Matchmaking By My Brother

Matchmaking By My Brother
Episod 9



Arion menurunkan Antia dari gendongannya dan mendudukannya kedalam mobil. Antia masih meneteskan air mata namun dia menatap Arion yang tampak cemas padanya.


 


"Sayang kau tidak apa apa... Maafkan aku membuatmu terluka... Kean!!! (Kean mendekat) Ambil kotak P3K sekarang cepat!!" Titah Arion.


"Baik tuan muda." Jawab Kean kemudian pergi. Arion mengelus tangan Antia lembut membuat Antia sedikit tersentuh. Melihat Antia masih menangis Arion menghusap air matanya kemudian mencium kening Antia


"Berhentilah menangis...hatiku sakit melihatmu begitu." Ucap Arion.


Kean datang membawa barang yang diminta tuannya. Segeralah Arion membersihkan luka dan membarut luka Antia dengan perban. Antia tersentuh dengan gerakan lembut dari Arion. Yang dimana membuatnya berhenti menangis dan tidak merasakan sakit.


"Kenapa kau keluar sendiri? Apakah Andian tidak bisa menjagamu?" Tanya Arion tampak kesal namun dia sembunyikan. Antia hanya menggelengkan kepala pelan.


Saat itulah mobil Andian berhenti dan langsung menghampiri Arion dan Antia. Arion menatap Andian tajam dan Andian tau apa kesalahannya. Arion berdiri dan mengajak Andian untuk berbicara.


"Terima kasih dan maafkan aku." Ucap Andian. Arion menatap Andian dengan sedikit kesal.


"Aku tau kau kakaknya bukankah aku sudah meminta padamu agar tidak membuatnya terluka sampai aku menepati janjiku. Katakan padaku apa kau melukai salah satu dari Geng Cobra?" Tanya Arion. Tampak Andian mengingat kejadian.


"Iya dan itu demi menyelamatkan Antia. Aku tau kesalahanku Arion...sebagai kakaknya aku merasa bersalah dan maafkan aku." Jawab Andian. Arion menghela napas panjang.


"Aku maafkan lagipun ini sudah terjadi...aku akan hancurkan Geng Cobra detik ini juga beraninya menyentuh gadisku...Dan satu hal lagi aku akan memperketat keamanan di vilamu." Ucap Arion dan dijawab anggukan oleh Andian. Andian menghampiri Antia yang duduk di dalam mobil.


"Kakak!!!" Teriak Antia sambil memeluk Andian. Andian mengelus puncak kepala Antia dengan penuh kasih sayang.


"Maafkan kakak." Ucap Andian. Antia hanya mengagguk dan melepas pelukannya pelan. Arion mendekati Antia dan mencium puncak kepala Antia tanpa penolakan.


"Pulanglah hati hati dijalan aku akan menyuruh beberapa anak buahku mengawasi kalian. Dan kau gadis kecilku jangan menangis lagi atau kakakmu yang menerima akibatnya... Aku pamit ayo Kean." Pamit Arion kemudian masuk kedalam mobil. Perlahan tapi pasti mobil yang dinaiki Arion mulai menghilang dari pandangan mereka.


*Deg deg deg* Suara detak jantung Antia begitu mendapati sifat lembut Arion. Antia mengira Arion hanyalah bermain main padanya dan itu membuatnya waspada agar tidak menaruh harapan pada Arion. Namun Antia sepertinya sudah terlanjur mulai menerima Arion. Andian tau jika Antia saat ini masih memikirkan Arion terlebih sedari tadi tidak mengedipkan matanya.


"Bagaimana menurutmu Antia? Dia bahkan marah pada kakak hanya kau terluka seperti ini." Ucap Andian membuat Antia tersadar dari lamunannya.


"Aku akan mencobanya kak." Jawab Antia. Dan mendapat usapan lembut pada pucak kepalanya.


"Gadis baik inilah adikku... Ayo kita kembali sekarang." Ajak Andian dan diangguki oleh Antia.


Disisi Lain


Dengan pandangan mengerikan Arion turun dari mobilnya dan menuju berjalan menuju vila tua. Tampaklah 5 orang peria tadi yang hendak mencelakai Antia dan ditambah 12 anggota lainnya. Mereka tersungkur dengan darah mengalir bahkan ada yang sudah mati disana. Arion memakai sarung tangan hitamnya dan mendekati pria yang mencengkram tangan Antia.


"Ampuni saya tuan!" Ucap peria A yang tidak lain bosnya. Arion tersenyum sinis dan mencengkram tangan peria itu.


