
Jangan lupa Like, Vote and Komennya ya😘
Maaf kalo banyak typo, maklum novel pertama ku😊
Terima Kasih dan selamat membaca semua😙💕
Di KUA
Antia dan Arion sampai lebih dulu. Dan beberapa saat kemudian disusul oleh Andian dan Arila. Mereka pun masuk kedalam gedung KUA. Tampak Renzo sudah duduk di pelaminan. Renzo tampak gugup, meskipun hanya pernikahan secara diam diam.
Tapi, tetap saja Renzo merasa gugup. Dia sendiri bingung apa yang membuatnya gugup seperti itu. Renzo menatap Arion dan tampak Arion tersenyum sembari mengacungkan jempolnya.
"Sayang bagaimana kita sekalian daftar nikah??" Goda Arion pada Antia.
"Kak Arion ish...(Mencubit lengan Arion.) Kak Arion kan udah setuju kalo nikahnya tunggu sampai aku daftar kuliah." Ucap Antia.
"Ya tapi kapan?? Aku udah nggak sabar loh pengen kayak Raka." Ucap Arion.
"Ya kapan kapan." Ucap Antia sembari tersenyum mengejek.
"Oh berani ngejek ya... Mau aku cium disini." Ancam Arion.
"Kak Arion ih." Ucap Antia kesal membuat Arion gemas.
Saat itu tampak Lyara dan keluarganya datang. Jantung Renzo berpicu sangat cepat takala melihat Lyara yang tampak cantik. Lyara pun duduk disamping Renzo.
"Semua sudah berkumpul, apa Ijab Qobulnya bisa dilaksanakan? (Semua orang mengagguk.) Baiklah saudara Renzo bisa jabat tangan saya? (Renzo mengangguk dan menjabat tangan sang penghulu.) Saya mulai... Saudara Renzo saya nikahkan engkau dengan Safrina Lyara Saputri dengan maskawin seperangkat alat sholat dibayar tunai." Ucap sang penghulu.
"Saya terima nikahnya Safrina Lyara Saputri dengan maskawin tersebut dibayar tunai." Ucap Renzo tegas.
"Bagaimana para saksi sah??"
"Sah!!" Jawabnya lantang.
Kini Renzo dan Lyara sah menjadi sepasang suami istri. Renzo dan Lyara pun mendatangani akta pernikahannya. Setelah itu Renzo menyematkan cincin pada jari manis Lyara, begitu pun sebaliknya. Setelah itu, Lyara pun mencium punggung tangan Renzo.
"Selamat sayang akhirnya nikah juga." Ucap Renia tampak senang.
"Jangan lupa nanti malam bersenang senang ya... Kau lihat Lyara sangat cantik bukan, jangan dianggurin." Bisik Renia.
"Mommy apaan sih." Ucap Renzo merasa risih.
"Renzo mama titip Lyara ya." Ucap Yuni begitu mendekati Renzo.
"Iya Ma Renzo pasti jaga Lyara dengan baik." Jawab Renzo.
Yuni pun tersenyum sembari mengaggukan kepala. Kini dia harus rela ditinggalkan oleh putri bungsunya. Yuni memandang Lyara yang memasuki mobil milik Renzo. Perlahan mobil itu pun menjauhi area. Setelah mereka pergi, Yuni Alfa dan keluarganya pun kembali ke kediamannya.
Diperjalanan. Tampak Lyara memandang pemandangan dari kaca mobil. Sebenarnya Lyara sedih karena pernikahannya begitu mendadak dan tanpa ada resepsi seperti yang dia impikan.
Tapi disisi lain dia bahagia karena menikah dengan Renzo yang sedari awal Lyara memang menyukainya. Tanpa Lyara sadari Renzo menatapnya sembari memikirkan ucapan ibunya. Renzo menatap dari kepala sampai ujung kaki Lyara membuatnya menelan ludah kasar.
Mommy ini apa apaan sih??? Jadi kotorkan pikiranku yang selalu suci. Batin Renzo.
Awalnya Renzo memang berniat untuk menolak Lyara. Namun, karena godaan dari sang ibu membuatnya berusaha untuk menerimanya.
Sesampainya di hotel. Dev langsung turun dari mobilnya dan membuka pintu mobil untuk tuan dan nona mudanya. Lyara dan Renzo pun keluar dari dalam mobilnya.
"Loh kak, kok kita ke hotel??" Tanya Lyara terkejut. Hal itu membuat Renzo sedikit gugup untuk menjawab.
