Matchmaking By My Brother

Matchmaking By My Brother
Episod 64



Jangan lupa Like, Vote and Komennya ya😘


Maaf kalo banyak typo, maklum novel pertama ku😊


Terima Kasih dan selamat membaca semua😙💕


Di Vila Raka


Antika tertawa kecil saat Raka berkali kali mencium perutnya. Dia hendak mendoroong Raka namun tenaganya lebih kuat dirinya. Raka tidak mau melepaskan Antika karena dia kesal. Seharian ini Antika hanya fokus menonton televisi dan mengemil tanpa memperdulikannya. Merasa puas Raka pun bangkit dari posisinya dan bersandaran disamping Antika.


"Huft... Akhirnya berhenti... Aku kan sudah minta maaf." Ucap Antika sembari memanyunkan bibirnya. Raka yang marah bercampur gemas hanya mencubit hidung istrinya.


"Makanya jangan mengabaikan aku, kau tau aku seperti tidak punya istri jika kau mengabaikan aku sayang." Ucap Raka.


"Iya aku tidak mengabaikan mu lagi." Ucap Antika lirih.


"Janji???" Tanya Raka sembari menujukan jari kelingkingnya.


"Janji..." Jawab Antika sembari menujukan jari kelingkingnya juga. Raka pun tersenyum dan mencium bibir Antika sekilas.


"Ini baru istriku." Ucap Raka.


"Kau menyebalkan." Ucap Antika sembari memanyunkan bibirnya.


"Jangan manyun gitu, mau ku cium lagi apa??" Ucap Raka menggoda istrinya.


"Tidak...(Merangkulkan kedua tangannya pada leher kekar Raka dengan manja.) Tapi aku mau tidur dipelukanmu." Ucap Antika.


"Tentu sayang... Ayo tidur, biar aku memelukmu dan menghusap perutmu." Jawab Raka.


Antika pun membelakangi Raka dan Raka memeluknya dari belakang. Raka memberikan Antika usapan dipuncak kepala Antika. Antika yang merasa nyaman dengan usapan Raka pun perlahan memejamkan matanya.


Beberapa saat kemudian, terdengar deru nafas Antika yang teratur. Raka pun melihat Antika yang sudah terlelap. Raka mencium kening Antika dan tangannya berlalu menghusap perut Antika. Rasanya sudah tidak sabar bagi Raka untuk menanti kehadiran sang buah hati.


Baby baik baiklah disana, kau tau papa menunggu mu disini... Papa janji akan membuatmu dan mama kamu bahagia. Batin Raka.


Raka pun menyelimuti Antika dan dirinya. Raka pun memeluk Antika perlahan memejamkan matanya. Dan tak terasa Raka mulai sampai ke alam mimpinya.


Keesokan Harinya


Andian dan Arila tampak bersiap siap hendak menghadiri pernikahan Renzo yang diadakan secara mendadak dan diam diam itu. Hanya keluarganya dan keluarga mempelai wanita yang hadir.


"Kau sudah siap??" Tanya Andian.


"Sudah, kita bisa berangkat sekarang." Jawab Arila.


"Iya kita akan ke rumah papa dulu... Menjemput papa dan mama. Bima sedang ambil cuti jadi sekalian ikut kita." Ucap Andian.


"Antia bagaimana??" Tanya Arila.


"Kau lupa, ada calon suaminya yang setiap saat selalu bersamanya." Jawab Andian.


"Ah iya, aku hampir melupakan hal itu." Ucap Arila.


Sedangkan di Kediaman Anza


Tampak Antia tengah merias dirinya dengan memoles make up tipis di wajah cantiknya. Saat itulah Arion datang dan langsung masuk begitu saja ke kamar Antia. Antia yang tidak sadar hanya fokus merias dirinya saja.


"Istri kecilku kau sangat cantik... Aku ingin sekali mencium mu sekarang." Ucap Arion.


"Tidak, nanti lipstick nya berantakan... Udah ayo berangkat jangan goda mulu." Ucap Antia.


"Baiklah istriku tersayang. Ayo kita berangkat." Jawab Arion.


Mereka berdua pun keluar dari kamarnya. Tampak Andian dan Arila baru sampai didepan rumahnya. Arion dan Antia pun menghampiri.


"Kakak ipar aku sangat merindukanmu." Ucap Antia sembari memeluk Arila.


"Ah...iya aku juga merindukanmu." Ucap Arila.


"Sejak kapan adikku melupakanku." Ucap Andian tampak tak senang.


"Ayolah kakak... (Melepas pelukannya.) Aku sudah sering melihat wajah mu yang menbosankan, jadi aku merindukan wajah cantik kakak iparku." Ucap Antia.


"Antia." Ucap Andian menatap Antia kesal. Antia bersembunyi dibelakang Arion.


"Kakak selamat kan aku, jika aku kenapa kenapa kau bisa jadi duda muda." Ucap Antia.


"Hehe... Kenapa kamu sangat menggemaskan istriku." Ucap Arion sembari merangkul Antia.


"Ehem.. Berhenti bermesraan disini, dimana papa dan mama??" Tanya Andian.


"Mereka masih bersiap siap... (Mengamati tubuh Arila.) Wah kakak ipar terlihat sedikit gemuk ya, apa yang kakakku lakukan padamu sampai kakak ipar terlihat berbeda." Ucap Antia menggoda yang dimana membuat Arila merona.


"Antia bisa kau diam?? Berhenti menggodanya. Apa kau mau kak Arion mu itu digoda gadis lain." Ancam Andian.


"Ah tidak tidak. Baiklah aku akan berhenti... Kita berangkat dulu ya kak." Ucap Antia. Antia menarik tangan Antia untuk keluar bersama nya.


Apa begitu terlihat??? Ah... Memalukan. Batin Arila merona malu.


"Kenapa?? Kau tidak terlalu gemuk, Antia saja yang melebih lebihkan." Ucap Andian.


"Aku tidak mau tidur sekamar denganmu lagi jika setiap malam kau tidak mau melepaskanku." Ucap Arila dengan wajah kesal.


"Jika kau tidak mau, aku tidur denganmu... Mama kau jangan menceghatku untuk tidur dengan wanita lain...(Tampak Arila menahan cemburu.) Jadi pilih, setiap malam aku tidak melepaskan mu... Atau, setiap malam aku tidak melepaskan wanita lain." Ucap Andian.


"Ba... Baiklah aku menurutimu." Ucap Arila pasrah, membuat Andian gemas dan mencubit pipi Arila. Tentu membuat Arila semakin kesal.


"Wah pa kayaknya kita ganggu nih." Ucap Lyin tiba tiba. Tentu membuat kedua nya malu.


"Masih mau di lanjut atau kita berangkat sekarang?" Ucap Gio.


"Kita berangkat sekarang." Ucap Andian.


Melihat hal itu Gio dan Lyin hanya tersenyum. Mereka berempat pun masuk ke dalam mobil dan perlahan meninggalkan area kediamannya.