Matchmaking By My Brother

Matchmaking By My Brother
Episod 16



Andian sedang berkutat kembali dengan leptopnya. Saat itulah bel pintunya berbunyi. Andian menekan tombol disebelahnya dan pintu terbuka secara otomatis. Tampaklah Arila yang membawa beberapa dokumen.


"Ini dokumen yang anda minta tuan." Ucap Arila sambil menyondorkan dokumen tersebut.


"Kau tunda rapat sampai dua hari kedepan. Aku ada acara." Titah Andian sembari menandatangani dokumen.


"Baik tuan, Jika sudah tidak ada perintah saya akan pergi." Jawab Arila. Andian mengagguk dan Arila dengan senang hati pun meninggalkan Andian.


Tumben dia tidak mempersulitku apa dia sedang kena masalah ya? Ya ampun Arila berhentilah memikirkan tameng es itu fokuslah bekerja. Batin Arila begitu keluar dari ruangan.


Andian menghela napas panjang. Dia memijat keningnya. Dia ingin tau siapa Reno Vanect yang berani mengancamnya. Namun, dia tau jika mengani mafia tentu tidak dipublikasikan. Membuat Andian merilang rambutnya kasar.


"Ku rasa masalah akan dimulai." Lirih Andian. Andian menutup leptopnya dan berbaring di sofa.


Perlahan matanya tertutup sampai akhirnya Andian tertidur. Mungkin karena kelelahan ditambah terlalu memikirkan masalahnya. Andian bahkan lupa untuk mengunci pintu ruangannya.


Sedangkan dengan Arion.


Lama menunggu akhirnya Antia telah selesai bersiap siap. Arion tampak terpukau dengan kecantikan alami Antia. Padahal Antia hanya memoles make up tipis diwajahnya. Melihat Arion melamun Antia menepuk pundak Arion.


"Kak Arion?(Arion tersadar.) Aku sudah siap kita akan kemana kak?" Tanya Antia.


"Bagaimana jika kita jalan jalan?" Usul Arion.


"Antia mau kak...Emm apa kak Arion tau jika kak Raka akan menikah lusa?" Tanya Antia. Arion tersenyum sambil mengusap puncuk kepala Antia.


"Aku sudah tau Antia sayang. Dan akan aku berikan dia hadiah terbaik." Jawab Arion sembari mengajak Antia masuk ke dalam mobil dan tentu pintunya dibuka oleh sekertaris peribadinya Kean.


Antia menatap Kean yang tampak fokus menyetir. Melihat hal itu membuat mode cemburu Arion menyala.


"Kenapa kau terus menatap Kean? Apa kau suka padanya?" Tanya Arion dengan nada dingin.


"Tentu saja tidak, aku hanya bingung kenapa aku selalu dikelilingi peria yang dingin." Jawab Antia jujur.


"Itu karena kamu terbawa suasana. Bukankah sejak kecil kamu selalu mendapat sifat dingin dari Andian? Jadi ketika melihat seseorang yang tampak kurang dekat akan terasa bersifat dingin pada kita." Jelas Arion. Antia pun mengagguk paham. Kemudian menatap Kean kembali.


"Em Kean apa kau punya kekasih?" Tanya Antia tiba tiba.


"Tidak nona." Jawab Kean tegas dan singkat.


"Kau pernah berkencan?"


"Tidak nona."


"Kau pernah menyukai salah satu gadis?"


"Tidak nona."


"Jika aku menyukaimu bagaimana?"


"Kenapa kau mati?"


"Karena aku akan membunuhnya." Sela Arion dengan nada datar.


"Kak apa kau cemburu? Tenanglah aku hanya bercanda." Ucap Antia sambil tersenyum manis.


"Baguslah, Kean peria unik sangat mustahil jika dia dekat dengan seorang gadis." Jelas Arion.


"Em...(Antia berpose berpikir.) Bagaimana jika kakak mulai memikirkan mencari gadis untuk Kean? Bagaimana menurutmu Kean?" Ucap Antia.


"Tidak perlu nona, Saya tidak membutuhkan gadis saat ini." Jawab Kean tegas. Antia tampak cemberut membuat Arion tertawa kecil.


"Sayang berhentilah memaksakan kehendaknya. Dia Kean Arjuna Pratama yang sangat mustahil dekat bahkan melirik seorang gadis. Biarkan dia berubah dengan sendirinya." Ucap Arion sembari merangkul Antia dan mencium puncak kepalanya.


Benar tuan muda karena aku tidak akan terobsesi dengan hal konyol seperti jatuh cinta. Batin Kean sambil fokus menyetir.


Sesampainya di Mall


Kean membukakan pintu untuk tuan dan nona mudanya keluar. Antia tampak kagum dengan desain Mall tersebut yang tampak mewah dan elegan.


"Wah besar dan indah. Tapi kenapa mall ini sepi kak?" Tanya Antia heran.


"Karena aku sudah memboking semuanya agar tidak ada penggaggu ayo masuk." Jawab Arion kemudian menarik tangan Antia.


Disisi lain


Seorang peria tampak tersenyum remeh setelah melihat handphonenya. Peria yang tengah menikmati segelas anggur tampak kesal dan membanting gelas ditangannya.


"Cavan Andian Anza ku rasa aku tau kelemahanmu....Tapi sayangnya kelemahanmu juga kelemahanku. Dan pengusaha konglomerat Colvis Arion Anvert beraninya kau merebut Antia ku yang jelas jelas akulah orang pertama yang Antia pandang. Aku akan buat kalian berdua melepaskan Antia...Antia hanya milikku." Ucap peria itu yang tidak lain Kalfa Wijaya.


*Tringgg!!!* Suara handphone Kalfa berbunyi. Kalfa pun tersenyum dan menjawab telefon.


πŸ“ž


"Hallo, Jadi apa dia menyetujuinya?" Tanya Kalfa tanpa basa basi.


"Hahaha....tentu saja menyetujuinya pelindung Antia hanyalah seorang pengusaha. Dan pengusaha tidak akan berani menentang kami para mafia." Jawab diseberang sana.


"Bagus, dengan begitu buat Colvis Arion Anvert sibuk dengan masalah yang bisa kau perbuat." Ucap Kalfa tersenyum.


"Kau tenang saja permainan baru dimulai kau pasti akan menikmatinya dan Antia hanya milik mu dan Andian milik putriku." Jawab diseberang sana.


"Baiklah, aku puas dengan pernyataanmu aku tutup telefonnya." Ucap Kalfa sambil tersenyum puas. *Tut.* Kalfa mematikan telefon dan menggeggam handphone nya erat.


"Arion permainan baru dimulai nikmatilah kencanmu dengan wanitaku dan akhirnya kamu akan menangis darah." Ucap Kalfa sambil tersenyum.


Merci pour votre soutien et votre visite Douces salutations de ma part😊😘