Matchmaking By My Brother

Matchmaking By My Brother
Episod 15



Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan Favorit Ya. Terima Kasih dan Selamat membaca🤗❤


{}Keesokan Harinya


Untuk pertama kalinya Arion tidur nyenyak sampai pagi. Dia menatap Antia yang masih tertidur dengan lengan Arion sebagai bantalan. Arion membelai pipi gadis kecilnya dan mencium keningnya.


"Bahkan saat kamu tertidur pulas pun kamu tersenyum seindah ini membuatku semakin mencintaimu." Lirih Arion. Merasa ada yang membelainya Antia membuka matanya perlahan dan mengumpulkan kesadaran.


"Pagi gadis kecilku." Ucap Arion sembari mencium kening Antia. Antia merona dan duduk dibibir ranjang.


"Kak Arion?!!" Ucap Antia karena malu. Arion tertawa kecil yang dimana membuat Antia tertenggun.


Kenapa kak Arion sangat tampan saat tertawa? Aku merasa tidak layak jika dibandingkan. Dia tinggi putih dan tampan sedangkan aku hanya sebatas lehernya. Batin Antia tak percaya diri.


Arion berhenti tertawa begitu melihat ekspresi Antia yang tampak murung. Arion bangkit dan duduk disebelah Antia.


"Sayang kamu kenapa? Apa yang membuatmu tiba tiba murung?" Tanya Arion cemas. Antia menatap Arion dengan wajah masih murung.


"Ada yang ingin aku tanyakan... (Arion menatap Antia dan kemudian mengagguk.) Apa kak Arion benar benar mencintaiku?" Tanya Antia sambil menunduk. Mendengar pertanyaan Antia, Arion sedikit terkejut.


"Kenapa kamu menanyakan itu? Jika aku tidak mencintaimu untuk apa aku membangun perusahaan sebesar itu dan jika aku tidak mencintaimu untuk apa aku melindungi dan menyayangimu? Katakan kenapa kamu menanyakan hal ini? Apa kamu masih meragukanku?" Tanya Arion. Yang dimana membuat Antia menangis.


"Sayang kenapa kamu menangis? Jangan menangis hatiku sakit melihatmu menangis." Ucap Arion sembari mengusap air mata Antia.


"Ak...aku hanya takut... Di... Disaat aku menerima kakak...ak...aku takut kakak akan tertarik dengan wanita lain. (Arion menatap tak percaya.) Selain umur kita yang berbeda kak Arion tampan dan pasti sangat digemari banyak wanita. Kenapa kakak memilih gadis sepertiku yang bahkan tidak ada daya tariknya." Jelas Antia sambil menangis. Arion pun mencium bibir Antia sekilas. Membuat Antia tertenggun dan menatap Arion.


"Karena kamu adalah wanita paling dilindungi banyak orang dan yang aku tau kamu adalah wanita paling berharga dan yang paling aku cintai. Aku tidak peduli tentang fisik dan umur. Jika memandang itu apa gunanya hati diciptakan? (Menangkup wajah Antia.) Sekarang tenanglah aku hanya akan menjadi milikmu dan kau pun hanya menjadi milikku." Ucap Arion dengan wajah penuh kejujuran.


Antia tersenyum dan memeluk Arion. Arion membalas pelukannya sambil mengusap kepala Antia dan menciumi rambut panjangnya.


"Aku sayang kakak." Ucap Antia membuat Arion melepas pelukannya dan menatap Antia tak percaya.


"Ap...apa yang kamu katakan? Bisa kamu ulangi sayang?" Tanya Arion memastikan.


"Aku sayang kakak!!!! Aku cinta kakak!!!" Jawab Antia sambil berteriak. Membuat Arion berbunga bunga.


"Aku juga sangat cinta dan sayang padamu." Ucap Arion menarik Antia dalam pelukannya.


"Kalau begitu kita menikah." Ajak Arion membuat Antia melepas pelukannya pelan.


"Tapi kak, aku baru 17 tahun dan aku masih ingin kuliah kak." Ucap Antia pelan. Arion tersenyum dan menatap Antia dalam.


"Tenanglah kamu bisa melanjutkan impianmu." Jawab Arion. Antia mengerutkan keningnya.


Arion tersenyum dan mengacak acak rambut Antia.


"Kamu ini, cukup kamu rahasiakan saja pernikahan kita setelah lulus kuliah kita adakan resepsi." Jelas Arion. Tampak Antia berpikir sejenak.


"Em...Tidak mau!!!" Ucap Antia sembari memalingkan wajahnya. Arion pun mengerutkan keningnya.


