Matchmaking By My Brother

Matchmaking By My Brother
Episod 29



Jangan lupa Like, Vote and Komennya ya😘


Terima Kasih dan selamat membaca semua💕


Di CA Grop


Antia duduk dipangkuan Arion sedangkan Arion sendiri fokus dengan pekerjaannya. Antia menatap leptop yang sedang digunakan oleh Arion. Dan menatap wajah tampan Arion saat fokus bekerja.


Tuhan memang baik padaku, Kak Arion sudah tampan cerdas dan ahli dalam berbagai bidang siapa sih yang nggak mau sama dia. Batin Antia sembari tersenyum.


"Berhentilah memujiku sayang. Aku tau aku sangat tampan itu sebabnya aku terlahir sebagai pasanganmu." Ucap Arion masih fokus dengan leptopnya.


"Tidak aku tidak memuji kakak." Elak Antia.


Arion menatap Antia dan membelai wajahnya.


"Bisakah kau memanggilku dengan panggilan sayang? Sebentar lagi aku akan menjadi suamimu dan kau akan menjadi istriku."


"Siapa yang mau menjadi istrimu." Ucap Antia dengan wajah merona. Membuat Arion semakin gemas dan mencubit hidungnya.


"Kau tidak pandai berbohong sayang. Kau merona karena aku memanggilmu dengan sebutan istri kan?" Ucap Arion menggoda.


"Kak Arion!!" Ucap Antia sembari mencubit lengannya.


"Iya ya maafkan aku istriku." Ucap Arion.


Antia pun turun dari pangkuannya dengan wajah masih merona. Antia berjalan menuju ke balkon dan melihat pemandangan kota dari sana. Membuat Arion menutup leptopnya dan memeluk Antia dari belakang.


"Em....kak aku baru ingat...Saat kita berciuman tadi bukankah ada Kean??"


"Iya lalu??"


"Kak Arion, kau ini?! Kenapa Kean biasa biasa saja dan tidak pergi saat itu... Aku kan malu."


"Hahaha... Maaf ada satu hal yang perlu kau ketahui sayang.... Kean tidak akan melakukan apapun sebelum aku memintanya... Dia bahkan akan tetap ditempat meskipun kita bermesraan sekalipun. Aku sangat beruntung mendapatkan dia." Jelas Arion.


"Dia sangat setia dengan kakak... (Berbalik menatap Arion.) Ceritakan padaku kak kenapa kau bisa bertemu dan membuat dia sangat setia denganmu." Pinta Antia. Arion mengagguk dan meminta Antia untuk disebelahnya.


"Karena saat aku baru berumur 13 tahun atau setara dengan 12 tahun yang lalu." Ucap Arion mengingat kejadian 12 tahun yang lalu.


[Sebenarnya 12 Tahun Lalu]


Singkat cerita. Seorang anak laki laki berumur 13 tahun tengah dikepung oleh beberapa preman. Anak itu tidak lain Kean kecil yang ketakutan.


"Paman lepaskan saya." Ucap Kean.


"Kami akan melepaskanmu tapi setelah menjualmu...hahaha kalian bawa mereka." Ucap ketua preman.


Kean kecil yang masih belum bisa membela diri hanya bisa meronta. Hingga dia melihat seorang yang sebaya dengannya dan terlihat sangat tampan. Orang itu tidak lain Arion.


"Kalian lepaskan dia!"


"Bos kita dapat satu mangsa lagi." Ucap preman lainnya menujuk ke arah Arion.


"Kenapa kalian diam cepat tangkap anak itu juga." Titah ketua preman itu.


Saat dua preman akan menangkap Arion dengan gesit Arion menarik tangan preman itu dan memukulinya habis habisan membuat ketua preman dan Kean terkejut.


"Paman lepaskan dia atau kau terima akibatnya." Ancam Arion.


Tanpa banyak bicara ketua preman itu bersama dua preman yang tersungkur pun pergi melarikan diri. Arion pun mendekati Kean.


"Kau tidak apa apa??"


"Aku baik baik saja... Terima kasih kau mau menolongku.... (Kean menggegam tangan Arion.) Aku sangat kagum padamu, bisakah kau membuatku sehebat dirimu dan Aku berjanji akan setia padamu." Ucap Kean sungguh sungguh. Arion tersenyum dan menepuk kedua bahu Kean.


"Aku percaya padamu.... Kelak kau akan menjadi sehebat diriku... Siapa namamu??" Tanya Arion.


