
Jangan lupa Like, Vote and Komennya ya😘
Terima Kasih dan selamat membaca semua💕
[]Keesokan Harinya
Raka membuka matanya begitu mendapat sapaan dari sinar matahari pagi. Raka tersenyum menatap Antika yang tertidur dengan lengannya sebagai bantalan.
Raka menyibak rambut Antika dan mencium keningnya. Merasa ada sentuhan Antika perlahan membuka matanya. Dan melihat dengan jelas wajah tampan Raka. Raka mencium bibir Antika sekilas.
"Good morning my wife." Ucap Raka.
Antika hanya mengagguk. Raka membantu Antika untuk duduk bersenderan diranjang. Wajah Antika tampak kelelahan membuat Raka tak tega meningalkannya bekerja.
Antika menarik selimut menutupi tubuhnya sampai sebatas leher yang penuh dengan jejak kissmark yang Raka buat semalam. Antika memandang Raka yang masih disampingnya.
"Kau tidak bekerja??" Tanya Antika.
"Tidak aku akan menghabiskan waktu bersamamu...(Antika menyandarkan kepalanya pada dada bidang Raka.) Apa yang kau rasakan??"
"Lelah... Aku ingin mandi." Ucap Antika.
Tiba tiba Raka menggendong Antika membuat Antika memukuli dada bidang Raka.
"Turunkan aku... Aku bisa sendiri." Ucap Antika.
"Tidak... Duduk saja kau tidak bisa... Biar aku memandikanmu." Ucap Raka tersenyum nakal.
Pada akhirnya Antika mengalah begitu Raka berkali kali menggodanya. Kini hubungan mereka semakin membaik setelah saling mengungkapkan perasaan satu sama lain.
Setelah membersihkan diri Raka dan Antika pun keluar dari kamar menuju ke ruang makan. Saat menuruni tangga Raka melihat seseorang yang sedang duduk diantara Laura dan Randy.
Raka pun tersenyum dan mendekatinya. Sesampainya di ruang makan Raka memeluk orang itu dari belakang. Sedangkan Antika hanya menatapnya bingung.
"Kak sepupu kapan kau sampai kenapa tidak mengabariku???" Ucap Raka.
"Hahaha... Kau ini setelah menikah tidak pernah menjenguk kakak sepupumu ini. (Menatap Antika.) Apa dia istrimu??" Tanya orang itu.
"Antika kenalkan ini anak tunggal dari kakak kedua papa, namanya Renzo... Renzo dia istrinya Raka." Ucap Randy memperkenalkan.
"Hallo adik sepupu ipar." Sapa Renzo dan hanya diangguki oleh Antika.
¶Biar nggak bingung, Gio ayah dari Andian anak pertama dari tiga bersaudara. Anak kedua ayah dari Renzo dan anak ketiga Randy ayah dari Raka.
"Aku dengar Andian akan menikah, dengan siapa paman??" Tanya Renzo.
"Iya, Dengan anak dari sehabat paman Gio. Acaranya juga tinggal beberapa hari." Jelas Randy. Raka tersenyum dan merangkul Renzo.
"Kakak kau yang tertua setelah kak Glan meninggal... Kenapa kau tahan hidup sendiri?? Apa perlu ku carikan seseorang untuk berkencan denganmu??" Goda Raka.
"Kau ini?!!" Ucap Renzo kesal dan dengan kasar menampis tangan Raka.
"Sudah...sudah Raka berhenti menggaggu Renzo... Renzo setelah sarapan kau bisa langsung istirahat." Ucap Laura.
"Tidak bibi aku mau menemui Andian dan adikku kecil... Aku sangat merindukan mereka." Ucap Renzo.
"Baiklah terserah padamu." Ucap Laura.
Andian sudah bersiap siap untuk ke kantor begitu pun Antia yang sudah siap dengan seragam sekolahnya.
"Selamat pagi kak." Sapa Antia tampak ceria.
"Pagi...(Andian memakai kardigannya.) Ayo sarapan."
Antia pun mengagguk dan menarik kursi kemudian duduk begitu pun Andian. Seperti biasa mereka pun menikmati sarapannya masing masing. Namun, kegiatan mereka terganggu oleh suara bel. Gian dengan cekatan pun membuka pintu.
"Gian siapa yang datang??" Tanya Antia.
"Tuan Arion nona." Jawab Gian membuat Antia tersenyum.
Saat akan berdiri menghampiri Arion sudah menampakan dirinya.
"Lanjutkan sarapanmu...(Arion duduk disamping Antia.) Dan kau Arion jangan ganggu Antia saat sekolah." Ucap Andian.
"Tenanglah... Aku kemari akan mengantarkan gadis kecilku ini ke sekolah." Ucap Arion.
Andian hanya menggeleng kepala pelan dan melanjutkan sarapan. Selesai sarapan Andian pun berangkat ke kantor dan Arion mengantar Antia ke sekolah.
Di perjalanan Andian tampak celingak celinguk melihat sekeliling melakukan runintas pagi seperti jogging. Andian pun mengijak rem saat lampu merah.
Tanpa sengaja sepasang mata melihat ke arah taman kota melihat seseorang yang tidak asing baginya. Mata tajam Andian menatapnya penuh emosi. *Tin!!! Tin!!!*
Suara tlakson dari mobil dibelakangnya. Andian melihat ke arah lampu lalu lintas dan ternyata berwarna hijau. Andian menghusap wajahnya kasar dan langsung melajukan mobil nya.
Cih... Izin dua hari dengan alasan sakit?? Aku baru tau orang sakit berjogging dengan peria lain tunggu saja besok. Batin Andian yang entah mengapa merasa kesal.
Orang yang Andian lihat tadi tidak lain Arila yang sedang berjogging dan tanpa sengaja bertemu sahabat laki lakinya.
Arila berniat berangkat ke kantor namun sang ibu belum mengizinkan. Arila pun memutuskan untuk jogging agar tubuhnya tidak lemah dan memiliki daya tahan yang tinggi.
"Baiklah, Arila aku pulang dulu ya istriku mencariku. Sampai Jumpa." Pamit sahabat laki laki Arila.
"Iya aku juga akan pulang." Jawab Arila sembari melambaikan tangannya.
Arila pun berdiri dari duduknya dan perlahan berlari kecil menuju ke rumahnya.
Di Sekolah
Mobil mewah milik Arion pun sampai didepan gerbang sekolah. Arion dan Antia pun keluar dari dalam mobil. Antia pun berbalik dan menyalami tangan Arion kemudian mencium punggung tangannya.
Semua siswa yang lewat pun tersentak kaget lantaran Antia dan Arion terlihat seperti sepasang suami istri. Sedangkan para kaum wanita melihat wajah tampan Arion.
"Kak aku berangkat dulu." Pamit Antia sembari tersenyum.
Arion mencium puncak kepala Antia membuat Antia merona dan orang orang yang melihatnya merasa sangat Iri dengan Antia.
"Belajarlah yang rajin nanti aku akan menjemputmu... Aku berangkat dulu ya." Pamit Arion. Antia pun mengagguk kepala.
Arion pun memasuki mobilnya dan perlahan mobil mewah Arion menghilang dari pandangannya.
Kenapa serasa seperti sepasang suami istri. Batin Antia sembari tersenyum.