
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘
I LOVE YOU READERS😙💕
...🥀MBMB🥀...
Sepulang dari pesta Anniversary Raka dan Antika, Lyara langsung tidur setelah membersihkan dirinya. Sedangkan Renzo menatap istrinya bingung. Sepanjang perjalanan pulang, Lyara hanya diam dan tidak bercerita apapun seperti biasanya. Renzo membersihkan dirinya dan ikut membaringkan tubuhnya disamping sang istri. Dia memeluknya dari belakang.
"Sayang, aku pengen kamu." Bisik Renzo namun tak ada respon. Yang mana membuat Renzo melihat wajah istrinya.
Sudah tidur ternyata, pasti kamu kecapean. Batin Renzo sembari menghusap puncak kepala Lyara penuh kasih sayang.
"Good night, my wife." Bisik Renzo. Dan dia pun tidur dengan memeluk Lyara dari belakang. Begitu mendengar napas Renzo teratur, Lyara membuka matanya.
Kenapa kamu tidak berusaha mencintaiku?? Pantas saja saat menyentuhku, kamu tidak mengatakan hal mengenai perasaanmu. Batin Lyara tanpa terasa air matanya menetes.
Pagi harinya
Seperti biasa Lyara tengah memasakan sarapan untuk dia dan suaminya. Tentu dibantu oleh beberapa pelayan. Meskipun sebenarnya Lyara masih kecewa dan marah dengan Renzo, namun dia tetap melakukan kebiasannya mengingat dia adalah seorang istri. Melihat wajah serius Lyara yang tengah memasak, Renzo mendekat dan memeluknya dari belakang.
"Morning sayang." Ucap Renzo sembari mencium pipi kanan Lyara. Lyara tak bergeming, dia seolah mengabaikan keberadaan Renzo.
"Sayang kok diem aja—"
"Aku lagi masak mas! Jangan ganggu." Ucap Lyara sembari melepaskan pelukan suaminya.
"Sayang, kamu kenapa?? Mar—" Ucapan Renzo menggantung saat Lyara mematikan kompornya dan menyajikan masakannya di meja makan.
Kenapa dengannya?? Apa aku membuat kesalahan?? Batin Renzo. Renzo pun duduk dan menikmati sarapannya. Ya walaupun terasa sangat canggung, tidak seperti biasanya yang terasa hangat dengan candaan Lyara.
"Sayang aku berangkat dulu." Ucap Renzo hendak mencium kening Lyara. Namun, Lyara menghindar dan pergi begitu saja. Dan itu membuat Renzo semakin yakin ada sesuatu yang aneh dengan Lyara.
Bamm!!
"Hiks... Hiks... Hiks... Lihatlah, kau bahkan tidak menceritakanku tentang pertemuanmu dengan Aline... Kau bersikap seolah tidak terjadi apa apa." Ucap Lyara sembari menangis.
...🥀🥀🥀...
"Apa kalian tidak becus hanya menangani hal ini?!!! Enyahlah dari hadapanku!!!" Omel Renzo pada karyawan. Moodnya benar benar hancur karena seminggu ini Lyara mengabaikannya tanpa alasan.
Lyara kenapa denganmu?? Apa aku membuat kesalahan?? Batin Renzo sembari memijit pelipisnya.
"Kakak!" Panggil seorang gadis yang tak lain Antia.
"Antia... Wah, tumben ke sini?? Pasti ada maunya ya." Goda Renzo. Antia mengecurutkan bibirnya kesal.
"Aku kesal... Jangan kasih tau kak Arion kalau aku disini." Ucap Antia.
"Baiklah, baiklah... Sudah makan??" Tanya Renzo. Dengan senyuman manisnya Antia menggelengkan kepalanya.
"Belum hehe." Ucap Antia.
"Lisa siapkan makanan untukku dan adikku ini." Titah Renzo pada sekertarisnya.
"Jangan lupa susu strawberry yah kak." Timpal Antia. Lisa menganggukan kepalanya dan pergi. Beberapa saat kemudian, Antia tersenyum girang saat susu strawberry kesukaannya kini didepannya.
Meskipun dia sudah menikah, tetap saja seperti Antia kecil yang hobi diam diam meminum susu strawberry. Batin Renzo sembari memakan makanannya.
"Jadi, ada masalah apa denganmu dan Arion sampai sampai kamu kabur begini??" Tanya Renzo. Tampak Antia mendengus kesal.