"Kenapa? Apa kamu tidak mau menikah denganku?" Tanya Arion dengan wajah murung.


"Jika kakak merahasiakan pernikahan ini nanti kakak akan tergoda dengan gadis lain dan menceraikanku." Jawab Antia menatap Arion. Arion menepuk keningnya sendiri.


"Kenapa kamu sampai berpikir seperti itu? Aku Colvis Arion Anvert hanya akan bersama mu Cantia Putri Vania." Ucap Arion. Antia pun tersenyum dan memeluk Arion.


"Sudahlah sekarang kamu mandi bersiap siap hari ini kamu akan ikut denganku." Ucap Arion sembari melepas pelukannya perlahan. Antia mengagguk dan membersihkan diri di kamar mandi.


Kak Glan apa kamu tau? Aku sangat bahagia sangat...Ku pikir meluluhkan Antia akan sangat sulit tapi ternyata cukup mudah. Aku berjanji akan melindungi Antia semampuku. Batin Arion sembari melihat pemandangan luar dari balkon kamar.


Di Cerlan Grop


Andian tampak sibuk dengan beberapa dokumen yang sedang dibacanya. Meskipun hatinya gelisah tentang perjodohannya yang begitu mendadak. Tetapi mengingat adiknya Andian harus berkorban sedikit untuk adik kesayangannya. Saat tengah bergulat dengan batinnya tiba tiba *Brakkk!!!* Pintu didobrak oleh Raka.


"Andian dimana Antia?!! Apa dia baik baik saja?!! Apa dia terluka?!! Dia masih hidup kan?!! Lalu bagaimana perjodohanmu?!!" Tanya Raka dengan menggoyang goyangkan tubuh Andian yang dimana membuat Andian kesal.


"Apa kamu bisa diam Raka Putra Utama?!!!!" Jawab Andian dengan nada dingin dan sedikit tinggi.


Raka pun terdiam dan duduk berhadapan dengan Andian. Andian menatap Raka yang tampak cemas. Andian pun menghela napas dan menutup leptopnya.


"Antia baik baik saja, Dia bersama sengan Arion dan menginap di vilanya. Aku tidak bisa menceghat karena Kean bilang Arion tampak mencemaskan Antia. Dan soal perjodohan konyol itu....Aku baru tau jika kak Glan seminggu sebelum meninggal meminta pada Gio untuk menjodohkanku...(Raka menatap tak percaya.) Dan setelah kak Glan meninggal Gio menjodohkanku dengan alasan membayar jasa dari wanita yang menolong Antia 3 tahun lalu. Dijodohkan oleh kakakku... ku pikir kakak hanya menjodohkan Antia rupanya dia menjodohkan ku juga." Jelas Andian dengan tampang murung. Raka tau jika Andian sangat menghindari yang namanya pernikahan tapi dia akan melakukan apapun demi Antia.


"Ku rasa kamu coba untuk memulai lembaran baru. Aku tau tujuanmu hanya memikirkan kebahagiaan Antia. Tapi, kau juga manusia tidakah kamu berpikir untuk mencoba menerima wanita untuk mengisi hatimu... setidaknya demi Antia. (Andian menghela napas dan menyenderkan tubuhnya pada kursi berputarnya) Aku juga terpaksa menerima perjodohan ayah dan akan menikah lusa." Ucap Raka. Andian menegakan tubuhnya dan menatap Raka.


"Lusa kamu akan menikah? Apa hadiah yang kamu inginkan dariku?" Tanya Andian. Raka tertawa kecil.


"Hahaha...kamu ini, aku sengaja membuat pernikahan secara diam diam tidak ku adakan resepsi. Lagipun aku membencinya dan semalam aku memarahinya...kau tau kenapa karena dia mengajak Antia ke cafe." Jawab Raka tampak kesal. Andian menggelengkan kepala pelan.


"Sudahlah jangan membahas hal itu...(Menekan tombol telefon.) Datang ke ruanganku dan bawa dokumen mengenai kerjasama dengan perusahan Zewon. (Menatap Raka.) Kamu kembali bekerja saja." Ucap Andian. Raka berdiri dari kursinya.


"Baiklah, aku pergi dulu." Pamit Raka kemudian meninggalkan Andian. Andian mendekati lemari kaca yang ada diruangannya. Andian menatap fotonya bersama Glan dan Antia.


Kak Glan apa kamu peramal? Kamu menjodohkan ku dan Antia seakan memberitau jika kamu tidak bisa bersama kami dalam waktu lama Batin Andian. Andian pun menghela napas panjang dan duduk kembali di kursi berputarnya.


Merci pour votre soutien et votre visite Douces salutations de ma part😊😘