"Mulai detik ini kau akan bersamaku... Kean Arjuna Pratama." Ucap Arion.


Sejak saat itulah Arion yang sejak kecil ahli dalam bela diri melatih Kean sampai Kean benar benar bisa melindungi dirinya. Kean juga menemani Arion mengembangkan perusahaanya dari nol.


[12 Tahun Kemudian.]


"Itu sebabnya Kean sangat menghormatiku." Ucap Arion setelah bercerita.


"Dia sangat setia padamu... Tapi bukankah kasihan apa perlu kita carikan dia pasangan." Usul Antia.


"Itu tidak perlu nona...(Arion menatap Kean tajam.) Maaf menyela pembicaraan anda nona."


"Ada apa Kean?" Tanya Arion.


"Ada beberapa dokumen yang perlu anda tanda tangani tuan."


"Letakan dokumen itu disana... Dan kau boleh pergi." Ucap Arion dan dengan segera Kean pergi begitu meletakan dokumennya di atas meja Arion.


"Sayang bukankah sudah ku katakan berkali kali jangan membahas wanita didepannya. Dia sangat sensitive soal itu bahkan sampai berani menyela pembicaraan mu." Ucap Arion sembari menghusap puncak kepala Antia.


"Dia lebih parah dari kak Andian." Ucap Antia menyenderkan kepala nya pada dada bidang Arion.


"Andian akan ada yang merubahnya... Kau lupa beberapa hari lagi kakakmu akan segera menikah... Dan aku sudah mengatur resepsi juga pernikahan Andian." Ucap Arion sembari mencium puncak kepala Antia.


Benar... Kak Arila ku harap kau bisa merubah sifat kakakku... Aku sangat berharap banyak padamu kak. Batin Antia berharap.


Di Sisi Lain.


Sista bernapas lega setelah sekolah selesai. Seperti biasa dia pun menunggu kakaknya menjemput didepan gerbang sekolahnya. Sembari menunggu Sista memainkan handphone nya.


Tanpa Sista sedari ada beberapa orang yang mengintainya sejak tadi. Hingga saat kondisi sekitar sekolah sepi Sista masih menunggu ditempat.


"Ish kakak lama sekali apa dia berkencan dengan kak Andian???" Gerutu Sista.


Saat Sista berbalik tampak beberapa peria bertubuh kekar dan tinggi menghampirinya. Sista mengira dia hanya orang yang sekitar yang tinggal disekitar sekolah. Sista pun melewatinya namun tiba tiba. Sista dicengkram oleh dua orang peria tadi.


"Lepaskan aku!!!! Tolong!!!!" Teriak Sista.


"Gadis manis tidak baik sendiri disini kami temani ya." Ucap peria itu.


"Tidak!!! Tolong!!!" Teriak Sista sekali lagi.


"Hahaha....teriaklah yang kencang sayang tidak akan ada yang datang disaat seperti ini."


Sista meronta ronta saat kedua peria itu hendak membawanya ke dalam mobil.


"Dua peria dewasa menculik satu gadis muda....Sangat memprihatinkan." Ucap seseorang sembari menyilangkan kedua tangannya didepan dada.


"Hey kau hanya seorang wanita.... Kau tangkap dia dan aku akan membawa ini." Ucap peria yang masih mencengkram Sista.


Peria satunya pun mengagguk dan mendekati wanita yang tampak santai juga memberikan tatapan dingin. Saat peria itu menarik tangannya tiba tiba *Bugh!! Bugh!!Bugh!!* Pukulan dari wanita itu dimana membuatnya tersungkur lemah.


"Cih... Bukankah sangat memalukan seorang peria tunduk dikaki seorang wanita?"


"Kau cari mati ya?!! Hadapi aku sekarang." Ucap peria yang mencengkram Sista langsung melepaskan cengkramannya dan berlari mendekati wanita itu.


Sista khawatir dan kagum pada wanita pemberani itu. Karena kali ini wanita itu melawan peria tadi cukup lama. Hingga beberapa saat kemudian peria tadi juga kembali tersungkur.


Hebat sekali wanita itu, siapa dia ya kenapa harus menggunakan masker juga sih. Batin Sista.


Peria itu dengan tenaga lebih meninggalkan tempat itu. Wanita tadi pun mendekati Sista.


Perlahan dia membuka masker hitam dan tampaklah wanita berwajah cantik namun sederhana.