"Kak Arion memaksaku untuk hamil... Aku tidak mau, aku masih pengen kuliah sampai semester 1." Jawab Antia kemudian meminum susu strawberrynya tanpa sisa.
Astaga, anak ini... Pantas saja Arion marah. Batin Renzo.
"Antia, lebih baik kamu terima permintaan Arion... Bagaimana jika dia mencari gadis lain dan menceraikanmu??" Ucap Renzo sengaja menakut nakuti Antia.
"Tidak! Kak Arion cuman punya aku... Awas aja selingkuh!" Ucap Antia.
Brakk!
Pintu ruangan Renzo terbuka keras. Tampak Arion menatap tajam Antia dengan aura dinginnya. Namun belum Arion melangkah, Antia lari dan memeluknya.
"Hehe, jangan marah ya." Ucap Antia.
"Kenapa kabur hmm?? Kau tau aku mencarimu kemana mana." Omel Arion sembari mencubit pipi Antia kesal.
"Hehe... Maaf." Ucap Antia.
"Kak, Antia mau hamil... Tapi kakak nggak cerain Antia kan??" Ucap Antia yang mana membuat Arion menatap Renzo. Dia mengacungkan jempolnya dan dibalas serupa oleh Renzo.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita pulang." Jawab Arion sembari menghusap puncak kepala Antia.
"Ayo... Kak Antia pulang dulu ya, daah kak Renzo." Pamit Antia.
"Tenang kok kak, lagi otw." Ucap Arion kemudian membawa istrinya pergi. Renzo tersenyum melihat kebahagiaan rumah tangga adiknya. Hingga senyumannya pudar saat mendapatkan pesan dari pelayannya jika Lyara sudah pergi sejak pagi dan tidak kembali.
Lyara... Jangan salahkan aku jika aku kasar padamu sekarang. Batin Renzo kemudian memakai kardigannya dan pergi mencari sang istri.
Di Apartemen
Lyara merasa bingung saat dirinya terus menerus memuntahkan isi perutnya. Padahal yang dia muntahkan hanya cairan. Tadinya dia ingin memakan roti bakar kesukaannya didampingi susu coklat. Namun saat mencium bau susu, tiba tiba saja dia merasa mual.
Ada apa denganku?? Kenapa tiba tiba mual begini?? Batin Lyara sembari memegangi perutnya. Dia menatap kalender diatas nakas. Yang mana membuat Lyara membelakan matanya. Dia telat menstruasi.
"Apa aku.... Tidak, aku harus mengeceknya... Kalender ku di vila pasti sudah ku tandai, ini pasti hanya kesalahan." Lirih Lyara.
Dia pun bersiap hendak membeli tespack untuk mengecek apakah dia benar benar hamil atau tidak. Namun begitu membuka pintu, Renzo menghadangnya dan memojokannya ke tembok.
"Aw! Apa yang kamu lakukan??" Pekik Lyara.
"Lyara ada apa denganmu?? Apa aku membuat kesalahan, katakan padaku." Ucap Renzo sembari memegang kedua bahu istrinya.
Lyara memalingkan wajahnya dan menahan air matanya agar tidak jatuh. Namun sayang, usahanya sia sia karena pada akhirnya kristal bening itu terjatuh dari pelupuk matanya. Yang mana membuat tangan Renzo terangkat dan hendak menghusap air mata Lyara. Namun, Lyara menapisnya dan mendorong Renzo sedikit menjauh.
"Jangan sentuh aku mas!!! Jika kamu menganggap pernikahan ini main main, kenapa tidak ceraikan saja aku?!! Kenapa?!! Kenapa kamu harus menyentuhku?!!" Ucap Lyara dengan menangis.
"Lyara apa maksudmu?? Selama seminggu kau menjauhiku dan mengabaikanku tanpa alasan... Sekarang kamu tiba tiba mengatakan hal itu setelah seharian kabur dari rumah... Apa alasanmu sebenarnya—"
"Kamu tega menyentuhku sedangkan kamu sendiri mencintai cinta pertamamu... Jangan menyentuhku mas, ceraikan aku!" Ucap Lyara sedikit berteriak. Saat Lyara hendak berucap lagi, dia merasa pandangannya mulai buram dan tidak sadarkan diri.
"Lyara!! Lyara sayang... Aku bisa menjelaskannya padamu... Buka matamu, Lyara." Ucap Renzo cemas sembari menepuk pipi Lyara berharap dia sadar.
