima kasih atas undangan anda tuan Anvert." Ucap Reno mewakili.
"Sama sama tuan Vanect aku tunggu kedatangan kalian."
Antia memandang Arion. Begitu pun Arion memandang balik Antia.
Apa maksud kakak? Bagaimana jika kak Andian akan marah nanti? Apa ini upaya kakak agar kakakku berubah? Batin Antia dengan tatapan mengarah pada Arion.
Andian tidak akan marah gadis kecilku... dan ini memang upaya agar melelehkan hati kakakmu itu. Batin Arion dengan tatapan mengarah pada Antia.
Arion mengedipkan sebelah matanya membuat Antia merona dan memalingkan wajahnya. Berbeda dengan Andian yang sedari tadi menahan emosi.
Jadi kau Reno Vanect?? Kau membuatku terpaksa harus menikahi putrimu yang tidak lain gadis yang paling membuatku kesal. Maka jangan salahkan aku jika membuat mu menderita perlahan. Batin Andian.
Mereka pun berbincang bincang sedangkan Andian memilih untuk diam. Antia memandang Andian dengan tersenyum.
Pertama kalinya aku bisa merasakan kehangatan keluarga tanpa pertengkaran kakak dan ayah. Semoga setelah menikahi kak Arila, kakakku bisa berubah. Batin Antia berharap.
Malam menjelang para tamu pun pamit untuk kembali ke kediamannya. Begitu pula Andian Antia dan Arion yang pamit untuk kembali ke rumahnya masing masing.
Berbeda dengan Raka yang tengah menaiki tangga menuju ke kamar istrinya. Perlahan Raka membuka pintunya kemudian mengunci pintu kamarnya dari dalam.
Raka melepas jasnya dan melipat lengan kemejanya sampai siku. Juga melonggarkan dasi dan membuka kancing ketiga kemejanya.
Raka mendengar germicik air dari dalam kamar mandi menandakan istrinya sedang mandi didalamnya. Raka pun tersenyum penuh arti.
Jadi, istriku ini memang sudah tidak sabaran rupanya. Baiklah malam ini nikmatilah setiap sentuhan ku istriku tercinta. Batin Raka sembari duduk di sofa.
Lama menunggu akhirnya Antika keluar. Antika terkejut dengan kedatangan Raka yang tiba tiba. Dia pikir jika Raka masih diluar hingga dia keluar hanya dengan tubuh terbalut handuk.
Sedangkan Raka sendiri dia memandang dari bawah sampai kepala Antika dengan rambut terurai dan basah membuat Antika semakin terlihat sexy.
Antika menelan ludahnya kasar dan hendak kembali masuk ke kamar mandi. Namun, tangan kekar Raka menceghatnya. Raka mendekati Antika membuat Antika memundurkan tubuhnya sampai punggungnya membentur tembok.
Antika menunduk takut membuat Raka tersenyum miring. Raka membelai rambut basah milik Antika yang dimana membuat Antika semakin ketakutan.
"Rambut yang begitu panjang halus dan wangi...apa kau sengaja menjaganya untukku sayang?" Ucap Raka memandang Antika.
Raka kemudian membelai pipi Antika membuat Antika semakin gugup ditambah takut.
"Kenapa kau gugup seperti ini sayang?" Ucap Raka.
Saat Antika hendak melarikan diri justru Raka menarik tangan Antika dan membaringkan nya di atas ranjang. Raka pun menundungi tubuh Antika yang masih terbalut handuk.
"Ku mohon jangan." Ucap Antika memohon sembari meneteskan air matanya begitu tangan Raka yang hendak membuka balutan handuknya.
"Apa kau tau menolak keinginan suami adalah dosa besar untukmu??(Raka mendengus wangi pada leher jenjang Antika.) Sangat disayangkan jika kita melewati malam ini tanpa melakukan apapun." Ucap Raka.
Mata Antika terbelak begitu Raka mencium bibirnya. Antika ingin memberontak namun Raka mengunci kedua kaki dan kedua tangannya yang berada diatas kepalanya.
Ciuman itu beralih ke leher jenjang Antika yang dimana membuat jejak kissmark di leher Antika. Sedangkan Antika sendiri meneteskan air matanya sembari menggigit bibir bawahnya menahan agar dirinya tidak teriak.
Saat Raka hendak membuka balutan handuk milik Antika tiba tiba *Tok tok tok.* Suara ketukan membuat Raka menghela napas kasar.
Dia pun melepaskan Antika dan Antika langsung berlari menuju ke kamar mandi setelah menyambar piyama tidurnya. Raka pun dengan malas membuka pintu kamarnya.
"Kean? Adapa??" Tanya Raka tak suka.
"Maaf mengganggu anda tuan tapi saya diperintahkan untuk memberitau anda agar besok malam datang ke Vila tuan Arion... dan membawa istri anda kesana." Ucap Kean.
"Iya ya baiklah...jika sudah tidak ada lagi aku tutup pintunya...kau mengganggu aktivitas ku." Kesal Raka kemudian menutup pintunya.
Akankah tuan muda juga seperti ini jika sudah menikahi nona Antia?? Batin Kean bertanya tanya.
Tanpa pikir panjang Kean pun pergi sebelum mendengar sesuatu yang dimana membuat jiwa jomblonya meronta ronta.
Sedangkan dengan Raka dia harus kembali menunggu Antika. Raka mengacak acak rambutnya kesal dengan kedatangan Kean.
Dasar sekertaris sialan, bisa bisanya mengganggu aktivitas ku hanya karena memberitau hal sekecil itu. Awas saja saat kau menikah nanti aku akan menggaggumu setiap malam... Tapi peria sepertinya mungkin tidak akan menikah. Batin Raka kesal dan harus menunggu Antika kembali.