
Jangan lupa Like, Vote and Komennya ya😘
Terima Kasih dan selamat membaca semua
💕
[]Di Hari Sekolah
Antia membuka matanya begitu alarm berbunyi. Dengan malas Antia mengangkat tangannya mematikan alarm. Antia pun bangun dan duduk dibibir ranjang mengumpulkan kesadaran. Setelah itu, Antia pun menuju ke kamar mandi membersihkan diri.
Beberapa saat kemudian Antia keluar dari kamar mandi dengan seragam sekolahnya. Dia pun duduk didepan meja rias seperti biasanya. Antia memandang wajahnya yang kusut tak seperti biasanya.
Tidak terasa, hari ini aku kembali bersekolah dikondisiku yang seperti ini... Aku tidak bisa terus diacuhkan Kak Arion... Apa yang harus aku lakukan?? Batin Antia sendu.
Setelah bersiap Antia pun meraih tasnya dan menuruni tangga menuju ke meja makan. Tampak Andian sudah duduk menunggunya dengan pakaian kantornya.
"Selamat pagi kak." Sapa Antia sembari duduk.
"Pagi, Kakak akan pulang terlambat... Jadi nanti yang menjemputmu pulang Raka."
"Iya kak."
Andian pun mengagguk dan mereka pun menikmati sarapannya masing masing. Selesai sarapan Andian pun mengantar Antia ke sekolah seperti biasa.
Andian melirik Antia sekilas yang tampak menatap pemandangan luar dari kaca jendela mobil. Andian menghela napas panjang tidak biasanya Antia diam di mobil terlebih dia selalu berusaha membuat Andian bicara.
"Memang sikap Arion terlalu berlebihan (Antia memandang Andian.) Tapi, karena dia sudah mencintai dan menyayangimu berharap usahanya sejak dulu hanya mendengar jawaban tulus darimu. Dia mungkin perlu waktu untuk menenangkan dirinya. (Antia tampak merenung.) Sekarang katakan dengan jujur apa kamu mencintai Arion?"
"Sangat kak, memang awalnya aku cukup ragu karena dia sebaya dengan kakak...tapi setelah beberapa hari mengenalnya aku sudah mencintai nya kak tanpa paksaan apapun."
"Aku senang mendengarnya. Sekarang kamu fokus dengan pelajaranmu soal Arion akan aku bantu semampuku."
"Terima kasih kak...Kakak ada satu hal yang ingin aku tanyakan."
"Apa??"
"Kenapa kakak ingin cepat Menikah dengan kak Arila? (Antia memandang Andian.) Jika alasan kakak ingin menyakiti kak Arila aku tidak menyetujuinya. (Andian memandang Antia sekilas.) Apa pun alasannya demi aku, aku ingin kakak berusaha menerima kak Arila tidak menyakiti atau menolaknya...(Andian menghela napas panjang dan mengagguk pelan.) Kakak berjanji??"
"Aku berjanji Antia, Sekarang sudah sampai belajarlah yang rajin jangan mengecewakan kakak."
"Iya kak Antia masuk dulu, (Antia keluar mobil.) Kakak hati hati sampai ke kantornya."
Andian mengagguk dan menaikan kaca mobilnya. Antia melambaikan tangan sampai mobil kakaknya itu perlahan menghilang dari pandangannya. Antia pun memasuki pintu gerbang menuju ke kelas barunya.
Sesampainya di dalam kelas Antia melihat para siswa dan siswi tengah berbincang bincang. Mungkin berbincang mengenai kegiatan mereka selama libur sekolah. Antia meletakan tasnya di bangku depan dan duduk menunggu guru datang.
*Tring!!! Tring!!!* Bel berbunyi segeralah para siswa kembali duduk di bangku mereka. Terdengar suara langkah kaki mendekati ruangan kelas yang tidak lain sang guru.
"Selamat pagi semua, Setelah libur panjang kalian siap mengikuti pembelajaran seperti biasanya?? (Semua siswa mengagguk.) Tapi sebelum ibu mulai kita kedatang siswa baru hari ini... Silahkan masuk."
Antia melihat ke arah pintu dan keluar lah seorang yang tidak asing baginya. Orang itu kini didepan para siswa lainnya.
"Ini murid baru pindahan dari SMA ternama di Amerika Serikat, Namanya Kalfa Wijaya dan hobinya bermain basket juga berolahraga... Kalfa silahkan duduk."
Orang itu tidak lain Kalfa. Kalfa mengagguk dan melihat sekeliling. Entah kebetulan atau apa kursi sebelah Antia kosong. Dengan senang hati Kalfa duduk disamping Antia. Sedangkan Antia memikirkan ucapan Andian mengenai Kalfa.
"Antia kita bertemu lagi." Ucap Kalfa sembari tersenyum.
"Iya." Jawab Antia singkat.
Aku harus sebisa mungkin menjauhi Kalfa, aku tidak mau hubunganku dengan kak Arion menjadi renggang. Batin Antia.
Kelas pun di mulai dan para siswa memperhatikan setiap penjelasan dari gurunya.
Di Cerlan Grop
Andian tampak sibuk berkutat dengan lepotopnya. Lelah karena terlalu lama mengetik, Andian menutup lepotopnya dan menyenderkan tubuhnya pada kursi berputarnya.
"Semalam aku serahkan pekerjaanku pada Raka, kenapa masih belum satu pun dia kerjakan? Dasar Raka ini." Lirih Andian sembari memijit keningnya.
Saat itu suara ketukan pintu membuat Andian dengan malas menekan tombol membiarkan seseorang masuk. Orang itu tidak lain Raka yang mendekati Andian sembari menunduk. Andian memandang Raka yang kini duduk didepannya.
"Raka apa yang aku tugas kan semalam?? Kenapa belum satu kata pun kau kerjakan?? Apa yang kau lakukan?" Tanya Andian bertubi tubi.
"Em...hehehe Andian maaf kan aku ya...Aku benar benar lupa." Ucap Raka sembari mengagguk tengkuknya yang tak terasa gatal.
"Lupakan soal ini, Aku ada kepentingan nanti jadi kau yang jemput Antia dari sekolah."
"Baiklah, Lalu bagaimana hubungan Antia dan Arion... Aku sudah 3 hari tidak melihatnya."
"Huft...(Andian menghela napas panjang.) Sebenarnya aku yang meminta Arion untuk menjauhi adikku sementara... Aku merasa bersalah padanya jadi terpaksa aku menjauh kan dia sementara waktu agar dapat menenangkan diri. Dan aku bahagia akhirnya Antia sepenuhnya menerima Arion tanpa kebohongan sedikit pun."
"Baguslah...Ku rasa hubungan mereka segera membaik. Aku kembali ke ruangan ku sekarang... Setelah menjemput Antia...aku juga harus menjemput Antika ku." Ucap Raka sembari meninggalkan Andian.
"Ku rasa kau menjadi menjijikan setelah menikah."
"Dan kelak kau juga akan menjadi sepertiku." Ucap Raka sembari menutup pintu.
Cih... menjijikan sekali kau Raka. Aku Andian sampai kapan pun tidak akan terobsesi dengan hal konyol seperti cinta... Tidak akan pernah. Batin Andian.