Aku harus membawanya ke rumah sakit terdekat. Batin Renzo kemudian menggendong Lyara dan membawanya ke rumah sakit.
...🥀🥀🥀...
"Jadi, istri saya sakit apa dok??" Tanya Renzo. Dokter paruh baya itu tersenyum.
"Istri anda tidak sakit apa apa tuan... Kejadian ini sering dialami oleh wanita hamil muda." Jawab sang dokter yang mana membuat Renzo terdiam. Seperkian detik kemudian dia tersenyum lebar.
"Jadi, istri saya hamil dok??" Tanya Renzo lagi.
"Benar tuan... Dan kini sudah memasuki bulan ke 2, saya sudah siapkan vitamin agar janin dan ibunya dalam keadaan sehat." Jawab sang dokter. Setelah dokter pergi, Renzo menggegam tangan Lyara.
"Bangun sayang... Aku bisa menjelaskannya padamu." Ucap Renzo sembari menempelkan punggung tangan istrinya pada pipinya.
"Emh... Dimana aku??" Lirih Lyara.
"Sayang kau sudah sadar?? Sekarang kamu ada di rumah sakit." Jawab Renzo. Lyara terdiam sejenak dan menapis tangan Renzo saat mengingat kejadian beberapa saat lalu.
"Apa kamu menguping pembicaraanku dengan Aline saat pesta itu??" Tanya Renzo hati hati.
"Aku tidak berniat menguping... Aku hanya tidak sengaja mendengarnya." Jawab Lyara ketus. Dia memalingkan wajahnya.
"Lyara dengarkan penjelasanku... Iya, aku jujur memang aku suka dan tertarik pada Aline... Tapi itu dulu, tidak mungkin aku terus mencintai wanita yang sudah memiliki suami dan bahkan saling mencintai... Aku jujur tentang perasaanku agar aku bisa berteman dengan Afar maupun Aline... Dan tidak membencinya karena menolak cintaku... Percayalah! Sekarang, wanita yang aku cintai itu hanya kamu Lyara... Kamu wanita yang sabar menantiku meskipun aku bertindak tidak adil padamu... Dan kamu wanita yang sedang mengandung anakku... Buah hati kita." Jelas Renzo panjang. Mendengar kalimat terakhir Renzo, Lyara menatapnya.
"Aku... Aku hamil??" Tanya Lyara. Renzo tersenyum, dia menganggukan kepalanya.
"Iya, kau sedang hamil." Jawab Renzo. Lyara dengan wajah bahagianya berkali kali menghusap perutnya yang rata. Dan tanpa babibu, Renzo memeluknya.
"Jangan marah lagi... Aku berjanji dihatiku hanya ada kamu sayang, selamanya." Ucap Renzo. Lyara meneteskan air matanya dia membalas pelukan Renzo.
"Hiks, hiks... Maafkan aku tidak mendengarkan penjelasanmu." Ucap Lyara. Renzo melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Lyara dengan kedua jempolnya.
"Tidak apa apa... Yang pasti aku hanya mencintaimu." Ucap Renzo dan perlahan mendekatkan wajahnya. Saat akan menyatu tiba tiba...
Brakkk!!!!
"Huwaaa menantuku apa kamu benar benar hamil??? Ada bayi diperutmu?? Apa itu benar?? Astaga, aku akan menjadi seorang nenek." Ucap Renia yang mana membuat Renzo memijit pelipisnya.
"Mommy tau darimana??" Tanya Renzo.
"Kau lupa?? Dokter Hani itu sahabat mommy, dan dia menelefon mommy saat tau jika Lyara menantuku... Suamiku buat pesta besar untuk calon cucu ku." Jawab Renia.
Lyara dan Renzo tersenyum melihat Renia yang sedari lama menginginkan cucu kini terkabul. Dan Anzo tidak menyukai sikap istrinya yang mengabaikannya lebih memilih bersama dengan Lyara. Kini tidak ada lagi permasalahan dalam rumah tangga Lyara dan Renzo. Sama halnya Raka dan Andian. Renzo juga menanti buah hatinya lahir.
...🥀🥀🥀...
Spoiler Bab Selanjutnya:
“Saya terima nikahnya, Cantia Putri Vania dengan maskawin tersebut dibayar tunai!” Ucap Arion lantang.
“Bagaimana para saksi, sah??”
“Sah!!!”