"Udah jangan banyak tanya." Jawab Renzo berjalan mendahului Lyara.
Kalo aku bawa Lyara sekarang ke Vila... Bisa bisa mommy bakalan mancing mancing aku lagi... Aku kan belum tentu mau menerima dia. Batin Renzo.
Sesampainya di kamar. Renzo langsung melepaskan jasnya dan membuka 3 kancing kemejanya. Sedangkan Lyara memandang Renzo yang tengah melipat lengan kemejanya sampai batas siku. Renzo tampak tampan di matanya. Sadar diperhatikan, Renzo pun memandang Lyara yang tak berkedip.
"Berhenti memandangiku... Aku tidak akan pernah jatuh cinta padamu." Ucap Renzo.
"Coba saja jika bisa." Ucap Renzo kemudian masuk kedalam kamar mandi.
"Tentu saja bisa, aku sudah berjanji akan mempertahankan pernikahan ini. Maka akan aku buat kak Renzo jatuh cinta padaku." Ucap Lyara memberikan semangat pada dirinya.
Sedangkan di dalam kamar mandi. Tampak Renzo mencuci mukanya kasar. Masih terbayang bayang senyuman lebar dari Lyara. Renzo pun memandang dirinya dari pancaran cermin.
Renzo ingat... Hanya ada Aline dihatimu, meskipun dia sudah menikah dengan peria lain... Tapi hatimu tetap untuk Aline... Batin Renzo.
"Aku penasaran bagaimana gadis itu akan membuat ku jatuh cinta padanya??" Lirih Renzo.
Di Vila Raka
Raka merasa dirinya sangat lemah dan tidak bertenaga. Ini disebabkan karena Antika meminta untuk kesana kemari. Belum lagi Antika seperti memborong semua cemilan dari setiap mall atau supermarket yang dia kunjungi. Raka pun merebahkan dirinya diatas sofa kemudian memejamkan matanya.
Lelah sekali, bisa bisa cepet bangkrut aku kalo tiap hari Antika terus begitu... Tapi tidak, masalah ini semua demi kebahagiaan nya dan anak ku. Batin Raka.
Saat itu tampak Antika masuk kedalam kamarnya kemudian mengunci pintu kamarnya. Melihat Raka tampak kelelahan membuat Antika berniat menjahili suaminya itu. Antika pun menatap wajah tampan Raka.
Dan tiba tiba Antika mencium bibir Raka dimana membuat Raka terkejut. Raka membuka matanya dan melihat Antika yang mencium bibirnya. Raka pun menarik tengkuk Antika dan memperdalam ciumannya.
Raka pun bangkit dari posisinya dan menindihi Antika diatas sofa. Raka pun kembali mencium bibir mungil milik istrinya. Raka melepaskan ciumannya begitu Antika kehabisan napas. Tampak Antika tersenyum Dan membelai wajah tampan Raka.
"Suami ku tersayang... Kamu lupa kalo aku... Sedang hamil jadi tidak bisa melayanimu." Ucap Antika menggoda. Raka pun menghusap wajahnya kasar dan duduk disofa.
"Kamu sengaja memancing ku??" Tanya Raka tak suka.
Antika pun tersenyum dan bangkit dari posisinya. Antika duduk disamping Raka, memandang wajah kesal Raka. Antika meraih tangan Raka membuat Raka memandangnya. Antika meletakan tangan kekar Raka pada perut ratanya.
"Bukan aku, tapi dia... Jadi jangan marah ya." Ucap Antika.
"Aku tidak pernah bisa marah padamu sayang... Sudah malam lebih baik kita tidur... Jangan ngemil malam malam atau aku akan marah padamu." Ucap Raka sembari memijit hidung istrinya.
"Mau tidur... Tapi peluk." Ucap Antika manja. Raka pun tersenyum dan menggendong Antika ala bridal style.
Perlahan Raka pun merebahkan tubuh istrinya diatas ranjangnya yang empuk. Antika memeluk tubuh Raka dan membenamkan wajahnya pada dada bidang Raka. Raka pun tersenyum dan mencium kening Antika kemudian memejamkan matanya.
**Visual Tokoh
1.Cavan Andian Anza**
2. Cantia Putri Vania
3. Colvis Arion Anvert
4. Arila Loviana Putri
5. Raka Putra Utama
6. Sifany Andria Cantika
Visual Tokoh lainnya menyusul ya☺🤗