"Dengan tangan ini kau menyentuh gadisku dan akan aku buat tangan ini pula penyebab kematianmu." Ucap Arion.


"Arrrggghhhh!!!! Ampun Tuan!!!!" Teriak peria A begitu kedua tangannya dipaku dalam balok kayu.


"Arrrrgggghhhh!!!!" Teriak peria A terakhir kalinya. Betapa kejamnya Arion dan sekertarisnya Kean memaku peria tidak berkulit pada balok kayu dan membakarnya.


"Bakar mereka dan kubur abunya jangan sampai salah pemerintahnya tau." Ucap Kean pada bawahannya.


"Baik tuan." Jawab mereka dengan serentak. Kean menghampiri tuannya yang tampak mencemaskan sesuatu namun dia tutupi.


"Sudah selesai tuan." Ucap Kean. Arion berbalik dan menatap Kean.


"Kau memang bisa diandalkan, Nanti siang jangan lupa boking restoran ternama dikota ini...Aku tidak ingin ada yang mengganggu makan siangku dengan gadis kecilku." Titah Arion.


"Baik tuan muda." Jawab Kean membungkuk hormat.


Di Vila


Entah mengapa Antia merasa sangat bahagia hari ini. Seusai mandi Antia mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil sembari menatap dirinya pada pantulan cermin. Senyuman terukir dibibir mungilnya. Dia mengingat bagaimana kecemasan Arion caranya menyelamatkannya dan disaat Arion mencium kening Antia.


Benarkah aku yang dia perjuangkan dan dia lindungi? Kenapa aku hampir tak mempercayainya? Kak Arion sudah tampan tinggi dan pandai berkelahi melebihi kak Andian tidak heran banyak para gadis tergila gila padanya... Atau aku termasuk sudah menyukainya. Batin Antia sembari tersenyum. Namun senyumannya pudar begitu hpnya berdering. Menandakan ada pesan masuk.


Sista, Antia kamu lagi apa? Kenapa tidak memberiku kabar? Apa kau sakit?


Membuat Antia tersenyuk melihat kecemasan sehabatnya. Segeralah dia membalas chat dari Sista.


Aku baik baik saja maafkan aku tidak memberimu kabar.


Antia meletakan hpnya diatas nakas dan bersiap diri untuk makan siang bersama calon suaminya.


Siang Harinya.


Seperti yang Arion janjikan dia akan menjemput Antia bersama sekertarisnya Kean. Setelah mendapat izin dari Andian segeralah Arion membawa gadis kecilnya kedalam mobil. Antia masih merasa canggung disaat dekat dengan Arion. Meskipun sebelumnya Antia sudah mempersiapkan diri. Hening menyapa sampai Arion membuka suara.


"Antia apa yang kau inginkan?" Tanya Arion tiba tiba. Antia terkejut mendapati pertanyaan Arion yang tiba tiba. Arion dibuat gemas oleh sifat malu malu Antia dan membuatnya menarik Antia untuk menyenderkan kepalanya pada bahu kekarnya.


"Katakan sayang?" Tanya Arion sekali lagi. Panggilan sayang berhasil membuat wajah Antia memerah. Segeralah dia bangun dari senderan bahu Arion.


"Ak... aku hanya ingin melihat kak Andian dan papa tidak bertengkar...itu keinginanku." Jawab Antia sedikit sendu. Entah mengapa hatinya terbuka begitu bersama Arion.


"Hanya itu...hemm aku masih ingat gadis kecil berumur 3 tahun yang selalu memelukku dan mengatakan ingin menikah denganku...(Antia merona) Kau ingin tau siapa? (Arion mendekat pada Antia.) Itu adalah kamu." Ucap Arion sedikit menggoda. Antia hanya memalingkan wajah ronanya. Arion menyenderkan tubuhnya.


"Keinginanmu akan aku kabulkan sebelum kamu lulus sekolah nanti...(Antia menatap Arion.) Aku tau kamu pasti mengaggap ucapanku sebuah candaan karena paman dan Andian sejak dulu tidak pernah akur.... Bahkan Andian tidak pernah sekali pun memanggilnya dengan sebutan papa." Ucap Arion masih dalam posisinya. Sadar gadis kecilnya menatapnya Arion menatapnya balik. Arion menyelipkan rambut panjang Antia.


"Aku berjanji padamu sayang." Ucap Arion lembut dan lagi dia mencium kening Antia.


Baguslah kali ini tuan muda tidak akan dingin lagi terima kasih Tuhan sudah membuat tuan menjadi hangat seperti ini. Batin Kean yang masih fokus menyetir.